Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Alih Wahana Narasi Cerita Rakyat Si Pitung Dalam Syair Rancag Puspitasari, Nur Aini; Damaianti, Vismaia S; Syihabuddin; Sumiyadi
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v7i2.18428

Abstract

Di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat membuat cerita rakyat terancam punah. Alih wahana dalam cerita rakyat merupakan teknik penceritaan yang penting dalam melestarikan dan mengembangkan cerita rakyat.  Salah satunya alih wahana dari narasi cerita rakyat “Si Pitung” menjadi syair rancag berbentuk pantun berkaitan. “Si Pitung” sebagai simbolisasi keberanian masyarakat Betawi menghadapi penjajahan Tuan Tanah dan kolonialisme Belanda. Berdasarkan permasalahan yang diungkapkan, maka penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan perbandingan muatan cerita dalam narasi cerita rakyat dan syair rancag “Si Pitung” sebagai dua wahana sastra yang berbeda. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian bermula tahap transkripsi, penandaan dan pemaknaan teori hingga perbandingan makna hasil temuan data yang dilanjutkan tahap analisis reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan ada bentuk intertekstual transformasi, ekserp, dan ekspansi dalam objek penelitian. Pertama, intertekstual transformasi teruntuk bentuk pantun berima yang monolog dan cenderung lugas terhadap intisari kejadian. Kedua, intertekstual ekserp yang mempertegas kejadian penting cerita dengan keterlibatan tokoh si Pitung dan Schout Hinne. Ketiga, intertekstual ekspansi berfokus pada pengakuan kagum perancag terhadap heroisme si Pitung dalam setiap adegan ikonik cerita.  
Analisis Nilai Karakter dalam Naskah Wawacan Samun Dewi, Trie Utari; Hidayatullah, Syarif; Puspitasari, Nur Aini
Manuskripta Vol 10 No 2 (2020): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v10i2.162

Abstract

This article discusses the character values contained in the Wawacan Samun (WS). The Wawacan Samun manuscript tells about the journey of the Gnadasari character in trying to be able to meet his brother again, Gandawerdaya. On that journey there were obstacles that he faced. however, he managed to face all these obstacles thanks to the good qualities he had and the kindness of other characters. Therefore, the character and attitude of the characters in the WS text need to be emulated by the wider community. For this reason, the purpose of this study is to reveal the character values ​​contained in the Wawacan Samun manuscript so that it can be used as a guide for life for the nation's future generations. The character values ​​contained in the Wawacan Samun manuscript include 1) Responsible; 2) Trustworthy and Honest; 3) Respect and Courtesy; 4) Compassion, Caring, and Cooperation; 5) Confident, Creative, Hard Work, and Never Give Up; 6) Fairness and Leadership; 7) Kind and Humble; and 8) Tolerant. === Artikel ini mendiskusikan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam naskah Wawacan Samun (WS). Naskah ini menceritakan tentang perjalanan tokoh Gandasari dalam berupaya untuk dapat bertemu dengan kakaknya kembali, Gandawerdaya. Dalam perjalanan tersebut terdapat halang rintangan yang ia hadapi. Akan tetapi, semua rintangan tersebut berhasil ia hadapi berkat sifat baik yang ia miliki serta kebaikan dari tokoh-tokoh lainnya. Oleh karena itu, sifat dan sikap baik yang terdapat pada para tokoh dalam naskah WS perlu untuk diteladani oleh masyarakat luas. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap nilai karakter yang terdapat di dalam naskah WS agar dapat dijadikan pedoman kehidupan bagi generasi penerus bangsa. Nilai karakter yang terdapat dalam naskah Wawacan Samun antara lain adalah 1) Bertanggung Jawab; 2) Amanah dan Jujur; 3) Hormat dan Santun; 4) Kasih Sayang, Peduli, dan Kerjasama; 5) Percaya Diri, Kreatif, Kerja Keras, dan Pantang Menyerah; 6) Adil dan Kepemimpinan; 7) Baik dan Rendah Hati; serta 8) Toleran.
Peningkatan Wawasan Penerapan Model Pembelajaran Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skill) Bagi Guru MTs dan MA Puspitasari, Nur Aini; Hidayatullah, Syarif
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v3i2.6131

Abstract

This training aims to improve the ability of teachers to apply HOTS-oriented learning models. The method used in this activity is the method of lecture, discussion, and practice. The result of this activity is an increase in the number of teachers' understanding of HOTS-oriented learning models with a percentage of 88%. Learning activities undertaken have led to high-level thinking (HOTS) reaching a percentage of 83%. The lesson plans made have led to high-level thinking that reaches a percentage of 81%. The learning approach has used SCL which reached a percentage of 84%. Participants have applied HOTS-oriented learning model that includes discovery learning, problem based learning, and project based learning has reached 84%. It can be concluded that this activity has increased the insight of teachers about HOTS-based learning practices theoretically and practically.
Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Mahad Albisat Addiniyah Yalla, Thailand Selatan Puspitasari, Nur Aini; Hidayatullah, Syarif
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.13117

Abstract

Mahad Albisat Alhaddiniyah Thailand memproyeksikan lulusannya untuk dapat kuliah di luar Thailand, salah satunya Indonesia. Namun perbedaan bahasa Melayu Thailand dengan bahasa Indonesia membuat mereka kesulitan untuk melanjutkan kuliah di Indonesia. Untuk itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan softskills bahasa Indonesia berdasarkan pelafalan huruf dan perkenalan diri. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan dengan teknik ceramah, diskusi, dan praktik. Kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan budaya dan permainan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para siswa terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam melafalkan huruf dan memperkenalkan dari yang ditunjukkan dari perubahan signifikan antara hasil pretes dan postes.
Revitalizing Oral Literature Through Media Training and Time Storytelling for Parents and PAUD / Aisyiah Kindergarten Teachers in South Jakarta Puspitasari, Nur Aini; Hidayatullah, Syarif; Jupri, Abdul Rahman
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.267 KB) | DOI: 10.29407/ja.v2i2.12541

Abstract

Oral literature is rarely found in people's lives, especially in terms of storytelling. In fact, in fairy tales, there are values ​​of character education that can be instilled in children or students. For this reason, in an effort to revitalize the storytelling tradition, the team conducted media training and time to tell stories to parents and PAUD / TK Aisyiah teachers in Jakarta Selatan. To improve skills and awareness in storytelling, the team used training methods. In this method, the team gave lectures, discussions, and practices so that the participants were able to understand and apply the material that had been given. This activity was carried out at PAUD Aisyiah Petukangan Utara and TK Aisyiah 29 Jakarta Selatan. The material provided was the use of media in storytelling in the form of book and non-book media and storytelling time. The results of this training activity were that parents and teachers were able to practice storytelling with book and non-book media and understand the timing of storytelling well.