Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Waktu Penyimpanan Benih dan Konsentrasi Larutan Asam Sulfat Terhadap Pertumbuhan Benih Jarak (Jatropha curcas Linn.) di Persemaian Kovertina Rakhmi Indriana
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.402 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.714

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan terjadinya kemunduran mutu benih baik yang diakibatkan oleh faktorpenyimpanan maupun diakibatkan oleh faktor kesalahan dalam penanganan benih, dapat dilakukan denganmelakukan teknik ”invigorasi”. Invigorasi adalah suatu perlakuan fisik atau kimia, dalam hal ini zat kimia yangdigunakan adalah larutan asam sulfat dengan berbagai konsentrasi untuk meningkatkan atau memperbaiki vigorbenih yang telah mengalami kemunduran mutu (Basu dan Rudrapal, 1982). Perlakuan invigorasi berpengaruh sangatnyata terhadap peningkatan performansi benih seperti daya kecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh danlaju pertumbuhan kecambah (Agus Ruliyansyah, 2011). Tujuan penelitian mempelajari pertumbuhan benih tanamanjarak di persemaian dan mencari konsentrasi optimum larutan H2SO4 pada tiap lamanya waktu penyimpanan yangmemberikan bobot kering tanaman benih jarak yang tertinggi di persemaian. Percobaan dilaksanakan dilaboratorium benih dan di Kebun Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Tanjungsarimenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, Faktor I waktu dan konsentrasi larutan asam sulfat :Perendaman 6 menit dalam H2SO4 0.25%, 0.50%, 0.75% dan 1.0%. Faktor II adalah lama penyimpanan benih :tanpa disimpan, 1, 2, 3 bulan. Analisis data menggunakan metode regresi linier kuadratik. Hasil percobaanmenunjukkan terjadi interaksi antara waktu penyimpanan benih dan konsentrasi larutan asam sulfat terhadap luasdaun dan bobot kering tanaman. Waktu tanpa penyimpanan dan konsentrasi larutan asam sulfat 0.75% memberikanpengaruh terbaik dibanding perlakuan lainnya. Pada waktu tanpa penyimpanan yang diikuti dengan konsentrasilarutan asam sulfat optimum sebanyak 0.67% memberikan bobot kering tanaman tertinggi sebesar 28.193 gram. Kata Kunci : Benih jarak, asam sulfat, invigorasi, penyimpanan benih
Upaya Peningkatan Produksi Padi Nasional Akibat Penggunaan Konsentrasi Giberelin (Ga3) dan Berbagai Tingkatan Salinitas Tinggi Terhadap Hasil Perkecambahan dan Pertumbuhan Padi Varietas Inpari 30 Suparman Suparman; Kovertina Rakhmi Indriana; Roni Assafaat Hadi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.096 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1172

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh konsentrasi giberelin (GA3) terhadap perkecambahan, pertumbuhan serta hasil padi varietas Inpari 30 pada cekaman berbagai tingkatan salinitas tinggi. Berdasarkan tujuan tersebut maka sifat dari penelitian ini adalah verifikatif dilakukan dengan pendekatan eksperimen di laboratorium dan di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Tanjungsari Kab. Sumedang, dengan ketinggian tempat 850 m dpl. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu empat taraf konsentrasi giberelin dan delapan taraf varietas padi sawah. Tiap perlakuan diulang sebanyak dua kali, maka jumlah keseluruhan : 4 x 4 x 2 = 16 plot. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan terjadi interaksi antara konsentrasi giberelin dan beberapa tingkatan salinitas tinggi terhadap perkecambahan, pertumbuhan dan hasil padi varietas Inpari 30, diantaranya : 1. Terjadi interaksi antara konsentrasi giberelin dan beberapa tingkatan salinitas tinggi terhadap panjang akar kecambah, bobot kering kecambah serta nisbah pupus akar umur 40 dan 80 HST (hari setelah tanam). 2. Konsentrasi giberelin secara mandiri berpengaruh terhadap jumlah anakan per rumpun umur 80 HST (hari setelah tanam). 3. Tingkat salinitas tinggi secara mandiri berpengaruh terhadap jumlah anakan per rumpun umur 40 dan 80 HST (hari setelah tanam) serta persentase daun mati.Kata Kunci : Varietas Padi, Salinitas Tinggi dan Giberelin Acid (GA3)
Penggunaan Konsentrasi Ab Mix Dan Vitamin B1 Terhadap Perbanyakan Planlet Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola Secara In Vitro Lia Amalia; Rahma Winahyu Adi; Kovertina Rakhmi Indriana
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v6i2.5434

