Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Strategi Coping Spiritual Terhadap Stres dan Depresi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA): Systematic Review Rudi Abas; Novy Helena Catharina Daulima; Imami Nur Rachmawati; Giur Hargiana Hargiana
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/ajprzm15

Abstract

Latarbelakang: Gangguan mental sangat erat kaitannya dengan penyakit yang sulit disembuhkan, salah satu diantaranya adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Orang dengan HIV AIDS (ODHA) adalah komunitas yang rentan mengalami beban psikososial selain beban secara fisik. ODHA memiliki peluang lebih tinggi mengalami gangguan mood, kecemasan, depresi dan kognitif. Pengalaman suatu penyakit akan menuntut penderitanya untuk mampu menghadapi berbagai macam tekanan sehingga mekanisme koping sangat berpengaruh untuk menentukan keberhasilan individu menghadapi tekanan tersebut. Koping spiritual/keagamaan merupakan salah satu koping yang terbukti mampu mengatasi beban psikososial, stress dan depresi pada ODHA. Tujuan: Untuk menganalisis manfaat atau dampak dari koping spiritual terhadap Kesehatan mental ODHA. Metode: Menggunakan pendekatan systematic review melalui pencarian artikel yang disesuaikan terhadap rumusan pertanyaan penelitian dengan formula PICO pada database Proquest, Scopus, Clinical Key, Science Direct dan PubMed. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi koping spiritual/religious bermanfaat dalam mengatasi gejala ansietas dan juga depresi pada ODHA.. Kesimpulan: Strategi koping spiritual/religius memiliki dampak yang positif dan bermanfaat bagi kesehatan mental orang dengan HIV AIDS
Studi Kasus: Psikoedukasi Keluarga Untuk Mengurangi Beban Perawatan Pada Keluarga Pasien Penyakit Kronik Dengan Latar Belakang Budaya Sunda Kusnadi, Rudi; Hamid, Achir Yani S.; Susanti, Herni; Hargiana, Giur
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.700

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan serius yang memerlukan penanganan jangka Panjang. Hal ini terjadi karena faktor genetik, fisiologis, lingkungan dan perilaku jangka panjang yang dapat menimbulkan masalah fisik dan psikologis bagi penderita dan keluarganya (caregiver). Metode: Artikel ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Psikoedukasi keluarga diterapkan pada penelitian ini sebanyak 6 sesi dalam waktu 4 minggu. Hasil: Perawat menilai beban keluarga menggunakan kuesionerBurden Assessment Schedule (BAS) sebelum dan sesudah melakukan psikoedukasi keluarga selama 6 sesi. Hasilnya menunjukkan setelah dilakukan intervensi terjadi penurunan skor BAS dari 37 menjadi 31. Kesimpulan: Psikoedukasi keluarga dapat mengurangi beban perawatan yang dialami keluarga sehingga keluarga dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi, mengelola stress dan berbagi peran dalam merawat pasien khususnya dalam keluarga budaya sunda. Saran: Psikoedukasi keluarga dengan pendekatan aspek budaya yang spesifik dapat menjadi salah satu intervensi perawat dalam memberdayakan anggota keluarga sebagai upaya peningkatan pengobatan pada pasien penyakit kronis agar menjadi lebih efektif.
Intervensi Keperawatan Dalam Mengatasi Mual Muntah Pasien Kanker Pasca Dilakukan Radioterapi Dan Kemoterapi Isnaini, Barkah; Novieastari, Enie; Hargiana, Giur; Allenidekania, Allenidekania
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 5 No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v5i2.54226

Abstract

This study aims to identify interventions that can be used in managing symptoms of post-chemotherapy nausea and vomiting in cancer patients. The method used was a systematic review by searching five databases including Google Scholar, Portal Garuda, Moraref, and Demension regarding what interventions can be done in dealing with nausea and vomiting conditions in cancer patients, with a publication range from 2000 to 2024. 7131 articles were obtained at the beginning of the data search, after filtering with the PRISMA 2020 method, the final result was 8 articles to be analysed using the Joanna Briggs Institute (JBI) checklist. Seven of these articles used intervention studies. The results of the study showed that there are several interventions that can be carried out. One of the most frequently used interventions is acupressure intervention and the use of aromatherapy in overcoming nausea and vomiting of cancer patients after chemotherapy. It is expected that nurses who work in the chemotherapy room can apply this intervention to patients who experience post-chemotherapy nausea and vomiting.
Layanan Navigator Pasien Kanker untuk Meningkatkan Kualitas Perawatan, Akses Pengobatan dan Keberdayaan Pasien secara Holistik Ratnawati, Ika; Nuraini, Tuti; Hargiana, Giur; Gayatri, Dewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16164

