Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EKSPLORASI FAKTOR PENGHAMBAT BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MENENGAH PERTAMA Jean Gloria Kamara; Rustam Effendy Simamora; Setia Widia Rahayu
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.4070

Abstract

AbstractMathematical Creative Thinking Ability (MCTA) is a crucial skill for students in their mathematics learning. However, limited research exists on the inhibiting factors of Mathematical Creative Thinking (MCT), specifically among junior high school students. Therefore, this study aims to explore these inhibiting factors among junior high school students using a qualitative method with a case study approach. Data were collected through assignment tasks, observations, and interviews, wherein the tasks were designed as open-ended questions. The study identified themes generated from the data analysis, revealing several factors inhibiting students’ MCT. These factors include negative perceptions towards mathematics and its learning, intrinsic motivation, inadequate understanding of basic concepts, the experience of learning loss, low self-efficacy towards open-ended questions, low procedural understanding of open-ended questions, and insufficient teacher competence.Keywords: Mathematical creative thinking, school mathematics, open-ended problem, case study.AbstrakKemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran Matematika. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas faktor penghambat berpikir kreatif matematis (BKM) siswa menengah pertama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor penghambat BKM siswa menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas, melakukan pengamatan, dan melakukan wawancara. Tugas yang dikerjakan oleh partisipan adalah tipe soal open-ended. Temuan pada penelitian ini merupakan tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh, faktor-faktor yang menghambat BKM siswa adalah memiliki persepsi negatif terhadap Matematika dan pembelajarannya, motivasi intrinsik, pemahaman konsep dasar yang rendah, mengalami learning loss, efikasi diri yang rendah terhadap soal open-ended, pemahaman prosedural yang rendah terhadap soal open-ended, dan kompetensi guru yang kurang memadai.Kata kunci: Berpikir kreatif matematis, Matematika sekolah, soal open-ended, studi kasus.
PENANGGULANGAN ANAK PADA KETERGANTUANGAN GAWAI DENGAN LITERASI DI MT (MAJELIS TAKLIM) ASSALAM KOTA TARAKAN Rita Kumala Sari; Eka Widyawati; Setia Widia Rahayu
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 7: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan dan penerapan teknologi informasi bermanfaat untuk pendidikan salah satunya pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat. Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan. Dampak negatif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi pada masyarakat, dalam hal ini terjadi pada anak-anak di lingkungan Majelis Ta’lim RT 39. Ibu-ibu anggota Majelis Ta’lim mengungkapkan pada saat kegiatan sosialisasi dengan lurah karang anyar bahwa anak-anak mereka sangat ketergantungan pada gawai sehingga anak tersebut tidak bisa lepas dari gawainya, anak menjadi lebih sering mengunci diri di kamar tidak mau bermain di luar, dan lebih suka marah. Selain hal tersebut, permasalahan lain yang terjadi adalah kurangnya minat membaca pada anak. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan tersebut adalah pencegahan penggunaan gawai yang berlebihan melalui yaitu, 1) penyuluhan literasi, 2) pendampingan literasi di lingkungan Majelis Ta’lim Assalam RT 39 kelurahan karang anyar.
IDENTIFIKASI MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN DALAM PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Rahayu, Setia Widia
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.06 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i2.2400

