Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Dampak Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga terhadap Tingkat Minat Belajar Anak Prasekolah (3-6 Tahun) di KB Darussalam Sidoarjo Shofiyatuz Zahroh; Nailatun Nahdiyah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i2.5630

Abstract

This research aims to analyze the impact of family socio-economic conditions on the interest in learning of preschool children (ages 3-6) at KB Darussalam Sidoarjo. Interest in learning at an early age is an important foundation for children's cognitive and socio-emotional development in the future. However, this interest does not exist in isolation but is greatly influenced by the child's immediate environment, namely the family and its socio-economic conditions. Abraham Maslow's Hierarchy of Needs theory is used as a conceptual framework to understand how the fulfillment of children's basic needs, which is often related to socio-economic conditions, affects their motivation and interest in learning. This study employs a qualitative approach with a case study design, focusing on KB Darussalam Sidoarjo. Data is collected through in-depth interviews with parents/guardians and teachers, as well as participatory observation of children in the learning environment. The research results show that the socio-economic conditions of families have a significant and multifaceted impact on the learning interest of preschool children. Economic limitations can hinder the fulfillment of children's physiological needs and their sense of safety, which directly reduces their energy and focus on learning. In addition, socio-economic conditions affect the quality of parent-child interactions and the availability of learning stimulation at home, which are crucial to fostering a sense of love, belonging, and appreciation in children. An environment that inadequately supports basic needs tends to result in lower levels of interest in learning.
Membangun Pola Parenting Berkeadilan Gender (Analisis Gender Terhadap Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Oleh Rifka Annisa Wcc Di Gunung Kidul Dalam Praktik Pekerjaan Sosial) Shofiyatuz zahroh
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i2.5358

Abstract

Diskursus tentang pola pengasuhan (parenting) menjadi isu krusial di tengah wacana kesetaraan gender yang semakin meluas dalam beberapa dekade tarakhir. Isu-isu tentang kesetaraan gender menjadi satu narasi yang coba diletakkan menjadi wacana global oleh kelompok-kelompok feminis, dengan menekankan pengarusutaman gender di dalam semua sektor kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Rifka Annisa WCC bersama mahasiswa praktikum dan peneliti dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkolaborasi melakukan program pengabdian kepada masyarakat di daerah Gunugn Kidul, dengan upaya-upaya pemberdayaan terhadap perempuan dan anak dalam rangka mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender, dan membangun pola pengasuhan yang berkeadilan gender. Metode pelaksaan pemberdayaan ini dilakukan dengan langkah-langkah partisipasi aktif dengan peserta pemberdayaan, melalui sistem kelas edukasi kepada perempuan, laki-laki dan remaja. Hasil yang dicapai dari proses pemberdayaan ini adalah, baik laki-laki dan perempuan yang terlibat di dalam kelas edukasi memiliki pemahaman tentang keadilan gender secara teoritis, hal itu diketahui dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan oleh penyelenggara pemberdayaan kepada para peserta. Kata kunci: gender, pemberdayaan, edukasi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BAHASA DAN PEMAHAMAN HURUF PADA ANAK USIA DINI DI TK DHARMAWANITA PERSATUAN WANGKAL Amel; Khoiriyah, Siti; Zahroh, Shofiyatuz
Al-Thifl: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2025): Al-Thiefl : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : STAI Nusantara Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk meningkatkan literasi bahasa dan pemahaman huruf anak usia dini melalui pengembangan media pembelajaran interaktif di TK Dharmawanita Persatuan Wangkal. Penelitian ini dilakukakan dari kondisi awal yang menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, menyebutkan bunyi huruf, serta kurang tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran karena media yang digunakan masih terbatas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia dini di TK Dharmawanita Persatuan Wangkal. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi bahasa dan pemahaman huruf setelah penggunaan media pembelajaran interaktif. Anak terlihat lebih antusias, aktif, dan mampu mengenal serta memahami huruf dengan lebih baik. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran interaktif dapat menjadi salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan literasi bahasa dan pemahaman huruf pada anak usia dini.
MENINGKATKAN FOKUS BELAJAR ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI PERMAINAN MULTISENSORI DI PAUD AL HIDAYAH Zahroh, Shofiyatuz; permata, Dinda
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.324

