Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EFEKTIFITAS ZAKAT DALAM MERESPONS KRISIS KEMANUSIAAN DAN KESENJANGAN EKONOMI KELUARGA MUSLIM Suhaili, Achmad
JURNAL HAKAM Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v8i1.8964

Abstract

Sebagai Negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai kesempatan besar dalam pengumpulan zakat yang dapat digunakan oleh yang membutuhkan (Mustahik). Zakat sangat berperan dalam mengatasi krisis kemanusiaan dan kesenjangan ekonomi keluarga muslim. Krisis kemanusiaan dalam hal ini adalah situasi di mana banyak individu atau kelompok mengalami penderitaan dan kebutuhan yang mendesak akibat bencana alam, konflik, atau faktor-faktor lainnya. Kesenjangan ekonomi merupakan adanya perbedaan atau disparitas antara kelompok atau individu dalam hal pendapatan, kekayaan, akses terhadap pendidikan, pekerjaan, atau sumber daya ekonomi lainnya. Kesenjangan ekonomi mencerminkan ketidaksetaraan distribusi ekonomi di dalam suatu Masyarakat Persoalannya kemudian adalah apakah zakat telah diyakini sebagai suatu asset, dalam ghirah pertumbuhan dan pemerataan sosio ekonomi, ataukah sekedar amaliyah ritual (ibadah mahdah), serta baagaimana zakat dapat dikelola secara manajemen kelembagaan, sehingga zakat tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga produktif, dengan system pengelolaan Zakat secara professional dan adanya SDM pengelola zakat yang berintergritas diharapkan bisa menjadikan Zakat berperan lebih besar dalam meningkatkan kapasitas kesejahteraan keluarga muslim. Penanganan krisis kemanusiaan dan mengurai kesenjangan sosial harus menjadi agenda bersama umat Islam Indonesia. Dalam konteks hukum keluarga Islam, zakat dapat digunakan untuk membantu memenuhi kewajiban finansial keluraga, seperti pemenuhan nafkah, dan pembiayaan pendidikan anak-anak. Dengan memberikan zakat, seseorang dapat memastikan bahwa keluarga yang kurang mampu dapat memenuhi kewajiban hukum keluarga mereka, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi beban krisis kemanusiaan dalam keluarga tersebut. Sedangkan dalam pendekatan teori system sosial, zakat merupakan bagian dari sistem yang besar yang mencakup penerima zakat, pemberi zakat, dan lembaga-lembaga yang mengelola distribusi zakat. Hal tersebut harus dilaksanakan secara integral dan professional untuk mencapai substansi zakat.Kata Kunci: Zakat, Krisis Kemanusiaan, Kesenjangan Ekonomi Keluarga Muslim.
Relevansi Batas Usia Perkawinan dalam Membentuk Keluarga Sakinah Suhaili, Achmad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 1 No 1 (2018): 2018
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.827 KB)

Abstract

Marriage in Islamic view is something noble and sacred, meaning worship to Allah, follow the Sunnah of the Prophet and carried out on the basis of sincerity, responsibility, and follow the legal provisions to be heeded. In Law No. 1 of 1974 on Marriage of Chapter I, article 1, marriage is a spiritual bond between a man and a woman as a husband and wife in order to form a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. Whereas the purpose of marriage is as God says s.w.t. in the letter of Ar-Rum verse 21 "And among His signs is He created for you a life partner of your own kind, that ye may till and feel at peace with him and make Him among you compassion (mawaddah warahmah). Verily in that is a sign of His greatness to those who think. " Mawaddah warahmah is God's gift given to man, when man does marriage. To realize the lofty ideals (Sakinah Mawaddah wa Rahmah), it takes careful preparation for the bride and groom candidate, among others is the age limit of the bride's second marriage. Concerning the age of marriage in the Qur'an is not explained implicitly but Nash is mentioned, so there are some interpretations about the minimum age of marriage, whereas in positive law in Indonesia as mentioned in Article 7 of Law Number 1 Year 1974 on Marriage imposes an age limit on any person who will perform marriage with the age of 19 years for men and 16 years for women. Orientation of the rule is aimed to realize the noble ideals of marriage "Household Sakinah Mawaddah wa Rahmah"
Konsep Percaya Diri Dalam Al Qur’an Dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Manusia Suhaili, Achmad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 2 No 1 (2019): 2019
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.358 KB) | DOI: 10.35132/albayan.v2i1.55