Abstract

 The learning process underwent a surprising change, due to the Covid-19 pandemic. The Minister of Education makes a decision to implement online learning. Because learning is carried out online, teachers and students must continue to adjust learning which is usually face-to-face, this is only through virtual. Researchers conducted observations at SMP Muhammadiyah 1 Tarakan, obtained information that in the implementation of online learning, students were often late for zooming, and sometimes students did not attend learning activities via zoom. Assignments given by the teacher are often late for students to collect. In addition to observations, interviews with mathematics teachers were also conducted, he provided information that the low enthusiasm of students to learn online, students' readiness to learn seemed to be lower than in direct learning. From the problems that appear in the field, the author is interested in conducting a research entitled "Identification of Student Interests in SMP Muhammadiyah 1 Tarakan in Online Learning in the Covid-19 Pandemic Period". The type of research used in this research is quantitative research. Based on the results of the research carried out, it was concluded that the interest in learning of SMP Muhammadiyah 1 Tarakan students during Study From Home (BDR) during the COVID-19 Pandemic was in the medium category at 61%, in the high category at 17% and in the low category at 22%.Keywords : Interest in Learning, Mathematics, Online Learning Proses pembelajaran mengalami perubahan yang cukup mengejutkan, dikarenakan kondisi Pandemi Covid-19. Menteri Pendidikan mengambil keputusan untuk dilaksanakannya pembelajaran secara Daring. Karena pembelajaran dilaksanakan secara Daring, maka Guru dan siswa harus tetap menyesuaikan pembelajaran yang biasanya secara tatap muka, ini hanya melalui virtual. Peneliti melaksanakan observasi di SMP Muhammadiyah  1  Tarakan,  diperoleh informasi bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring, siswa sering terlambat mengikuti zoom, bahkan tak jarang siswa tidak hadir dikegiatan pembelajaran melalui zoom. Tugas yang diberikan guru sering terlambat dikumpulkan oleh siswa. Selain observasi, dilakukan juga wawancara dengan guru matematika, beliau memberikan informasi bahwa rendahnya antusiasme belajar siswa secara daring, kesiapan belajar siswa terlihat lebih menurun dibandingkan pembelajaran secara langsung. Dari permasalahn yang tampak dilapangan maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Identifikasi Minat Belajar Siswa SMP Muhammadiyah 1 Tarakan  Dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa minat belajar siswa SMP Muhammadiyah 1 Tarakan selama Belajar Dari Rumah (BDR) di masa Pandemi COVID-19  berada pada kategori sedang yaitu sebesar 61%, kategori tinggi sebesar 17% dan kategori rendah 22%.Kata kunci: Minat Belajar, Matematika, Pembelajaran Daring
EKSPLORASI PROSES PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS 8 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Luthfiyah, Indah; Simamora, Rustam Effendy; Rahayu, Setia Widia
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v6i1.5427

Abstract

Mathematics researchers and educators promoted problem-solving as an essential process and skill for every student, as it was closely related to the development of students’ mathematical abilities and necessary for solving problems they encountered, both at that time and in the future. Several studies indicated that Indonesian students’ mathematical problem-solving skills remained low. This study focused on 8th-grade students at a public middle school in Tarakan, North Kalimantan, who were struggling with mathematical problem-solving. The study aimed to describe the mathematical problem-solving process carried out by the students in the 8th-grade class. Using a case study qualitative strategy, the researcher collected data through assignments, observation, document analysis, and interviews. Data analysis followed the model by Miles et al. (2014), which included data condensation, data display, and drawing conclusions and verification. The findings revealed that students’ mathematical problem-solving processes involved three main themes: understanding the problem, problem-solving strategies, and answer verification. Additionally, two supplementary themes were identified: students’ attention while facing problems and their perceptions of the mathematical problem and the provided solution. These findings highlighted the importance of educational practices that strengthened problem-solving through instruction and enhanced their self-regulation when dealing with mathematical problems.Keywords: mathematics, problem-solving, Polya, word problems. AbstrakPeneliti dan pendidik matematika mempromosikan pemecahan masalah sebagai proses dan keterampilan esensial bagi setiap siswa karena berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan matematis siswa tersebut, dan dibutuhkan untuk memecahkan masalah matematis yang dihadapi, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Sejumlah studi menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di Indonesia masih belum memuaskan. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas 8 di sebuah sekolah menengah pertama negeri di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa di kelas tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui pemberian tugas, observasi, analisis dokumen, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan mengikuti model Miles et al. (2014), yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pemecahan masalah matematika siswa mencakup tiga tema utama: pemahaman masalah, strategi penyelesaian, dan verifikasi jawaban. Selain itu, ditemukan dua tema tambahan, yaitu perhatian siswa saat menghadapi masalah dan persepsi mereka terhadap masalah serta solusinya. Temuan ini menegaskan pentingnya praktik pendidikan yang memperkuat pemecahan masalah melalui pembelajaran, serta meningkatkan pengaturan diri siswa ketika menghadapi masalah matematis.Kata kunci: matematika, pemecahan masalah, Polya, soal cerita.
SELF EFFICACY MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI Setia Widia Rahayu
Jurnal Penalaran dan Riset Matematika Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/prisma.v4i1.532

