Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BAGI IBU BALITA USIA 2-5 TAHUN DI KELURAHAN DWIKORA KECAMATAN MEDAN HELVETIA Purba, Hana Ike Dameria; Lumbantoruan, Mestika; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab gizi buruk dan stunting yakni prilaku dan praktek orang tua dalam pemberian makanan bayi dan anak yang kurang baik. Adapun tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada ibu balita dalam memberikan makanan balita dengan gizi seimbang dan memperkenalkan menu gizi seimbang sesuai dengan umur balita. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut adalah Posyandu Aster, Posyandu Melati, Posyandu Kamboja Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia. Metode dari pengabdian masyarakat tersebut yakni dengan memberikan penyuluhan individu dengan media cetak tentang gizi seimbang bagi balita usia 2-5 tahun dan memperkenalkan menu makanan gizi seimbang bagi balita. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita dalam penyajian makanan balita setelah dilakukan penyuluhan pada kategori baik dari 17,2% menjadi 41,4% dan kategori cukup mengalami penurunan dari 79,3% menjadi 56,9%. Mayoritas pengetahuan ibu balita di kelurahan Dwikora dalam penyajian makanan balita pada saat pre-test dan post-test masih berada pada kategori cukup. Pengetahuan ibu balita masih kurang tentang jenis zat gizi balita yang harus dikonsumsi balita setiap harinya, kurang memahami jenis zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan yang dikonsumsi balita, tidak memahami takaran makanan yang harus dikonsumsi balita sesuai dengan kebutuhan zat gizi harian. Hasil pengabdian masyarakat tersebut penting untuk pengembangan kemampuan ibu balita dalam menyajikan makanan yang bergizi yang memenuhi kuantitas dan kualitas gizi balita.
PENDAMPINGAN CARA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK YANG TERDAMPAK STUNTING Lumbantoruan, Mestika; Sirait, Asima; Aritonang, Juneris
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita pendek atau stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Stunting dapat didiagnosis melalui indeks tinggi badan menurut umur yang mencerminkan pertumbuhan linear yang dicapai pada pra dan pasca persalinan dengan indikasi kekurangan gizi jangka panjang akibat gizi yang tidak memadai. Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. individu yang stunting memiliki tingkat kematian lebih tinggi dari berbagai penyebab dan terjadinya peningkatan penyakit. Stunting akan mempengaruhi kinerja pekerjaan fisik dan fungsi mental dimasa depan yang sulit untuk diperbaiki. Pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk cara pemberian makanan kepada anak baduta yang terdampak stunting di Kecamatan Percui Sei Tuan tahun 2021. Pengabdian masyarakat ini melibatakan mahasiswa dan dosen, sasaran 18 ibu yang memiliki baduta stunting. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi kegiatan yang seluruhnya mematuhi protokol kesehatan. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu baduta tentang cara pemberian makan pada anak yang terdampak stunting setelah dilakukan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan. Rekomendasi setelah kegiatan ini adalah perlunya dilakukan pendidikan kesehatan, penyuluhan secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik.
