Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Relasi Antara Budaya Sasak dan Islam: Kajian Berdasarkan Perspektif Folklor Lisan Sasak Fakihuddin, Lalu
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2018): Jurnal SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.906 KB) | DOI: 10.29408/sbs.v1i2.1037

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengungkap secara cermat kaitan antara kebudayaan Sasak dan Islam ditinjau dari perspektif folklor Sasak. Kecuali itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat Sasak, khususnya masyarakat akademik terkait dengan kebudayaan Sasak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif-interpretatif. Rancangan ini dipilih karena sesuai dengan tujuan dan sifat data penelitian, yakni:a (1) menggunakan dokumen karya sastra, yakni dokumen/mitos, teks cerita rakyat Sasak, dan hikayat sebagai objek kajian utama, (2) data penelitian ini berupa data tertulis, yakni berupa sekuen-sekuen tertentu yang saling terkait dari teks mitos, cerita rakyt, dan hikayat yang mengandung relasi kebuayaan Sasak dengan  nilai-nilai Islam, (3) fokus penelitian ini adalah makna sebagai nilai, dan (4) proses penelitian ini didasarkan pada signifikansi interpretatif.  Secara metodologis data penelitian dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutik, yakni menginterpretasikan sebuah tes, sehingga dapat dimengerti oleh banyak orang pada zaman yang berbeda. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Instrimen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrumen). Hasil penelitian ini, yaitu kebudayaan Sasak, khususnya folklor sulit dipisahkan dari Islam. Fakta-fakta yang disajikan menunjukkan bahwa Islam disebarkan melalui media kebudayaan daerah. Sebaliknya, Kebudayaan daerah Sasak, khususnya folklor lisan (mitos, cerirta rakyat, dan hikayat) juga merupakan internalisasi  ajaran Islam atau nilai-nilai keislaman. Hubungan Islam dan Kebudayaan Sasak ini tentu saja tidak terbatas pada hal-hal yang telah disajikan, tetapi juga tampak pada wujud kebudayaan Sasak lainnyam, seperti Rudat dan tradisi nyair.Kata Kunci: relasi, budaya Sasak, Islam, folklor lisan. 
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAN KREATIVITAS EKSPRESI TULIS PUISI Lalu Fakihuddin
MABASAN Vol. 11 No. 2 (2017): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.29 KB) | DOI: 10.26499/mab.v11i2.4

Abstract

The purposes of the research are (1) to increase the activity of student in writing poem byapplying creative and productive studying model through Lesson Study activities; and (2) toincrease the quality of expressive poetry writing process through Lesson Study activities. Inorder to achieve the goals, Lesson Study includes planning, executing, and observing. Theall three stages have been done in four time/cycles in the Lesson Study lectures. Lecturesand every cycle (1 to 4), had been focused on expressive modern poetry writing based ontopic such as private name, disastrous event, beauty of nature, social events/problem, andpolitical problem. Every part of study has been presented/done in creative and productivestudying model which is based on fundamental principles of creative and productivelearning such as orientation, exploration, interpretation, and re-creation. The result of thisresearch are (1) implementation of creative and productive studying model based oncontextual problem through Lesson Study activity in creative literature writing, especiallymodern poetry writing can increase the creativity of students, (2) creative and productivestudying model through Lesson Study activity can increase quality of creative literaturewriting subject . It can be seen from the increasing in liveliness, self-service andcooperation and motivation of the student in solving tasks that had been assigned in thestudy. It is noteworthy that students also think that this method is interesting and enjoyable.
EKSISTENSI MASALAH SUPRANATURAL DALAM FOLKLOR LISAN SASAK: SUATU KAJIAN TEMATIS TERHADAP CERITA RAKYAT SASAK YANG TELAH DIDOKUMENTASIKAN Lalu Fakihuddin
MABASAN Vol. 9 No. 2 (2015): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.028 KB) | DOI: 10.26499/mab.v9i2.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk kepercayaan masyarakat Sasak zaman dahulu tentang hal-hal yang bersifat supranatural dan eksistensinya pada masyarakat Sasak saat ini. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-interpretatif. Sumber data penelitian ini berupa sekuen-sekuen tertentu dari Cerita Rakyat Sasak yang menggambarkan keyakinan masyarakat Sasak tentang masalah supranatural. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik, yakni suatu pendekatan yang berusaha menafsirkan suatu teks secara mendalam. Analisis data mengacu pada model perspektif-konstruktifis, yaitu diarahkan oleh intensi, kategori-kategori yang telah ditentukan, dan target hasil yang ingin diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam  cerita rakyat Sasak banyak terungkap kepercayaan kepada hal-hal supranatural, gaib, atau di luar nalar manusia. Masalah-maalah supranatural tersebut berupa karamah/keramat Wali Allah, kepercayaan terhadap  kebenaran wangsit, firasat, dan mimpi, serta kepercayaan kepada makhluk halus.
KEUNIKAN SAPAAN DAN PANGGILAN DALAM BAHASA SASAK DIALEK NGGETO-NGGETE Lalu Fakihuddin
MABASAN Vol. 7 No. 1 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.121 KB) | DOI: 10.26499/mab.v7i1.168

