Ginanjar, Rubi
Universitas Ibn Khaldun

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : PROMOTOR

GAMBARAN KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR TAHUN 2017 Afrilyani, Rizka; ., Supriyanto; Ginanjar, Rubi
PROMOTOR Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.921 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i4.2244

Abstract

Laboratorium klinik di rumah sakit merupakan salah satu fasilitas medik yang disediakan sebagai penunjang diagnosis penyakit. Petugas laboratorium mempunyai risiko terpajan bahaya biologiseperti virus dan bakteri. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian untuk melindungi pekerja dari risiko tertular penyakit. Salah satu caranya dengan menggunakan alat pelindung diri. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi Gambaran Tingkat Kepatuhan Petugas LaboratoriumTerhadap Pengunaan Alat Pelindung Diri di RS Salak Bogor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskiriptif dengan metode wawancara terstruktur, observasi dan telaah dokumen langsung di lapangan untuk menganalisis Gambaran Kepatuhan petugas laboratorium, pengetahuan, sikap,ketersediaan Alat pelindung diri, pelatihan, pengawasan serta peraturan mengenai Alat Pelindung Diri di Rumah Sakit dengan jumlah informan sebanyak 10 informan . Kepatuhan ini diukur dari hasil observasi terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri, petugas dikatakan patuh apabila sudahlengkap memakai Alat Pelindung Diri yang diwajibkan saat bekerja dan tidak patuh apabila tidak lengkap memakai Alat Pelindung Diri yang diwajibkan saat bekerja. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada semua informan didapatkan hasil bahwa terdapat beberapa sebagian informan yangmasih tidak patuh dalam menggunakan Alat Pelindung Diri pada saat bekerja, ketersediaan alat pelindung diri kurang lengkap, tidak adanya pelatihan mengenai alat pelindung diri serta pengawasan yang kurang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepatuhan petugas dalampenggunaan alat pelindung diri kurang baik dikarenakan tidak adanya pelatihan khusus penggunaan alat pelindung diri, ketersediaan alat pelindung diri kurang lengkap serta pengawasan yang kurangoptimal.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGEMUDI BUS PUSAKA DI TERMINAL BARANANGSIANG KOTA BOGOR TAHUN 2018 Pratama, Septyan; Asnifatima, Andi; Ginanjar, Rubi
PROMOTOR Vol 2 No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.896 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i4.2245

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah keluhan yang sering dialami oleh pengemudi Bus. Keluhan nyeri  punggung dipengaruhi oleh faktor individu seperti usia, indeks masa tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, dan masa kerja sedangkan faktor pekerja seperti postur kerja dan durasi kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankeluhan nyeri punggung bawah pada pengemudi Bus Pusaka di Terminal Baranang Siang Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini ialah 50 responden dengan jumlah sampel 50 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Samplingyaitu sampel jenuh dengan analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode REBA untuk mengukur postur kerja dan analisis data penelitian ini menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok (p-value 0,957),kebiasaan olahraga (p-value 0,391), indeks masa tubuh (p-value 0,162), masa kerja (p-value 0,071) dengan keluhan nyeri punggung bawah. Sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p-value 0,006), postur kerja (p-value 0,000), durasi kerja (p-value0,000) dengan keluhan nyeri punggung bawah, karena oleh sebab yang menyebabkan otot-otot yang berperan dalam mempertahankan keseimbangan seluruh tubuh.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI HOME INDUSTRY PEMBUATAN TEMPE KELURAHAN KEDUNG BADAK KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR TAHUN 2019 Irpan, Ade; Ginanjar, Rubi; Fathimah, Anissatul
PROMOTOR Vol 2 No 6 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.125 KB) | DOI: 10.32832/pro.v2i6.3133

