Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Preparasi Nano Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum iburmannii) Sebagai Masker Gel PEEL-OFF Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Purwandari, Vivi
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmanni) merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu dalam berbagai jenis makanan karena memiliki aroma dan rasa yang enak dan memiliki khasiat sebagai analgetik, stomatik, dan aromatic. Penelitian ini bertujuaan membuat formulasi dan evaluasi sediaan masker gel peel-off ekstrak kayu manis. Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran elastis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekperimental laboratorium, kayu manis diekstraksi dengan metode ultrasonikasi yaitu menggunakan etanol 70%. Berdasarkan hasil penelitian, sediaan masker gel peel-off nano ekstrak kayu manis dalam 1 hari pada suhu kamar, homogen, memiliki pH , sediaan tidak memisah, tidak mengendap. Ukuran partikel nanoemulsi ekstrak kayu manis dengan konsentrasi (2%) 24,2 nm. Ukuran partikel nanoemulsi ektrak kayu manis yang paling efisien konsentrasi 2% (24, 2 nm).
Efektifitas Black Garlic Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Kadar Asam Lemak Bebas dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Goreng Bekas Gultom, Erdiana; Hestina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this Research, black garlic was used as an adsorbent to reduce levels of free fatty accids (ALB) and peroxide value in used cooking oil. The research aims to determine levels of free fatty accids (ALB) and peroxide value of used cooking oil before friying (sample A), three times (B), four times(C) and five times (D) friying before and after adding black garlic adsorbent. This research used a laboratory scale exsperimental method. To determine of free fatty acids (ALB) using by alkalimetry titration method, while to determine of peroxide value using bg iodometry method. Based on the result of the research it was found that the highest decrease of free fatty accids (ALB) was sample D, where before adding black garlic adsorbent the free fatty accids (ALB) was 1,0468% and after adding black garlic adsorbent the free fatty accids (ALB) 0,1427%. While the highest decrease of  peroxide value was sample D, where peroxide value of sample D before adding black garlic adsorbent was 4,8526 meg/kg and after adding the black garlic adsorbent the peroxide value be 1,1021 meq/kg.
PREPARASI PENGEMULSI DARI NANOLIGNIN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Gultom, Erdiana; Vivi Purwandari; Hestina; Dina Utami
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.6265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanolignin dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai pengemulsi alami untuk campuran minyak dan air. Karakterisasi nanolignin dilakukan menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil analisis TEM menunjukkan bahwa nanolignin yang dihasilkan memiliki struktur amorf dengan ukuran partikel berkisar antara 20–200 nm, serta adanya agregasi partikel yang dipengaruhi oleh interaksi hidrogen dan gaya Van der Waals. . Spektrum FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (-OH), karbonil (C=O), dan cincin aromatik yang khas pada lignin. Variasi konsentrasi nanolignin, yaitu 50 mg dan 100 mg, serta penambahan emulsifier pada variasi 2%, 4%, dan 6% memberikan pengaruh signifikan terhadap kestabilan emulsi. Uji efektivitas menunjukkan bahwa penambahan nanolignin sebagai pengemulsi mampu memperlambat waktu pemisahan minyak dan air. Pada konsentrasi 50 mg dengan variasi 6%, waktu pemisahan mencapai 7 menit 17 detik, sedangkan pada konsentrasi 100 mg dengan variasi yang sama, waktu pemisahan meningkat hingga 9 menit 3 detik. Hasil ini membuktikan bahwa nanolignin TKKS dapat berperan sebagai pengemulsi alami yang efektif dan ramah lingkungan, serta berpotensi sebagai alternatif pengemulsi sintetis dalam industri pangan dan kosmetik.
PERUBAHAN PROFIL ASAM LEMAK CPKO DAN RBDPS SETELAH PROSES FRACTIONATION–DISTILLATION BERDASARKAN ANALISIS GC-FID Masdi, Masdi; Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Zai, Liver Iman Putra; Purwandari, Vivi
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v9i2.6859

Abstract

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) merupakan fraksi minyak sawit dengan karakteristik komposisi asam lemak yang berbeda dan berpotensi mengalami perubahan distribusi komponen selama proses pemisahan termal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan profil asam lemak CPKO dan RBDPS sebelum dan sesudah proses fractionation–distillation. Sampel dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) setelah derivatisasi menjadi fatty acid methyl esters (FAME), dengan parameter yang diamati berupa komposisi relatif asam lemak berdasarkan persentase luas area puncak kromatogram. Hasil menunjukkan bahwa sebelum distilasi CPKO didominasi asam laurat (48,39%), sedangkan RBDPS didominasi asam palmitat (60,90%). Setelah proses fractionation–distillation, komposisi CPKO berubah signifikan dengan dominasi asam oleat (59,83%) dan palmitat (21,20%), sedangkan RBDPS menunjukkan dominasi asam oleat (52,93%) dan palmitat (23,27%). Perubahan ini mengindikasikan bahwa proses distilasi memperkaya fraksi dengan asam lemak rantai panjang akibat perbedaan volatilitas komponen. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai selektivitas pemisahan termal pada fraksi minyak sawit untuk mendukung optimasi proses industri.
PERUBAHAN PROFIL ASAM LEMAK CPKO DAN RBDPS SETELAH PROSES FRACTIONATION–DISTILLATION BERDASARKAN ANALISIS GC-FID Masdi, Masdi; Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Zai, Liver Iman Putra; Purwandari, Vivi
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) merupakan fraksi minyak sawit dengan karakteristik komposisi asam lemak yang berbeda dan berpotensi mengalami perubahan distribusi komponen selama proses pemisahan termal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan profil asam lemak CPKO dan RBDPS sebelum dan sesudah proses fractionation–distillation. Sampel dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) setelah derivatisasi menjadi fatty acid methyl esters (FAME), dengan parameter yang diamati berupa komposisi relatif asam lemak berdasarkan persentase luas area puncak kromatogram. Hasil menunjukkan bahwa sebelum distilasi CPKO didominasi asam laurat (48,39%), sedangkan RBDPS didominasi asam palmitat (60,90%). Setelah proses fractionation–distillation, komposisi CPKO berubah signifikan dengan dominasi asam oleat (59,83%) dan palmitat (21,20%), sedangkan RBDPS menunjukkan dominasi asam oleat (52,93%) dan palmitat (23,27%). Perubahan ini mengindikasikan bahwa proses distilasi memperkaya fraksi dengan asam lemak rantai panjang akibat perbedaan volatilitas komponen. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai selektivitas pemisahan termal pada fraksi minyak sawit untuk mendukung optimasi proses industri.