Abstract

Cancer is a chronic disease with high incidence and mortality rates, so it requires comprehensive treatment. One approach that can be developed is a cancer patient navigator service to guide and support patients during treatment. The purpose of this study was to determine the impact of cancer patient navigator services on various patient outcomes. This study was a systematic review using the PRISMA protocol with article searches through nine databases, namely EBSCO, PubMed, ScienceDirect, and Scopus, using the Medical Subject Headings (MeSH) method and keywords related to cancer and patient navigation. Inclusion criteria included randomized controlled trial studies, quasi-experimental studies, and observational studies. The results of the review showed that of the 13 articles analyzed using the Joanna Briggs Institute tools and the Critical Appraisal Skills Programme (CASP) tools to ensure validity and methodological quality, patient navigator services significantly had a positive effect on various patient outcomes, such as increased satisfaction, decreased anxiety, increased medication adherence, and quality of life for cancer patients. Thus, it could be concluded that patient navigator services have proven effective in improving patient outcomes, so they need to be developed and implemented widely and integrated into a patient-centered care model.Keywords: cancer; quality of life; patient navigator; patient outcome ABSTRAK                       Kanker merupakan penyakit kronis dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, sehingga membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Salah satu pendekatan yang bisa dikembangkan adalah layanan navigator pasien kanker dalam rangka memandu dan mendukung pasien selama perawatan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui dampak layanan navigator pasien kanker terhadap berbagai outcomes pasien. Studi ini merupakan tinjauan sistematik menggunakan protokol PRISMA dengan pencarian artikel melalui sembilan basis data yaitu EBSCO, PubMed, ScienceDirect, dan Scopus, menggunakan metode Medical Subject Headings (MeSH) dan kata kunci terkait kanker serta navigasi pasien. Kriteria inklusi mencakup studi randomized controlled trial, studi eksperimental kuasi, dan studi observasional. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dari 13 artikel yang dianalisis dengan menggunakan the Joanna Briggs Institute tools dan Critical Appraisal Skills Programme (CASP) tools untuk memastikan validitas dan kualitas metodologinya, layanan navigator pasien secara signifikan memberikan pengaruh positif terhadap berbagai outcomes pasien, seperti peningkatan kepuasan, penurunan kecemasan, peningkatan kepatuhan pengobatan, dan kualitas hidup pasien kanker. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa  layanan navigator pasien terbukti efektif untuk meningkatkan outcomes pasien, sehingga perlu dikembangkan dan diimplementasikan secara luas serta diintegrasikan dalam model perawatan berpusat pada pasien.Kata kunci: kanker; kualitas hidup; navigator pasien; outcome pasien
Efektifitas terapi refleksi dalam menurunkan fatigue pada pasien kanker: Systematic review Rahman, Ahmad Fadhlur; Gayatri, Dewi; Hargiana, Giur
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 2 (2025): May Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i2.963

Abstract

Background: Fatigue is one of the most common and disturbing symptoms experienced by cancer patients during and after treatment. Reflexology as a complementary intervention is increasingly being studied for its ability to improve the quality of life of patients, including reducing fatigue. Purpose: To systematically review the effectiveness of reflexology therapy in reducing fatigue levels in cancer patients based on the latest scientific evidence. Methods: A systematic literature search was conducted in PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases using the keywords “reflexology”, “cancer”, and “fatigue”. Included articles were quantitative studies published in 2015–2024 using reflexology interventions in cancer patients, and measuring fatigue as one of the main variables. Article selection followed the PRISMA guidelines, and the final eight studies were analyzed qualitatively. Results: Eight articles were analyzed, seven of which showed significant results that reflexology therapy can significantly reduce fatigue. The types of cancer studied varied, ranging from breast, lung, colorectal, to gynecological cancer. Reflexology therapy was carried out with a frequency of between two and five times per week for two to six weeks. Although there was one study that did not show significant results, overall reflexology therapy was considered effective and safe as a complementary approach. Conclusion: Reflexology therapy has been shown to be generally effective in reducing fatigue in cancer patients. This intervention can be part of a holistic approach to cancer care.   Keywords: Cancer; Complementary Therapy; Fatigue; Reflection Therapy.   Pendahuluan: Fatigue merupakan salah satu gejala paling umum dan mengganggu yang dialami pasien kanker selama dan setelah menjalani pengobatan. Terapi refleksi sebagai intervensi komplementer semakin banyak diteliti karena kemampuannya dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk dalam mengurangi kelelahan. Tujuan: Untuk mengkaji secara sistematik efektivitas terapi refleksi dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien kanker berdasarkan bukti-bukti ilmiah terbaru. Metode: Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “reflexology”, “cancer”, dan “fatigue”. Artikel yang dimasukkan adalah studi kuantitatif yang dipublikasikan tahun 2015–2024 dengan menggunakan intervensi refleksi pada pasien kanker, dan mengukur fatigue sebagai salah satu variabel utama. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA, dan delapan studi akhir dianalisis secara kualitatif. Hasil: Delapan artikel yang dianalisis, tujuh di antaranya menunjukkan hasil signifikan bahwa terapi refleksi dapat menurunkan fatigue secara bermakna. Jenis kanker yang diteliti bervariasi, mulai dari kanker payudara, paru, kolorektal, hingga ginekologi. Terapi refleksi dilakukan dengan frekuensi antara dua hingga lima kali per minggu selama dua hingga enam minggu. Meskipun terdapat satu studi yang tidak menunjukkan hasil signifikan, secara keseluruhan terapi refleksi dinilai efektif dan aman sebagai pendekatan komplementer. Simpulan: Terapi refleksi terbukti secara umum efektif dalam menurunkan kelelahan pada pasien kanker. Intervensi ini dapat menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam perawatan kanker.   Kata Kunci: Fatigue; Kanker; Kelelahan; Terapi Komplementer; Terapi Refleksi.
Peran Terapi Nutrisi dalam Meningkatkan Status Gizi, Fungsi Kekebalan Tubuh dan Kualitas Hidup Pasien Kanker Mulyati, Mulyati; Afiyanti, Yati; Hargiana, Giur; Putri, Yossie Susanti Eka
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.6033