Abstract

Kemampuan fokus belajar anak usia 4-5 tahun masih berada pada tahap perkembangan awal, sehingga mudah terdistraksi oleh berbagai rangsangan di lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan fokus belajar anak usia 4-5 tahun melalui penerapan kegiatan permainan multisensori di PAUD AL Hidayah. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok TK A usia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan skala penilaian fokus belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 35% pada kondisi awal, menjadi 60% pada Siklus I, dan meningkat signifikan menjadi 85% pada Siklus II. Dengan demikian, Kegiatan permainan multisensori efektif dalam meningkatkan fokus belajar anak usia dini.
Efektivitas Sistem Penilaian Deskriptif terhadap Pengurangan Kecemasan Belajar dan Peningkatan Kolaborasi Antar Anak Usia Dini Zahroh, Shofiyatuz
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sistem penilaian deskriptif dibandingkan dengan sistem penilaian angka/simbol terhadap tingkat kecemasan belajar dan kemampuan kolaborasi anak usia dini. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilakukan di dua lembaga: PAUD A yang secara konsisten menerapkan penilaian deskriptif, dan PAUD B yang secara administratif menggunakan deskripsi namun secara praktis masih menerapkan sistem peringkat (ranking) akibat tuntutan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap perilaku anak saat proses penilaian dan interaksi sosial di kelas, sedangkan wawancara dilakukan kepada guru terkait perubahan perilaku anak dan orang tua dari PAUD A sejumlah 7 orang dan PAUD B sejumlah 9 orang mengenai Tingkat lecemasan anak di rumah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan perkembangan psikologis anak di kedua lembaga. Anak di PAUD B menunjukkan gejala kecemasan belajar, seperti takut salah, kurang percaya diri, dan ketergantungan pada validasi eksternal akibat beban hierarki sistem peringkat. Sebaliknya, anak di PAUD A lebih fokus pada proses eksplorasi, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan menunjukkan kemampuan kolaborasi yang kuat karena tidak merasa sedang berkompetisi. Penelitian ini menjadi Gambaran bahwa penilaian deskriptif lebih cocok untuk anak usia dini di dalam mengembangkan berbagai potensi yang terdapat di dalam dirinya.
Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 3-4 Tahun dalam Pembelajaran Melalui Play Based Learning di PG-TK/RA Surya Asri Sidokepung-Sidoarjo Qurrota A'yun, Winda; Alif Laisyanda, Aurel Sya'bania; Zahroh, Shofiyatuz
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2414

Abstract

Konsentrasi adalah Konsentrasi merupakan keterampilan esensial yang perlu dikembangkan pada masa kanak-kanak awal, khususnya pada kelompok usia 3 hingga 4 tahun. Fase perkembangan ini memiliki peran krusial karena sangat memengaruhi keberhasilan belajar anak di masa sekarang dan mendatang. Berdasarkan observasi awal di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang menjadi lokasi penelitian, ditemukan bahwa sebagian besar anak usia 3–4 tahun mengalami kesulitan dalam memfokuskan perhatian selama proses pembelajaran, yang berdampak pada kemampuan mereka mengikuti instruksi dan menyelesaikan aktivitas yang diberikan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 3 hingga 4 tahun dalam proses belajar melalui penerapan metode pembelajaran berbasis permainan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi tindakan kelas (PTK), yang terdiri dari empat tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus dengan melibatkan 15 anak usia 3–4 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, catatan lapangan, dan dokumentasi hasil aktivitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan konsentrasi anak secara bertahap. Pada siklus pertama, persentase anak yang mampu memfokuskan perhatian mencapai 46,7%, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 86,7%. Peningkatan tersebut ditandai dengan kemampuan anak untuk memfokuskan perhatian dalam jangka waktu yang lebih lama, mengikuti instruksi dengan lebih baik, serta menyelesaikan aktivitas bermain yang terorganisir sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis permainan merupakan strategi belajar yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 3 hingga 4 tahun dalam proses belajar. Selain itu, metode ini juga memberikan kesempatan anak untuk belajar dengan menyenangkan dan mengembangkan berbagai aspek perkembangan lainnya secara bersamaan.