Abstract

Self-confidence is an aspect of the human personality that functions important to actualize its potential. Without self-confidence, many problems will arise in humans. With the presence of confidence, someone will get along easily. Facing people who are older, smarter and richer, they are not ashamed to be awkward. They will dare to show themselves as they are, without prominently-highlighting excesses and covering up shortcomings. This is because people who are confident have truly understood and trusted their condition, so that they have been able to accept their condition as they are. Does the Qur'an talk about the concept of self-confidence? And how does the Qur'an talk about the concept of self-confidence? Of course there is no verse of the Qur'an that speaks of self-confidence lexically "al tsiqah bi al nafs" translation from confidence. However, there are many verses of the Qur'an that talk about human concepts according to the Qur'an and calls to believe in their ability to change, never be afraid and worried, do not be anxious and so on that need to be assessed thematically. According to Izzatul Jannah, the higher a person's faith, the higher the level of confidence. In the Qur'an it is stated that self-confidence in the form of a comfortable feeling of peace, without feeling sad, afraid and worried will come to those who believe in Allah swt. "Those who say:" Our Lord is God "then they affirm their position, the angels will come down to them (by saying): "Do not be afraid and do not feel sad; and delight in (obtaining) the heaven that God has promised you "(Fusshilat: 30) Confidence in the Qur'an starts from a noble conception of mankind, namely the Khalifah of Allah, the best of creatures, and creatures that are free of will. The concept of self-confidence in the Qur'an begins with having a Self Concept (Ma’rofatun Nafsi), Positive Thinking, Faith and Charity, Tawakalkepada Allah, Gratitude, and Muhasabah (Self Evaluation).
Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Penerapan Hukum Islam Di Indonesia Suhaili, Achmad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 2 No 2 (2019): 2019
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.612 KB) | DOI: 10.35132/albayan.v2i2.77

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak yang secara alamiah diperoleh seseorang sejak lahir, karena itu HAM sejalan dengan ftrah manusia itu sendiri. HAM pada hakikatnya merupakan anugrah Allah kepada semua manusia. Dilihat dari kodrat manusia, hakekatnya telah dianugerahi hak-hak pokok yang sama oleh Allah SWT. Hak-hak pokok inilah yang disebut sebagai hak asasi manusia (HAM). HAM yang melekat pada diri manusia, bersifat kodrati, universal, dan abadi berkaitan dengan martabat dan harkat manusia itu sendiri. HAM juga menjadi keharusan dari sebuah negara untuk bisa menjaminnya dalam konstitusinya. Karena Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, di jungjung tinggi, di lindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat martabat manusia. Ajaran Islam meliputi seluruh aspek dari sisi kehidupan manusia, dan tentu saja telah tercakup di dalamnya aturan dan penghargaan yang tinggi terhadap hak asasi manusia (HAM). Namun memang tidak dalam satu dokumen yang terstruktur, tetapi tersebar dalam ayat-ayat suci alQuran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Islam, selalu konsisten dalam penerapan Hukum Islam yang senantiasa mensandingkan prinsipnya dengan Nilai-nilai Hak Asasi Manusia yang harus di lindungi oleh Negara dan Pemerintah.
Memahami Konsep Al-Qur'an Tentang Birrul Walidain: Kewajiban Dan Penghormatan Kepada Orangtua Dalam Islam Suhaili, Achmad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 6 No 2 (2023): 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v6i2.430

