Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor Ergonomi Terkait Kenyamanan Ruang Kelas Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang Masruri, Ahmad Ansyori; Patradhiani, Rurry
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 1 (2019): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v4i1.2097

Abstract

Ergonomi diterapkan dalam proses belajar mengajar agar manusia yang terlibat didalamnya yaitu mahasiswa dan dosen merasa nyaman dalam berkegiatan. Dengan adanya rasa nyaman mampu meningkatkan produktivitas dan konsentrasi dalam menuntut ilmu pengetahuan.Rumusan masalah penelitian ini adalah menganalisis dan mengevaluasi faktor ergonomi terkait kenyamanan ruang kelas di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang dalam proses belajar mengajar serta aktivitas lainnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor – faktor ergonomi dalam kenyamanan proses belajar mengajar di ruang kelas Fakultas Teknik tujuan penelitian adalah menganalisis serta mengevaluasi faktor-faktor ergonomi dalam kenyamanan proses belajar mengajar di ruang kelas Fakultas Teknik. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah dengan mengambil sampel ruang kelas di lantai 1, 2, dan 3.Waktu penelitian dilaksanakan kurang lebih enam bulan. Variabel penelitian yaitu pencahayaan, kebisingan, suhu, kebersihan pada ruang kelas di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah. Hasil penelitian adalah tingkat pencahayaan pada ruang kelas fakultas teknik yaitu antara 399.8 – 434.2 lux.Tingkat suhu pada ruang kelas fakultas teknik yaitu antara 28-30 oC.Tingkat kebisingan pada ruang fakultas teknik berada dibawah nilai ambang batas yaitu 39 – 55.5 db. Kebersihan pada ruang kelas fakultas teknik cukup bersih, namun perlu ditingkatkan peran mahasiswa dalam menjaga kebersihan pada ruang kelas agar tercipta lingkungan belajar mengajar yang nyaman.
Identifikasi dan Pengendalian Risiko Penyebab Penyakit Akibat Kerja (PAK) Pada Industri Tahu Pong Goreng Palembang Patradhiani, Rurry; Yasmin, Yasmin; Prastiono, Agung
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 2 (2019): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v4i2.2874

Abstract

Penyakit akibat kerja menjadi perhatian penting saat ini, mengingat penyakit akibat kerja muncul dalam jangka waktu panjang setelah aktivitas berlangsung, sehingga pekerja seringkali mengabaikan risiko-risiko yang muncul yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mitigasi risiko penyebab kecelakaan kerja pada industri tahu pong goreng. Untuk langkah-langkah yang dilakukan yaitu mengidentifikasi risiko proses produksi, menentukan tingkat keparahan, menentukan tingkat keseringan, menghitung nilai risiko, menganalisis dan menetapkan mitigasi risiko. Dari hasil identifikasi dan  penilaian risiko proses produksi tahu pong goreng didapatkan  28 macam risiko didapatkan 42,86 % merupakan risiko sangat tinggi, 50% merupakan risiko tinggi, dan 7,14% merupakan risiko sedang. Mitigasi risiko yang dapat dilakukan untuk proses produksi yaitu rekayasa teknik dengan menambah pelindung pada peralatan dan mesin, pengendalian administrative yaitu menambahkan petunjuk kerja serta menggunakan alat pelindung diri.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PLYWOOD 4 MM MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY Di PT. X ., Riduan; Patradhiani, Rurry
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 3, No 2 (2018): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v3i2.1270