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk memperlajari penggunaan konsentrasi AB Mix dan vitamin B1 terhadap perbanyakan planlet kentang varietas Granola secara in vitro dan mengetahui konsentrasi AB Mix dan vitamin B1 yang paling efektif untuk digunakan sebagai media tanam alternatif dalam perbanyakan planlet kentang varietas Granola secara in vitro. Percobaan ini dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Winaya Mukti yang dimulai pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor dan diulang dua kali. Faktor pertama konsentrasi AB Mix (A) dengan 5 taraf perlakuan yaitu, a1=600 mg L-1 larutan, a2=1200 mg L-1 larutan, a3=1800 mg L-1 larutan, a4=2400 mg L-1 larutan, a5=3000 mg L-1 larutan, dan faktor kedua konsentrasi vitamin B1 (B) dengan 5 taraf perlakuan yaitu, b0=0 mg L-1 larutan, b1=0,5 mg L-1 larutan, b2=1 mg L-1 larutan, b3=1,5 mg L-1 larutan, dan b4=2,0 mg L-1 larutan. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara konsentrasi AB Mix dan vitamin B1 terhadap perbanyakan planlet kentang varietas granola secara in vitro. Konsentrasi AB Mix maupun kosentrasi vitamin B1 menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata pada seluruh perlakuan terhadap setiap parameter pengamatan.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI BIOBOOST DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) VARIETAS GRAND RAPIDS Kovertina Rakhmi Indriana; Ricky Hasrat Dirmawan; Ai Komariah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i1.1571

Abstract

Percobaan ini dilakukan di Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabubaten Sumedang, dengan ketinggian tempat 500 meter di atas permukaan laut, ordo tanah Podsolik dan PH 4.5 – 6.5. Tujuan percobaan ini untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian konsentrasi pupuk hayati bioboost dan air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada varietas grand rapids. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dua faktor dan diulang dua kali. Faktor pertama adalah pupuk hayati bioboost (u) yang terdiri dari empat taraf, yaitu : u0 = 0 ml/L larutan, u1 = 25 ml/L larutan, u2 = 50 ml/L larutan, u3 = 75 ml/L larutan. Faktor kedua adalah air kelapa (a) yang terdiri dari empat taraf, yaitu : a0 = 0 ml/L larutan, a1 = 75 ml/L larutan, a2 = 150 ml/L larutan, a3 = 225 ml/L larutan. Hasil percobaan menunjukan bahwa terjadi interaksi terhadap (tinggi tanaman umur 35 HST, volume akar, bobot segar per plot dan nisbah pupus akar ) dan tidak terjadi interaksi (tinggi tanaman umur 14 HST, 21 HST, 28 HST, jumlah daun umur 14 HST, 21 HST, 28 HST, 35 HST, bobot segar per tanaman dan bobot kering )
UJI GABUNGAN PERTUMBUHAN JARAK PAGAR AKIBAT PEMBERIAN FMA DAN SITOKININ DI DUA LOKASI BERBEDA Kovertina Rakhmi Indriana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 10, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v10i1.969

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan hasil pertumbuhan tanaman terbaik melalui uji gabungan multi lokasi dengan memberikan kombinasi tiga kultivar jarak pagar dan dosis fungi mikoriza arbuskular (FMA) terbaik dengan konsentrasi sitokinin pada lahan marginal seperti tanah inceptisol. Percobaan dimulai bulan Januari 2019 sampai bulan Juni 2019 pada ketinggian 0-50 mdpl (dataran rendah) dan ketinggian 750-850 mdpl (dataran menengah).  Percobaan kombinasi mengevaluasi kultivar jarak pagar dengan dosis FMA terbaik dan konsentrasi sitokinin diulang 3 kali. Hasil percobaan terdapat pengaruh yang nyata dan interaksi antara sitokinin dan kultivar jarak pagar dengan dosis FMA terbaik maka dapat ditentukan kombinasi terbaik antara sitokinin dan kultivar jarak pagar dengan dosis FMA terbaik di kedua lokasi yaitu pada konsentrasi sitokinin 100 mg L-1 untuk rata-rata laju asimilasi bersih (LAB), konsentrasi sitokinin 300 mg L-1 untuk luas daun, nisbah luas daun, dan nisbah pupus akar. Serta konsentrasi sitokinin 400 mg L-1 untuk rata-rata laju tumbuh (LTR).
PKM: Pengujian Unsur Hara Dan PH Tanah Sawah Melalui Metode PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) Dikelompok Tani Medar Rahayu Desa Citaleus Kovertina Rakhmi Indriana; Roni Assafaat Hadi; Deby Juliana
TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Vol. 3 No. 1, Mei (2020): TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pelaksanaan dalam kegiatan profesi ini dengan memberikan materi mengenai pengambilan sampel tanah, cara pengujian kadar unsur hara dan ph tanah dan mendiskusikan tentang hasil analisis pengujian unsur hara dan ph tanah sawah serta keadaan tanah dikelompok tani medar rahayu. Kegiatan pengujian kadar N,P,K dan pH tanah serta penyuluhan disini diharapkan masyarakat,kelompok tani, dan kelompok wanita tani di desa citaleus dapat mengetahui mengenai dampak penggunaan pupuk kimia yang kurang berimbang dan cara mengembalikan keadaan unsur hara tanah dan pH tanah sehingga kadar N,P,K dan pH tanah agar normal kembali dengan pemupukan berimbang.
Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi KNO3 terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Padi (Oryza sativa L.) Grima Kharisma Yuliani; Ai Komariah; Kovertina Rakhmi Indriana
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.570