Abstract

Kecelakan kerja dapat dicegah dengan melakukan tahap awal yakni identifikasi bahaya , analisis dan pengendalian bahaya. Maka diperlukan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja pembuatan tempe dengan memfokuskan terhadap identifikasi risiko K3 dan analisis risiko K3 serta pengendalian bahaya risiko K3. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui untuk mengetahui risiko K3 di home Industry pembuatan tempe Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor 2019. Objek penelitian ini adalah bahaya (hazard) dan risiko yang ada pada proses pembuatan tempe. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen tabel Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC).Proses pembuatan tempe dimulai dengan pengangkutan kayu bakar, selanjutnya pengangkutan kacang ke dalam pembuatan, perebusan, pemindahan kacang ke drum, pemindahan kacang ke mesin pemecahan, pemisahan kulit dan pencucian kacang, pengragian & pengemasan dan yang terakhir penyimpanan. Dari hasil penelitian ini di temukan 8 sumber bahaya risiko tinggi yaitu lantai licin, rak penyimpanan, air panas, membungkuk, drum, kebisingan, instalasi listrik, gas bocor. Kesimpulan terdapat tigas kategori risiko yaitu lantai licin, rak penyimpanan dan air panas Saran bagi perusahaan yaitu  dengan pengendalian enginering control, administrasi ,dan alat pelindung diri.
HUBUNGAN RISIKO ERGONOMI DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA INFORMAL BENGKEL LAS DI KELURAHAN SAWANGAN BARU DAN KELURAHAN PASIR PUTIH KOTA DEPOK TAHUN 2019 Suryanto, Dwi; Ginanjar, Rubi; Fathimah, Anissatul
PROMOTOR Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.79 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i1.3143

Abstract

Gangguan musculoskeletal merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja dan kecacatan pekerja di negara-negara maju dan berkembang. Menurut International Labour Organization (ILO), setiap tahun terjadi 2,3 juta kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja bengkel las. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik Non Random Sampling dengan metode Sampling Jenuh. Populasi pada penelitian ini berjumlah 40 responden dan sampel yang terpilih 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara risiko ergonomi (p=0,009) dan usia (p=0,001) dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Sedangkan variabel indeks masa tubuh (p=0,492), kesegaran jasmani (p=0,708), masa kerja (p=0,461) dan kebiasaan merokok (p=1,000) tidak ada hubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara risiko ergonomi dan usia dengan keluhan MSDs.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TENAGA KERJA TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (STUDI KOMPARASI ANTARA HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG - UNDANGAN) DI PT UNITEX TBK TAHUN 2019 Marzullanenti, Qori; Ginanjar, Rubi; Listyandini, Rahma
PROMOTOR Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.796 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i1.3148

Abstract

Latar Belakang: Banyak perusahaan yang tidak memasukan pasal-pasal terkait kesehatan dan keselamatan kerja di dalam buku Perjanjian Kerja Bersama dan ternyata banyak sekali didalam Al-Quran beserta Hadist yang membahas mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam aspek lingkungan kerja, aspek manajemen, aspek tenaga kerja. Tujuan: Untuk mengetahui keselarasan antara hukum islam dan peraturan perundangan dalam aspek lingkungan kerja, aspek manajermen dan aspek tenaga kerja yang tertuang dalam Buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di PT.Unitex Tbk tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi Gap Analisis yaitu perencanaan kegiatan di masa depan pada suatu perusahaan dan dekstop study yaitu melihat dokumen internal maupun eksternal milik perusahaan kemudian pengisian lembar checklist dalam melakukan pengambilan data serta wawancara mendalam dengan ahli agama, ahli hukum, HRD perusahaan, serikat pekerja, dinas tenaga kerja. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa dari ketiga aspek didalam buku Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Unitex pada umumnya sudah selaras dengan hukum perundangan dan hukum islam. Kesimpulan: Adanya keselarasan 100% dalam aspek lingkungan kerja dengan hukum perundangan dan hukum islam, adapun dalam aspek manajemen pada umumnya 80% sudah selaras dengan hukum perundangan dan hukum islam, serta dalam aspek tenaga kerja kurang selaras dengan hukum islam dan hukum perundang-undangan karena presentase keselarasannya hanya 40% (rendah). Saran: Maka PT Unitex Tbk perlu lebih banyak lagi memasukan pasal terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja di dalam buku Perjanjian Kerja Bersama dan lebih memperhatikan tenaga kerjanya terutama tenaga kerja wanita.
HUBUNGAN PENCAHAYAAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN UNDERGROUND DI PT. ANTAM Tbk, UBPE PONGKOR BOGOR TAHUN 2018 Minarni, Ani; Ginanjar, Rubi; Fathimah, Anissatul
PROMOTOR Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.922 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i2.4160

