Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

Manfaat Bercakap-Cakap Dalam Peer Support Pada Klien Dengan Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran Lisa Larasaty; Giur Hargiana
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.109 KB) | DOI: 10.46815/jkanwvol8.v8i1.36

Abstract

Gangguan sensori persepsi halusinasi merupakan salah satu gejala utama psikotis pada klien dengan skizofrenia. Halusinasi merupakan persepsi sensori yang salah atau pengalaman persepsi yang tidak nyata. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya halusinasi diantaranya koping individu tidak efektif, kegagalan dalam menyelesaikan tahap perkembangan sosial, koping keluarga tidak efektif dan  stres yang menumpuk. Tujuan penulisan ini yaitu untuk menganalisis asuhan keperawatan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran pada Klien H (22 tahun). Proses keperawatan yang dilakukan berdasarkan standar asuhan keperawatan generalis (Ners) yaitu dengan mengajarkan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik halusinasi, bercakap-cakap, melakukan aktvitas terjadwal, dan minum obat secara teratur. Implementasi yang dilakukan berfokus pada cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap yang dilakukan di dalam peer support. Bercakap-cakap dalam peer support menjadi salah satu cara mengontrol halusinasi pendengaran yang efektif, karena mampu mendistraksi dan mengalihkan fokus klien terhadap halusinasi kepada percakapan yang dilakukan dengan orang lain.Kata kunci : Asuhan keperawatan, bercakap-cakap, halusinasi, peer support, skizofrenia
Hubungan Ketergantungan Gawai Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Giur Hargiana; Tia Sintiawati
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.352 KB) | DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i1.90

Abstract

Pada perkembangan era digital saat ini istilah kecanduan sudah memiliki perkembangan yang sangat dinamis, bukan hanya kecanduan narkoba namun kecanduan gawai merupakan bentuk kecanduan yang berbahaya dan memiliki efek yang luas dimasyarakat. Generasi Z, merupakan populasi usia dewasa muda saat ini, generasi ini berkembang di era digital, sehingga pembentukan kopingnya pun terpengaruh oleh hal tersebut. Pada usia dewasa muda, biasanya orang sedang dalam fase pendidikan tinggi sebagai mahasiswa, mahasiswa disibukkan oleh berbagai kesibukan baik akademik maupun non akademik. Hal ini membuat mahasiswa rentan mengalami stres. Salah satu stresor yang mahasiswa rasakan selama perkuliahannya yaitu  berkaitan dengan stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat ketergantungan gawai dan tingkat stres akademik pada mahasiswa di FIK UI dan untuk mencari hubungan keduanya menggunakan kuesioner Academic Stress Scale (ASS) dan Test for Gadget Dependency. Desain penelitian ini adalah cross sectional, teknik sampel menggunakan proportional stratified random sampling dengan melibatkan 229 mahasiswa. Hasil analisis uji statistik chi-square didapatkan  p= 0,000 dan nilai p < a = 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara ketergantungan terhadap gawai dengan stres akademik pada mahasiswa. Hasil penelitian ini juga menemukan mahasiswa mengalami stres akademik sedang sebanyak  66,4% dan mahasiswa mengalami ketergantungan terhadap gawai pada kategori sedang sebanyak 69,9%.  Ketergantungan terhadap gawai dan stress akademik memiliki hubungan yang saling memengaruhi, seseorang dengan ketergantungan gawai yang tinggi akan memiliki stress akademik yang tinggi pula dan sebaliknya. Rekomendasi dari penelitian ini mahasiswa perlu aware dengan perilaku dalam menggunakan gawai.Kata kunci: ketergantungan gawai; mahasiswa keperawatan; stres akademik