Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Musyawarah dalam Al-Quran (Suatu Kajian Tafsir Tematik) Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 3 No 2 (2014): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v3i2.1509

Abstract

Musyawarah merupakan kegiatan perundingan dengan cara bertukar   pendapat   dari   berbagai   pihak   mengenai   suatu masalah  untuk  kemudian  dipertimbangkan  dan  diputuskan serta diambil yang terbaik demi kemaslahatan bersama. Dalam Islam,  musyawarah  adalah  suatu  amalan  yang  mulia  dan penting sehingga peserta musyawarah senantiasa mem- perhatikan etika dan sikap bermusyawarah sambil bertawakkal kepada  Tuhan  Yang  Maha  Mengetahui dan  Maha  Bijaksana. Lapangan atau obyek musyawarah adalah segala problema kehidupan manusia. Namun demikian, tidak semua persoalan dalam Islam bisa diselesaikan dengan cara bermusyawarah. Musyawarah hanya dilaksanakan dalam masalah yang tidak disebutkan secara tegas pada nash Al-Quran dan Sunnah Rasul. Banyak  manfaat  yang  bisa  dipetik  dari  musyawarah,  namun yang paling penting adalah menghormati dan mentaati keputusan yang diambil atas dasar musyawarah, dengan harapan  bisa  meraih  kesuksesan  dengan  kemaslahatan bersama mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sampai kehidupan bangsa dan negara.
Pesona Tafsir MawḌu‘Ī Penetrasi dalam Membahas dan Menjawab Realita Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 3 No 1 (2014): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v3i1.1522

Abstract

Tafsir Mawḍu‘ī atau Tafsir Tematik adalah pembahasan ayat Al- Qur’an yang berangkat dari suatu tema. Tema tersebut bisa diambil dari Al-Qur’an sebagai topik inti kajian atau bisa juga dari realita kehidupan yang akan dibedah oleh mata pisau dalil dan argumen Al-Qur’an. Di sinilah penetrasi atau terobosan metode tafsir yang satu ini dalam menghadapi multi persoalan
AL-QUR’AN DAN BERBUAT BAIK (Kajian Tematik Term “Al-Birr”) Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 1 (2017): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v6i1.4784

Abstract

In the Qur'an there is the term al-Birr. Al-Birr means doing good orvirtue. Humans make as much effort as possible and as good as possible in doing good. Man in performing the virtue by emulatingAllah swt. "The Most Beneficent" (Al-Barru). Of the many goodperforming models can be summarized in the three main areas,namely the field of faith, the field of worship, and the field ofmorality.
PERMUSYAWARATAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN (Kajian Tafsir Tematik) Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 5 No 2 (2016): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v5i2.4851

Abstract

Abstrak Permusyawaratan adalah suatu kegiatan perundingan dengan cara pertukaran pendapat dari berbagai pihak tentang suatu masalah untuk kemudian dipertimbangkan dan diputuskan serta diambil yang terbaik guna kemaslahatan bersama. Al-Quran memandang musyawarah sebagai amalan yang mulia dan penting sehingga peserta musyawarah harus memperhatikan etika dan sikap ketika bermusyawarah. Musyawarah hendaknya bertawakkal kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
KONSEP MANUSIA DALAM AL-QUR’AN (Telaah Kritis tentang Makna dan Eksistensi) Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 2 (2017): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v6i2.4886

Abstract

Manusia adalah makhluk terbaik ciptaan Tuhan. Manusia dalam redaksi ayat Al Quran mempunyai beberapa term, seperti al nas, al ins, al insan, dan Bani Adam. Dari term-term tersebut sebagian maknanya bisa terungkap yang memberi informasi tentang asal penciptaan manusia dan perilakunya. Eksistensi Manusia secara umum berperan sebagai hamba Allah (Abd.Allah) dan sebagai pengayom atau pemakmur di permukaan bumi (khalifah Allah).
KOMUNITAS YANG GAGAL MERAIH KESUKSESAN (Tafsir Analisis tentang Term al-Sāhirūn, al-ẓālimūn dan al-Kāfirūn) Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 7 No 1 (2018): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v7i1.5327

Abstract

Al-Qur’an dalam berbagai ayatnya yang memaparkan komunitas yang bisa meraih kesuksesan atau keberuntungan (al-falah), namun disisi lain terdapat pula komunitas yang gagal meraih kesuksesan. Hal ini nampak dengan redaksi jelas “La yuflihu” tidak (mungkin) sukses atau beruntung. Komunitas tersebut antara lain, tukang sihir (al-Sāhirūn), orang zalim (al-ẓālimūn), dan orang kafir (al-Kāfirūn).
KOMUNITAS YANG GAGAL MERAIH KESUKSESAN II: Tafsir Analisis tentang Term Al-Mujrimun dan Allazina Yaftaruna ‘ala allahi Al-Kaziba Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 7 No 2 (2018): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v7i2.7021

