Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PEMBINAAN UMKM MELALUI PENGOLAHAN BAHAN DASAR JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA HELUMO KECAMATAN SUWAWA KABUPATEN BONE BOLANGO Gobel, Lisda Van; Katili, Andi Yusuf; Alhadar, Sofyan; Thalib, Tety
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (J-PMas) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-PMas)
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/j-pmas.v1i1.8

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha yang sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah. Sejak krisis melanda ekonomi nasional pada tahun 1998 dimana kondisi ekonomi nasional tidak stabildan sempat goyah diakui mampu menggerakkan perekonomian rakyat serta mampu menggali inovasi dari semua potensi yang ada di daerah. Namun, hingga saat ini perkembangannya belum mampu meningkatkan pendapatan. Usaha UMKM khususnya mikro dan kecil masih mengalami pasang surut karena keterbatasan dalam meningkatkan segi kualitas produksi dan manajemen usaha. Sebagai pilar ekonomi daerah, UMKM membutuhkan perhatian khususnya dari perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu usaha mikro yang menjadi sasaran kegiatan program pengabdian kepada masyarakat, yaitu pengolahan jagung menjadi stik (makanan ringan) yang berkualitas baik dan aman dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan kesehataan masyarakat. Di Desa Helumo Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, terdapat sejumlah mitra yang berkecimpung di bidang usaha stik jagung sebagai industri rumahan. Permasalahannya, mitra yang berkecimpung dalam usaha mikro stik jagung tersebut, masih menggunakan cara-cara tradisional dalam pengolahannya. Keterbatasan ekonomi mitra menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas produk. Program pengabdian masyarakat stimulus, diarahkan pada: (1) pendampingan dalam proses pengolahan produk yang berkualitas; dan (2) pembinaan manajemen usaha. Luaran yang diharapkan, sebanyak 10 mitra usaha stik jagung memperoleh keterampilan pengolahan stik jagung yang berkualitas, dengan kemampuan manajemen usaha yang mampu meningkatkan pendapatan mitra secara berkelanjutan. Program yang dilakukan diawali dengan penyiapan dan survei lokasi, koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk persiapan kelengkapan administrasi, persiapan materi pendampingan dan pelatihan manajemen usaha.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN SINGKONG DALAM MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK DI KELURAHAN BILOTADAA BARAT KECAMATAN SIPATANA KOTA GORONTALO Thalib, Tety; Bagou, Usan; Talalu, Moh. Abubakar; Gobel, Lisda Van; Alhadar, Sofyan; Hasan, Kurniadi K.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (J-PMas) Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-PMas)
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/j-pmas.v1i1.11