Abstract

Masyarakat suku Sasak pada umumnya dan penutur bahasa Sasak dialek nggeto-nggete, khususnya yang berdomisili di desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat memiliki perbedaan status sosial. Perbedaan status sosial ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain (1) status kebangsawanan, (2) status ekonomi, (3) tingkat pendidikan (tinggi rendahnya pendidikan seseorang), dan (4) status sosial karena seseorang telah menjadi haji. Variasi status sosial tersebut mempengaruhi kegiatan interaksi sosial, termasuk keunikan di dalam interaksi berbahasa, seperti cara menyapa, memberi salam, dan cara memanggil. Dengan kata lain, variasi-variasi tersebut menuntut cara menyapa, memberi salam, dan cara memanggil yang berbeda antara satu dan lainnya. Bagi masyarakat Wanasaba, perbedaan status sosial sangat berperan dalam mengubah bentuk sapaan/panggilan.
Struktur dan Ragam Diksi dalam Lelakaq Sasak Herman Wijaya; Lalu Fakihuddin; Titin Ernawati; Ramlah H. A. Gani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.325 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara cermat struktur/pola dan ragam diksi lelakaq Sasak. Ragam diksi difokuskan pada penggunaan kata-kata bersinonim, antonim, reduplikasi, dan kompisisi. Penelitian ini termasuk deskriptif-kualitatif karena menggambarkan secara sistematis data-data tentang ragam diksi sinonim, antonim, reduplikasi, dan komposisi/kata majemuk. Tempat penelitian dilaksanakan perpustakaan karena peneliti menemukan data dan informasi penelitian melalui pustaka. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, larik, bait, dan lelakaq/pantun Sasak secara keseluruhan. Adapun sumber data yang digunakan, yaitu lelakaq didokumentasikan. Instrumen kunci penelitian adalah peneliti sendiri. Instrumen ini dipilih karena sejalan dengan ciri penelitian kualitatif yaitu objek peneliti adalah karya teks/dokumen lelakaq Sasak. Data dalam penelitian dianalisis mengunakan model perspektif konstruktives model Marshall & Rossman melalui tahapan instensi, kategori-kategori yang ditentukan, dan target hasil yang ingin diperoleh dengan tahapan epoche, reduksi, dan strukturasi pemahaman secara hermeneutis ataupun dialektis. Lelakaq Sasak sebagai salah satu seni lokal masyarakat Sasak dalam penyusunannya memperhatikan/mempertimbangkan secara cermat pilihan kata-katanya, khususnya diksi berupa sinonim, antonim, reduplikasi, dan kata majemuk. Pemilihan ini terkait erat dengan perimbangan estetika lelakaq/pantun Sasak.Kata Kunci: struktur diksi, sinonim, antonim, reduplikasi, komposisi This study aims to carefully reveal the structure/pattern and variety of Sasak's lelakaq diction. The variety of diction is focused on the use of words that are synonymous, antonym, reduplication, and composition. This research is descriptive-qualitative because it describes systematically the data on the various diction of synonyms, antonyms, reduplication, and compound word/composition. The research place is carried out by the library because the researcher finds research data and information through the library. The data in this research are in the form of words, phrases, arrays, stanzas, and lelakaq/Sasak pantun as a whole. The data source used, namely lelakaq, was documented. The key research instrument is the researcher himself. This instrument was chosen because it is in line with the characteristics of qualitative research, namely that the object of the researcher is the work of Sasak texts/documents. The data in the study were analyzed using the Marshall & Rossman constructivist perspective model through the instinctive stages, the specified categories, and the target results to be obtained by the epoche stages, reduction, and structuring of understanding hermeneutically or dialectically. Lelakaq Sasak as one of the local arts of the Sasak people in its preparation pay attention to/consider carefully the choice of words, especially diction in the form of synonyms, antonyms, reduplications, and compound words. This selection is closely related to the balance of the aesthetics of the Sasak pantun.Keywords: structure diction, synonym, antonym, reduplication, composition 
Mantra Sasak: Klasifikasi, Fungsi, dan Penggunaannya oleh Masyarakat Desa Ganggelang Lalu Fakihuddin; Gita Sarwadi
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2019): Jubindo
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.488 KB) | DOI: 10.32938/jbi.v4i1.148

