Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PENGULANGAN (REPEAT) RADIOGRAF COMPUTED RADIOGRAPHY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG fitri, amanda widia; Mahanani, Ayu; Fakhrurreza, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45089

Abstract

Repeat analisis adalah proses yang sistematis untuk mengkategorisasikan citra yang diulang dan mencari tahu penyebabnya sehingga repeat dapat dikurangi atau dihindari. Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang belum pernah dilakukan penelitian repeat analisis dimana hal tersebut dapat menurunkan mutu dan kualitas pelayanan di Instalasi Radiologi. Tujuan analisis repeat radiograf untuk mengetahui persentase dan  indikator penyebab repeat  radiograf. Metode penelitian ini observasi langsung melalui pengumpulan data dari database sistem computed radiography (CR) yang dianalisis bersama dua radiografer, dilaksanakan selama September–November 2024. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh data pemeriksaan radiografi yang dilakukan menggunakan sistem CR selama periode penelitian. Sampel yang digunakan adalah seluruh citra radiograf yang mengalami pengulangan (repeat) selama waktu pengamatan. Alat pengumpulan data menggunakan alat tulis Metode pengumpulan data yaitu observasi secara langsung. Analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan pengulangan radiograf pada bulan September sebesar 1,87%, bulan Oktober sebesar 1,82%, dan bulan November sebesar 1,75%. Hasil tersebut tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008 yang menyatakan tingkat penolakan pada repeat sebesar ≤ 2%. Faktor penyebab pengulangan radiograf  terdiri dari pergerakan pasien 31,82%, posisi pasien 6,82%, peralatan 56,82%, officer/ human error 4,54%, dan artefak 0%. Dapat disimpulkan bahwa Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang tidak melebihi kententuan yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, tindak lanjut tetap perlu dilakukan, seperti mempertahankan prosedur operasional standar (SOP) yang telah berjalan efektif, melakukan monitoring secara berskala, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan.
ANALISIS PENGULANGAN FOTO RONTGEN PADA MODALITAS DIGITAL RADIOGRAPHY DI INSTALASI RADIOLOGI DI RSUD MUNTILAN Sari, Ayu Nur Vita; Yusnida, Arnefia Mei; Fakhrurreza, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49081

Abstract

Digital Radiography (DR) adalah teknologi pencitraan radiologi yang memungkinkan pengambilan gambar sinar-X tanpa menggunakan kaset, sehingga mempercepat alur kerja, meningkatkan kualitas gambar, dan pelayanan pasien. Namun, pengulangan foto rontgen masih dapat terjadi akibat berbagai kesalahan teknis seperti gambar terpotong, posisi pasien yang tidak tepat, artefak, blur akibat gerakan, kolimasi yang kurang tepat, serta pengaturan eksposi yang tidak optimal. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/II/2008, batas maksimal pengulangan pemeriksaan radiologi adalah ≤ 2%, lebih rendah dari standar internasional sebesar 4–6%. Di RSUD Muntilan, belum pernah dilakukan analisis terhadap tingkat pengulangan pemeriksaan radiologi menggunakan DR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pengulangan foto rontgen dan mengidentifikasi faktor penyebabnya. Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui analisis database DR dari bulan November 2024 hingga Januari 2025. Hasil menunjukkan angka pengulangan melebihi batas nasional, yaitu 5,89% di bulan November, 6,14% di bulan Desember, dan 5,6% di bulan Januari, dengan rata-rata 5,87%. Faktor utama penyebab pengulangan adalah gambar terpotong (219 kasus), posisi pasien tidak tepat (77 kasus), dan artefak (37 kasus). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan prosedur teknis, pelatihan petugas radiologi, serta komunikasi yang lebih baik dengan pasien untuk meminimalkan paparan radiasi berulang. Penguatan jaminan mutu dan tindakan korektif sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu layanan radiologi secara keseluruhan.
Community Economic Improvement Through Processing Cassava Into Mocaf Flour Mufida, Widya; Fakhrurreza, Muhammad; Astari, Fisnandya Meita; Utami, Asih Puji; Faesol, Ahmad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong yang memiliki nama latin Manihot Esculennta merupakantumbuhan jenis umbi akar atau akar pohon yang panjang fisik ratarata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-8080 cm, tergantung darijenis s singkong yang ditanam. Dalam industri makanan, pengolahansingkong dapat digolongkan menjadi tiga yaitu hasil fermentasisingkong, singkong yang dikeringkan, dan tepung singkong atautepung tapiokatapioka. Di Yogyakartagyakarta terdapat suatu dusun yang memilikilahan perpertaniantanian singkong yang luas yaitu Dusun Muntuk. DusunMuntuk merupakan dusun yang sebagian besar penduduknya bekerjasebagai petani singkong, dan hasil panen para petani singkongsebagian digunakan untuk p pakanakan ternak pada musim panas dansebagian dijual dengdengan harga yang rendah. Potensiotensi budidaya danpengolahan singkong di desa Muntuk sangat besar dan hingga kinibelum dimanfaatkan secara maksimamaksimal. Melaluielalui program PengabdianMasyarakat di Dusun Muntuk dapat memberdayakan masyarakatdengan memanfaatkan hasil pepertanianrtanian berupa singkong menjadisebuah produk pangan yang bernilai jual tinggi yaitu MocafMocaf.
ANALISIS PERBANDINGAN KOMPOSISI PASIR DAN SEMEN UNTUK MENDAPATKAN BETON YANG TAHAN RADIASI SINAR X Meita Astari, Fisnandya; Fakhrurreza, Muhammad; Viky Hidayat, Edwin
Avicenna : Journal of Health Research Vol 7, No 1 (2024): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v7i1.1026