Abstract

Pada dasarnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah tertinggal dan berekonomi miskin, melakukan peran ganda bukanlah sesuatu hal yang baru. Bagi perempuan golongan ini peran ganda telah ditanamkan oleh para orang tua mereka sejak mereka masih berusia muda. para remaja putri tidak dapat bermain bebas seperti layaknya remaja lainnya karena terbebani kewajiban bekerja untuk membantu perekonomian keluarga mereka. Para ibu rumah tangga, khususnya pada keluarga miskin tidak terlalu memperdulikan pekerjaan apa yang akan mereka kerjakan. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai buruh yang secara gaji tidak terlalu mencukupi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari seperti bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang upah kecil dan pengasuh anak dengan upah yang minimum. Bekerjanya kaum perempuan di luar atau di level domestik membuat para perempuan menjadi lebih maju dan tangguh dalam bergerak maupun berfikir. Seperti para ibu rumah tangga di Kelurahan Bulotadaa Barat Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo, faktor kemiskinan yang dialami para perempuan menyebabkan para perempuan dengan rela melakoni pekerjaan menjadi Pekerja sebagai pengolah Singkong sebagai bahan makanan dan di jual untuk membantu perekonomian keluarga. Para ibu rumah tangga bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga mereka, suami mereka yang bekerja sebagai buruh serabutan membuat kebutuhan sehari-hari tidak tercukupi. Hal tersebut yang membuat para perempuan ini bekerja. Budaya partiarhi yang dulu membuat para perempuan terpenjara sekarang mulai memudar, walaupun di desa tetapi budaya partiarhi mulai ditinggalkan, para perempuan bekerja untuk membantu perekonomian keluarga mereka. Salah satu bukti nyata adalah usaha Kripik Singkong Pedas Manisnya" yang berada di Kelurahan Bulotadaa Barat Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo, peran ganda perempuan dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga. Di Kelurahan Bulotadaa Barat tidak sedikit para perempuan yang bekerja untuk membantu suami dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan membantu perekonomian keluarganya. Dalam pengelolaan usaha olahan pisang ini di pimpin oleh ibu Rawija Djibu sebagai pemilik usaha rumahan, para ibu rumah tangga ini bekerja sebagai pengolah bahan makanan yaitu singkong menjadi keripik balado dan original dan sudah merupakan pekerjaan yang wajib mereka lakukan untuk membantu pekerjaan yang dilakukan suami.
Penguatan E-Government Dalam Pelayanan Publik Di Kelurahan Oluhuta Alhadar, Sofyan; M. Yunus, Abd. Rahmat; Laparaga, Jefri; Ibrahim, Hasan; Ryan, Ahmad
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i4.7833

Abstract

This community service aims to strengthen the implementation of E-Government in public services at Oluhuta Village, with a focus on two main topics: the Context of E-Government in Village Governance and the Context of Challenges and Opportunities in E-Government. The activity involved village officials and the community in presentation sessions and in-depth discussions about the benefits, challenges, and opportunities that can be gained through the implementation of E-Government. The method used in this service is a participatory approach, with direct delivery of materials through presentations and interactive discussions. The results of this service show that village officials have begun to understand E-Government as a solution to improve administrative efficiency and public services. Additionally, the community also realizes that the implementation of E-Government can facilitate easier access to public services online. Despite challenges such as limited infrastructure and low technological literacy, significant opportunities such as increased transparency, accountability, and public participation in governance have also been identified. Overall, this community service successfully enhanced the understanding of both parties and raised awareness about the importance of E-Government in improving the quality of public services.
PENGARUH KOMUNIKASI CAMAT TERHADAP PENINGKATAN KINERJA APARAT DI KANTOR CAMAT MOUTONG KABUPATEN PARIGI MOUTONG Alhadar, Sofyan
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 7 No. 1 (2020): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v7i1.126

Abstract

Pelaksanaa penelitian ini didasarkan pada rumusan masalah yakni seberapa besar Pengaruh Komunikasi Camat terhadap Peningkatan Kinerja Aparat Di Kantor Camat Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan rumusan masalah, maka manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi Aparat di Kantor Camat Moutong Kabupaten Parigi Moutong dalam rangka Peningkatan kinerja Aparat. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel Komunikasi Camat (X) dan Peningkatan Kinerja Aparat (Y). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, Dokumentasi, Kuesioner/angket. Hasil Penelitian menunjukan bahwa komunikasi camat berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja aparat di Kantor Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong dengan besar pengaruh yakni 72,1%. Maka dari koefisien positif menunjukan bahwa semakin baik komunikasi camat memberikan dampak yang baik dalam peningkatan kinerja aparat. Dengan kata lain semakin efektif tingkat komunikasi camat yang diterapkan dalam kepemimpinannya maka akan terjadi peningkatan kinerja aparat yang dikarenakan komunikasi camat yang baik membuat kondisi dan keadaan lingkungan kerja dalam suatu instansi akan semakin kondusif sehinggga aparat di Kantor Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong akan bekerja dengan optimal yang akhirnya mampu mencapai visi, misi dan tujuan kantor Kecamatan. Maka dari itu dalam upaya untuk meningkatkan kinerja sebaiknya pimpinan terus membeirkan arahan kepada pegawai atau aparat di Kantor Kecamatan terutama disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, disamping itu perlu adanya instruksi yang jelas dan sanksi yang tegas kepada pegawai agar hasil pekerjaanya berjalan dengan baik. Kata Kunci: Komunikasi; Kinerja; Aparat
ANALISIA KEBIJAKAN PERMENKES NOMOR 6 TAHUN 2014 LARANGAN MONGUBINGO: PERSPPEKTIF TRADISI MASYARAKAT ADAT DI KABUPATEN GORONTALO Alhadar, Sofyan; Gobel, Lisda Van; Nggilu, Rukiah; Sahi, Yayan; Ali, Sukirman H
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 9 No. 3 (2022): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v9i3.436

