Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Determinasi Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 – 2019 Wahyu Setiawan, Adam; Ariani, M.B Nani
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i01.505

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia suatu daerah sangat membantu menunjangnya pembangunan secara nasional, seperti pengukuran perbandingan dari harapan hidup, pendidikan, kesehatan dan standar hidup untuk semua negara. namun tidak semua daerah memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang merata. Hal ini diduga disebabkan karena adanya kesenjangan pengeluaran pemerintah dan kemiskinan, oleh sebab itu dalam penelitian ini membahas faktor-faktor penentu Indeks Pembangunan Manusia yang ditentukan oleh Kemiskinan, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan, Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan, adapun hasilnya menunjukan bahwa Kemiskinan dan Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan daerah terbukti berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia karena Kemiskinan merupakan salah satu faktor penentu yang berperan besar terhadap Indeks Pembangunan Manusia, juga Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan yang juga menjadi salah satu faktor penentu Indeks Pembangunan Manusia . Selanjutnya Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan yang terbukti tidak berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia rendahnya dukungan sumber pendanaan yang terbatas. Sumber dana yang terbatas tersebut menyebabkan relatif rendahnya pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan untuk membiayai sektor publikIndeks Pembangunan Manusia suatu daerah sangat membantu menunjangnya pembangunan secara nasional, seperti pengukuran perbandingan dari harapan hidup, pendidikan, kesehatan dan standar hidup untuk semua negara. namun tidak semua daerah memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang merata. Hal ini diduga disebabkan karena adanya kesenjangan pengeluaran pemerintah dan kemiskinan, oleh sebab itu dalam penelitian ini membahas faktor-faktor penentu Indeks Pembangunan Manusia yang ditentukan oleh Kemiskinan, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan, Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan, adapun hasilnya menunjukan bahwa Kemiskinan dan Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan daerah terbukti berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia karena Kemiskinan merupakan salah satu faktor penentu yang berperan besar terhadap Indeks Pembangunan Manusia, juga Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan yang juga menjadi salah satu faktor penentu Indeks Pembangunan Manusia . Selanjutnya Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan yang terbukti tidak berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia rendahnya dukungan sumber pendanaan yang terbatas. Sumber dana yang terbatas tersebut menyebabkan relatif rendahnya pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan untuk membiayai sektor publik
Analisis Relevansi Penanaman Modal Asing, Modal dalam Negeri dan Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia 1990 – 2019 Widya Putra, Fatah; Ariani, Nani; Nofrian, Fachru
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 04 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i04.571

Abstract

Absorption of labor is often used as a benchmark for the development of human resources, including the workforce of a country. The minimum wage level of work continues to rise, which can have a positive impact on the workforce, but unlike the company, which sees this as an increase in company costs every year. The aim is to determine the effect of foreign investment, domestic investment, and the minimum wage on employment. Using multiple linear regression analysis methods with OLS. The results of several linear regression analyzes show that foreign investment has a significant effect on employment, domestic investment has no effect on employment, and low state wages have a significant effect on employment. Foreign Investment has an influence and relationship with employment.
Analysis Of The Effect Of Self-Efficiency, Position Promotion, And Work Environment On Employee Loyalty Through Job Satisfaction On Outsourcing Employees At PT Siemens Indonesia Prihantoro, Dimas; Andriyanto, Wahyu Ari; Ariani, Nani
Jurnal Ilmiah Sumber Daya Manusia Vol 6 No 1 (2022): SEPTEMBER, JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JJSDM.v6i1.24091

Abstract

This study was conducted to analyze the effect of self-efficacy, job promotion, and work environment on employee loyalty through job satisfaction on outsourced employees of PT. Siemens Indonesia. Companies must pay attention to employee self-efficacy, promotion opportunities, and the employee's work environment that can lead to employee job satisfaction. These things also have an important role in increasing employee loyalty. Several studies related to this writing have also been submitted by several authors, which resulted in a positive and significant influence between these variables. The research sample used is as many as 40 respondents outsourcing employees who work at PT. Siemens Indonesia. Analysis of the data in this study using PLS analysis using PLS software Version 3.0. The results showed that there was a positive but not significant effect between self-efficacy on job satisfaction, there was a positive and significant effect between job promotions on job satisfaction, there was a positive but not significant effect between work environment on job satisfaction, and there was a positive and significant effect. between job satisfaction and loyalty to outsourcing employees at PT. Siemens Indonesia.
Peningkatan perekonomian pelaku usaha melalui pendaftaran perseroan perorangan dalam mendukung sustainable development goals Agustanti, Rosalia Dika; Waluyo, Bambang; Ariani, Nani; Wirawan, Rio
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22580

Abstract

Abstrak Tidak adanya legalitas dalam menjalankan usaha dapat menimbulkan permasalahan. Legalitas dibutuhkan untuk menjamin bahwa seorang Pelaku Usaha menjalankan usahanya dengan penuh tanggung jawab dan telah terdaftar pada Kementerian yang membidangi UMKM. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi yang dapat meningkatkan aspek legalitas Pelaku Usaha. Kegiatan ini menggunakan metode  Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah metode partisipatif yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan Masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan dimulai dari survei mitra, identifikasi permasalahan mitra, dan dilanjutkan dengan tahap pendampingan mitra. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa adanya pendampingan terkait pendaftaran Perseroan Perorangan ini memberikan pengetahuan serta keterampilan guna memberikan kepastian hukum bagi Pelaku Usaha untuk meningkatkan perekonomian dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Dengan adanya Perseroan Perorangan diharapkan mampu untuk mendorong UMKM menjadi usaha yang berdaya saing global karena dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha untuk dapat semakin maju dan berkembang secara Nasional maupun Internasional. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Pelaku Usaha telah terdaftar sebagai Perseroan Perorangan sebagaimana terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Beberapa kelebihan perseroan perorangan yaitu dapat bersaing dengan Perseroan Terbatas pada umumnya, cocok untuk usaha mikro dan kecil, yang masih pemula serta mau mengembangkan usaha sendiri. Selanjutnya, pelaku usaha bertindak sebagai direktur, terakhir bahwa status badan hukum diperoleh setelah mendaftarkan pernyataan pendirian secara online. Kata kunci: legalitas usaha; pelaku usaha; perseroan perorangan; UMKM. Abstract The absence of legality in running a business can cause problems. Legality is needed to guarantee that a Business Actor carries out his business with full responsibility and has been registered with the Ministry in charge of MSMEs. To overcome this problem, this Community Service activity aims to provide solutions that can improve the legality aspects of Business Actors. This activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which is a participatory method used to collect information and understand the social, economic and environmental conditions of society. The stages of activities carried out start from partner surveys, identification of partner problems, and continue with the partner mentoring stage. The results of community service show that the assistance related to the registration of Individual Companies provides knowledge and skills to provide legal certainty for Business Actors to improve the economy by collaborating with other interested parties. With the existence of Individual Companies, it is hoped that it will be able to encourage MSMEs to become globally competitive businesses because it can increase the self-confidence of business actors to be able to progress and develop nationally and internationally. By carrying out this community service activity, the Business Actor has been registered as an Individual Company as registered with the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia. Some of the advantages of individual companies are that they can compete with Limited Liability Companies in general, are suitable for micro and small businesses, which are still beginners and want to develop their own business. Next, the business actor acts as a director, finally the legal entity status is obtained after registering the statement of establishment online. Keywords: business legality; business actors; individual companies; MSMEs.