Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroprimatech

DAMPAK EKPLOTASI TAMBANG EMAS PT NUSA HALMAHERA MINERALS TEHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Taib, Zulkifli
Agroprimatech Vol. 4 No. 2 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v4i1.1328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kehidupan masyarakat Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, khususnya terkait dampak operasi tambang emas PT Nusa Halmahera Minerals terhadap sosial ekonomi masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data primer dan sekunder yang didapat dari buku, jurnal, BPS serta sumber lain yang relevan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas penduduk Kao Teluk berprofesi sebagai petani, hal ini dikarenakan masyarakat yang berprofesi segabai nelayan sebagian telah alih profesi menjadi pertani dikarenakan hasil tangkapan ikan dilaut telah berkurang. Hasil pertanian masyarakat Kao Teluk belum memadai dikarenakan semakin mengecilnya luasan lahan pertanian yang dimiliki oleh masyarakat, akibat terus adanya ekspansi areal pertambangan PT . Nusa Halmahera Minerals. Selain itu, produktivitas pertanian yang dilakukan masih rendah sehingga hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari namun belum bisa memenuhi standar gizi yang baik bagi masyarakat. Sektor pertanian yang merupan bukan bidang keahlian mereka sehingga kurangnya pengetahuan cara bercocok tanam yang baik. Ketersedian lahan yang semakin terbatas dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk secara tidak seimbang menyebabkan kesulitan bagi petani untuk dapat meningkatkan hasil pertaniannya guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pengolahan hasil pertanian telah dilakukan dengan maksimal tetapi pendapatan sektor pertanian yang digeluti belum memberikan produktivitas yang baik dikarenakan sebagian dari petani terutama yang berasal dari nelayan belum memiliki keterampilan yang mencukupi . Kelembagaan pertanian belum memberikan dorongan yang nyata bagi kelompok tani di wilayah ini.
KONFLIK AGRARIA PENGUASAAN TANAH ULAYAT MASYARAKAT KABUPATEN PULAU MOROTAI PROVINSI MALUKU UTARA Taib, Zulkifli
Agroprimatech Vol. 4 No. 2 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v4i1.1329

Abstract

Konflik agraria tanah ulayat sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia terutama pada masalah pengelolaan sumber daya alam dengan asumsi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga terjadi di kawasan Perbatasan bagian timur Indonesia yaitu Kabupaten Pulau Morotai yang merupakan kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Berbagai macam pendekatan untuk mencari solusi penyelesaian yang difasilitasi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, tetapi gejolak konflik selalu saja terjadi. Kekuasaan organisasi tertinggi ada pada negara yang diharapkan dapat memfalisitasi penyelesaian sengketa berada pada posisi delimatis disatu sisi pemerintah mengupayakan adanya pertumbuhan ekonomi melalui investasi dan penanaman modal disisi lain masyarakat mengklaim tanah yang suda ditempati sejak turun-temurun adalah tanah mereka. Diperlukan suatu model pembangunan yang berkelanjutan yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi tidak mengabaikan kepentingan masyarakat pada tataran sosial ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan model tersebut kita akan mencapai pembangunan yang berwawasan lingkungan yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mewariskan sumberdaya alam kepada generasi yang akan datang
DAMPAK EKPLOTASI TAMBANG EMAS PT NUSA HALMAHERA MINERALS TEHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Taib, Zulkifli
Agroprimatech Vol. 4 No. 2 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v4i1.1328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kehidupan masyarakat Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, khususnya terkait dampak operasi tambang emas PT Nusa Halmahera Minerals terhadap sosial ekonomi masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data primer dan sekunder yang didapat dari buku, jurnal, BPS serta sumber lain yang relevan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas penduduk Kao Teluk berprofesi sebagai petani, hal ini dikarenakan masyarakat yang berprofesi segabai nelayan sebagian telah alih profesi menjadi pertani dikarenakan hasil tangkapan ikan dilaut telah berkurang. Hasil pertanian masyarakat Kao Teluk belum memadai dikarenakan semakin mengecilnya luasan lahan pertanian yang dimiliki oleh masyarakat, akibat terus adanya ekspansi areal pertambangan PT . Nusa Halmahera Minerals. Selain itu, produktivitas pertanian yang dilakukan masih rendah sehingga hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari namun belum bisa memenuhi standar gizi yang baik bagi masyarakat. Sektor pertanian yang merupan bukan bidang keahlian mereka sehingga kurangnya pengetahuan cara bercocok tanam yang baik. Ketersedian lahan yang semakin terbatas dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk secara tidak seimbang menyebabkan kesulitan bagi petani untuk dapat meningkatkan hasil pertaniannya guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pengolahan hasil pertanian telah dilakukan dengan maksimal tetapi pendapatan sektor pertanian yang digeluti belum memberikan produktivitas yang baik dikarenakan sebagian dari petani terutama yang berasal dari nelayan belum memiliki keterampilan yang mencukupi . Kelembagaan pertanian belum memberikan dorongan yang nyata bagi kelompok tani di wilayah ini.
KONFLIK AGRARIA PENGUASAAN TANAH ULAYAT MASYARAKAT KABUPATEN PULAU MOROTAI PROVINSI MALUKU UTARA Taib, Zulkifli
Agroprimatech Vol. 4 No. 2 (2020): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v4i1.1329

Abstract

Konflik agraria tanah ulayat sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia terutama pada masalah pengelolaan sumber daya alam dengan asumsi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga terjadi di kawasan Perbatasan bagian timur Indonesia yaitu Kabupaten Pulau Morotai yang merupakan kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Berbagai macam pendekatan untuk mencari solusi penyelesaian yang difasilitasi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, tetapi gejolak konflik selalu saja terjadi. Kekuasaan organisasi tertinggi ada pada negara yang diharapkan dapat memfalisitasi penyelesaian sengketa berada pada posisi delimatis disatu sisi pemerintah mengupayakan adanya pertumbuhan ekonomi melalui investasi dan penanaman modal disisi lain masyarakat mengklaim tanah yang suda ditempati sejak turun-temurun adalah tanah mereka. Diperlukan suatu model pembangunan yang berkelanjutan yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi tidak mengabaikan kepentingan masyarakat pada tataran sosial ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan model tersebut kita akan mencapai pembangunan yang berwawasan lingkungan yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mewariskan sumberdaya alam kepada generasi yang akan datang