Azhari, Nanang Khosim
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IV/ Diponegoro Semarang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DENGAN PENDERITA STROKE DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG Lestiyoningsih, Dewi; Azhari, Nanang Khosim; Noviyanti, Laura Khattrine
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 6 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v6i1.867

Abstract

Penyakit Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler ditunjukkan dengan kerusakan fungsional dan struktural yang bersifat sementara maupun permanen akibat kurangnya aliran darah ke otak. Depresi merupakan penyakit yang melibatkan tubuh, suasana hati dan pikiran, depresi pada penyakit kronis yang telah dikaitkan dengan kurangnya kepatuhan dalam program pengobatan, kecenderungan bunuh diri dan tingkat kelangsungan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan tingkat depresi pada lansia dengan penderita stroke di RSI Sultan Agung Semarang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 66 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil yang diperoleh yaitu taraf signifikasi p-value (0,001 <0,05) dengan nilai correlation coefficient sebesar (-0,395) yang menunjukkan terdapat hubungan antara efikasi diri dengan tingkat depresi dalam kategori hubungan rendah dengan arah korelasi negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa efikasi diri yang rendah dapat menyebabkan tingkat depresi sedang pada pasien lansia dengan penderita stroke. Diharapkan peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor- faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat depresi pada pasien lansia dengan penderita stroke.
PENDIDIKAN KESEHATAN KEPADA KELUARGA DENGAN KLIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA SOEROJO MAGELANG Azhari, Nanang Khosim; Rahayu, Desi Ariyana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 4 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v4i2.127

Abstract

Abstrak Prevalensi kekambuhan pada klien skizofrenia terbilang tinggi yaitu berada dalam rentang 50-92%, secara global. Kekambuhan sering terjaid akibat dari kurang pengetahuan dari keluarga terhadap masalah kejiwaan yang dialami oleh klien. Klien dan keluarga perlu mendeteksi secara dini fase prodromal yang terjadi pada klien agar potensial kambuh dapat ditangani. Faktor penyebab kekambuhan adalah ketidakpatuhan pengobatan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sebesar 36,1 % tidak minum obat karena merasa sudah sehat dan 33,7% tidak rutin berobat ke fasilitas layanan kesehatan. Dukungan keluarga yang buruk juga memberi peluang terjadinya kekambuhan hingga enam kali lipat pada klien skizofrenia. Klien dengan episode kambuh berulang berisiko tinggi meningkatkan keparahan penyakit, fungsi sosial dan peningkatan risiko bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan ODGJ agar mampu merawat sehingga angka kekambuhan dapat ditekan.
Studi Kasus : Pengalaman Peningkatan Harga Diri Orang dengan HIV AIDS di Kota Semarang Chalimatus Sa’diyyah; Laura Khattrine Noviyanti; Nanang Khosim Azhari
Jurnal Anestesi Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Anestesi
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v2i3.1149

Abstract

HIV is a virus that weakens the human immunity system while AIDS is a condition of an individual infected by the virus. The factors of HIV-AIDS transmission include sexual intercourse. Self-dignity is the most important component of humans. Self-dignity has an important role to improve and keep individuals' expectations about health. This research sought and described the experience of improved self-dignity in HIV-AIDS patients. This qualitative research applied a study case approach. The participants consisted of 6 persons. The researchers collected the data with interviews, observation, and field notes. The researchers transcribed the interview results verbally and manually. Then, the researchers analyzed the data until finding categories. The applied analysis was Miles & Huberman. The research lasted for two months and found five categories. They were: 1) the cause of HIV/AIDS on the participants 2) the effects of initial HIV/AIDS diagnosis on the patients 3) the method of the patients to improve self-dignity 4) the internal and external supports as the motivation to live on 5) the method of the patients to keep healthy.
Penerapan Art Therapy Melukis Bebas Untuk Meningkatkan Kemampuan Pasien Mengontrol Halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang Azhari, Nanang Khosim; Indah Dewi Lestari, Ayuni
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 8 No. 2 (2023): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v8i2.596