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan hal yang sangat penting untuk perusahaan, agar bisa memenuhikebutuhan konsumen baik dalam bentuk barang maupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Perencananpersediaan bahan baku di PT. X belum direncanakan dengan baik, sehingga masalah yang selalu dihadapi olehperusahaan tersebut adalah biaya yang dikeluarkan baik untuk membeli bahan baku maupun biaya penyimpananmasih sangat tinggi. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data jumlah kebutuhan bahan baku, data biayapemesanan dan data biaya penyimpanan mulai dari bulan Mei 2017 – April 2018. Berdasarkan penelitian yangdilakukan pada PT. X dengan menggunakan metode EOQ mendapatkan hasil dengan jumlah pembelian bahanbaku yang paling ekonomis adalah 46 m3 dengan frekuensi pemesanan sebanyak 4 kali pemesanan dalam satutahun. Total biaya persediaan yang optimal adalah sebesar Rp. 2.807.514, Persediaan pengaman (Safety Stock)sebanyak 4.03 m3, Kayu dan titik pemesanan kembali (Re Order Point) sebanyak 4.71 m3
Pengendalian Kualitas Produk Baja Tulangan Sirip S16 Menggunakan Metode Six Sigma di PT. XYZ Trenggonowati, Dyah Lintang; Patradhiani, Rurry; Salsabilla, Chika Ertanti
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 5, No 2 (2020): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v5i2.3686

Abstract

PT. XYZ merupakan produsen baja terkemuka di Indonesia dengan menghasilkan 2 jenis produk baja yang berkualitas, yaitu baja tulangan (bar mill) dan baja profil (section mill). Pada baja tulangan (bar mill) terbagi menjadi 2 tipe yaitu baja tulangan polos (plain bar) dan baja tulangan sirip (deformed bar). Permintaan pasar pada produk  baja tulangan sirip khususnya pada diameter 16 mm cenderung tinggi mencapai 60% dari keseluruhan produksi. Hasil inspeksi harian bulan Februari pada dimensi D1 banyak terjadi ketidaksesuaian pengukuran berdasarkan 50 sampel yang diambil, diantaranya menunjukan dimensi sebesar 16.2, 20, 19.1, dan 18.7 mm sedangkan dimensi D1 memiliki standar spesifikasi perusahaan yang diterapkan yaitu sebesar 16.6 – 18.2 mm. Sehingga diperlukan pengendalian kualitas pada produk tersebut agar terciptanya kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Selain juga pada dimensi diameter luar 1 sangat rentan terjadi kecacatan. Metode Six Sigma dipandang sebagai pengendalian proses produksi yang menerapkan konsep DMAIC (Define, Measure, Action, Improve, dan Control) dalam peningkatan kualitas. Melalui tahapan yang sistematik tersebut metode ini dapat melibatkan beberapa tools-tools seperti peta kendali, diagram SIPOC, diagram fishbone, dan lain-lain. Nilai Defect per Million Opportunities (DPMO) sebesar 92742.0816 dan nilai sigma sebesar 2.8241 yang berarti kapabilitas kinerja perusahaan pada produksi baja tulangan S16 khususnya diameter D1 merupakan rata-rata industri Indonesia atau dapat dikatakan cukup.
Analisis Postur Kerja Penyebab Kelelahan pada Pengrajin Batik Jumputan Menggunakan Metode Loading on the Upper Body Assessment (LUBA) Patradhiani, Rurry; Maimana, Maimana; Hastarina, Merisha; Nopriansyah, Beno
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 2 (2021): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v6i2.3995

Abstract

Industri Batik Jumputan Palembang sebagai salah satu industri yang saat ini proses produksinya masih dilakukan secara manual dengan posisi duduk dan berdiri dalam jangka waktu yang lama. Aktivitas yang dilakukan dengan jangka waktu yang lama dengan postur kerja yang tidak alamiah dapat menimbulkan risiko cedera pada pengrajin. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menilai postur kerja dengan metode loading upper on the body assessment (LUBA) sehingga nantinya dapat diketahui tingkat risiko ergonomi pada pengrajin batik dan memberikan rekomendasi usulan perbaikan dari hasil pengukuran tingkat risiko ergonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah LUBA dimana metode ini untuk melihat nilai ekstrimitas postur tubuh saat bekerja. Dari hasil pengolahan data didapatkan hasil bahwa 4 aktivitas berada pada kategori II dengan perlunya penyelidikan lebih lanjut dan perubahan korektif tetapi tidak segera, dan 5 aktivitas berada pada kategori III yaitu memerlukan Tindakan korektif dengan mendesain ulang tempat kerja atau metode kerja dengan segera. Serta untuk usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan meja kerja untuk beberapa aktivitas seperti pembuatan warna, pewarnaan, pencucian serta melipat kain. Dengan penambahan meja kerja ini diharapkan dapat mengurangi risiko cedera serta dapat menciptakan postur kerja yang alamiah dan ergonomi.
PERENCANAAN PERAWATAN MESIN BATCHING PLANT DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) (STUDI KASUS PT. WASKITA BETON PRECAST TBK Putra, Andi; Patradhiani, Rurry; Wisudawati, Nidya
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 3, No 2 (2018): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v3i2.1271

