Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Mengurangi Pemanasan Bumi Dengan Pola Hidup Hemat Energi Purwito, Purwito
Jurnal Permukiman Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.79-95

Abstract

Pada tahun 2001 Panel Perubahan Cuaca Antarpemerintah atau IPCC (Intergovernment Panel on Climate Change) yang dalam salah satu  laporannya  menegaskan, beberapa dampak yang terjadi dari perubahan iklim (climate change) di daerah tropis Asia.  Diprediksi daerah ini sangat rentan atau mudah terserang oleh dampak yang ditimbul oleh perubahan iklim dan khususnya risikonya akan  sangat tinggi pada  daerah–daerah banjir sekalipun dalam musim kemarau. Selama abad yang lalu manusia pada dasarnya sudah menambah atau meningkatkan gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer, dengan membakar minyak bumi untuk menjalankan mobil, pabrik, utilitas serta peralatan untuk kegiatan sehari-hari, sehingga terjadi penambahan gas karbon dioksida dan metane yang memberikan kontribusi kenaikan suhu bumi dan perubahan cuaca. Dua puluh tahun yang lalu sebetulnya kita sudah mengetahui hal ini akan terjadi dan dampak yang banyak dirasakan  oleh masyarakat dunia adalah, terjadinya kenaikan suhu bumi, kenaikan muka air laut, banjir, angin topan, berkembangnya penyakit demam berdarah  dll. Beberapa perusahaan besar di dunia dalam pengolahan produknya, secara sukarela  bekerja sama dengan WWF sudah mulai mengurangi emisi CO2 dengan melakukan penggantian peralatan produksi serta  bahan bakar minyak ke bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan seperti, angin, biomass, energi geotermal dll. Keuntungannya  yaitu sebesar $ 100 juta dan ini  merupakan prospek ke depan yang bagus  dalam rangka pengurangan emisi CO2 yang ditargetkan pada tahun 2010 dapat mencapai  10 ton per-tahun atau setara dengan 10 juta mobil yang sedang beroperasi di jalan. Apa yang bisa kita lakukan? Kita harus mulai sedikit merubah pola hidup di rumah dan sekitarnya, melalui penghematan penggunaan energi listrik, air, bensin, menciptakan desain rumah serta penggunaan bahan bangunan yang hemat energi  serta ikut menjaga kelestarian lingkungan  sekitar, hutan dan polusi udara. Partisipasi masyarakat yang sekecil apapun jika dilakukan secara global akan memberikan arti yang cukup besar dalam mengurangi pemanasan global.
Pelatihan Menggulung Motor Listrik untuk Meningkatkan Kemandirian Teknis Masyarakat Desa Nisombalia Wawan Indrawan, Andi; Purwito, Purwito; A. Noor, Nirwan; AR, Ashar; Asri, Andarini; Saputri Alfira WS, Wisna; Ambarwati, Rati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i2.11422

Abstract

Ketergantungan sistem distribusi air bersih yang bersumber dari kantor desa di desa Nisombalia menjadi perhatian penting terutama dalam menjaga kontinuitas suplai air bersih ke masyarakat desa Nisombalia. Perawatan dan perbaikan terhadap peralatan yang menunjang berlangsungnya suplai air bersih menjadi sangat penting.  Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam hal ini perangkat desa dan pemuda dalam menggulung dan merawat motor listrik. Metode yang digunakan meliputi pelatihan intensif selama tiga hari untuk sepuluh peserta dari masyarakat dan staf desa. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta. Peserta antusias dan kini mampu melakukan perawatan serta perbaikan motor listrik secara mandiri. Berdasarkan hal tersebit dapat disimpulkan program ini berhasil meningkatkan kemandirian teknis seda, secara efektif mengurangi ketergantungan pada pihak luar, mempercepat pemulihan pasokan air, dan menjamin keberlanjutan sistem air bersih di Desa Nisombalia.