Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MITOS SRIBANUN DALAM MASYARAKAT SASAK Herman Wijaya; Lalu Fakihuddin; Nunung Supratmi; Novita Andriani; Ramlah H.A. Gani
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap wujud kepercayaan dan bentuk-bentuk kearifan lokal Sasak dari mitos Sribanun beserta eksistensinya dalam masyarakat Dusun Marang Utara, Desa Kotaraja, Lombok Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data didapatkan dari informan-informan terseleksi, yakni sesepuh masyarakat Dusun Marang Utara dan pemangku adat setempat yang bertugas menjaga kelestarian budaya lokal masyarakat Kotaraja. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pereduksian data, penyajian data, penganalisisan data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Marang Utara, Kotaraja, masih meyakini mitos Sribanun memiliki kekuatan mistis dalam kehidupan mereka. Kepercayaan terkait mitos ini diwujudkan dalam beberapa bentuk kearifan lokal setempat berupa pengambilan bubus, tolak bala, pesilaq Sribanun, dan membuang pakaian dalam ke atap rumah. Kearifan lokal tersebut hingga saat ini masih eksis dan dilestarikan oleh sebagian masyarakat Dusun Marang Utara, Kotaraja.Kata kunci: antropologi sastra, Sribanun, kepercayaan, kearifan lokal, eksistensi
Religiusitas Dalam Wasiat Renungan Massa Karya Hamzanwadi (Pendekatan Pragmatik) Fatoni, Islahudin; Nurdin; Ramlah H.A. Gani; Nunung Supratmi; Wijaya, Herman
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.368 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i2.212

Abstract

Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui nilai-nilai relogius dalam wasiat renungan massa karya Hamzanawadi dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian ini yaitu dokumen wasiat renungan massa nomor 188 s.d. 196 serta sumber-sumber yang relevan dengan dokumen tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi nilai-nilai religius dalam wasiat renunggan massa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif yang meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data bahwa wasiat renungan massa karya TGKH. Zainuddin Abdul Madjid memiliki nilai religious yaitu jangan terlalu cinta dunia, amanah dan bertanggung jawab, tidak ambisius berpolitik, jangan menuruti hawa nafsu, menggantungkan harapan pada allah swt, jangan menjadi orang munafik, berpegang teguh pada ajaran agama, menjadikan rasul sebagai panutan, menjaga lisan.
Peran Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Upaya Meningkatkan Literasi Peserta Didik Rahma Dewi Hartati; Nunung Supratmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran sanggar bahasa dan sastra Indonesia dalam meningkatkan literasi di sekolah terutama tingkat SMP maupun SMA sehingga dapat membentuk budaya literasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana ruang lingkup dan pengelolaan kegiatan sanggar bahasa dan sastra Indonesia berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan pemahaman karya sastra maupun ilmiah peserta didik. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif yang mengeksplorasi eksistensi dan respon berkaitan dengan tujuan penelitian dalam bentuk kuesioner, serta melakukan wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sanggar bahasa dan sastra di sekolah masih belum optimal digiatkan, seperti: 1) pengelola sanggar masih berpusat pada guru mata pelajaran bahasa Indonesia, 2) penyelenggaraan kegiatan sanggar dilakukan di saat kegiatan ekstrakurikuler dengan menyiapkan program kegiatan berbahasa dan bersastra, 3) belum seluruh sekolah memiliki ruang khusus sanggar, namun demikian terdapat beberapa sekolah yang optimal dalam memfasilitasi dan mengembangkan sanggar bahasa dan sastra Indonesia, sehingga dapat meningkatkan literasi dan keterampilan berbahasa peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan informal yang lebih memperhatikan literasi di sekolah salah satunya melalui pengelolaan sanggar bahasa dan sastra Indonesia.
Campur Kode Fonologi dan Semantik dalam Puisi “0 Ammalek” Nunung Supratmi; M.Arifin Zaidin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5202

