Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Nursing Inside Community

Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Terjadinya Erosi Serviks pada Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Pallangga Kabupaten Gowa Simon, Merlis
Nursing Inside Community Vol 2 No 1 (2019): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.781 KB) | DOI: 10.35892/nic.v2i1.279

Abstract

Wanita dalam menjalankan peran reproduksinya, gangguan kesehatan system reproduksi merupakan penyebab kematian tertinggi ialah kanke rserviks.Tanda awal terjadinya kanker serviks terjadinya erosi serviks atau lesi prakanker serviks.Erosi serviks atau lesi prakanker serviks adalah suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio serviks uteri (mulut rahim).(Handayani, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya erosi serviks pada pasangan usia subur di Puskesmas Pallangga Kabupaten Gowa meliputi usia pertama kali menikah, paritas, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, penggunaan kontrasepsi oral dan kebersihan organ genetalia.Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi semua pasangan usia subur khususnya wanita yang melakukan pemeriksaan IVA dengan jumlah Sampel sebanyak 154 responden. Penelitian ini menggunakan system komputerisasi dengan bantuan program SPSS.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara usia pertama kali menikah, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, penggunaan kontrasepsi oral dan kebersihan organ reproduksi terhadap teradinya erosi serviks sedangkan paritas tidak berpengaruh terhadap terjadinya erosi serviks. Saran penelitian ini petugas kesehatan untuk tetap lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan erosi serviks dan juga untuk seluruh wanita untuk rutin memeriksakan diri untuk mencegah terjadinya erosi serviks.
Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Terjadinya Erosi Serviks pada Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Pallangga Kabupaten Gowa Merlis Simon
Nursing Inside Community Vol. 2 No. 1 (2019): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita dalam menjalankan peran reproduksinya tidak dapat terlepas dari berbagai permasalahan, gangguan yang paling ringan sampai dengan gangguan berat. Dan yang menjadi salah satu gangguan yang menyerang organ reproduksi wanita yaitu erosi serviks. Erosi serviks adalah suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio serviks uteri (mulut rahim). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi serviks pada wanita pasangan usia subur di Puskesmas Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi semua pasangan usia subur khususnya wanita yang melakukan pemeriksaan IVA dengan jumlah Sampel sebanyak 154 responden. Pengelolahan data penelitian ini menggunakan sistem komputerisasi dengan bantuan program SPSS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara usia pertama kali menikah, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, penggunaan kontrasepsi oral dan kebersihan organ reproduksi terhadap terjadinya erosi serviks sedangkan paritas tidak berpengaruh terhadap terjadinya erosi serviks. Saran bagi petugas kesehatan untuk lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan erosi serviks dan bagi seluruh wanita untuk rutin memeriksakan diri untuk mencegah terjadinya erosi serviks.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kesiapan Siswi Dalam Menghadapi Menarche Di SD Islam Guppi Kota Sorong Merlis Simon; Wahyuni Maria Prasetyo Hutomo
Nursing Inside Community Vol. 3 No. 2 (2021): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu peristiwa terpenting pada masa pubertas remaja putri sekaligus pertanda biologis dari kematangan seksual yaitu datangnya menstruasi pertama atau menarche. Fase tibanya haid pertama ini juga merupakan satu periode dimana perempuan benar-benar menjalani fungsi kewanitaannya. Maka bagi perempuan peristiwa haid menduduki satu eksistensi psikologis yang unik, yang bisa mempengaruhi persepsi perempuan terhadap realitas hidup , baik pada masa remaja maupun dewasa nanti. Remaja putri yang mengalami menarche sering merasakan kebingungan dan kesedihan, hal ini terjadi karena banyaknya remaja yang tidak memahami dasar perubahan yang terjadi pada dirinya. Oleh sebab itu saat remaja putri menghadapi menarche dibutuhkan kesiapan mental yang baik. Kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche) dimana seseorang siap untuk mencapai salah satu kematangan fisik yaitu datangnya menstruasi pertama (menarche), yang keluar dari tempat khusus wanita pada saat menginjak usia sepuluh sampai enam belas tahun, yang terjadi secara periodik (pada waktu tertentu) dan siklik (berulang-ulang). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kesiapan siswi dalam menghadapi menarche di SD Islam Guppi Kota Sorong, Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian cross sectional, penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari 2020 dengan jumlah sampel adalah 34 responden, adapun hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji chi square menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap dengan kesiapan menarche di peroleh nilai ρ value= 0,002 < α=0,05 maka kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kesiapan siswi menghadapi menarche di SD Islam Guppi Kota Sorong.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KELAMBU DENGAN KEJADIAN MALARIA DI PUSKESMAS MARIPPI Merlis Simon
