Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KESENJANGAN DIGITAL PADA PESERTA PELATIHAN ONLINE PENDAMPING PRODUK HALAL Arfah Sahabudin; Nursahdi Saleh; Rika Rahmawati
Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus: Jurnal Teknik Informatika dan Teknologi Informasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jutiti.v2i2.431

Abstract

Penguasaan dan kemampuan mengakses teknologi digital menjadi hal yang wajar dan perlu saat ini. Masyarakat terdorong untuk adaptif menyesuaikan diri. Namun terjadinya kesenjangan digital (digital divide) menjadi salah satu faktor yang menghambat proses kegiatan yang dilakukan secara online. Termasuk hambatan yang ditemukan pada saat diadakannya pelatihan online. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kesenjangan digital dalam pelatihan online pendamping proses produk halal yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendamping Halal Universitas Pramita Indonesa. Pelatihan yang dilaksanakan secara online seharusnya mempermudah proses pelatihan sehingga lokasi pelatihan tidak lagi menjadi masalah karena registrasi dan penerbitan sertifikat halal kini berbasis website. Namun pada pelaksanaan pelatihan tidak semua calon pendamping mampu mengikuti instruksi saat simulasi dan praktek dengan memanfaatkan teknologi digital dengan lancar. Tidak semua calon pendamping berada dalam lokasi yang infrastruktur dan sarana prasarana tenologi digitalnya memadai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya melalui penyebaran quesioner online dan observasi langsung terhadap 108 orang peserta Pelatihan Pendamping Produk Halal. Diperoleh first digital divide tertinggi terjadi pada ketersediaan fasilitas mengakses internet yang memadai yang dialami 11,1 % peserta pelatihan, sedangkan second digital divide tertinggi terjadi pada keterampilan dan pengalaman menggunakan teknologi digital oleh peserta pelatihan 70,8 % peserta pelatihan.
Strategi Pemasaran Media Sosial Dalam Meningkatkan Daya Tarik Pelanggan di Café Kediaman Campalagian M. Reynaldi; Arfah Sahabudin; Iqbal Nur Aswad
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.220

Abstract

Transformasi teknologi informasi di era globalisasi turut memengaruhi praktik pemasaran, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pemasaran media sosial dalam meningkatkan daya tarik pelanggan di Cafe Kediaman Campalagian. Menggunakan metode mixed method dengan desain sequential exploratory, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden. Hasil studi menunjukkan bahwa platform seperti Instagram dan Facebook berperan signifikan dalam memperkenalkan Cafe kepada konsumen, membangun komunikasi, serta memperkuat loyalitas dan nilai merek. Sebanyak 60% responden mengenal Cafe melalui media sosial, dengan dominasi pengguna berusia 18–30 tahun yang aktif secara digital. Strategi pemasaran dilakukan melalui penyajian konten visual, interaksi langsung dengan audiens, serta penyesuaian jadwal unggahan berdasarkan pola aktivitas pengguna. Namun, beberapa tantangan ditemukan, seperti tingginya persaingan usaha, keterbatasan pengelola media sosial, dan perubahan tren digital yang dinamis. Solusi yang disarankan meliputi inovasi konten, pelibatan tenaga khusus, serta adaptasi strategi sesuai perkembangan tren. Temuan juga mencatat hambatan eksternal seperti minimnya penerangan di sekitar lokasi Cafe. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami efektivitas media sosial sebagai strategi pemasaran untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, khususnya di sektor usaha kuliner.