Abstract

in process
Penerapan Terapi Suportif Dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Ansietas Klien Hipertensi Menggunakan Pendekatan Keperawatan Transkultural Pinilih, Sambodo Sriadi; Daulima, Novy Helena Catharina; Hargiana, Giur
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 1 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 1 (January-June 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.13547

Abstract

Hypertensive clients are at risk of experiencing anxiety that affects their quality of life. Treatment of hypertension takes a long time, the condition decreases with age, and the need for adaptation to the condition of the illness, will cause psychosocial problems in people with chronic diseases such as hypertension. Physical treatment alone is not enough, because the occurrence of hypertension and anxiety problems affect each other. The purpose of this final scientific paper is to provide an overview of the application of psychological nursing therapy, supportive therapy and psychoeducation of anxiety problems in hypertensive clients using a transcultural nursing approach. This scientific work uses a case study method, data collection using an anxiety symptom instrument and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Psychiatric nursing actions were given to 19 hypertensive clients with anxiety nursing problems. The results of the application reduced the mean signs and symptoms of anxiety in the intervention group with supportive therapy and psychoeducation by 41.5%. The decrease in the mean difference in anxiety level scores from moderate anxiety to not anxiety is 13.8. Meanwhile, in the control group, only family psychoeducation was given to decrease the symptoms of 39.6% and the difference in the mean score of the anxiety level was 11.3. The conclusion is that both groups experienced a decrease in symptoms and scores on anxiety levels, but the score decreased more in the client group after being given family psychoeducation with supportive therapy. This final scientific paper recommends that the puskesmas can continue nursing actions for supportive group therapy on an ongoing basis, to reduce signs and symptoms and the level of attention in hypertensive clients.
Cognitive Behavior Therapy untuk Mengatasi Masalah Psikologis Pasien Kanker Marthalila, Eko Putra; Novieastari, Enie; Hargiana, Giur; Gayatri, Dewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16163

