Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN TANAMAN BUAH DALAM POT (TABULAMPOT) UNTUKKONSEP ECOMASJID DI MUSHOLA AL-AMIN DEPOK Hendrawan, Diana Irvindiaty; Rinanti, Astri; Wijayanti, Asih; Kusumadewi, Riana Ayu; Besila, Qurrotu 'Aini; Istri Anindya, Anak Agung; Sabrina, Lucky Maulina
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 5, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dwpnw881

Abstract

Mushola Al-Amin merupakan sarana ibadah di RW 12 lingkungan perumahan Taman Duta, Cisalak, Depok. Mushola Al-Amin selain sebagai tempat ibadah juga melakukan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Permasalahan mitra adalah belum memahami konsep ecomasjid dan belum dimanfaatkannya lahan di sekitar Mushola Al-Amin. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan penyuluhan tentang konsep ecomasjid dan memberikan pelatihan Tanaman Buah dalam Pot (tabulampot) sebagai implementasi konsep ecomasjid. Sasaran kegiatan adalah Lurah Cisalak, pengurus RW 12, pengurus RT, pengurus DKM Mushola Al-Amin dan ibu-ibu PKK RW 12.  Tabulampot adalah teknologi budidaya tanaman dengan memanfaatkan taman kecil yang produktif di dalam pot. Metode PKM adalah Penyuluhan dan Pelatihan. Materi PKM terdiri dari penyuluhan konsep ecomasjid dan tanaman buah dalam pot serta pelatihan menanam buah dalam pot. Hasil yang dicapai oleh peserta adalah meningkatnya pemahaman peserta tentang konsep ecomasjid dan dapat diterapkan pada Mushola Al-Amin sesuai dengan kondisinya dan meningkatnya pemahaman peserta tentang teknis tabulampot, sebagai pendukung konsep ecomasjid dan sebagai upaya kelestarian lingkungan. Hasil yang dicapai oleh komunitas yaitu lahan terbuka yang dimanfaatkan untuk tabulampot dan sebagai area rekreasi. Penghijauan pada lahan di sekitar Mushola AlAmin menerapkan konsep ecomasid ke 4 yaitu penanaman tanaman dan buah-buahan di sekitar masjid.  
PERBANDINGAN BIJI PEPAYA (Carica papaya l.) SEBAGAI BIOKOAGULAN DAN POLY ALUMUNIUM CHLORIDE (PAC) SEBAGAI KOAGULAN KIMIAWI PADA PENGOLAHAN AIR TANAH, KELURAHAN KOTA BAMBU SELATAN, JAKARTA BARAT Cahyaningrum, Nadia Amalia; Kusumadewi, Riana Ayu; ., Winarni; Aphirta, Sarah
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.299-313

Abstract

Air tanah di Kelurahan Kota Bambu Selatan mengandung kekeruhan dan TDS yang tinggi, sehingga harus diolah terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil dan biaya pengolahan air tanah menggunakan biokoagulan biji pepaya dan koagulan PAC untuk menyisihkan parameter kekeruhan dan TDS. Metode yang digunakan adalah koagulasi dengan variasi G.td koagulasi 17.000, 34.000, 48.000, dan 96.000; flokulasi G.td 28.000; variasi dosis biokoagulan 100-500 mg/L; dan variasi dosis PAC 5-25 mg/L. Hasil dari pengolahan menggunakan biokoagulan biji pepaya telah menyisihkan kekeruhan dan TDS sebesar 96,54% dan 44,86%, sedangkan hasil dari PAC telah menyisihkan kekeruhan dan TDS sebesar 75,93% dan 17,57%. Penggunaan biokoagulan biji pepaya membutuhkan biaya sebesar Rp 254,26/liter dan penggunaan koagulan PAC membutuhkan biaya sebesar Rp 350,18/liter. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil penyisihan kekeruhan dan TDS pada air tanah dengan menggunakan biokoagulan biji pepaya lebih baik dibandingkan dengan menggunakan koagulan PAC dan juga penggunaan biokoagulan biji pepaya memiliki biaya yang lebih ekonomis dibandingkan dengan penggunaan koagulan PAC.
Pollutant Load Capacity of Rawa Besar Lake, Depok, West Java Junita, Alfira; Hendrawan, Diana Irvindiaty; Kusumadewi, Riana Ayu; Aphirta, Sarah
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 8 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v8i2.12742

Abstract

Depok City has dozens of lakes and one of them is Lake Rawa Besar. The Depok government gives priority to Rawa Besar Lake to be development as a tourist destination. At this time the waters of Rawa Besar Lake are in a polluted condition caused by domestic waste, land use change, chicken farming and floating net caramba. The study aims to analyze water quality, determine the carrying capacity of pollutant loads and provide recommendations for pollutant load reduction. The calculation of the Pollution Load Capacity refers to Minister of Environment Regulation No. 28 of 2009. Based on water quality analysis, 5 parameters exceed the quality standard, such as BOD, COD, total phosphate, total nitrogen, and total coliform. Using the model and calculation of the pollutant load capacity of lake and/or reservoir.  The pollutant load capacity of Lake Rawa Besar for BOD parameters is 50.26 kg/year while the existing load is 262.76 kg/year, COD is 418.81 kg/year existing load is 1150.41 kg/year, phosphate is 0.50 kg/year existing load 26.45 kg/year, nitrogen 12.56 kg/year existing load 85.88 kg/year and total coliform 8.4 x 104 amount/year existing load 9.6x106 amount/year. The burden of incoming pollutants exceeds the pollutant load capacity of Lake Rawa Besar. Pollution control efforts are carried out by implementing communal wastewater treatment systems such as an Anaerobic Baffled Reactor (ABR).