Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : CEJou

MODEL R2D2 PADA PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EMODUL PADA PELAJARAN TIK KELAS VII DI SMPN 1 KAUMAN Nurna Listya Purnamasari
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 1 No. 02 (2020): Terbitan September 2020
Publisher : University of Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v1i02.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran kelas VII SMPN 1 KAUMAN, yaitu kurangnya media pembelajaran yang membuat peserta didik kesulitan mempelajari kembali apa yang telah dipelajari sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) Secara garis besar tahap tahap ini dilalui dalam mengembangkan E-Modul menggunakan Reflektive, Recursive Design and Development Model (R2D2) yaitu (1) fokus penetapan (define focus), (2) fokus penentuan desain dan pengembangan (design and develop-ment focus), dan (3) fokus penyebarluasan (dissemination focus). Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) Secara garis besar tahap tahap ini dilalui dalam mengembangkan E-Modul menggunakan Reflektive, Recursive Design and Development Model (R2D2) yaitu (1) fokus penetapan (define focus), (2) fokus penentuan desain dan pengembangan (design and development focus), dan (3) fokus penyebarluasan (dissemination focus). Hasil penelitian kelayakan E-Modul menurut ahli materi mencapai nilai besar rata-rata 92% dapat disimpulkan bahwa tingkat kelayakan produk adalah sangat layak, menurut ahli media mecapai rata-rata 82% dapat disimpulkan bahwa tingkat kelayakan produk adalah sangat layak, berdasarkan aspek questioner respon siswa (uji kelompok kecil) memperoleh nilai rata-rata 80% dapat disimpulkan bahwa kualitas produk yang dikembangkan adalah layak, dan dari quisioner respon siswa (uji kelompok besar) memperoleh nilai 85%, dapat disimpulkan bahwa kualitas produk yang dikembangkan sangat layak digunakan. Maka dari ke-empat penilaian tersebut rata-rata kelayakan produk adalah 84.75%. Dapat disimpulkan produk yang dikembangkan sangat layak digunakan pada mata pelajaran TIK