Abstract

PT. Waskita Beton Precast merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur Beton precast dan ready mix. Permasalahan perusahaan adalah tingginya waktu kerusakan mesin batching plant di unit penyimpanan dan penyalur material yang mengakibatkan sistem produksi terhenti (downtime). Berdasarkan permasalahan, perlu dilakukan pengembangan sistem perawatan dengan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). Hasil pengolahan data metode RCM, nialai FMEA tertinggi adalah komponen solenoid, hasil analisis LTA, komponen belt conveyor, vanbelt dan solenoid tergolong kategori outage problem, sedangkan saringan agregat hanya economic problem. Hasl pemilihan tindakan komponen dalam ketegori Condition Directed (CD) yaitu komponen solenoid, kategori Finding Failure (FF) yaitu saringan agregat dan kategori Time Directed (TD) yaitu belt conveyor dan vanbelt. Komponen dalam kategori Time Directed (TD) dilakukan perhitungan interval penggantian komponen berdasarkan kriteria Total minimum downtime (TMD). Hasil perhitungan Total minimum downtime (TMD) didapatkan pergantian/perawatan selama 23 hari untuk komponen belt conveyor dan 14 hari untuk komponen vanbelt. Usulan perawatan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat menurunkan downtime sebesar 12,89% dari tingkat downtime 3,46% menjadi 2,91% yang artinya menurunkan rata-rata waktu downtime dari 25 jam/bulan menjadi 21 jam/bulan.
Model Penilaian Kinerja Green Supply Chain Management dengan Pendekatan Green Supply Chain Operation Reference Untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan Patradhiani, Rurry; Anugrah, Bima; Wisudawati, Nidya; Yasmin, Yasmin
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 8, No 1 (2023): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v8i1.5996

Abstract

Green Supply Chain Management didefenisikan sebagai aktifitas manufaktur yang ramah lingkungan (Green Manufacturing), kegiatan pendistribusian yang juga ramah lingkungan (Green Distribution) serta reserve logistic. UKM Kain Jumputan merupakan salah satu UKM yang ada di Kota Palembang. Penelitian ini mengenai penilaian kinerja Green Supply Chain Management di UKM Kain Jumputan agar UKM ini dapat terus mengembangkan usahanya dengan baik serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil pengukuran kinerja yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode Green SCOR Untuk mengukur kinerja Green Supply Chain Management kemudian didukung dengan metode pembobotan AHP. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai kinerja sebesar 79,4. Hal ini berarti UKM tersebut dalam kategori Good. Namun terdapat 6 KPI dari 24 KPI yang membutuhkan perbaikan. Perbaikan yang disarankan pada UKM diantaranya Percentage supplier with an EMS, Recycleable waste, Sewege treatment plant cost, Defective product recycleable, Percentage of solid waste recycling, Percentage of waterwaste recycling Green Supply Chain Management is defined as environmentally friendly manufacturing activities (Green Manufacturing), distribution activities that are also environmentally friendly (Green Distribution) and reserve logistics. JUmputan Cloth UKM is one of the UKM in Palembang City. This research is about evaluating the performance of Green Supply Chain Management in the Jumputan Fabric UKM so that these UKM can continue to develop their business well and provide recommendations for improvements based on the results of performance measurements that have been carried out. This study uses the Green SCOR method to measure the performance of Green Supply Chain Management and is supported by the AHP weighting method. From the calculation results obtained a performance value of 79.4. This means that the UKM is in the Good category. However, there are 6 out of 24 KPIs that need improvement. Suggested improvements for SMEs include Percentage supplier with an EMS, Recycleable waste, Sewege treatment plant costs, Recycleable Defective products, Percentage of solid waste recycling, Percentage of waterwaste recycling
Analisis Efektivitas Mesin Creeper Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Indsutri Karet PT. XYZ Azhari, Muhammad; Patradhiani, Rurry
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 8, No 2 (2023): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v8i2.6702