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi dimana seseorang sudah tidak mampu lagi melalukan aktivitas kerjanya. Kelelahan keraj dapat terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan kerja yang tidak menunjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pencahayaan serta karakteristik individu (umur, beban kerja dan status gizi) dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian underground di PT.Antam Bogor. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 200 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebesar 67 responden. Pengukuran pencahayaan menggunakan alat lux meter dan pengumpulan data pekerja dilakukan dengan menggunakan kuesioner IFRC. Analisis data penelitian menggunakan aplikasi statistik dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara umur (p-value=0,044) OR sebesar 3,147 dan beban kerja (p-value=0,032) OR sebesar 3,407 dan tidak adanya hubungan antara pencahayaan (p-value=0,937) dan status gizi (p-value=0,601) dengan kelelahan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan pencahayaan dengan kelelahan kerja. Peneliti ini menyarankan kepada perusahaan untuk memperhatikan kondisi pencahayaan diruangan kerja agar tidak menimbulkan risiko terjadinya kelelahan kerja
HUBUNGAN LAMA PAPARAN RADIASI SINAR LAS DENGAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA BENGKEL LAS SEKTOR INFORMAL DI KELURAHAN SAWANGAN BARU DAN PASIR PUTIH KOTA DEPOK TAHUN 2019 Sundawa, Erwin; Ginanjar, Rubi; Listyandini, Rahma
PROMOTOR Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.168 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i2.4169

Abstract

Latar Belakang: Pekerja las pada sektor informal memiliki risiko terkena keluhan subjektif fotokeratitis karena terpapar radiasi sinar ultraviolet (UV) yang dihasilkan dari proses pengelasan. Di Indonesia yang membahas mengenai keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Nur Najmi (2017) pada pekerja las sektor informal di Kelurahan Cirendeu dan Ciputat yang menyebutkan 20 dari 32 pekerja mengalami keluhan subjektif fotokeratitis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara lama paparan radiasi sinar las dengan kelelahan mata pada pekerja bengkel las sektor informal di Keluraharan Sawangan Baru dan Pasir Putih Kota Depok Tahun 2019. Metode: Penelitian ini dilakukan secara analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebannyak 35 pekerja dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Data pada penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dan uji analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan lama paparan (p=0,003), usia (p=0,002), Masa Kerja (p=0,027), dan pemakaian alat pelindung diri (p=0,003). Kesimpulan: dari hasil penelitian terdapat hubungan lama paparan radiasi sinar las dengan kelalahan mata pada pekerja bengkel las sektor informal di Kelurahan Sawangan Baru dan Pasir Putih Kota Depok tahun 2019. Kata Kunci: Lama Paparan, Kelelahan Mata, Bengkel Las
ACCIDENT INVESTIGATION NEEDLE STICK INJURY PADA PETUGAS MEDIS DAN NON-MEDIS DI BMC MAYA PADA HOSPITAL TAHUN 2019 Sungkawa, Dadan; Ginanjar, Rubi; Asnifatima, Andi
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.499 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4171

Abstract

Needle stick injury (NSI) merupakan suatu robekan di kulit akibat suatu jarum atau benda tajam lainnya seperti pisau bedah, pecahan ampul dan peralatan medis tajam lainnya. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui penyebab dari terjadinya kejadian kecelakaan tertusuk jarum dan benda tajam (needle stick injury) di BMC Mayapada Hospital. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan semi-kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan pekerjaan yang berhubungan dengan NSI, melalui perhitungan rumus slovin didapati sampel sebanyak 100 orang dari jumlah populasi 115 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Metode analisis dengan distribusi frekuensi dan investigasi menggunakan teori loss causation model. Hasil penelitian diketahui 19 kasus, 11 terkena pecahan ampul dan 8 tertusuk jarum. Penyebab lansung yaitu tidak memperhatikan tanda ampul, mematahkan ampul dengan bantalan kertas, mematahkan ampul dengan berdiri, mematahkan ampul dengan menekan pada meja, melakukan recapping dengan 2 tangan, membuka spuit dengan tergesa gesa, kondisi ruangan terbatas dan kondisi pencahayaan yang kurang baik. Sedangkan untuk penyebab dasar yaitu ketidakmampuan sampel dalam mengahadapi kasus emergency, tidak memperhatikan label pada ampul, tubuh pada posisi yang tidak benar, kelelahan saat berkerja, pasien yang kurang koperatif, tidak tersedianya gergaji ampul dan tidak adanya fasilitas ruang pengoplosan obat. Untuk lack of control yaitu kurangnya pelatihan klinis dan universal precaution serta lemahnya pengawasan terhadap para staff yang ada dalam pengimplementasian SOP. Kesimpulannya NSI terbanyak diakibakan oleh unsafe act dan faktor personal yaitu 15 kasus (85%). Saran kepada perusahaan melakukan pengawasan dengan optimal dan melaksanakan pelatihan berkala.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONTAK PANAS SECARA LANGSUNG TERHADAP GEJALA DERMATITIS PADA PEKERJA DI PT. ELANGPERDANA TYRE INDUSTRY CITEUREUP TAHUN 2019 Anas, Khairunnisa; Fathimah, Anissatul; Ginanjar, Rubi
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.514 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4175