Abstract

Cancer is one of the leading causes of death worldwide. Patients with cancer face many challenges and problems, one of which is psychological problems including depression, stress, anxiety, and sleep disorders. The purpose of this study was to determine the effectiveness of cognitive behavioral therapy to overcome psychological problems in cancer patients. The method used in this study was a systematic review through several databases, namely PoQuest, ScienceDirect, Sage Journals, and SpringerLink. The procedure used was Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses. Literature searches were carried out with systematic and strict steps, including critical appraisal using Critical Appraisal Skills Programme, so that 10 research articles were obtained with a randomized controlled trial design that met the criteria. The results of the study showed that based on a review of the selected articles, cognitive behavioral therapy, both in standard and combination formats, is effective in helping cancer patients with psychological problems including depression, stress, anxiety, and sleep disorders. A tailored approach, a combination with other methods such as hypnosis and the use of technology shows good potential for future psychological interventions. The conclusion of the study showed that cognitive behavioral therapy is an effective option to overcome psychological problems in cancer patients.Keywords: cancer patients; psychological problems; cognitive behavioral therapy ABSTRAK Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pasien dengan penyakit kanker menghadapi banyak tantangan dan permasalahan, salah satunya masalah psikologis meliputi depresi, stress, kecemasan, dan gangguan tidur. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui efektivitas cognitive behavioral therapy untuk mengatasi masalah psikologis pasien kanker. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah systematic review melalui beberapa database yaitu PoQuest, ScienceDirect, Sage Journals, dan SpringerLink. Prosedur yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses. Penelusuran literatur dilakukan dengan langkah yang sistematis dan ketat, termasuk critical appraisal dengan menggunakan Critical Appraisal Skills Programme, sehingga didapatkan 10 artikel penelitian dengan rancangan randomized controlled trial yang memenuhi kriteria. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan tinjauan terhadap artikel-artikel terpilih, cognitive behavioral therapy, baik dalam format standar maupun kombinasi, efektif untuk membantu penerita kanker dengan masalah psikologis meliputi depresi, stress, kecemasan, dan gangguan tidur. Pendekatan yang disesuaikan, kombinasi dengan metode lain seperti hipnosis dan penggunaan teknologi menunjukkan potensi baik untuk intervensi psikologis di masa depan. Kesimpulan studi menunjukkan bahwa cognitive behavioral therapy merupakan pilihan yang efektif untuk mengatasi masalah psikologis pasien kanker.Kata kunci: pasien kanker; masalah psikologis; cognitive behavioral therapy
H Hubungan Ketergantungan Gawai Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Pada Mahasiswa Keperawatan Hargiana , Giur; Sintiawati , Tia
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangan era digital saat ini istilah kecanduan sudah memiliki perkembangan yang sangat dinamis, bukan hanya kecanduan narkoba namun kecanduan gawai merupakan bentuk kecanduan yang berbahaya dan memiliki efek yang luas dimasyarakat. Generasi Z, merupakan populasi usia dewasa muda saat ini, generasi ini berkembang di era digital, sehingga pembentukan kopingnya pun terpengaruh oleh hal tersebut. Pada usia dewasa muda, biasanya orang sedang dalam fase pendidikan tinggi sebagai mahasiswa, mahasiswa disibukkan oleh berbagai kesibukan baik akademik maupun non akademik. Hal ini membuat mahasiswa rentan mengalami stres. Salah satu stresor yang mahasiswa rasakan selama perkuliahannya yaitu berkaitan dengan stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat ketergantungan gawai dan tingkat stres akademik pada mahasiswa di FIK UI dan untuk mencari hubungan keduanya menggunakan kuesioner Academic Stress Scale (ASS) dan Test for Gadget Dependency. Desain penelitian ini adalah cross sectional, teknik sampel menggunakan proportional stratified random sampling dengan melibatkan 229 mahasiswa. Hasil analisis uji statistik chi-square didapatkan p= 0,000 dan nilai p < a = 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara ketergantungan terhadap gawai dengan stres akademik pada mahasiswa. Hasil penelitian ini juga menemukan mahasiswa mengalami stres akademik sedang sebanyak 66,4% dan mahasiswa mengalami ketergantungan terhadap gawai pada kategori sedang sebanyak 69,9%. Ketergantungan terhadap gawai dan stress akademik memiliki hubungan yang saling memengaruhi, seseorang dengan ketergantungan gawai yang tinggi akan memiliki stress akademik yang tinggi pula dan sebaliknya. Rekomendasi dari penelitian ini mahasiswa perlu aware dengan perilaku dalam menggunakan gawai.
OPTIMALISASI MITIGASI BENCANA MELALUI PEMBENTUKAN TIM PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA BENCANA KEBAKARAN PADA WILAYAH RAWAN KEBAKARAN TAMBORA Mustikasari, Mustikasari; Fitria, Dian; Wardhani, Ice Yulia; Hargiana, Giur; Wijoyo, Eriyono Budi; Oktavia, Maynah; Nurfalah, Firhan
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7350

Abstract

ABSTRAK Wilayah Tambora merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran. Tingginya kepadatan bangunan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana, serta minimnya penanganan psikologis pasca kebakaran menjadi faktor utama yang memperparah dampak sosial dan mental korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan mitigasi bencana melalui pembentukan Tim Psychological First Aid (PFA) sebagai respon awal dalam penanganan dampak psikologis bagi korban bencana kebakaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan dasar PFA, simulasi lapangan, dan evaluasi efektivitas tim. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai PFA dari rata-rata 72% menjadi 86 % serta terbentuknya tim relawan lokal yang siap tanggap memberikan pertolongan psikologis awal. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat Tambora dalam mitigasi bencana berbasis psikososial.