Abstract

This study aims to examine the prohibition of female circumcision involving the World Helth Organization (WHO) and the National Commission on Women. Where the organization gives legitimacy that female circumcision violates Human Rights. The methods used in this study are qualitative and descriptive research methods. For the location of the study was carried out in Gorontalo Regency. The results showed that the implementation of female circumcision in Gorontalo did not conflict with juridical law in terms of the procedure for implementing female circumcision as stated in the regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 6 of 2014. In addition, the factor that makes female circumcision mandatory for indigenous peoples in Gorontalo Regency, namely the belief that female circumcision ( Mongubingo) can suppress sexual desire, behavior, and sturdiness in maintaining Islamic law. now. Dnature this is the purpose of female circumcision is actually to regulate the order in religious values, customs and norms that apply to societya as well as the practice of beliefs and symbols of greatness of traditions oriented towards the Custom of serendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah (ASQ).
KAJIAN PERAN DAN MOTIF : PARTAI MAHASISWA INDONESIA (PMI) DALAM PERPSEPKTIF FILANTROPI Alhadar, Sofyan; Katili, Andi Yusuf; Rachman, Ellys; Sahi, Yayan; Laudengi, Umriani T
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 9 No. 3 (2022): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v9i3.439

Abstract

The existence of a multi-party system embraced by the Indonesian nation, gives legitimacy to individuals and groups with open space has the right to establish political parties. This is in line with the principle of democratic rights in accordance with the constitution of the Indonesian nation where there is a guarantee of freedom of expression through a forum for organizations or political parties. This study aims to describe the motives for the establishment of the Indonesian student party, using a philanthropic approach. Where philanthropy is a method of measuring human behavior that has great expectations and realities. The methods used in this research are qualitative and case studies use prime and secondary data analysis techniques. As a result of this research, the establishment of the Indonesian student party in the inauguration on the basis of expectations and incompatible realities in the government system is a driving factor for the formation of the party (PMI). In addition, the presence of this party was also mediated by the growth initiated by the group that wanted change.
Peran Organisasi Karang Taruna Molamahu Dalam Pelaksanaan Program Kerja Kelurahan Heledulaa Utara Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo Panai, Aisyah Putri Aurellia; Alhadar, Sofyan; Thalib, Tety
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i3.1795

Abstract

Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan di tingkat kelurahan yang memiliki peran penting dalam membina dan memberdayakan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Karang Taruna Molamahu dalam pelaksanaan program kerja di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara Karang Taruna dan aparatur kelurahan belum berjalan secara optimal karena masih terdapat miskomunikasi dan kurangnya ruang dialog formal. Tingkat partisipasi anggota juga rendah akibat lemahnya perencanaan partisipatif dan minimnya penghargaan terhadap keterlibatan aktif. Selain itu, tidak tersedianya anggaran tetap menyebabkan program-program Karang Taruna berjalan dalam skala terbatas. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program sangat bergantung pada komunikasi yang efektif, partisipasi aktif anggota, dan dukungan anggaran yang berkelanjutan
Pengelolaan Objek Wisata Danau Paisupok Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD-Des) Di Desa Lukpanenteng Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan Bete, Siti Fadila; Alhadar, Sofyan; Bakari, Luthfia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15366

