Articles
IMPLEMENTASI METODE ALGORITMA C4.5 DALAM PENENTUAN TARIF ANGKOT DI KOTA MEDAN
Labuan Nababan
JSIK (Jurnal Sistem Informasi Kaputama) Vol 5, No 2 (2021): Volume 5, Nomor 2 Juli 2021
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1234/jsik.v5i2.490
Kota Medan merupakan ibukota propinsi Sumatera Utara sangat berkembang cukup pesat. Jumlah penduduk yang bertambah dari hari ke hari menyebabkan bertambah pula tingkat volume kendaraan. Angkutan kota atau sering disebut Angkot adalah salah satu sarana perhubungan dalam kota dan antar kota yang banyak digunakan di Indonesia, berupa mobil jenis minibus atau van yang dikendarai oleh seorang sopir dan kadang juga dibantu oleh seorang kenek. Setiap jurusan dibedakan melalui warna armadanya atau melalui kode angka. Tarif angkot biasanya ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat, namun orang kebanyakan penumpang jarak pendek atau jarak jauh sering membayar dengan biaya yang sama atau lebih sedikit. Hal ini membuat para supir angkot terkadang kecewa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan sebuah metode untuk membantu kinerja yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan. Metode yang saya gunakan dalam Penentuan Tarif Angkot pada penelitian ini adalah Data Mining Algoritma C4.5. Algoritma C4.5 adalah algoritma klasifikasi data bertipe pohon keputusan yang dibangun dengan beberapa tahap yang meliputi pemilihan atribut sebagai akar, membuat cabang untuk tiap-tiap nilai dan membagi kasus dalam cabang. Tahapan-tahapan ini akan diulangi untuk setiap cabang sampai semua kasus pada cabang memiliki kelas yang sama. Dari penyelesaian pohon keputusan maka akan didapatkan beberapa rule, yang dijadikan sebagai keputusan dalam penentuan tarif Angkot.
PERANCANGAN SISTEM GPS PEMANTAU KECEPATAN KENDARAAN UNTUK PENCEGAHAAN KECELAKAAN PADA SISWA SMK TRITECH INFORMATIKA MEDAN
Dedi Leman;
Labuan Nababan
JSIK (Jurnal Sistem Informasi Kaputama) Vol 3, No 2 (2019): VOLUME 3, NOMOR 2, EDISI JULI 2019
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1234/jsik.v3i2.168
In adolescence humans cannot be called adults but cannot be called children. Adolescence is the transition period of humans from children to adults. In this time, sometimes someone is looking for identity, a vehicle is a means of land transportation that is very useful in daily life, especially work that demands mobility. But the lack of a warning system and supervision of drivers often makes the vehicle a killing machine. To reduce the number of accidents due to motorists who like to exceed safe speed limits, it is necessary to monitor drivers to give a warning. With the existence of this system, it is expected that the related parties can find out the behavior of drivers and provide a warning if it is proven to often violate the safe speed limit set. The test results of SkyNav SKM53 GPS speed data give the smallest error value of 3.851 km / hr and the biggest error is 9.089 km / hr. This error can be corrected by multiplying the GPS speed data with a constant of 1.1457 which is a graphical gradient of the GPS speed ratio of the vehicle speed resulting in the smallest error of 1.467 km / h and the biggest error of 3.173 km / hr.
PENERAPAN METODE CASE BASED REASONING UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT PADA BURUNG LOVERBIRD
Vivi Elvina Simanjutak;
Labuan Nababan;
Fina Nasari
Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi 2018: Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SENSITEK)
Publisher : STMIK Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30700/pss.v1i1.251
The Expert System is one part of Artificial Intelligence that contains the knowledge and experience inserted by many experts into a particular area of knowledge, so that everyone can use it to solve specific problems, in this case the diagnosis of the disease in lovebird birds. Bird lovebird is one type of grain-eating birds. The colors, sounds and funny behavior make lovebird birds one of the options as a pet. But lovebirds are also susceptible to disease. By utilizing the Case Based Reasoning method, an application can be generated to diagnose lovebird bird disease. With the hope that this system can be used as a means or as a knowledge in maintaining the health of lovebird birds and help you to get optimal results in maintaining the growth of each lovebird bird. The Case Based Reasoning Method (CBR) is used in the Lovebird Bird Disease Diagnostic application using Nearest Neighbor Calculations, where new case data will be compared against the old case data in the database, and then calculated the similarity criteria based on the formula or the applicable terms.Kata kunci: Sistem Pakar, Lovebird Bird, Diagnosis, Case Based Reasoning.
