Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN EDUKASI PENYAKIT SCABIES PADA PETERNAK SAPI Kusumaningrum, Arsyinta Retno; Fitriani, Nurlaila; Aras, Irwin; Purba, Fika Yuliza; Sari, Dwi Kesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i1.6560

Abstract

ABSTRAK Scabies merupakan penyakit zoonosis pada ternak yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei dan dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penyakit ini bersifat endemis dan berpotensi menimbulkan wabah yang menyebabkan penurunan produktivitas serta kematian pada ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak di Desa Sikkuale, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang mengenai penyakit scabies melalui penyuluhan yang dilakukan secara lisan serta pembagian poster edukatif. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 warga, dan peningkatan pengetahuan peternak dapat dilihat berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan. Sebelum dilakukan penyuluhan jumlah peternak yang masuk dalam kategori Baik hanya 1 orang, sementara setelah dilakukan penyuluhan, jumlah peternak yang masuk dalam kategori Baik adalah 14 orang. Hal ini berarti terdapat peninigkatan pengetahuan peserta penyuluhan mengenai penyakit scabies pada ternak.   ABSTRACT Scabies is a zoonotic disease in livestock caused by Sarcoptes scabiei and can be transmitted through direct or indirect contact. This disease is endemic and has the potential to cause outbreaks that lead to decreased productivity and increased mortality in livestock. This study aimed to enhance the knowledge of farmers in Desa Sikkuale, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang regarding scabies through an oral presentation and the distribution of educational posters. The activity was attended by 15 residents, and the improvement in farmers' knowledge was assessed based on pre-test and post-test results. The findings showed an increase in participants' understanding after the outreach program. Before the program, only one farmer was categorized as having good knowledge, whereas after the program, the number increased to 14. This indicates a significant improvement in the participants' knowledge of scabies in livestock.
Belajar Melalui Puzzle untuk Meningkatkan Problem Solving dan Mengasah Motorik Siswa KB Busnih Arfah Kabupaten Maros Aras, Irwin; Nurfaizah, Lail Quenny; Sania, Marsya; Andini, Mutiara Nabila; Said, Muhammad Irsyah; Wahab, Muhammad Abdul; Al-Mashraqi, Duaa Ali Saif Saleh; Eissa, Yahya Sahlol Ali; Fahira, Ainun; Manyullei, Syamsuar; Wahiduddin, Wahiduddin
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/0qgwgx15

Abstract

Anak usia dini merupakan fase perkembangan optimal di mana mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan aktif mengeksplorasi lingkungan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan problem solving dan motorik halus anak melalui kegiatan bermain sambil belajar. Metode yang digunakan adalah transfer of training, yang terdiri dari tiga sesi: pre-test, latihan, dan post-test. Pada sesi pre-test dan post-test, anak diminta menyusun puzzle dengan pencatatan waktu, sementara sesi latihan diberikan tanpa tekanan waktu untuk membantu anak-anak memahami pola dan strategi penyusunan puzzle. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar .043 (p-value < .05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara sesi 1 dan sesi 3 dalam waktu penyelesaian puzzle. Kelebihan metode ini adalah tahap pelaksanaan yang mudah, alat yang sederhana (hanya stopwatch), serta permainan yang disukai anak-anak. Namun, pengulangan tiga kali dapat menimbulkan kebosanan bagi peserta.