Abstract

Rice is a staple food source for the majority of Indonesian, so the availability of ready-to-plant rice seeds is absolutely necessary. However, the continuity supply of quality rice seeds can be hampered by dormancy. The seed dormancy period can be broken by chemical methods, one of which is using a KNO3 solution. This study aimed to study the interaction of soaking time and KNO3 concentration on viability and vigor of rice seeds. This research were conducted at the BPSBTPH Laboratory Region 1 Cianjur. The research methodology used is a factorial randomized block design (RCBD) consisting of two factors and repeated 4 times. The first factor is the length of soaking time which consists of three levels, namely the duration of soaking 1 day, 2 days and 3 days and the second factor which consists of three levels, namely the concentration of KNO3 2%, 3% and 4% so as to produce 9 treatment combinations. The results showed that there was no interaction in all the observation parameters, both on viability and vigor of the seeds. However, independently, the 1 day soaking time factor (l1) gave the best effect on germination, germination height and vigor index, the 2-day soaking time (12) treatment gave the best effect on growth speed and root length, while the 2% concentration of (k1) gave the best effect on germination and growth speed on the first day of observation.
Eksplorasi Dan Identifikasi Keanekaragaman Anggrek Epifit Di Kawasan Gunung Cibunar Blok Beser Rancakalong Sumedang Lia Amalia; Adi Sopian; Kovertina Rakhmi Indriana
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.523

Abstract

This article aims to determine the potential of epiphytic orchids by exploring, identifying and studying the diversity of epiphytic orchids. The method used is exploration and sampling using purposive sampling with an exploratory area of 3,300 m2. Found 1037 individuals from 18 species obtained 14 genera. The highest density value is the species Dendrobium mutabile with a value of 0.0785 individuals/m2 and a relative density of 24.9759%. Dendrobium mutabile had the highest frequency value of 7.8485 and a relative frequency of 24.9759% which was found in 22 out of 30 plots. The Importance Value Index obtained the highest value for the orchid species Dendrobium mutabile with an IVI value of 499,518, thus it can be said that Dendrobium mutabile dominates. There were 12 host trees encountered during the exploration, namely (Tectona grandis), (Arenga pinnata), (Pinus merkusii), (Ficus benjamin), (Alstonia scholaris), (Coffee canephora pierrakoppi), (Ceiba pentandra), (Swietenia macrophylla), (Mangifera foetida), (Syzygium aromaticum), (Citrus hystrix), (Cocos nucifera L).
Eksplorasi Dan Identifikasi Keanekaragaman Anggrek Epifit Di Kawasan Gunung Cibunar Blok Beser Rancakalong Sumedang Lia Amalia; Adi Sopian; Kovertina Rakhmi Indriana
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.523

Abstract

This article aims to determine the potential of epiphytic orchids by exploring, identifying and studying the diversity of epiphytic orchids. The method used is exploration and sampling using purposive sampling with an exploratory area of 3,300 m2. Found 1037 individuals from 18 species obtained 14 genera. The highest density value is the species Dendrobium mutabile with a value of 0.0785 individuals/m2 and a relative density of 24.9759%. Dendrobium mutabile had the highest frequency value of 7.8485 and a relative frequency of 24.9759% which was found in 22 out of 30 plots. The Importance Value Index obtained the highest value for the orchid species Dendrobium mutabile with an IVI value of 499,518, thus it can be said that Dendrobium mutabile dominates. There were 12 host trees encountered during the exploration, namely (Tectona grandis), (Arenga pinnata), (Pinus merkusii), (Ficus benjamin), (Alstonia scholaris), (Coffee canephora pierrakoppi), (Ceiba pentandra), (Swietenia macrophylla), (Mangifera foetida), (Syzygium aromaticum), (Citrus hystrix), (Cocos nucifera L).
Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi KNO3 terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Padi (Oryza sativa L.) Grima Kharisma Yuliani; Ai Komariah; Kovertina Rakhmi Indriana
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.570

Abstract

Rice is a staple food source for the majority of Indonesian, so the availability of ready-to-plant rice seeds is absolutely necessary. However, the continuity supply of quality rice seeds can be hampered by dormancy. The seed dormancy period can be broken by chemical methods, one of which is using a KNO3 solution. This study aimed to study the interaction of soaking time and KNO3 concentration on viability and vigor of rice seeds. This research were conducted at the BPSBTPH Laboratory Region 1 Cianjur. The research methodology used is a factorial randomized block design (RCBD) consisting of two factors and repeated 4 times. The first factor is the length of soaking time which consists of three levels, namely the duration of soaking 1 day, 2 days and 3 days and the second factor which consists of three levels, namely the concentration of KNO3 2%, 3% and 4% so as to produce 9 treatment combinations. The results showed that there was no interaction in all the observation parameters, both on viability and vigor of the seeds. However, independently, the 1 day soaking time factor (l1) gave the best effect on germination, germination height and vigor index, the 2-day soaking time (12) treatment gave the best effect on growth speed and root length, while the 2% concentration of (k1) gave the best effect on germination and growth speed on the first day of observation.