Abstract

STUDI KASUS PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI VERTEBRAE THORACOLUMBAL DENGAN KLINIS SKOLIOSIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARANGANYAR Mahanani, Ayu; Prabowo, Bagus waskito; Fakhrurreza, Muhammad; Faesol, Ahmad
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1986

Abstract

The radiographic examination technique of the Thoracolumbar Vertebrae with scoliosis cases consists of right and left bending Anterior posterior (AP), Lateral, and Anterior Posterior (AP) projections, as well as the addition of the Ferguson method and fulcrum projection. The procedure for scoliosis examination at radiology installation in RSUD (Regional Hospital) Karanganyar is unknown, so it is necessary to do research to find out the examination procedure and the effectiveness of using these projections. This study aims to determine the procedure for radiographic examination of thoracolumbar vertebrae with clinical scoliosis at the Radiology Installation of RSUD Karanganyar. This research is qualitative research with a case study approach. The data collection method included observing scoliosis examination which included preparation of tools and materials, patient preparation, and examination techniques, then reinforced by interviews with radiographers and doctors to find out the procedures and reasons for using these projections. The results of observations and interviews were analyzed by means of data reduction, data presentation, then conclusions were drawn. The results of the study showed that the thoracolumbar vertebrae examination procedure with clinical scoliosis in Radiology Installation of RSUD Karanganyar used the AP and Lateral projection technique. The reason for using AP and Lateral projections was because these projections served as initial screening for scoliosis patients and could already establish a diagnosis. Both projections provided a smaller dose of radiation received by the patient and were in accordance with the request of the sending doctor. It is advisable for further examination of the thoracolumbar vertebrae with clinical scoliosis add the right and left bending projections and Ferguson, because it aims to provide information that cannot be seen from the AP and lateral projections.
PENILAIAN POSISI BACKGROUND DAN BIODISTRIBUSI PADA TIROID SCAN DENGAN METODE UPTAKE Mukmin, Amril; Za’im, Muhammad; Fakhrurreza, Muhammad; Dewi, Sofie Nornalita
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1996

Abstract

The study was conducted at RSPAD Gatoet Soebroto with activity measurement method using dose calibrator and counting gamma cameras with ROI (region of interest) technique in the total thyroid area and outside the thyroid gland called background. With sample of 30 people, the age range is 25-60 years with clinical hyperthyroidism. The thyroid gland is performed by injecting Tc-99m pertechnetate as much as 3-5 mCi intravenously, then imaging the thyroid gland for 10-15 minutes after injection using a dual headspect gamma camera. The purpose of this study was to determine the effect of position change, background ROI distance and radioisotope biodistribution on the Tc-99m pertechnetate uptake value on thyroid scan examination. The results showed the percentage of thyroid uptake at distance of 2 cm various background positions obtained mean 24.106 ± 3.476%, at distance of 4 cm various background positions were obtained averaging 24,107 ± 3,476% and at distance of 6 cm various background positions obtained a mean of 24,108 ± 3,476%. While biodistribution showed in the area of the thyroid gland and surrounding salivary glands in hyperthyroid disease, the mean value of the thyroid gland was 562293.167 ± 122587,58 count, the pharynx was obtained at an average of 23344,36 ± 13573,35 count, on the right mandible was obtained at 8745,66 ± 4200,01 count, and the left mandible obtained a mean of 9610.66 ± 4479.10 count. The relationship between percentage of thyroid uptake in the background of 2 cm and thyroid hormone levels is shown in the equation line Y (T3) = - 0.1586X + 6.3315 (r = - 0.5378 where the relationship is strong and meaningful p = 0.0580), Y (FT4) = 0, 9374X - 16,738 (r=0.5118 strong relationship, and means p = 0.0738), and Y (TSH) = 0.1775X - 2.2629 (r = 0.1715 weak relationship and not meaningful p = 0.5754). In conclusion there is a strong relationship between the percentage of uptake with thyroid hormone T3 and FT4, on the contrary a weak relationship with TSH hormone.