Abstract

Pemeliharaan dan penanganan mesin yang tidak tepat dapat menyebabkan menurunnya tingkat produktivitas dan efisiensi mesin. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan Crumb rubber. Permasalahan pada PT XYZ terdapat pada banyaknya downtime yang terjadi pada mesin Creeper serta kurang maksimalnya jumlah produksi yang menyebabkan kurangnya efektivitas total mesin keseluruhan (OEE) pada mesin Creeper. Untuk dapat meningkatkan produktivitas mesin maka perlu diketahui nilai efektivitas mesin perhintungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Faktor yang mempengaruhi dalam perhitungan nilai OEE adalah Availability Ratio, Performance Effeciency Ratio, dan Rate Of Product. Setelah didapatkan nilai OEE maka dapat diidentifikasi penyebab permasalahan yang terjadi dengan menggunakan Fishbone diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai OEE pada mesin Creeper 87,24% nilai efektivitas ini telah memenuhi nilai standar OEE yaitu 85%. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektifitas mesin dengan cara Preventive Maintenance secara berkala untuk menjaga performasi mesin.
Optimalisasi Kinerja Gudang di PT. AB: Integrasi Strategis Analytical Hierarchy Process dan Balanced Scorecard Rosyidah, Masayu; Malfitrah, M Fadli; Patradhiani, Rurry; Oktarini, Devie
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 9, No 1 (2024): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v9i1.7948

Abstract

This research aims to optimize the warehouse performance of PT. AB through the integration of the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Balanced Scorecard (BSC) methodology. Facing challenges in warehouse operations, such as equipment reliability and labor efficiency, this study applies AHP to identify and prioritize critical factors that influence warehouse performance. Next, the BSC is used to evaluate warehouse performance from four perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth. The research results show that equipment reliability, labor efficiency, and inventory management are key areas that need to be improved to optimize warehouse performance. BSC analysis revealed the need to improve delivery timeliness, storage quality and efficiency of logistics processes. This research provides strategic insights for continuous improvement in PT warehouse operations. Sunan Rubber, supports strategic and operational decision making to increase efficiency and effectiveness.B
Penurunan Risiko Kerja Pemanen Kelapa Sawit Berbasis Job Strain Index Patradhiani, Rurry; Pandri, Pandri; Wisudawati, Nidya; Yasmin, Yasmin
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 9, No 1 (2024): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v9i1.7942

Abstract

Aktivitas proses memanen kelapa sawit yang dilakukan secara manual, mulai dari memotong pelepah sawit, memotong tandan buah segar, memasukkan tandan buah segar ke kereta angkut, mendorong kereta angkut ke pengumpulan, mengangkat tandan buah segar ke truk angkut, semua aktivitas menggunakan tangan yang dikerjakan secara berdiri dalam jangka waktu yang lama, sehingga hal ini berisiko menimbulkan keluhan sakit pada bagian pergelangan tangan, punggung, bahu dan leher pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi pada proses panen kelapa sawit dan memberikan rekomendasi perbaikan perancangan metode kerja bagi pekerja panen kelapa sawit. Penilaian tingkat risiko ergonomi menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Job Strain Index (JSI). Dari hasil penilaian menunjukan bawah tingkat risiko ergonomi berdasarkan metode NBM didapatkan keluhan dominan yang terjadi pada pekerja dirasakan pada bagian tubuh pinggang, siku kanan dan siku kiri. Sedangkan untuk metode JSI terdapat 1 aktivitas kerja dengan tingkat resiko rendah, 3 aktivitas kerja dengan tingkat risiko sedang, dan 1 aktivitas kerja dengan tingkat resiko tinggi. Untuk rekomendasi perbaikan metode kerja  dengan memberikan alat bantu pada proses pemindahan tandan buah segar, seperti menggunakan mesin egrek, belt conveyor, Scissor lift trailer untuk mengurangi risiko cedera pada pekerja.