Aplikasi Kinerja Dosen Kesehatan Pada Kegiatan Pemberian Vaksin Boster Pada Masyarakat Di Lingkungan Kampus USM - Indonesia Sidabukke, Ida Ria Royentina; Barus, Darwita Juniwati; Lumbantoruan, Mestika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran Covid-19 masih berlangsung terus hingga pada saat ini, untuk itu pemerintah berusaha untuk mengurangi penyebaran virus ini dengan melakukan kegiatan vaksin. Vaksinasi booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu pemerintah dalam mengurangi penyebaran COVID-19, untuk meningkatkan imunitas mahasiswa dan masyarakat sekitar dengan dilaksanakannya vaksinasi booster. Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster). Maka Universitas Sari Mutiara juga mendukung surat edaran tersebut bekerja sama dengan Kapolsek Medan Baru untuk menyelenggarakan vaksinasi COVID-19. Pentingnya vaksin booster dilakukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan tubuh dan memperpanjang masa perlindungan dari vaksinasi primer. Setelah dilakukan suntikan vaksin diharapakan untuk isirahat dantidak melakukakn aktivitas yang berat. Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat. Langkah-langkah pencegahan yang paling efektif di masyarakat meliputi: melakukan kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer jika tangan tidak terlihat kotor atau cuci tangan dengan sabun jika tangan terlihat kotor, Menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, Terapkan etika batuk bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah, Pakailah masker medis jika memiliki gejala pernapasan dan melakukan kebersihan tangan setelah membuang masker, menjaga jarak (minimal 1 m) dari orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah terjadinya covid-19 sehingga semua orang bisa berkontribusi menjaga kesehatan serta kebersihan baik di dalam rumah maupun di luar rumah dan penghuni panti asuhan dapat mengetahui dan memahami pentingnya pencegahan penyakit virus covid-19.
Edukasi Melalui Pijat Effleurage Dalam Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Klinik Lmt Siregar Sirait, Asima; Lumbantoruan, Mestika; Aritonang, Juneris
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan membutuhkan air susu ibu (ASI) yang memiliki manfaat yang banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan pesat bayi. Memberikan ASI kepada bayi mempengaruhi percepatan involusi uterus, menekan perdarahan post partum hingga metode KB alamiah. Rendahnya cakupan pemberian ASI dan ASI ekslusif dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan orangtua dan keluargan dalam peningkatan ASI ekslusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI melalui pijat efflurage. Pijat efflurage merupakan gerakan yang dapat meningkatkan produksi prolactin sehingga produksi ASI akan semakin banyak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat efflurage yang mampu meningkatkan produksi ASI. Pengabdian masyarakat ini melibatakan mahasiswa dan dosen, sasaran 8 orang pendamping ibu post partum (suami atau keluarga) diutamakan suami di Klinik LMT Siregar. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi yang seluruhnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Hasil kegiatan diperoleh adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu post partum dalam pijat efflurage guna meningkatkan produksi ASI Rekomendasi setelah kegiatan ini adalah perlunya dilakukan pendidikan kesehatan, penyuluhan secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik.
Edukasi Teman Sebaya Dalam Peningkatan Breastfeeding Self Efficacy (BSE) Di Klinik Lmt Siregar Lumbantoruan, Mestika; Sirait, Asima; Brahmana, Nettietalia Br
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manfaat pemberian ASI ekslusif dapat mencegah kematian anak balita dengan memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Besarnya manfaat ASI ekslusif tidak sesuai dengan angka keberhasilan ASI ekslusif secara nasional. Edukasi juga dapat diberikan oleh teman sebaya metode peer education berupa sharing yang mendalam sehingga ibu menyerap informasi dengan baik. Peer education dapat meningkatkan breastfeeding self efficacy (BSE) dan motivasi ibu dalam pemberian ASI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk peningkatan BSE. Pengabdian masyarakat ini melibatakan mahasiswa dan dosen, sasaran 29 orang ibu hamil di Klinik LMT Siregar dengan 2 teman sebaya (peer education). Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi, dan kelompok diskusi teman sebaya yang seluruhnya. Hasil kegiatan diperoleh adanya peningkatan BSE. Rekomendasi setelah kegiatan ini adalah semakin memberdayakan teman sebaya (peer educator) dalam pendidikan kesehatan, penyuluhan secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik.