Abstract

Halusinasi adalah gangguan atau perubahan persepsi dimana pasien mempersepsikan suatu yang sebenarnya tidak terjadi. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh pasien mengalami halusinasi adalah kehilangan kontrol dirinya. Salah satu terapi untuk mengatasi halusinasinya itu Art Therapy Melukis Bebas.Art Therapy Melukis Bebas dapat diartikan sebagai kegiatan terapeutik yang menggunakan proses kreatif dalam melukis. Tujuan dari studi kasus ini adalah menggambarkan kemampuan pasien mengontrol halusinasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan 2 orang subyek yang mengalami halusinasi. Hasil studi kasus mengatakan subyek I sebelum diberikan Art Therapy Melukis Bebas pada skor 8, setelah dilakukan Art Therapy Melukis Bebas skor menjadi 10. Subyek II sebelum diberikan Art Therapy Melukis Bebas pada skor 5, setelah diberikan intervensi menjadi skor 8. Kesimpulannya bahwa kedua subyek mengalami peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi setelah diberikan Art Therapy Melukis Bebas.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL REMAJA TERDAMPAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI DESA SUKOREJO RW 8 GUNUNGPATI SEMARANG Tuti Anggarawati; Yuni Astuti; Nanang Khosim Azhari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i1.1978

Abstract

KDRT atau domestic violence merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah personal. Kekerasan ini banyak terjadi dalam hubungan relasi personal, dimana pelaku adalah orang yang dikenal baik dan dekat oleh korban, misalnya tindak kekerasan yang dilakukan suami terhadap istri, ayah terhadap anak, paman terhadap keponakan, kakek terhadap cucu. Dampak bagi korban adalah mengalami sakit fisik, tekanan mental, menurunnya rasa percaya diri dan harga diri, merasa tidak berdaya, merasa ketergantungan pada suami meski telah disiksa, stres pascatrauma, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Pengabdian Masyarakat ini berupa edukasi kepada warga terutama kader Kesehatan tentang KDRT dan dampaknya serta upaya pencegahan dan deteksi dini KDRT di lingkungan keluarga. Kader juga harus mengsosialisasikan upaya pemerintah dalam mengatasi kasus KDRT. Kegiatan edukasi ini membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi warga, dan keluarga dalam penangganan terhadap kasus KDRT serta dampaknya.
PENERAPAN TERAPI STORY TELLING UNTUK MENURUNKAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MENYUSUN SKRIPSI DI STIKES TELOGOREJO SEMARANG Titah; Nanang Khosim Azhari
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 10 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v10i1.2047

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres dalam proses penyusunan skripsi akibat berbagai tekanan akademik, tuntutan personal, serta keterbatasan komunikasi dengan dosen pembimbing. Stres yang tidak ditangani secara efektif dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan kinerja akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi story telling dalam menurunkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Telogorejo Semarang. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus pada dua subjek yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan memiliki tingkat stres sedang berdasarkan hasil pengukuran menggunakan kuisioner DASS 42. Terapi story telling diberikan selama enam sesi dalam satu minggu, dengan durasi 30 menit tiap sesi. Pengukuran stres dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengukuran tingkat stres sebelum terapi menunjukkan bahwa kedua subjek berada pada kategori stres sedang (skor 24 dan 20). Setelah diberikan terapi story telling selama enam sesi, tingkat stres menurun menjadi kategori ringan (skor 18 dan 16). Terapi story telling terbukti mampu membantu mahasiswa dalam mengelola emosi, meningkatkan motivasi, serta memberikan pemahaman dan dukungan emosional melalui cerita-cerita inspiratif. Terapi story telling efektif dalam menurunkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir dalam proses penyusunan skripsi. Metode ini dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis dalam manajemen stres di lingkungan akademik.
Menjaga Daya Ingat Lanjut Usia Di Wilayah Binaan Puskesmas Sekaran Deliksari Semarang Nanang Khosim Azhari; Sari, Novita Wulan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2127

