Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) terhadap Kematian Neonatal Rohmatin, Homsiatur; Widayati, Agustina
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 2 No. 1 (2018): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v2i1.95

Abstract

 Abstrak Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan program pemerintah dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Angka kematian bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi dimana Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu penyumbang tertinggi. P4K merupakan tanggung jawab bidan, ibu hamil, suami, dan keluarga. Masih tingginya kematian neonatal di Kabupaten Probolinggo, diduga karena kurangnya peran aktif ibu, suami, dan keluarga dalam penerapan P4K. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan P4K terhadap kematian neonatal di Kabupaten Probolinggo. Rancang bangun penelitian adalah crossectional dengan populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi lahir hidup atau mati (usia 0-28 hari) yang mendapatkan stiker P4K. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu yang mempunyai bayi lahir hidup atau mati (usia 0-28 hari) yang mendapatkan stiker P4K. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Uunivariat, bivariat dan multivariat digunakan dalam menganalisis data. Hasil penelitian menginformasikan sebagian besar ibu, suami, dan keluarga kurang berperan aktif. Sehingga ada pengaruh penerapan P4K terhadap kematian neonatal. Untuk itu, diperlukan peran aktif kader posyandu dalam memotivasi dan mendampingi ibu, suami dan keluarga dalam penerapan P4K sebagai upaya menurunkan kematian neonatal.  Kata kunci  : P4K, kematian neonatal, stiker  Abstract           The Maternity and Complication Prevention Planning Program (P4K) is a government program in reducing maternal and newborn mortality. The infant mortality rate (IMR) in Indonesia is still high where Probolinggo District is one of the highest contributors. P4K is the responsibility of midwives, pregnant women, husbands and families. The high neonatal mortality rate in Probolinggo Regency is allegedly due to the lack of active role of mothers, husbands, and families in implementing P4K. This study aimed to analyze the effect of P4K application on neonatal mortality in Probolinggo District. The research design was cross-sectional with the population of all mothers who had live or dead babies (aged 0-28 days) who received P4K stickers. The sampling technique used accidental sampling. The sample of this study was that some mothers who have babies born alive or dead (age 0-28 days) who got P4K stickers. Data collection used questionnaires and interviews. Univariate, bivariate and multivariate were used to analyze the data. The results of the study informed that most mothers, husbands, and families were less active. Therefore, there was an effect of applying P4K to neonatal mortality. It is suggested for posyandu cadres to have an active role in motivating and assisting mothers, husbands and families in implementing P4K as an effort to reduce neonatal mortality.Keywords    : P4K, neonatal mortality, sticker
PENGARUH KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI POSYANDU REMAJA DESA SUMBERREJO KECAMATAN TONGAS KABUPATEN PROBOLINGGO Maidayanti, Lusi Eka; Rohmatin, Homsiatur; Hanifah, Iis
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.366

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang masih banyak terjadi, termasuk di Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah kekurangan zat besi. Anemia defisiensi besi (ADB) menjadi jenis yang paling umum, terutama pada remaja putri yang membutuhkan lebih banyak zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Meski pemerintah telah melaksanakan program pemberian tablet Fe, angka kejadian anemia masih tinggi, termasuk di Desa Sumberrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh antara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di Posyandu Remaja Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah populasi 120 remaja putri usia 10–18 tahun. Sampel diambil sebanyak 80 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), sehingga H1 diterima. Artinya, terdapat Pengaruh yang signifikan antara konsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil ini mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan konsumsi tablet Fe secara rutin dalam mencegah anemia.
HUBUNGAN ANTARA SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG USIA 2-5 TAHUN DI DESA BRANI KULON KECAMATAN MARON Aini, Qurrotu; Hanifah, Iis; Rohmatin, Homsiatur
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.367

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian gizi kurang pada balita usia 2–5 tahun di Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh balita usia 2–5 tahun sebanyak 120 anak, dengan sampel 92 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk menilai status sosial ekonomi keluarga serta pengukuran berat badan menurut umur berdasarkan Z-score WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas keluarga berada pada status ekonomi rendah dan terdapat proporsi balita dengan gizi kurang yang cukup signifikan. Uji statistik menunjukkan hubungan bermakna antara status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian gizi kurang (p < 0,05). Upaya pencegahan gizi kurang perlu difokuskan pada peningkatan kesejahteraan keluarga, edukasi gizi, dan akses layanan kesehatan.