Abstract

Al-Qur’an dalam berbagai ayatnya yang memaparkan komunitas yang bisa meraih kesuksesan atau keberuntungan (al-falah), namun disisi lain terdapat pula komunitas yang gagal meraih kesuksesan. Hal ini nampak dengan redaksi jelas “La yuflihu” tidak (mungkin) sukses atau beruntung. Komunitas tersebut antara lain, yang berbuat dosa (al-mujrimun), orang yang berdusta kepada Allah (allazina yaftaruna ‘ala Allahi al-Kaziba).
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN PENGENDALIAN DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS MAJALENGKA Abdullah, Dudung; Kurnadi, Engkun; Apriyani, Nunung
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 5 No. 1 (2022): Pengelolaan Keuangan Sektor Publik dan Privat di Masa Pandemi: Tantangan dan In
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v5i1.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Literasi Keuangan dan Pengendalian Diri terhadap Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Majalengka secara parsial. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Majalengka dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Nonprobability Sampling dengan teknik Incidental Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner dengan menggunakan pengukuran skala likert. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, koefisien determinasi, uji kelayakan model dan uji hipotesis untuk uji parsial menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berada pada kategori baik, Pengendalian Diri berada pada kategori sangat baik dan Perilaku Konsumtif berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan dan pengendalian diri berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif. Artinya Literasi Keuangan dan Pengendalian Diri merupakan faktor pendorong peningkatan Perilaku Konsumtif pada siswa.
Prinsip Musyawarah Dalam Al-Qur’an (Studi Tematik Atas Ayat-Ayat Syura) Sutriawal; Abubakar, Achmad; Abdullah, Dudung
Sophist : Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2025): Artificial Intelligence, Ethics, and Islamic Civilization: Towards a Theology o
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sophist.v7i2.124

Abstract

Penelitian ini membahas konsep musyawarah dalam perspektif Al-Qur’an sebagai suatu prinsip mendasar dalam Islam yang relevan dengan berbagai aspek kehidupan sosial. Musyawarah adalah proses diskusi yang melibatkan pertukaran pendapat dari berbagai pihak terkait suatu masalah, yang kemudian dipertimbangkan untuk mencapai keputusan terbaik demi kemaslahatan bersama. Tujuannya adalah mengkaji konsep dan nilai musyawarah dalam al-Qur’an relevansinya dalam pengambilan keputusan modern. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (maudhū‘ī) untuk menganalisis prinsip musyawarah dalam Al-Qur'an. Setiap ayat menggambarkan konteks dan tujuan musyawarah, mulai dari penyelesaian masalah keluarga hingga proses pengambilan keputusan dalam masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa musyawarah bukan hanya sebagai diskusi terbuka, tetapi juga mencerminkan etika Islam yang menuntut kebijaksanaan, kelembutan, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama. Dengan memahami konsep ini, diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi literatur keislaman dan menjadi panduan praktis bagi umat muslim dalam membangun harmoni sosial berdasarkan nilai-nilai Qur’ani.
Balancing Work Ethics and Non-Financial Compensation Enhancing Employee Productivity Abdullah, Dudung; Hernita, Nita
Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi Vol 6 No 4 (2026): Januari
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/simo.v6i4.5751

Abstract

Purpose: This study investigates the impact of work ethics and non-financial compensation on employee productivity at Perusahaan Umum Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PERUMDA BPR) Majalengka, addressing the scarcity of empirical evidence regarding behavioral and non-monetary determinants influencing productivity in public-sector banking. Methodology/approach: A quantitative approach was used, with a survey conducted using questionnaires. The sample consisted of 50 employees, and the data were analyzed using multiple linear regression to determine the impact of work ethics and non-financial compensation on productivity. Results/findings: Both work ethics (? = 0.319; t = 2.258; p = 0.029) and non-financial compensation (? = 0.575; t = 2.515; p = 0.015) had positive and significant effects on employee productivity. The model accounted for 31% of the variance (R² = 0.310), and the overall regression was statistically significant (F = 10.534; p < 0.001). These findings demonstrate that both predictors significantly improved productivity. However, the substantial unexplained variance indicates the existence of additional organizational factors that were not addressed in this study. Conclusions: Improving non-monetary rewards and strengthening employees' work ethics can boost productivity, although these elements represent only part of a broader performance system.. Limitations: This study is limited to a single institution and self-reported data; future research should include additional variables and mixed-method approaches. Contributions: This study highlights the role of work ethics and non-financial compensation in boosting employee productivity in the banking sector, offering insights for organizations to improve performance through effective policies and rewards.