Sistem Pencegahan Kecelakaan Pada Remaja Dengan Pemantauan Kecepatan Kendaraan Berbasis GPS dengan Pesan Sebagai Media Pengiriman Data (Studi Kasus : Sekolah SMK Tritech Informatika Medan)
Dedi Leman;
Labuan Nababan
RJOCS (Riau Journal of Computer Science) Vol. 5 No. 1 (2019): Riau Journal of Computer Science
Publisher : RJOCS (Riau Journal of Computer Science)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.399 KB)
|
DOI: 10.30606/rjocs.v5i1.1701
In adolescence humans cannot be called adults but also cannot be called children. Adolescence is a human transition from children to adults. Nowadays someone is looking for identity, many teenagers are wrong in getting along, including racers, because teens that use transportation are one of the choices of the community to support their daily activities. The number of transportation accidents on the highway Indonesia can answer high. Repair motorbikes and increase speed on city roads so that it is directly proportional to avoiding accidents. To reduce the number of accidents because the driver is increasing, it is necessary to improve the driver Follow the Attendance System, the parties involved can find out about the driver and often provide proven facts about the specified speed limit. The Global Positioning System (GPS) application in the transportation sector, especially in the speed system for motorbike riders, is an integration of three technologies, namely GPS positioning technology
A A RESOURCE ALLOCATION PROBLEM IN HIGHER EDUCATION WITH INTEGRATED MULTICRITERIA DECISION MAKING
dame ifa sihombing;
Lamtiur Sinambela;
Labuan Nababan
Sepren Vol 1 No 02 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v1i02.219
This paper analyzes forms of resource allocation problems in higher education. Resource allocation is one of the major decision problems arising in higher education. Resources must be allocated optimally is such a way that performance of universities can be improved. It combines two of the most extended multicriteria decision making techniques: the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Goal Programming (GP). The AHP approach is used in evaluation all criteria such as qualitative and quantitative factors. Then the Goal Programming (GP) model incorporating the constraints to select the best set of all goals without exceeding the limited avalaible resources. In this paper two commercial packages are used : Expert Choice for determining the AHP priority ranking of the projects, and LINGO 17 for solving the GP model.
PENYULUHAN PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS LINGUISTIK FORENSIK DI KEPOLISIAN SEKTOR GALANG
Sarma Panggabean;
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela;
Febrika Dwi Lestari;
Dame Ifa Sihombing
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v5i2.699-707
Perkembangan teknilogi sekarang ini mengahruskan setiap manusia mengikuti perkembangan tersebut, salah satunya dalam membantu kinerja manusia guna mempermudah pekerjaan secara cepat dan tepat. Sayangnya Polsek Galang mengalami kendala dalam pengolahan data seperti Terjadinya redundansi data anggota SatResKrim yang menangani kasus kriminal, sebagai akibat dari pencatatan secara berulang-ulang setiap ada laporan dari masyarakat. Kurang tertatanya penyimpan data anggota masyarakat yang pernah terlibat dalam kasus kriminal tertentu, Banyaknya penggunaan kertas sebagai media pengarsipan data, Tidak adanya otomatisasi Laporan Polisi dengan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat sesudahnya, sehingga penyidik harus kembali mengkaji dengaan teliti laporan yang ada. Tidak optimalnya metode pencarian data dalam satu berkas. Report-report tidak dibuat secara otomatis oleh perangkat lunak. Sehingga pada saat melakukan laporan periode, seorang penyidik harus membongkar berkas yang sudah disimpan di ruangan penyimpanan barang.. Aplikasi yang dirancang bertujuan untuk memudahkan pihak Polsek dalam proses pengolahan data yaitu membuat form data kepolisian, Form Pelapor, form Pelaku, form Pelaporan polisi yang nantinya akan dibuat dalam proses pencarian data secara cepat, dan juga akan dibuat report dari semua form tersebut. Tentu saja ini membutuhkan keterampilan polsek Galang dalam merancang penggunaan databasenya. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya melaksanakan Penyuluhan Penggunaan Perangkat Lunak Data Base Management System Berbasis Linguistik Forensik dalam pengelolaan data kasus perkara Kepolisian Sektor Galang. Yang dapat meningkatkan kinerja polsek Galang lebih cepat, mudah dan akurat.