Edukasi Tentang Pencegahan Stunting Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di BPM Mariana Lumbantoruan, Mestika; Asima Sirait; Netti Etalia Br Brahmana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting memberikan dampak yang buruk pada anak baik pada jangka pendek maupun panjang hingga dewasa, yang dapat mengakibatkan mengurangi kecerdasan, daya tahan tubuh yang lemah hingga beresiko rentan terhadap penyakit. Pengetahuan orangutan yang rendah tentang stunting beresiko lebih tinggi mengakibatkan anak stunting, oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan pemahaman kepada orangtua khususnya ibu melalui pemberian edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting melalui pemberian edukasi sebagai upaya pencegahan stunting di BPM Mariana. Pengabdian masyarakat ini melibatakan mahasiswa dan dosen, sasaran 31 orang ibu yang memiliki bayi, balita dan anakusia prasekolah di Klinik BPM Mariana. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan (pemberian materi), diskusi, demonstrasi. Hasil kegiatan diperoleh edukasi tentang stunting berdampak meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting lebih baik dalam upaya pencegahan stunting pada anak bayi, balita dan anakusia pra sekolah. Rekomendasi setelah kegiatan ini adalah semakin sering dilakukan dalam pendidikan kesehatan, penyuluhan secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik dan menggunakan media yang lebih inovatif.
Edukasi Peningkatan Breastfeeding Self-Efficacy Dalam Upaya Keberhasilan Asi Ekslusif Di Bpm Mariana Lumbantoruan, Mestika; Netti Etalia Br Brahmana; Juneris Aritonang; Kesty Garamba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding Self-Efficacy (BSE) merupakan suatu kepercayaan diri ibu atas kemampuannya menyusui bayi dari bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan (ASI ekslusif). Ibu dengan BSE yang rendah memberikan pengaruh yang buruk pada keberhasilan menyusui. Hasil analisis situasional awal tercatat rendahnya cakupan ASI eksklusif (60%). Hasil wawancara ke 6 orang ibu yang memiliki bayi usia < 6 bulan 4 diantaranya memberikan ASI campur dengan susu formula dan hanya 2 ibu yang masih memberikan full ASI sejakbayi baru lahir. Kegiatan pengabdian masyarakat BPM Mariana, peserta kegiatan adalah ibu hamil trimester 3 berjumlah 31 orang yang bertujuan untuk meningkatkan BSE ibu sebagai persiapan sukses memberikan ASI eksklusif. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan afirmasi positif (pemberian materi), diskusi, demonstrasi. Edukasi dan afirmasi positif mampu meningkatkan Breasfeeding self-efficacy ibu menyusui berdampak kesiapan ibu menyusui ASI eksklusif. Rekomendasi setelah kegiatan ini adalah semakin sering dilakukan dalam pendidikan kesehatan, penyuluhan secara berkesinambungan agar BSE semakin tinggi.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 1-9 BULAN DI PMB MORINA NERI Harianja, Ester Saripati; Lumbantoruan, Mestika; Netti Meilani Simanjuntak; Lala Mutiara; Ria Lestari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6778

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Namun, cakupan imunisasi masih menjadi tantangan global dan nasional. Data World Health Organization tahun 2022 menunjukkan 14,3 juta anak di dunia belum mendapatkan imunisasi (zero dose). Di Indonesia, periode 2019–2023 tercatat 1.356.367 anak tidak menerima imunisasi dasar. Di Provinsi Sumatera Utara, cakupan imunisasi dasar lengkap tahun 2024 baru mencapai 76,61%, masih di bawah target nasional. Rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh kekhawatiran orang tua terhadap suntikan ganda dan efek samping, ketidaksesuaian jadwal pelayanan, pengaruh sosial budaya dan keluarga, rendahnya pengetahuan orang tua, serta maraknya hoaks dan informasi keliru tentang imunisasi. Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 1–9 bulan melalui penyuluhan kesehatan terintegrasi dengan pelayanan imunisasi. Metode: Kegiatan PkM dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 di PMB Morina Neri dengan melibatkan 22 orang tua bayi usia 1-9 bulan. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet serta dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan imunisasi dasar sesuai usia bayi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai imunisasi dasar lengkap dengan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik setelah penyuluhan kesehatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan yang terintegrasi dengan pelayanan imunisasi dasar efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan orang tua bayi usia 1–9 bulan serta mendukung peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap di pelayanan kesehatan primer.