Abstract

The purposes of this research are: (1) To classify the Sasak verbal-spells based on the variations of the language being used and the purpose of its implementation; and (2) to describe the function and its usage for the Sasak people in general and Ganggelang villagers, North Lombok in particular. This research uses a qualitative research method that both descriptive-interpretative. One of the reasons for choosing such a method is because it is compatible with the purpose of this research which is to document and describe the usage of Sasak verbal-spells. The data are collected by interviewing informants and gathering the results of the verbal-spells, its usage, and function by the Sasak people. To classify the data based on the language medium, a hermeneutic approach has been employed. The data analysis refers to perspective-constructivist model, that is directed by the intentions, categories that have been determined, and hypotheses that are aimed to be achieved. The result of this research, which is the verbal-spells then analyzed based on the language such as Arabic (verbal and written) spells, mixed between Sasak and Arabic spells, and Balinese spells or known as Puji Bali. Based on its purpose of implementation, Sasak verbal-spells are categorized into for healing purposes, Senggeger: a type of voodoo to attract the loved ones, Seasih-asih: to make one falls in love, supernatural power, and draining someone’s (physical) energy/power. Based on its function and practical usage, the Sasak verbal-spells have functions as healing/preventing diseases, to Seasih-asih purposes, to Senggeger/sencolet purposes, as a medium to ease childbirth processes, to counter other’s spells (sengkeles), and to counter possible dangers or destructions (sepenebeng/ajian kekebalan) and to drain someone’s energy.
MENGUNGKAP SIFAT-SIFAT TERPUJI MANUSIA DALAM CERITA RAKYAT SASAK: SUATU KAJIAN TEMATIS Lalu Fakihuddin
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v11i1.207

Abstract

This study describes ideal characters reflected in Sasaknese Folklore (Cerita Rakyat Sasak). The design of this study is qualitative implementing descriptive-interpretive techniques. Sources of the data of this study were sequences of the Folklore representing ideal characters of human beings.  Specifically, this study used hermeneutic approach, an approach from which indepth analysis of a text is applied.  Data analysis referred to perspective-constructive that focused on intensity, determined categories, and target of the expected result.  The study revealed that Sasakne Folklore is one of the oral folklore reflecting high human values.  The good characters included religious, work hard, patient, high responsibility, mutual-consultative, and loyal. 
MITOS SRIBANUN DALAM MASYARAKAT SASAK Herman Wijaya; Lalu Fakihuddin; Nunung Supratmi; Novita Andriani; Ramlah H.A. Gani
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap wujud kepercayaan dan bentuk-bentuk kearifan lokal Sasak dari mitos Sribanun beserta eksistensinya dalam masyarakat Dusun Marang Utara, Desa Kotaraja, Lombok Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data didapatkan dari informan-informan terseleksi, yakni sesepuh masyarakat Dusun Marang Utara dan pemangku adat setempat yang bertugas menjaga kelestarian budaya lokal masyarakat Kotaraja. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pereduksian data, penyajian data, penganalisisan data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Marang Utara, Kotaraja, masih meyakini mitos Sribanun memiliki kekuatan mistis dalam kehidupan mereka. Kepercayaan terkait mitos ini diwujudkan dalam beberapa bentuk kearifan lokal setempat berupa pengambilan bubus, tolak bala, pesilaq Sribanun, dan membuang pakaian dalam ke atap rumah. Kearifan lokal tersebut hingga saat ini masih eksis dan dilestarikan oleh sebagian masyarakat Dusun Marang Utara, Kotaraja.Kata kunci: antropologi sastra, Sribanun, kepercayaan, kearifan lokal, eksistensi
Kearifan Lokal Sasak Dalam Foklor Lisan: Kajian Tematis Pada Mantra dan Mitos Pemali Sasak Lalu Fakihuddin; Titin Ernawati; Khirjan Nahdi; Herman Wijaya; Ramlah H.A Gani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Number 1 July 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v6i1.2484