Abstract

Gejala dermatitis dapat terjadi di lingkungan PT.Elangperdana Tyre Industry pada bagian curing, mixing, calendar, extruding dan finishing karena pada beberapa proses kerja yang memungkinkan para pekerja kontak dengan material panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kontak panas langsung dengan gejala dermatitis pada pekerja di PT.Elangperdana Tyre Industry Citeureup tahun 2019. Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini variabel dependen dan variabel independen diamati pada waktu yang bersamaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 2212 pekerja bagian produksi di PT.Elangperdana Tyre Industry. Sampel yang diambil dengan teknik sample size dengan responden sebanyak 78 responden.Pengambillan data menggunakan kuesioner serta melakukan pengukuran suhu material panas menggunakan alat fluke thermometer. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik chi square. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara suhu material dengan gejala dermatitis, umur, masa kerja, lama kontak, dan penggunaan alat pelindung diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah area kerja yang berisiko terkena gejala dermatitis dikarenakan pekerja seringkali kontak dengan material bersuhu tinggi. Namun pada beberapa divisi sudah mengantisipasi dengan menggunakan alat pelindung diri berlapis akan tetapi menurut peneliti hal ini tidak efektif sebab menambah biaya pengadaan APD.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME PADA KARYAWAN DI GEDUNG PERKANTORAN X KOTA BOGOR TAHUN 2019 ilma, Robbiyani; Fathimah, Anissatul; Ginanjar, Rubi
PROMOTOR Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.308 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i3.4178

Abstract

Polusi Udara Dalam Ruangan Berada Di Urutan Ketiga Faktor Lingkungan Yang Beresiko Terhadap Kesehatan Manusia, Kualitas Udara Dalam Ruangan 2-5 Kali Lebih Buruk Dibanding Udara Di Luar Ruangan .Tujuan Penelitian Mengetahui Faktor Risiko Sick Building Syndrome Pada karyawan Perkantoran PT X kota Bogor Antara Lingkungan Kerja, Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan (Suhu, Kelembaban, Pencahayaan,Umur, Jenis Kelamin, Kebiasaan Merokok, Riwayat Alergi dan lama Penggunaan Komputer .Penelitian Ini menggunakan Analisis Deskriptif Analitik Dengan Desain Cross Sectional dengan Teknik pengambilan Sampel seluruh Total Sampling populasi dengan Pengambilan sampel dilakukan 74 orang.Data Penelitian yang diperoleh adalah data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian jumlah karyawan 74 terdapat lebih besar karyawan yang berisiko SBS 71,6 % dibandingkan karyawan tidak berisiko SBS 28,4% .variabel hubungan signifikan adalah Jenis kelamin (p= 0,027), Riwayat Alergi (p =0,000)dan Lama penggunaan komputer ( p= 0,000) sedangkan variabel tidak ada hubungan yang signifikan adalah Suhu (p= 0,078),Kelmbaban (p= 0,078), pencahayaan (p= 0,529), usia (p= 0,876)dan kebiasaan merokok (p= 0,325) disarankan kepada PT X kota Bogor untuk Melakukan Pemeriksaan berkala minimal 1 tahun sekali untuk mengatahui gangguan kesehatan awal sedini mungkin untuk pencegahan dan mengetahui kapasitas kerja dengan menilai kondisi kesehatan waktu tertentu pada karyawan yang telah bekerja dan melakukan Pemeriksaan Khusus untuk penilaian kelayakan lingkungan.