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji bentuk dan fungsi, jenis, dan faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode pada buku puisi “O AmmaleK”,karya Goenawan Monoharto. Penelitian i kualitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber penelitian diambil dari Buku Puisi “O Ammalek” sebagai data primer. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik dokumentasi menjadi alat untuk mengumpulkan data penelitian dan teknik analisis data melalu proses penyempurnaan, penjelasan, dan pemberian verifikasi. Penyempurnaan berarti memperbaiki, mengkritkan, pemusatan pada kajian penting, dan membuang hal yang tidak penting. Penyajian data digunakan dalam penelitian kualititatif ini adalah formulasi naratif, dan penarikan kesimpulan berdasarkan dengan bukti dukungan yang diperoleh selama proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode bahasa mangkasak yang digunakan penulisnya dalam menyampaikan kepada pembaca adalah campur kode dalam bentuk fonologis dalam fonetik, fonemik, dan fonetik artikulatoris atau organis, sedangkan fonemik mencakup unsur fonemik. Campur kode dalam bentuk semantik dengan kajian makna bahasa mencakup makna leksikal, gramatikal, dan denotatif,yang berfungsi untuk penghormatan, menegaskan makna, makna seorang ibu /amma/ dalam suatu kehidupan hingga akhir khayat menjadi sangat penting, juga kepada orang lain, keinginan untuk memperkenalkan jati diri atau aktualisasi diri dan penekanan makna larik-larik puisinya sesuai dengan kondisi emosional yang dimilikinya.
Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Desa Ekowisata Ciwaluh Melalui Pelatihan Pemandu Wisata Pratiwi, Brillianing; Arini Noor Izzati; Muhammad Sulaiman; Nunung Supratmi; Lidwina Sri Ardiasih; Jaka Warsihna
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i1.2533

Abstract

Ciwaluh Village, Wates Jaya Village, Cigombong District, Bogor Regency, West Java Province has good tourism potential, but the local community is not yet aware of this. Based on the problems mentioned above, community empowerment efforts are needed through community service programs in the Ciwaluh Tourism Village so that it can support the slogan of Bogor district as a tourist city. The goal is to create the development of a tourist village. The methods used are training, mentoring and implementation. Meanwhile, the collaborative partner in implementing Community Service is the Ciwaluh Village Tourism Group, Wates Jaya Village, Cigombong District, Bogor Regency. The aim of Community Service activities in the Ciwaluh Tourism Village is: Increasing Human Resources through Tour Guide Training. The method used is analysis of the competence of human resource managers, analysis of tourism support, analysis of local communities. The result of this activity is an increase in the competency of human resources as tour guides and the active participation of the Ciwaluh tourist village community increases. Participants receive training materials according to their needs as a tourism awareness group that markets Ciwaluh Village with the beauty of the waterfall. Participants can master the training material and the resource person delivers the training material systematically and is easy to understand. Participants considered the training methods and media interesting, and the duration of the training was considered appropriate.
Legenda Jaka Tarub Hipogram Webtoon '7 Wonders': Alih Wahana Naratif dalam Media Digital Refisa Ananda; Syafruddin, Syafruddin; Farel Olva Zuve; Murni Maulina; Nunung Supratmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/s1fjx287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji alih wahana naratif legenda Jaka Tarub sebagai hipogram dalam webtoon 7 Wonders. Data penelitian ini bersumber dari Webtoon 7 Wonders karya Metalu dan Legenda Jaka Tarub karya W. L. Olthof, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan intertekstual dan teori hipogram Riffaterre. Temuan penelitian menunjukkan bahwa webtoon tersebut secara efektif merupakan turunan dari legenda Jaka Tarub dengan mempertahankan elemen naratif inti sekaligus memodernisasi karakter dan simbol melalui teknik ekspansi dan konversi. Meskipun terjadi peralihan dari sastra lisan tradisional ke media digital, adaptasi ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, seperti lagu Lingsir Wengi dan wedhang uwuh, sehingga tetap relevan bagi audiens kontemporer. Pembaca memberikan respons positif dan merasakan kebanggaan budaya, serta mengakui karya tersebut sebagai cara inovatif untuk melestarikan cerita rakyat Indonesia. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya platform digital sebagai sarana yang berharga untuk pelestarian budaya guna memastikan narasi tradisional tetap relevan dan diminati oleh generasi muda.