Abstract

menghormati orang tua merupakan sebuah keharusan dalam islam, terdapat ayat-ayat di dalam al-qur’an yang menyatakan bahwa segenap mukmin harus berbuat baik dan menghormati orang tua. al-qur’an juga menegaskan kaumnya untuk menunjukkan rasa bersyukur kepada allah untuk menghormati orang tua. islam begitu memperhatikan dalam hal mendidik anak, karena keberadaan anak-anak sekarang adalah generasi masa depan. berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis merumuskan beberapa pokok permasalahan yaitu konsep birrul walidain dalam al qur’an dan implementasinya dalam kehidupan keluarga.birrul walidain mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran islam. allah dan rasul-nya menempatkan orang tua pada posisi yang paling agung dan tinggi sehingga berbakti bakti pada orang tua menempati posisi yang paling mulia. hasil analisis dan pembahasan, penulis memperoleh kesimpulan yang dapat di ambil dari penelitiaan mengenai konsep birrul walidain dalam al qur’an dan implementasinya dalam kehidupan keluarga adalah sangat dianjurkan kepada setiap anak yang lahir kedunia untuk berbakti kepada orang tua karena kedudukan orang tua sangat tinggi di hadapan allah swt.
Pengaruh Dewan Komisaris Independen, Komite Audit, Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Terbuka Sektor Industri Barang Konsumsi) Setyani, Putri Yunita; Suhaili, Achmad
JURNAL BISNIS DAN PEMBANGUNAN Vol 12, No 2 (2023): Mei-Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbp.v12i2.17977

Abstract

Committees, leverage, and profitability on earnings management of Manufacturing companies (consumer goods) listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period of  2016 - 2018. The type of this research is associative quantitative researchthat aims to analyze the relationships between variables. Sample of this research consisted of 27 companies selected by the purposive sampling method. Output of this research are (1) There are indicates that earnings management is not influenced by the independent commissioners and the audit committees. (2) Leverage and profitability have an influence on earning management Keywords: Independent Board of Commissioners, Audit Committee, Leverage, Profitability, Earning Management
Pengaruh Return On Assets, Net Profit Margin, Earning Per Share, dan Debt To Equity Ratio Terhadap Return Saham Salsabila, Salsabila; Suhaili, Achmad
JURNAL BISNIS DAN PEMBANGUNAN Vol 12, No 3 (2023): September-Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbp.v12i3.17987

Abstract

This study aims to determine and analyze: (1) The effect of Return on Assets on Stock Return (2) The effect of Net Profit Margin on Stock Return (3) The effect of Earning Per Share on Stock Return and (4) The effect of Debt to Equity Ratio on Stock Return. The population LQ45 IDX period 2020. Number of samples amounted to 12 companies. Sampling technique used purposive sampling. The results of this study found that Return on Assets, Net Profit Margin, Earning Per Share, and Debt to Equity Ratio have no effect on Stock Return Non-Bank LQ45 Companies Listed on Indonesian Stock Exchange. The limitation of this study is that there are extreme data that makes the data not normally distributed, therefore it is necessary to do outliers, and the coefficient of determination (R2) is very low -0.050 where the results show that the independent variables tested in this test cannot determine returns. stock as a whole because there is something that is not explained in this test. Keywords: return on assets, net profit margin, earning per share
ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA KOPERASI PEGAWAI ADHI LADYA PT. PELINDO III CABANG BANJARMASIN Suhaili, Achmad
Al-Kalam Jurnal Komunikasi, Manajemen dan Bisnis Vol 11, No 2 (2024): JULI: AL KALAM JURNAL KOMUNIKASI, BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-kalam.v11i2.14539

