Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Kiwari

Persepsi Penonton Drama Korea Doctor Slump dalam Membentuk Kepercayaan Diri Dwinanda, Devina Adilah; Utami, Lusia Savitri Setyo
Kiwari Vol. 4 No. 1 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i1.33743

Abstract

The development of globalization progress today has brought about major changes in interaction between countries, especially through the spread of global media. The culture of various countries are becoming increasingly diverse and widespread. The Korean entertainment industry has also experienced tremendous development as seen from the Korean Wave phenomenon that is now spreading increasingly throughout the world. As a result, Korea is becoming increasingly famous around the world, it’s culture, food, clothing and various related elements are quickly becoming global trend. Korean drama is one of the major impacts of the Korean Wave. The purpose of this study is to analyze and explain the verbal communication messages contained in the Korean Drama Doctor Slump and how these messages can build self- confidence. The concepts used in this study include popular culture, verbal communication, SOR theory and building self-confidence. The results of this study indicate that the messages in the Korean drama that the audience gets is about symbolic reinforcement. Moral messages such as family, friendship, hard work, and mental health have a strong impact on the audience. Perkembangan kemajuan globalisasi saat ini membawa perubahan besar dalam interaksi antar negara terutama melalui penyebaran media global. Budaya berbagai negara menjadi semakin beragam dan tersebar luas. Industri hiburan Korea juga mengalami perkembangan yang luar biasa terlihat dari fenomena Korean Wave yang kini menyebar semakin seluruh dunia. Hasilnya Korea menjadi semakin terkenal di seluruh dunia, budaya, makanan, pakaian serta berbagai elemen terkaitnya dengan cepat menjadi trend global. Drama Korea yaitu salah satu dampak besar dari Korean Wave. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan pesan komunikasi verbal yang terdapat pada drama Korea Doctor Slump dan pesan tersebut dapat membangun kepercayaan diri. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini meliputi budaya populer, komunikasi verbal, teori SOR dan membangun kepercayaan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesan dalam drama Korea yang di dapat terhadap penonton tentang penguatan simbolik. Pesan moral seperti keluarga, persahabatan, kerja keras dan kesehatan mental yang memberikan dampak kuat bagi penonton.
Peran Komunikasi Artifaktual dalam Membangun Identitas Visual dan Budaya Mahasiswa Fashion di Burgo Indonesia Yessica, Yessica; Utami, Lusia Savitri Setyo
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.34990

Abstract

With cultural diversity, fashion goes beyond aesthetics and becomes a non-verbal communication tool that reflects an individual's identity, social status and values. It is able to shape perceptions and self-image that reflect the visuals and culture that characterise a person. This research wants to know and describe artifactual communication as a visual and cultural identity of fashion students in Burgo Indonesia. This research uses symbolic interaction theory by George Herbert Mead, which explains social symbols and meanings influence human interaction. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews and direct observation of fashion students at Burgo Indonesia. The results showed that the work of fashion students in Burgo Indonesia is aesthetic but also has meaning, reflecting a distinctive visual and cultural identity. The findings contribute to the development of artifactual communication theory as well as providing practical guidance for fashion students in creating design works that combine aesthetics and culture as individual characteristics.   Dengan keberagaman budaya, fashion tidak hanya berbicara estetika, melainkan menjadi alat komunikasi non-verbal yang mencerminkan identitas, status sosial, dan nilai individu. Hal ini mampu membentuk persepsi dan citra diri yang mencerminkan visual dan budaya yang menjadi ciri khas seseorang. Penelitian ini ingin mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi artifaktual sebagai identitas visual dan budaya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead, yang menjelaskan simbol dan makna sosial mempengaruhi interaksi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa fashion di Burgo Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya mahasiswa fashion di Burgo Indonesia estetis tetapi juga memiliki makna, mencerminkan identitas visual dan budaya yang khas. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori komunikasi artifaktual serta memberikan panduan praktis bagi mahasiswa fashion dalam menciptakan karya desain yang memadukan estetika dan budaya sebagai ciri khas individu.
Perilaku Komunikasi Verbal dan Non-verbal Penggemar BTS dalam Akun TikTok @peakaboo__ Utama, Dennys; Utami, Lusia Savitri Setyo
Kiwari Vol. 3 No. 2 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i2.30259

Abstract

Technological developments have brought changes to verbal and non-verbal communication behavior, one of which has an instant impact on BTS fans making it easier to convey messages to their idols by using internet networks, namely social media. The development of social media has made BTS fans build communities through social media, one of which is TikTok. The TikTok application offers features that BTS fans use in verbal and non-verbal communication behavior in the form of a comment column which is used to exchange opinions on videos uploaded by content creators. This research method uses a qualitative approach with a case study method. The aim of this research is to determine and describe the verbal and non-verbal communication behavior of BTS fans in the comment’s column on TikTok accounts. In this research, the concepts used are verbal and non-verbal communication behavior. The results of this research show that verbal communication behavior in the TikTok comment column can be formed from fans' desires to voice every activity involving their idols, while non-verbal communication can be expressed in the form of emoticons where various emoticons can show what fans feel when commenting. Perkembangan teknologi membawa perubahan pada perilaku komunikasi verbal dan non-verbal salah satunya memberikan dampak instan bagi penggemar BTS lebih mudah dalam menyampaikan sesuatu pesan pada idolanya dengan menggunakan jaringan internet yaitu media sosial. Perkembangan media sosial membuat penggemar BTS membina komunitas melalui media sosial salah satunya TikTok. Aplikasi TikTok menawarkan fitur-fitur yang digunakan penggemar BTS dalam perilaku komunikasi verbal dan non-verbal berupa kolom komentar yang digunakan untuk saling bertukar pendapat pada video yang diunggah oleh content creator. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perilaku komunikasi verbal dan non-verbal penggemar BTS dalam kolom komentar di akun TikTok. Pada penelitian ini konsep yang digunakan yaitu perilaku komunikasi verbal dan non-verbal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perilaku komunikasi verbal pada kolom komentar TikTok dapat terbentuk dari keinginan penggemar dalam menyuarakan setiap kegiatan yang melibatkan idolanya sedangkan komunikasi non-verbal dapat diungkapkan dengan bentuk emotikon dimana berbagai emotikon dapat menunjukkan apa yang dirasakan oleh penggemar ketika berkomentar.