Abstract

Penelitian ini mengkaji foklor lisan masyarakat sasak dari sisi tematis pada mantra dan mitos pemali sasak. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara nilai-nilai dalam kearifan local Sasak yang terdapaat dalam mantra dan mitos mitos pemali Sasak yang terkait dengan Islam. Rancangan penelitian ini adalah bersifat interpretasi menggunakan pendekatatan deskriptif kualitatif. Desain ini dipilih dengan beberapa alasan: (1) menggunakan dokumen mantra dan mitos pemali sebagai sumber data utama, (2) sumber data yaitu data tertulis, (3) penelitian ini memfokuskan pada kajiannya dengan penafsiran. Analisis data menggunakan pendekatan hermeneutik, yaitu dengan menafsirkan teks mantra dan mitos pemali Sasak sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Pengumpulan data dengan teknik studi dokumentasi. Peneliti sendiri (human itrumen) sebagai instrument kunci. Analisis data mengikuti langkah-langkah: mengidentifikasi data, menyeleksi data, mereduksi data, mengklaasifikasi data, dan mengalisis serta menginterpretasi data. Hasil penelitian ini, yaitu wujud keraifan lokal Sasak yang terkait dengan nilai-nilai Islam tercermin dalam mantra pengobatan, penolak penyakit, persalinan, asih-seariah, dan lain-lain. Wujud keraifan lokal Sasak dalam mitos pemali berupa larangan tidur menjelang dan atau ketika salat magrib, larangan membaca tulisan nisan kuburan, dan larangan bercakap-cakap waktu makan. Pantangan-pantangan ini ada yang didasarkan langsung pada hadits Nabi Muhammad Saw, ada juga yang merupakan perwujudan dari etika atau akhlak Islam.
Sosialisasi Penggunaan Bahasa Indonesia Baku untuk Penulisan Makalah bagi Siswa MA Az Zuhriyah Hamzanwadi NW Tanjung Baiq Rismarini Nursaly; Lalu Fakihuddin; Titin Ernawati
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.33419

Abstract

Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai ragam ilmiah dalam penulisan seringkali diabaikan oleh sebagian besar siswa, sehingga karya-karya tulis yang dihasilkan sangat tidak sesuai dengan aturan tata bahasa baku. Sosialisasi di madrasah ini dilakukan untuk membiasakan siswa menggunakan ragam baku dalam penulisan tugas-tugas membuat makalah pada beberapa mata pelajaran. Selain menjelaskan tentang ragam baku, tim pelaksana sosialisasi juga melakukan pendampingan untuk melatih menulis karya. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan berkala. Pertemuan dilakukan 4 kali selama 1 semester. Setiap pertemuan para siswa berkumpul di aula sekolah menyerahkan hasil tulisan mereka, yang kemudian dicermati, dikoreksi, dan diberi bimbingan oleh anggota tim pendamping. Setelah pendampingan selama 1 semester para siswa mulai mampu menggunakan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan bahasa Indonesia ragam baku terutama dalam tugas-tugas pembuatan makalah di beberapa mata pelajaran.