Abstract

This study aims to describe the self-efficacy of mathematics education students in solving geometry problems. This study is a descriptive qualitative study with research subjects, namely one student with a high self-efficacy classification and one student with a low self-efficacy classification. The instruments used in this study consisted of a self-efficacy questionnaire, problem-solving ability test, interview guidelines, and documentation that had been adjusted to Polya's self-efficacy criteria in problem solving. Based on the results of the study, it was obtained that students' self-efficacy in solving geometry problems met all stages of Polya's problem solving, namely: (1) understanding the problem; (2) making a solution plan; (3) implementing the solution plan; and (4) looking back. In practice, masculine subjects have high confidence in their ability to solve mathematics problems.
FUN AND ENGAGING MATHEMATICS LEARNING THROUGH THE 'GO FUN' MEDIA FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN RUHUI RAHAYU VILLAGE Rahayu, Setia Widia
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2025): Vol 5 No 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v5i1.2470

Abstract

Nowadays, mathematics learning is becoming less favored by students, as mathematics is often considered the most difficult subject to understand. In fact, we know that almost all aspects of life involve mathematical knowledge. Based on several interviews conducted with junior high school students in Ruhui Rahayu Village, nearly 60% of students stated that they did not like mathematics, and their exam scores in this subject were below the minimum passing grade (KKM). As an educator, I felt challenged to carry out a community service program related to mathematics learning for these junior high school students in Ruhui Rahayu Village. From the community service activities we conducted, it turned out that the students' abilities in geometry (specifically in solid figures) showed improvement. Additionally, the students developed a greater interest in learning mathematics. Teaching mathematics using the "GO Fun" (Geometri Fun) media proved to be far more engaging and enjoyable. It can be concluded that there was an increase in students’ interest in learning mathematics: initially, only 60% of the 20 students who struggleKeywords: Learning, Mathematics, Go Fun Media
IDENTIFIKASI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 10 TARAKAN PADA MATERI BILANGAN RASIONAL Rahayu, Setia Widia; Rani; Allo, Dominggus Kiding
Jurnal Penalaran dan Riset Matematika Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/prisma.v2i2.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil belajar siswa pada materi bilangan rasional kelas VII. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggambarkan secara mendalam tentang hasil belajar siswa sebagai fokus utama penelitian, dengan pendekatan kualitatif berdasarkan data yang terkumpul. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan. Seleksi subjek didasarkan pada hasil nilai Ulangan Harian (UH) sebelumnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup tes dan wawancara. Kemampuan berhitung siswa terbagi menjadi tiga kategori, yakni kemampuan berhitung tinggi, kemampuan berhitung sedang, dan kemampuan berhitung rendah. Hasil penelitian menunjukkan dari keseluruhan sampel yang diteliti yaitu 30 siswa, sebanyak 10 siswa memiliki nilai 70-100, dan 15 siswa memiliki nilai diatas 60, serta 5 siswa memiliki nilai dibawah 58. Sehingga, untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada materi bilangan rasional kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan, maka guru memberikan penguatan pada konsep dasar operasi hitung bilangan terlebih dahulu, dan memberikan bimbingan khusus bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan konsep agar kekmampuan berhitung siswa dapat meningkat. Serta diharapkan untuk memberikan sistem pembelajaran yang menarik dan diberikan penekanan terhadap bilangan bulat tersebut di kehidupan sehari-hari.
The Effect of Mathematics Anxiety and Mathematics Self-Efficacy on Mathematics Academic Achievement Hermansyah, Hermansyah; Setia Widia Rahayu; Ferryansyah; Nurfadilla
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2730

Abstract

The students’ mathematics achievement at SMA Negeri 2 Tarakan remains relatively low, as indicated by the documented results of their daily mathematics tests. This issue can be attributed to several factors, including mathematics anxiety and mathematics self-efficacy. This study examines the influence of mathematics anxiety and self-efficacy on the mathematics achievement of 11th-grade students at SMA Negeri 2 Tarakan, both partially and simultaneously. The research employed a quantitative ex post facto causal model. The sample consisted of 188 students, selected through cluster random sampling, with the sample size determined using the Slovin formula. The research instruments included questionnaires measuring mathematics anxiety and self-efficacy and documenting the students’ mathematics achievement. The collected data were analyzed using descriptive and inferential statistics with the help of Jamovi software. The partial analysis results showed that mathematics anxiety significantly negatively affected students’ mathematics achievement, with the obtained linear regression equation being . Additionally, mathematics self-efficacy significantly positively affected students’ mathematics achievement, with the linier regression equation being . Simultaneously, the analysis revealed that mathematics anxiety and mathematics self-efficacy had a significant combined effect on students’ achievement, accounting for 24.8% of the variance, with the multiple linear regression equation being . Based on the analysis, it can be concluded that both mathematics anxiety and self-efficacy significantly influence students’ mathematics achievement, individually anf collectively.
Klinik Matematika: Matrikulasi untuk Optimalisasi Kemampuan Dasar Matematika Mahasiswa R, Nurmala; Widyawati, Eka; Izzatin, Maharani; Rahayu, Setia Widia; Hermansyah, Hermansyah; Simamora, Rustam Effendy; Jusmawati, Jusmawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/56py4b05

