Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR HIJAU DI KOTA GORONTALO Arifin, Sri Sutarni; Syukri, Muhammad Rijal; Utama, Komang Arya
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v6i1.159

Abstract

Abstract Infrastructure development is a process that greatly in the development of a region. Optimizing of green infrastructure in the gorontalo city expected to reduce the effects of enviromental damage that often occurs in urban areas in general, such as pollution and flooding. The research method used is spatial analysis using the application of GIS (Geographic Information System) to map the distribution of existing green infrastructure. The research resulted in the data and maps about the condition of existing green infrastructure in Gorontalo City. Currently, amount of green infrastructure in the city of Gorontalo insufficient if it based on the spatial planning legislation is 30 percent of the total area. Spacious existing park area in the city of gorontalo is 6,05 hectare, while the need of parks based on population is 5,94 hectare. But the needs of the city park will increase along with population growth in the city of gorontalo. Keywords: infrastructure, enviroment, urban Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan proses yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah perkotaan. Optimalisasi pemanfaatan infastruktur hijau di Kota Gorontalo diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi dampak kerusakan lingkungan yang sering terjadi pada wilayah perkotaan pada umumnya seperti pencemaran dan banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan sebaran infrastruktur yang ada. Melalui penelitian ini diperoleh data dan gambaran sebaran mengenai kondisi infrastruktur eksisiting yang ada di Kota Gorontalo. Saat ini jumlah infrastruktur hijau di Kota Gorontalo belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan jika didasarkan pada Undang-undang penatan ruang yaitu 30 persen dari luas wilayah. Luas taman yang ada di Kota Gorontalo saat ini adalah 6,05 ha sedangkan kebutuhan untuk taman berdasarkan jumlah penduduk adalah 5,94 hektar. Namun kebutuhan taman ini akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di Kota Gorontalo. Kata Kunci: infrastruktur, lingkungan, perkotaan
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Arifin, Sri Sutarni
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2014): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.653 KB) | DOI: 10.37971/radial.v2i1.43

Abstract

ABSTRAK Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau khususnya pada wilayah perkotaan sangat penting mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dari keberadaan RTH tersebut. Kawasan Ruang Terbuka Hijau ini juga merupakan tempat interaksi sosial bagi masyarakat yang dapat mengurangi tingkat stress akibat beban kerja dan menjadi tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luas Ruang Terbuka Hijau berdasarkan jumlah penduduk di Kecamatan Kota Tengah saat ini dan proyeksi jumlah penduduk hingga 10 tahun mendatang. Melalui penelitian ini juga dilakukan identifikasi Ruang Terbuka Hijau yang telah ada di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kebutuhan akan ruang terbuka hijau pada Kecamatan Kota Tengah melalui perhitungan rumus matematis sederhana dan proyeksi jumlah penduduk. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dalam menentukan luas area yang dibutuhkan untuk penyediaan Ruang Terbuka Hijau pada lokasi penelitian dengan membandingkan pada luas RTH yang telah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo yang ada saat ini adalah seluas 4,37 hektar atau sekitar 0,91 persen dari total luas wilayah kecamatan. Sedangkan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau jika didasarkan pada persentase luas wilayah berdasarkan Undang-undang penataan ruang yaitu sebesar 30% atau 144,39 ha. Berdasarkan jumlah penduduk tahun 2012 adalah sebesar 0,85 hektar atau sebesar 0,18 persen luas wilayah dan tahun 2022 berdasarkan proyeksi jumlah penduduk, seluas 1.484 hektar atau sekitar 0,31 persen. Kata kunci: Kebutuhan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Penduduk
ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR HIJAU DI KOTA GORONTALO Arifin, Sri Sutarni; Syukri, Muhammad Rijal; Utama, Komang Arya
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.955 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i1.159