PENGGUNAAN METODE WINTER EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM MEMPREDIKSI PERSEDIAAN PUPUK ANORGANIK PADA CV MAJU JAYA
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela;
Jane Elnovreny
JSIK (Jurnal Sistem Informasi Kaputama) Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2 Juli 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1234/jsik.v6i2.1126
Banyak sedikitnya persediaan pupuk pada toko ditentukan oleh bayaknya kebutuhan masyarakat petani yang membeli dan dipengaruhi harga hasil petanian, Semakin tinggi hasil pertanian semakin tinggi juga daya beli masyarakat terutama dalam membeli pupuk anorganik. Untuk memenuhi persediaan barang pada sebuah perusahaan dagang melakukan pembelian dan selanjutnya barang yang dibeli akan dijual kembali kepada konsumen. CV Maju Jaya yang menjual aneka pupuk anorganik terletak di Kecamatan Lintong Nihuta, Provinsi Sumatera Utara yang mayoritas penduduknya adalah bertani. Persediaan merupakan bagian yang sangat besar dari keseluruhan asset yang dimiliki perusahaan dan merupakan bukti betapa pentingnya persediaan barang dagangan untuk kegiatan pembelian dan penjualan dalam operasi pasar. CV Maju Jaya yang bergerak dalam bidang penjualan Pupuk Anorganik dalam skala besar, sering mengalami kendala dalam hal persediaan pupuk. Sehingga sering terjadi penumpukan atau kekurangan pupuk yang akan disalurkan pada masyarakat. Ketika terjadi pemesanan mendadak waktu antara pemesanan barang sampai dengan barang tiba memerlukan waktu yang cukup lama. Hal ini sangat merugikan masyarakat petani karena konsumen yang ingin memesan tidak dapat dilayani untuk beberapa waktu, sehingga konsumen dapat kecewa dan menyebabkan pendapatan menurun bahkan akan beralih ke toko yang lain. Sistem yang berjalan masih manual dan dicatat dalam buku sehingga dalam pembuatan laporan persediaan dan penyampaian laporan membutuhkan waktu yang lama serta kurang akurat, dengan masalah tersebut, maka dibutuhkan sebuah metode untuk prediksi persediaan pupuk yaitu dengan Metode winter exponential smoothing sangat tepat untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh CV Maju Jaya, dan merancang sebuah sistem yang sudah terkomputerisasi berupa pembuatan aplikasi yang memudahkan untuk pencatatan transaksi penjualan dan persediaan serta pembuatan laporan. sehingga dalam menentukan jumlah persediaan produk pupuk anorganik bisa dengan cepat diperoleh, dan dapat mengatasi terjadinya penumpukan dan kukurangan stok pupuk yang akan disediakan CV. Maju Jaya.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN BEDAH RUMAH KELUARGA MISKIN MENGGUNAKAN METODE MOORA
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 2, No 2 (2018): EDISI JULI 2018
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.601 KB)
Metode moora digunakan untuk menguji coba dalam menentukan kelayakan yang bertujuan untuk mengetahui akurasi dengan nilai yang diperoleh oleh sistem. Uji coba yang digunakan diberikan pada nilai bobot kriteria yang paling tinggi dan ujicoba modifikasi yang bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kriteria yang dapat ditambahkan.dimana system pendukung keputusan adalah suatu system yang dapatmenyelesaikan masalah yang terjadi didalam penentuan peringkat dengan cepat serta dapat mengetahui nilai tertinggi sampai terendah dalam sebuah seleks. Desa Bintang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sidikalang kabupaten Dairi Sumatra Utara. Dilihat dari sudut pandang perekonomian, pendidikan dan kehidupan sosial termasuk dalam zona masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah atau bisa dikatakan masyarakat kurang mampu. Belakangan ini pemerintah sering memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada keluarga yang kurang mampu yang dikelola oleh kepala desa. dikarenakan sangat sulit mendapatkan data-data yang akurat dan benar-benar nyata mengenai kemampuan masyarakat kurang mampu sehingga selama ini dalam pembagian kelayakan bedah rumah tidak tepat sasaran dan tidak merata, sehingga yang memperoleh bukannya orang yang kurang mampu atau rumahnya tidak layak huni melainkan keluarga mampu yang kehidupannya menengah ke atas. Sehingga kepala desa mengalami kesulitan dalam menentukan kelayakan bedah rumah. Dengan adanya kendala dan masalah tersebut, penulis meneliti karya ilmiah ini menggunakan system pendukung keputusan dengan penggunaan metode moora. Hal ini memberikan kemudahan pada kepala desa dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kriteria yang digunakan.
Perancangan Aplikasi Jadwal Kuliah Ganti Mahasiswa Pada Stie Eka Prasetya Medan Berbasis Android
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela;
Jane Elnovreny
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1 Januari 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
STIE Eka Prasetya Medan merupakan kampus yang mahasiswanya mayoritas sudah bekerja. Sehingga proses perkuliahan hanya dilakukan jadwal malam yang dimulai pada jam 18.00 sampai jam 21.00. Mahasiswa kadang kala tidak dapat mengikuti perkuliahan sesuai dengan waktu yang ditentukan dikarenakan pekerjaan mereka dikantor banyak, sehingga mereka harus lembur. Dengan kondisi seperti ini meraka akan ketinggalan materi perkuliahan dari dosen yang bersangkutan. Dengan kondisi seperti ini mereka harus mencari waktu lain sesuai dengan dosen yang bersangkutan untuk mengikuti materi perkuliahan yang ketinggalan. Pada saat ini kampus masih memiliki sistem yang masih manual yaitu mengenai pengambilan jadwal kuliah ganti. Pada proses ini mahasiswa harus datang ke Kampus dan melakukan pengajuan jadwal kuliah terhadap pertemuan yang kurang. Sehingga terdapat beberapa faktor yang menjadi masalah yaitu membutuhkan waktu yang lama, terbuangnya waktu bekerja mahasiswa. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibuat sebuah aplikasi sistem informasi jadwal kuliah berbasis android yang mempermudah pengguna seperti bagian Administrasi dan mahasiswa karena prosesnya sudah terkomputerisasi dan untuk mahasiswa disediakan aplikasi mobile sehingga dapat melakukan pengajuan permohonan dimana pun dan kapan pun sesuai jangka waktu yang ditentukan. Dengan demikian akan Mempermudah admin maupun mahasiswa serta dosen yang bersangkutan dalam proses jadwal kuliah dikarena system pada aplikasi sudah di atur sesuai peraturan yang berlaku. Aplikasi ini menggunakan database online sehingga setiap proses penambahan atau pengahapusan data akan berjalan cepat atau realtime dan digunakan pada platform android. Serta Aplikasi akan sangat membantu mahasiswa dalam melakukan pembuatan pengajuan karena sudah diterapkan system filter data yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
PENERAPAN METODE CPI DALAM PENENTUAN CARA TERBAIK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR MENGAJAR (STUDI KASUS UPH MEDAN)
Lamtiur Sinambela;
Labuan Nababan;
Jane Elnovreny