Abstract

Kesulitan yang sering dihadapi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Borneo Tarakan berakar dari pemahaman dasar matematika yang lemah, mencakup konsep prasyarat seperti aljabar, kalkulus dasar, dan logika matematika. Kondisi ini menghambat mereka dalam mempelajari materi perkuliahan yang lebih kompleks, berpotensi memicu ketertinggalan akademis, dan menurunkan motivasi belajar. Untuk mengatasi masalah krusial ini, diusulkan program intervensi sistematis dan terstruktur bernama Klinik Matematika dengan pendekatan matrikulasi intensif. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kemampuan dasar matematika mahasiswa baru serta angkatan sebelumnya, sekaligus memotivasi mereka agar memiliki semangat dan kesiapan optimal untuk mengikuti perkuliahan. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Universitas Borneo Tarakan, menyasar 56 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Matematika Angkatan 2025. Metode yang digunakan adalah pembelajaran interaktif yang berpusat pada mahasiswa, meliputi penyampaian materi ringkas, latihan soal, diskusi, dan pendekatan klinik di mana dosen memberikan bantuan personal untuk mengatasi miskonsepsi spesifik. Evaluasi menggunakan tes kemampuan dasar (pretes dan posttes) menunjukkan kenaikan rata-rata nilai yang signifikan. Kesimpulannya, program Klinik Matematika ini berhasil dan sangat efektif dalam mengoptimalkan kompetensi dasar matematika mahasiswa, menjadikannya solusi yang direkomendasikan untuk menjadi agenda rutin tahunan.
EFEKTIVITAS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Heldina Lumban Toruan; Rustam Effendy Simamora; Setia Widia Rahayu
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i2.19875

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM), yang mencakup kemampuan mengevaluasi dan mengambil keputusan, merupakan komponen esensial yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup, yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran Matematika. Beberapa penelitian kuantitatif telah menunjukkan bahwa Realistic Mathematics Education (RME) efektif dalam meningkatkan KBKM. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas RME terhadap KBKM siswa, penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas RME terhadap KBKM siswa kelas VII di salah satu SMP negeri di Tarakan dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dengan desain embedded-experimental mixed methods ini mengumpulkan data kuantitaif melalui tes yang melibatkan 38 siswa kelas VII, yang masing-masing terdiri dari 19 siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui wawancara bersama 6 orang siswa kelompok eksperimen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif menggunakan n-gain score dan independent sample t-test menunjukkan terdapat peningkatan KBKM siswa yang signifikan setelah implementasi RME. Sejalan dengan hasil kuantitatif tersebut, analisis data kualitatif mengungkapkan bahwa siswa mengalami peningkatan KBKM dan memberikan respon positif secara umum terhadap implementasi RME. Kata kunci: berpikir kritis matematis, mixed methods, realistic mathematics education. Abstract: Mathematical critical thinking skills (MCTS), which include the ability to evaluate and make decisions, are essential components that contribute to improving the quality of life, and the skills can be developed through mathematics education. Several quantitative studies have shown that Realistic Mathematics Education (RME) is effective in enhancing MCTS. This study employed a mixed-methods approach to gain a more comprehensive understanding of RME's effectiveness on students' MCTS. This research aimed to investigate the effectiveness of RME on the MCTS of seventh-grade students at a public junior high school in Tarakan by collecting both quantitative and qualitative data. Quantitative data were gathered through tests involving 38 seventh-grade students using an embedded-experimental mixed methods design, with 19 in the experimental group and 19 in the control group. Meanwhile, qualitative data were collected through interviews with six students from the experimental group, selected using purposive sampling. Quantitative data analysis using n-gain scores and an independent sample t-test revealed a significant improvement in students' MCTS following the implementation of RME. Consistent with the quantitative findings, qualitative data analysis indicated that students experienced an improvement in MCTS and generally responded positively to the implementation of RME. Keywords: mathematical critical thinking, mixed methods, realistic mathematics education.