Abstract

Abstract Infrastructure development is a process that greatly in the development of a region. Optimizing of green infrastructure in the gorontalo city expected to reduce the effects of enviromental damage that often occurs in urban areas in general, such as pollution and flooding. The research method used is spatial analysis using the application of GIS (Geographic Information System) to map the distribution of existing green infrastructure. The research resulted in the data and maps about the condition of existing green infrastructure in Gorontalo City. Currently, amount of green infrastructure in the city of Gorontalo insufficient if it based on the spatial planning legislation is 30 percent of the total area. Spacious existing park area in the city of gorontalo is 6,05 hectare, while the need of parks based on population is 5,94 hectare. But the needs of the city park will increase along with population growth in the city of gorontalo. Keywords: infrastructure, enviroment, urban Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan proses yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah perkotaan. Optimalisasi pemanfaatan infastruktur hijau di Kota Gorontalo diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi dampak kerusakan lingkungan yang sering terjadi pada wilayah perkotaan pada umumnya seperti pencemaran dan banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan sebaran infrastruktur yang ada. Melalui penelitian ini diperoleh data dan gambaran sebaran mengenai kondisi infrastruktur eksisiting yang ada di Kota Gorontalo. Saat ini jumlah infrastruktur hijau di Kota Gorontalo belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan jika didasarkan pada Undang-undang penatan ruang yaitu 30 persen dari luas wilayah. Luas taman yang ada di Kota Gorontalo saat ini adalah 6,05 ha sedangkan kebutuhan untuk taman berdasarkan jumlah penduduk adalah 5,94 hektar. Namun kebutuhan taman ini akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di Kota Gorontalo. Kata Kunci: infrastruktur, lingkungan, perkotaan
PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA PERANCANGAN PASAR RAKYAT TYPE B DI KECAMATAN BUNTA KABUPATEN BANGGAI Moha, Ardani; Djailani, Zuhriati A.; Arifin, Sri Sutarni
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i2.49

Abstract

Pasar rakyat memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, namun keberadaannya semakin terdesak oleh perkembangan toko modern. Pasar Rakyat di Kecamatan Bunta sebagai pasar induk bagi wilayah sekitarnya mengalami penurunan aktivitas akibat kurangnya fasilitas dan kondisi lingkungan yang tidak tertata, seperti sanitasi yang buruk dan akses jalan yang rusak. Penelitian ini bertujuan merancang Pasar Rakyat Tipe B di Kecamatan Bunta yang mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan daya tarik pengunjung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan survei lapangan dengan penerapan konsep arsitektur modern. Hasil perancangan menunjukkan penerapan prinsip arsitektur modern melalui komposisi massa dinamis dan non-aksial serta pembentukan ruang fungsional yang tertata, sehingga diharapkan dapat mendukung aktivitas pasar dan menghidupkan kembali peran pasar rakyat sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PEYAPATA MOUNTAIN RESORT DI KABUPATEN BONE BOLANGO Huda, Miftakhul; Trumansyahjaya, Kalih; Arifin, Sri Sutarni
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.29621

Abstract

Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadi potensi wisata alam yang tidak dapat dikesampingkan. Seperti rangkaian pegunungan yang menyejukkan dan menjadi tujuan pendakian para wisatawan. Pegununganpun menawarkan berbagai hal seperti udara yang sejuk, aktivitas pegunungan yang dapat menjaga kebugaran tubuh, memberikan petualangan dan membangun kebersamaan. Selain itu, keanekaragaman flora fauna menjadi daya tarik yang dimiliki oleh wisata alam. Bone Bolango bagian dari Provinsi Gorontalo merupakan daerah yang memiliki potensi dengan berbagai keanekaragaman sumber daya pariwisata, meliputi alam dan budaya serta pengembangan ekowisata. Salah satunya tempat wisata yang menyediakan wisata alam di Kabupaten Bone Bolango yaitu Bukit Peyapata. Bukit Peyapata merupakan wisata Camping Ground yang menghadirkan nuansa alam dan aktivitas pegunungan. Keadaan iklim yang terbilang cukup ekstrim karena merupakan daerah tropis serta berada pada dataran tinggi, maka perlunya konsep arsitektur yang berkesinambungan serta dapat beradaptasi dengan iklim daerah tersebut. Dari hal ini, maka penggunaan konsep arsitektur tropis dipilih karena mampu beradaptasi serta selaras dengan kondisi dan iklim yang ada.Peneletian ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan Bukit Peyapata Kabupaten Bone Bolango sebagai pengembangan kawasan wisata alam yang terangkum dalam kawasan Mountain Resort, yang memenuhi kaidah arsitektural serta memiliki nilai estetika yang baik. Data pada penelitian dibagi menjadi dua, yakni data untuk objek perancangan Mountain Resort dan data untuk tema perancangan, dimana kedua data ini akan terbagi menjadi data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data primer menggunakan metode observasi secara langsung. Sedangkan teknik pengumpulan data sekunder menggunakan kajian studi literatur, arsip/dokumen yang berhubungan dengan objek rancangan, referensi buku atau skripsi, jurnal-jurnal terkait objek dan tema perancangan, serta melalui media internet. Hasil Laporan berupa konsep perancangan dan penerapannya pada rancangan sebagai pedoman untuk melanjutkan perancangan Peyapata Mountain Resort dengan Pendekatan Arsitektur Tropis di Bone Bolango.