Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membangun Pola Parenting Berkeadilan Gender (Analisis Gender Terhadap Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Oleh Rifka Annisa Wcc Di Gunung Kidul Dalam Praktik Pekerjaan Sosial) Shofiyatuz zahroh
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v4i2.5358

Abstract

Diskursus tentang pola pengasuhan (parenting) menjadi isu krusial di tengah wacana kesetaraan gender yang semakin meluas dalam beberapa dekade tarakhir. Isu-isu tentang kesetaraan gender menjadi satu narasi yang coba diletakkan menjadi wacana global oleh kelompok-kelompok feminis, dengan menekankan pengarusutaman gender di dalam semua sektor kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Rifka Annisa WCC bersama mahasiswa praktikum dan peneliti dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkolaborasi melakukan program pengabdian kepada masyarakat di daerah Gunugn Kidul, dengan upaya-upaya pemberdayaan terhadap perempuan dan anak dalam rangka mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender, dan membangun pola pengasuhan yang berkeadilan gender. Metode pelaksaan pemberdayaan ini dilakukan dengan langkah-langkah partisipasi aktif dengan peserta pemberdayaan, melalui sistem kelas edukasi kepada perempuan, laki-laki dan remaja. Hasil yang dicapai dari proses pemberdayaan ini adalah, baik laki-laki dan perempuan yang terlibat di dalam kelas edukasi memiliki pemahaman tentang keadilan gender secara teoritis, hal itu diketahui dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan oleh penyelenggara pemberdayaan kepada para peserta. Kata kunci: gender, pemberdayaan, edukasi
Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 3-4 Tahun dalam Pembelajaran Melalui Play Based Learning di PG-TK/RA Surya Asri Sidokepung-Sidoarjo Qurrota A'yun, Winda; Alif Laisyanda, Aurel Sya'bania; Zahroh, Shofiyatuz
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2414

Abstract

Konsentrasi adalah Konsentrasi merupakan keterampilan esensial yang perlu dikembangkan pada masa kanak-kanak awal, khususnya pada kelompok usia 3 hingga 4 tahun. Fase perkembangan ini memiliki peran krusial karena sangat memengaruhi keberhasilan belajar anak di masa sekarang dan mendatang. Berdasarkan observasi awal di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang menjadi lokasi penelitian, ditemukan bahwa sebagian besar anak usia 3–4 tahun mengalami kesulitan dalam memfokuskan perhatian selama proses pembelajaran, yang berdampak pada kemampuan mereka mengikuti instruksi dan menyelesaikan aktivitas yang diberikan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 3 hingga 4 tahun dalam proses belajar melalui penerapan metode pembelajaran berbasis permainan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi tindakan kelas (PTK), yang terdiri dari empat tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus dengan melibatkan 15 anak usia 3–4 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, catatan lapangan, dan dokumentasi hasil aktivitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan konsentrasi anak secara bertahap. Pada siklus pertama, persentase anak yang mampu memfokuskan perhatian mencapai 46,7%, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 86,7%. Peningkatan tersebut ditandai dengan kemampuan anak untuk memfokuskan perhatian dalam jangka waktu yang lebih lama, mengikuti instruksi dengan lebih baik, serta menyelesaikan aktivitas bermain yang terorganisir sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis permainan merupakan strategi belajar yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 3 hingga 4 tahun dalam proses belajar. Selain itu, metode ini juga memberikan kesempatan anak untuk belajar dengan menyenangkan dan mengembangkan berbagai aspek perkembangan lainnya secara bersamaan.
Language and Literacy Stimulation Model for Early Childhood Based on Interaction and The Learning Environment Zahroh, Shofiyatuz; Nurmala, Dinda Permata; Nahdiyah, Naylatun
JOYCED: Journal of Early Childhood Education Vol. 6 No. 01 (2026): JOYCED: Journal of Early Childhood Education
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/joyced.2026.61-06

Abstract

Purpose - Early childhood language and emergent literacy are often promoted through discrete activities or single instructional media, leaving limited evidence on how everyday classroom practices function as an integrated pedagogical system. This study examined language and literacy development practices at RA Nurul Ummah, Sidoarjo, Indonesia. It contributes a context-sensitive practical framework that connects social interaction, visual media, storytelling, and verbal routines rather than positioning one strategy as sufficient. Design/methods/approach - A descriptive qualitative design was employed. Data were generated through five classroom observations, semi-structured interviews, and instructional documents involving 72 children aged 3–6 years, six teachers, one principal, and eight parents. The data were analyzed using reflexive thematic analysis. Four interconnected patterns emerged: peer interaction expanded expressive language; visual media linked words to concrete meanings; interactive storytelling supported receptive and expressive language; and verbal instructions strengthened functional comprehension. Teacher questioning, vocabulary repetition, and emotionally safe dialogue enabled these practices to operate as a coherent learning environment. Findings - The findings indicate that language and literacy development was embedded in children’s daily participation rather than delivered as an isolated lesson. This study offers early childhood educators a practical basis for designing culturally responsive, interaction-rich language and literacy environments. Research implications/limitations – The findings offer practical guidance for creating culturally responsive and interaction-rich environments that support language and literacy development. However, as the study was conducted in a single kindergarten setting, further research across diverse institutions and participant groups is needed to confirm and extend these findings. Originality/value – This study extends understanding of language and literacy development by highlighting the role of culturally responsive daily participation in early childhood education.