Abstract

Sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas yang efektif juga harus didukung dengan sistem pengendalian internal yang baik dan sesuai dengan teori, dan sistem yang masih menggunakan standar manual juga dapat menghambat efisiensi proses tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada koperasi pegawai Adhi Ladya PT. Pelindo III. Metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan berdasarkan analisis pada koperasi pegawai Adhi Ladya PT. Pelindo III Cabang Banjarmasin. Analisis berupa data bisnis, termasuk data penerimaan dan pengeluaran kas pada sistem akuntansi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan catatan. Hasil penelitian transaksi penerimaan kas pada koperasi pegawai Adhi Ladya Cabang Banjarmasin yang dilakukan dengan transfer bank dari piutang anggota dan penerimaan dari unit usaha lain. Transaksi pengeluaran kas pada koperasi pegawai Adhi Ladya Cabang Banjarmasin dilakukan melalui transfer bank untuk simpan pinjam kredit dan pinjaman yang disetorkan oleh anggota dengan persetujuan pengurus dan pimpinan serta pembelian perlengkapan kantor.
PEMBEKALAN DALAM MEMBANGUN SPIRIT WIRAUSAHA BAGI PELAJAR SISWA SMA TAHFIDZ TERPADU EL QUDWAH Rahmawati, Rini; Juniar, Asrid; Abidin, M. Zainal; Wardhana, Ali; Suhaili, Achmad; Anwar, Kasyful
Bakti Banua : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): BAKTI BANUA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/bbjm.v4i2.504

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Tahfidz Terpadu El Qudwah di kabupaten Barito Kuala. Materi yang disampaikan terkait dengan Bidang Kewirausahaan dengan Tema kegiatan  Penerapan Iptek dalam Membangun Spirit Wirausaha Bagi Pelajar SMA Tahfidz Terpadu El Qudwah. Pembekalan terhadap siswa SMA dirasakan perlu diberikan mengingat pentingnya menumbuhkan minat atau spirit wirausaha yang dimulai sejak dini di kalangan pelajar siswa sekolah menengah atas untuk memberikan pengetahuan dasar tentang berwirausaha. Materi tentang dasar-dasar tentang wirausaha, pola pikir dan sikap yang diperlukan dalam wirausaha disampaikan sebagai dasar mempersiapkan diri dan mental dalam rangka memulai berwirausaha serta menggunakan iptek dalam mendukung berwirausaha. Luaran dari kegiatan PKM di SMA Tahfidz Terpadu El Qudwah  ini adalah video kegiatan dan publikasi kegiatan di media online memalui channel Youtube Yayasan El Qudwah.
INTEGRASI MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH DALAM PRAKTIK PERADILAN AGAMA DI INDONESIA: STUDI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA KELUARGA Suhaili, Achmad
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 01 (2025): MEI
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v6i01.2236

Abstract

Kajian ini membahas integrasi pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam praktik peradilan agama di Indonesia sebagai alternatif penyelesaian sengketa keluarga yang lebih kontekstual, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan. Pendekatan normatif-formal dalam hukum keluarga Islam sering kali tidak cukup memberikan solusi terhadap kompleksitas persoalan rumah tangga kontemporer, seperti perceraian, hak asuh anak, dan pembagian nafkah. Pendekatan maqāṣid menawarkan landasan metodologis yang lebih luas dengan menekankan perlindungan terhadap lima tujuan utama syariat: agama (dīn), jiwa (nafs), akal (‘aql), keturunan (nasl), dan harta (māl). Kajian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan normatif dan sosiologis, serta ditopang oleh studi literatur dan analisis beberapa putusan pengadilan agama yang mencerminkan penerapan maqāṣid. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun sebagian hakim mulai mempertimbangkan nilai-nilai maslahat dalam putusannya, penerapan maqāṣid masih belum menjadi arus utama. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi institusionalisasi yang mencakup reorientasi pendidikan dan pelatihan hakim, revisi regulasi dan yurisprudensi, serta penguatan peran lembaga pendukung seperti mediator, konselor keluarga, dan psikolog. Dengan mengintegrasikan maqāṣid dalam setiap proses peradilan, Pengadilan Agama diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi instrumen keadilan substantif yang berpihak pada perlindungan keluarga, anak, dan perempuan. Kata Kunci: Maqāṣid al-Syarī‘ah, Peradilan Agama, Sengketa Keluarga,