Abstract

Penurunan kognitif berkorelasi kuat dengan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan, meningkatkan risiko isolasi sosial, depresi, dan ketergantungan sehingga perlu adanya Upaya pencegahan penurunan fungsi kognitif. Hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas Sekaran menyampaikan bahwa dari 5 Kelurahan yang dibina oleh Puskesmas Sekaran, Kelurahan Sukorejo termasuk wilayah yang memiliki masalah kesehatan yang kompleks. Masalah kesehatan terkait lansia perlu mendapatkan perhatian yang tidak kalah penting juga. Kesehatan lansia yang di bawah pengelolaan posyandu lansia di daerah Kelurahan Sukerejo Deliksari telah berjalan dengan baik. Hanya saja wilayah tersebut terkait penanganan masalah kesehatan kognitif lansia masih perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Salah satu gangguan fungsi kognitif pada lansia adalah demensia. Penanganan kesehatan terkait demensia di wilayah tersebut tidak ada, hal ini dikarenakan kader posyandu lansia menganggap masalah demensia atau pikun meruapakan yang wajar dan normal bagi lansia. Maka diperlukan upaya promotif dan pencegahan dengan diadakannya pengabdian masyarakat terkait peran kader dalam deteksi dini lansia dengan demensia. Setelah diberikan pendidikan kesehatan Lansia mengatakan bahwa perlu melakukan kegiatan untuk tetap menjaga daya ingat diusia senja.
PROFIL TRIAD GANGGUAN JIWA (KECEMASAN, PSIKOTIK, PTSD) PADA POPULASI GERIATRI Nanang Khosim Azhari; Dwi Mulianda
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi geriatrik, yang terdiri dari individu berusia 60 tahun ke atas, rentan terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Dalam penelitian ini, "Trias Gangguan Mental" yang terdiri dari Kecemasan, Gangguan Psikotik, dan PTSD perlu mendapat perhatian. Data menunjukkan bahwa sekitar 15% lansia mengalami gangguan mental, dengan prevalensi kecemasan sekitar 3,8% dan depresi sebagai yang paling umum. Penelitian terbaru menemukan bahwa 36% populasi geriatrik mengalami kecemasan/depresi dan 37% mengalami PTSD, menunjukkan dua masalah kesehatan mental utama. Meskipun gangguan psikotik tercatat dengan angka yang lebih rendah (27%), gangguan ini tetap menjadi perhatian yang signifikan karena dapat memengaruhi fungsi sehari-hari. Faktor risiko meliputi isolasi sosial, komorbiditas fisik, dan trauma, yang memperburuk kondisi ini. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan kuesioner SRQ-29 untuk mengukur prevalensi dan karakteristik trias gangguan mental. Terapi psikososial, seperti terapi yang berfokus pada trauma, dan lain-lain, diperlukan, menurut temuan penelitian ini. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, hasil ini memperkuat perlunya program identifikasi dini dan pengembangan terapi kesehatan mental yang lebih terfokus. Kesehatan mental lansia menjadi perhatian yangsemakin meningkat karena orang-orang hidup lebih lama dari sebelumnya. Strategi holistik diperlukan untuk mengelola kesehatan mental lansia.
Hubungan Health Anxiety dengan Kualitas Hidup pada Pasien dengan Gangguan Kardiovaskuler di SMC RS Telogorejo Semarang Noor Afiyatul Khasanah; Ni Made Ayu Wulansari; Nanang Khosim Azhari
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i1.543

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is the leading cause of death globally and can significantly impact an individual's health anxiety and quality of life. This study aimed to analyze the correlation between health anxiety and quality of life among cardiovascular patients at SMC Telogorejo hospital, Semarang. An observational analytic approach with a cross-sectional design was employed, involving 50 respondents selected through purposive sampling. Data on demographic characteristics, including age, gender, and educational background, were collected alongside assessments of health anxiety and quality of life. The majority of participants were aged 61-70 years (40.0%), predominantly male (62.0%), and had a bachelor's degree (50.0%). The findings indicated that 60.0% of respondents experienced moderate health anxiety, while 74.0% reported a moderate quality of life. Statistical analysis revealed a significant negative correlation between health anxiety and quality of life (r = -0.832, p < 0.05), suggesting that higher health anxiety is associated with a lower quality of life. The study highlights the need for addressing health anxiety to improve the well-being of cardiovascular patients. Further research is recommended to explore interventions and additional factors related to health anxiety and quality of life in cardiovascular patients across various healthcare settings.