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2 Juli 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses belajar mengajar yang dilakukan dosen merupakan suatu permasalah yang perlu diperhatikan guna terciptanya kualitas proses belajar mengajar. Dengan adanya Tenaga pengajar yang berkualitas membuat suatu kampus dapat berdiri dengan kokoh, bertumbuh dan berkembang dengan pesat dan menjadi besar. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara semua Pengajar dan pemimpin kampus. Pimpinan kampus menganggap Tenaga pengajar yang bekerja di kampus merupakan roda penggerak yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perkuliahan di UPH Medan. Penentuan cara terbaik dilakukan secara periodik dengan tujuan agar dosen selalu memacu semangat dalam dirinya untuk terus meningkatkan atau bahkan tetap mempertahankan dedikasi dan kinerjanya setiap saat. Masalah yang timbul saat ini banyak dosen dalam proses mengajar kurang menguasai materi yang disampaikan sehingga banyak mahasiswa kurang paham dan tidak mengerti akan materi yang diajarkan oleh dosen, yang dilatarbelakangi dengan beberapa hal yaitu dalam penyampaian materi, bahasa yang digunakan, materi yang tidak update dan banyak hal yang membuat pemahaman mahasiswa kurang mengerti dengan cara dosen mengajar. Kondisi tersebut membuat siswa memberikan penilaian kepada dosen yang kurang memuaskan. Untuk mengatasi masalah tersebut pihak kampus melakukan evaluasi kinerja Dosen untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pengajaran yang kurang efektif. Dengan menggunakan Metode Composite Performance Index hasil yang didapatkan lebih cepat dan akurat serta mengetahui apa saja statement dosen yang perlu diperbaiki. Dengan menggunakan metode Composite Performance Index setiap dosen mengetahui urutan terendah dan tertinggi terhadap kriteria yang ditentukan sehingga dosen setiap mengajar sudah paham apa yang diharapkan mahasiswa sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan dan pihak manajemen kampus dapat mengevaluasi tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Dosen dalam proses belajar mengajar yang dapat mempengaruhi kualitas mahasiswa.ABSTRAKProses belajar mengajar yang dilakukan dosen merupakan suatu permasalah yang perlu diperhatikan guna terciptanya kualitas proses belajar mengajar. Dengan adanya Tenaga pengajar yang berkualitas membuat suatu kampus dapat berdiri dengan kokoh, bertumbuh dan berkembang dengan pesat dan menjadi besar. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara semua Pengajar dan pemimpin kampus. Pimpinan kampus menganggap Tenaga pengajar yang bekerja di kampus merupakan roda penggerak yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perkuliahan di UPH Medan. Penentuan cara terbaik dilakukan secara periodik dengan tujuan agar dosen selalu memacu semangat dalam dirinya untuk terus meningkatkan atau bahkan tetap mempertahankan dedikasi dan kinerjanya setiap saat. Masalah yang timbul saat ini banyak dosen dalam proses mengajar kurang menguasai materi yang disampaikan sehingga banyak mahasiswa kurang paham dan tidak mengerti akan materi yang diajarkan oleh dosen, yang dilatarbelakangi dengan beberapa hal yaitu dalam penyampaian materi, bahasa yang digunakan, materi yang tidak update dan banyak hal yang membuat pemahaman mahasiswa kurang mengerti dengan cara dosen mengajar. Kondisi tersebut membuat siswa memberikan penilaian kepada dosen yang kurang memuaskan. Untuk mengatasi masalah tersebut pihak kampus melakukan evaluasi kinerja Dosen untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pengajaran yang kurang efektif. Dengan menggunakan Metode Composite Performance Index hasil yang didapatkan lebih cepat dan akurat serta mengetahui apa saja statement dosen yang perlu diperbaiki. Dengan menggunakan metode Composite Performance Index setiap dosen mengetahui urutan terendah dan tertinggi terhadap kriteria yang ditentukan sehingga dosen setiap mengajar sudah paham apa yang diharapkan mahasiswa sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan dan pihak manajemen kampus dapat mengevaluasi tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Dosen dalam proses belajar mengajar yang dapat mempengaruhi kualitas mahasiswa.