Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The role of multi-stakeholder collaboration in advancing msmes and creative economy: insights from Gorontalo’s pentahelix policy model Rachman, Ellys; Thalib, Tety
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 15 No. 2 (2025): (August 2025)
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v15i2.18927

Abstract

This research employs a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. Data were collected from 30 stakeholders representing five Pentahelix actors through structured questionnaires and in-depth interviews. The study focuses on three key variables: Government Role, Community Role, and Academic Role as independent variables, with Implementation Effectiveness as the dependent variable. Data analysis utilized multiple regression analysis and thematic analysis for qualitative data. Statistical analysis revealed that all three stakeholder roles significantly influence implementation effectiveness (R² = 0.699, F = 24.758, p < 0.001). Community Role demonstrated the strongest influence (β = 0.521, p < 0.001), followed by Government Role (β = 0.387, p = 0.001) and Academic Role (β = 0.294, p = 0.003). Qualitative findings identified key success factors including active community participation, government responsiveness, and academia-industry partnerships, while highlighting challenges in bureaucratic coordination, budget adequacy, and technology transfer. The Pentahelix collaborative governance model proves effective for MSME policy implementation, with community engagement serving as the primary driver. However, successful implementation requires addressing structural barriers including bureaucratic inefficiencies, limited financial resources, and weak inter-sectoral coordination. The study contributes to collaborative governance theory and provides practical insights for policy makers in developing regions.    
Pengelolaan Wisata Pantai Home Stay Dalam Meningkatkan Pendapatan Desa (PADES), Di Desa Milangodaa Barat Kecamatan Tomini Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Dayu Katili, Sri; Rachman, Ellys; Thalib, Tety
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8012

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beraneka ragam kebudayaan dan kaya akan sumber daya alam serta pariwisatanya. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang juga memilki berbagai macam wisata alam salah satunya Pantai Home Stay di Desa Milangodaa Barat yang merupakan salah satu wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Wisata ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa (PADES) di desa Milangodaa Barat. Akan tetapi dalam pengelolaanya wisata ini masih beluh maksimal seperti kurangnya promosi yang dilakukan pemerintah desa terkait informasi wisata ini, sehingga masih belum banyak dikenal oleh masyarakat. Dan juga beberapa fasilitas di wisata pantai Milangodaa seperti ada gajebo yang sudah rusak, dan kurangnya fasilitas lain tidak dipelihara. Serta minimnya anggaran yang dikeluarkan untuk pengelolaan wisata ini, sehingga pembangunan wisata tersebut tidak selesai. Jenis Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi dan memperoleh gambaran tentang Pengelolaan wisata pantai home stay dalam meningkatkan pendapatan desa (PADES), di Desa Milangodaa Barat Kecamatan Tomini Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Dengan mengunakan fokus antara lain promosi, fasilitas, dan anggaran. Berdasarkan hasil penelitian ditinjau dari aspek promosi belum efektif dilaksanakan oleh pemerintah desa seperti pemanfaatan media sosial belum dilakukan. Sementara dari aspek fasilitas belum memadai, masih banyak fasilitas yang perlu diperbaiki serta belum maksimalnya pengadaan fasilitas. Dan ditinjau dari aspek anggaran masih sangat minim karena anggaran yang dikeluarkan dari dana desa untuk pengelolaan wisata ini dialihkan pada bantuan untuk masyarakat desa Milangodaa Barat yang terdampak Covid-19 kemarin.
Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Di SDN 16 Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo Akili, Santi; Gobel, Lisda Van; Thalib, Tety
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Kartu  Indonesia Pintar (KIP) di SDN 16 Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan  adalah: Teknik Observasi, Wawancara dan pencatatan data sekunder, dan  teknik analisis data yang digunakan adalah : reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dilihat dari aspek pemahaman mengenai pemanfaatan KIP masih sangat rendah, di karenakan orang tua yang tidak mengetahui peruntukan dari kartu indonesia pintar (KIP) tersebut. Dari segi pemanfaatannya masih kurang termanfaatkan, hal ini dikarenakan masih banyak orang tua siswa menggunakan bantuan KIP tersebut tidak berdasarkan petunjuk teknisnya, dari segi distribusi belum tepat sasaran di karenakan kurangnya keterlibatan publik dalam mengawasi penggunaannya sesuai juknis.
THE SUPERVISION OF VEHICLE OPERATION MOTORCYCLE RICKSHAWS (BENTOR) IN GORONTALO CITY Thalib, Tety; Aneta, Yanti
Public Policy Journal Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ppj.v4i1.2066

Abstract

This study aims to find out the performance of vehicle operation supervision, in this case motorized rickshaws as transportation in the province of Gorontalo. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques using observation and literature review through data from the Department of Transportation. The results of this study indicate that the supervision from the aspect of human resources or field officers is inadequate. The average education of field officers was still high school graduates and had not attended any trainings that supported organizational tasks, therefore there were no officers who were devoted to supervising bentor in operation. So that this has the effect of being less effective in supervising the operating areas. In order to optimize supervision, it is necessary to have sanctions so that people who break the law or commit fraud can find out their mistakes and not repeat them and be disciplined if they comply with the rules.
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENGEMBANGAN USAHA JASA PENYEWAAN PERLENGKAPAN PERKAWINAN (WILLY WEDDING) DI DESA DOLONG A Uko, Farhan; Thalib, Tety; Hasan, Kurniadi K.
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 8, No 2 (2025): JIMB - VOLUME 8 NOMOR 2 SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v8i2.34407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat pengembangan usaha jasa penyewaan perlengkapan perkawinan Willy Wedding di Desa Dolong A. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha mengalami beberapa hambatan utama, antara lain keterbatasan jumlah dan variasi perlengkapan seperti dekorasi pelaminan, baju adat, dan aksesoris pendukung. Selain itu, keterbatasan modal menjadi kendala dalam upaya memperluas layanan dan menambah inventaris usaha. Kurangnya pelatihan kewirausahaan serta belum adanya dukungan dari pemerintah atau lembaga terkait juga menjadi faktor penghambat lainnya. Dari sisi promosi, strategi yang diterapkan masih sederhana dan belum terstruktur. Promosi dilakukan secara insidental melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, serta dari mulut ke mulut oleh pelanggan yang merasa puas. Meskipun cara ini cukup membantu menjangkau konsumen lokal, namun jangkauannya masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada aspek promosi, manajemen usaha, dan dukungan eksternal agar Willy Wedding dapat berkembang secara optimal dan bersaing di tengah industri jasa penyewaan perlengkapan perkawinan yang semakin kompetitif.