Nursing Inside Community Vol. 4 No. 1 (2021): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data kasus positif malaria dan jumlah penderita malaria Annual Parasite Incidence (API), ternyata kabupaten/kota endemis tinggi malaria masih terkonsentrasi di kawasan timur Indonesia salah satunya provinsi Papua Barat, sesuai data kasus malaria pada tahun 2019 di Indonesia sebanyak 250.644. Kasus tertinggi yaitu sekitar 86 persen terjadi di Provinsi Papua sebanyak 216.380 kasus. selanjutnya disusul Provinsi NTT sebanyak 12.909 kasus dan Provinsi Papua Barat sebanyak 7.079 kasus. Provinsi Papua Barat masuk dalam penyumbang angka malaria terbesar secara nasional. Kasus Malaria dengan Annual Paracite Incidence terbesar berada di Kabupaten Manokwari Selatan sebesar 29 per 1.000 penduduk Selanjutnya, Kabupaten Manokwari menempati urutan kedua kasus malaria dengan API sebesar 26 per 1.000 penduduk, dan urutan ketiga, kabupaten Teluk Wondama sebesar 14 per 1.000 penduduk. Sedangkan pada Puskesmas Maripi yang terlatak di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan yang merupakan daerah dengan API tertinggi di Provinsi Papua Barat. Menurut data e-sismal Puskesmas Maripi pada Tahun 2020 diperolah dari 643 suspek malaria yang diperiksa terdapat 108 pasien yang positif malaria. Dari data tersebut dapat dihitung Annual Paracite Incidence untuk wilayah kerja Puskesmas Maripi yang berjumlah penduduk 7.744 orang sebesar 13,9 ‰, jadi dapat disimpulkan bahwa wialyah kerja Puskesmas Maripi merupakan daerah endemis tinggi malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian malaria Di Puskesmas Marippi Kabupaten Manokwari. Penelitian dilakukan menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni sampai dengan Juli 2021 dengan jumlah sampel adalah 106 responden. Berdasarkan hasil uji chi square menunjukan bahwa penggunaan kelambu dengan kejadian malaria di peroleh nilai ρ value= 0,069 > α=0,05 maka kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak ada hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian malaria Di Puskesmas Marippi Kabupaten Manokwari.
Hubungan Antara Lama Menderita Hipertensi Dan Motivasi Berobat Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Merlis Simon; Alfiah A Alfiah A
Nursing Inside Community Vol. 5 No. 1 (2022): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization melaporkan 1,13 miliar orang menderita hipertensi, sebagian besar (dua pertiga) tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dimana 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita menderita hipertensi dan sebanyak 9,4 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat hipertensi dan komplikasinya. Secara global kejadian hipertensi sebesar 22% dari penduduk dunia. Tertinggi di Afrika (27%), Asia Tenggara (26%), Asia Timur (25%), Eropa (23%), Pasifik (19%) dan 2 Amerika (18%). Laporan Kemenkes RI menunjukkan penderita hipertensi di Indonesia sekitar 34,1%. Kejadian hipertensi di Provinsi Papua Barat berada pada urutan ke 23 tertinggi dari 34 Provinsi dengan jumlah penderita hipertensi sebanyak 7,4%. Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat tahun 2021 melaporakan kejadian hipertensi sebanyak 3.178 kasus. Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari melaporkan penderita hipertensi naik dua kali lipat dari tahun 2018 (2,3%) terutama pada penduduk lansia Kabupaten Manokwari menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita dan motivasi berobat dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di RSUD Manokwari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Manokwari pada bulan Februari sampai Maret 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang dan penarikan sampel menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil analisa uji chi-square diperoleh nilai p = 0,454 > 0,05 artinya tidak ada hubungan lama menderita dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi dan nilai p = 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan motivasi berobat dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan lama menderita dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di RSUD Manokwari dan ada hubungan motivasi berobat dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di RSUD Manokwari.