Abstract

Banggai Islands Regency, which is located in Central Sulawesi Province, has great tourism potential. This area offers extraordinary natural beauty such as exotic beaches, mountains and enchanting lakes. One of the interesting natural tourist destinations in this district is Lake Paisupok which is located in Lukpanenteng Village, North Bulagi District, Banggai Islands Regency. Lake Paisupok has great potential for development as a tourist attraction. However, the management and use of this lake is still limited because tourism management requires complex efforts and involves all related parties. The aim of this research is to find out how the Paisupok Lake tourist attraction is managed in Lukpanenteng village, North Bulagi sub-district, Banggai Islands district. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach, which aims to understand social and cultural phenomena from the perspective of the participants or subjects studied, so that they can describe existing problems. This research focuses on the management of the Lake Paisupok tourist attraction located in Lukpanenteng Village, North Bulagi District, Banggai Islands Regency, The results of this research show; First, from an implementation perspective, the management of the Lake Paisupok tourist attraction is still not optimal or less effective. Second, in terms of organization, its effectiveness is still not fully optimal. Third, from an implementation perspective, the management of the Lake Paisupok tourist attraction still relies heavily on the deliberation process in decision making. Even though deliberation is a democratic approach, its implementation is often not optimal because the decision-making process takes a long time. Keywords: Management, tourist attractions, Paisupok Lake
PERAN PEMERINTAH DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA DOLONG A KECAMATAN WALEA KEPULAUAN KABUPATN TOJO UNA-UNA Hamdan Lanonci; Gobe, Lisda Van; Alhadar, Sofyan
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 4 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i4.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Dolong A, Kecamatan Walea Kepulauan, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan fokus pada aspek pemberdayaan masyarakat, motivasi, dan komunikasi. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya kontribusi pemerintah desa dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang partisipatif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan tujuan memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap pelaksanaan program dan dampaknya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah desa mencerminkan adanya inisiatif positif melalui pelatihan, bantuan alat, dan pendampingan kepada petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Namun, implementasi prinsip partisipatif masih lemah, terlihat dari distribusi program yang belum merata serta minimnya pendampingan berkelanjutan. Selain itu, motivasi masyarakat belum tumbuh secara optimal karena kurangnya penghargaan dan stimulasi. Dalam aspek komunikasi, penyampaian informasi masih bersifat satu arah tanpa adanya dialog dua arah, sehingga menghambat partisipasi aktif masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pemerintah desa meningkatkan pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan program, memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan penghargaan berkelanjutan, serta membangun sistem komunikasi yang lebih inklusif dan dialogis guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat program hingga ke wilayah pelosok.
PENGUATAN DEMOKRASI DAN PEMILU BAGI PEMILIH PEMULA MENJELANG PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024: (STUDI PENGABDIAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA GORONTALO) Alhadar, Sofyan; Sahi, Yayan; Katili, Putri Patrisia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat demokrasi dan pemahaman pemilu bagi pemilih pemula menjelang Pemilu 2024, khususnya pada mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan secara offline dengan pendekatan ceramah dan simulasi kepemiluan. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan dua aspek penting. Pertama, dari segi pemahaman mahasiswa terkait pemilihan umum, sebanyak 60% peserta mampu memilih sumber informasi yang kredibel, sementara 40% masih memerlukan peningkatan literasi politik. Kedua, terkait pemahaman bentuk pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2024, sebanyak 20% peserta masih belum mampu mengidentifikasi secara menyeluruh, sedangkan 80% yang terlibat dalam kegiatan ini telah meningkatkan pemahamannya. Secara umum, hasil ini mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian mahasiswa memberikan dampak positif terhadap pemahaman mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo. Meskipun sebagian peserta memerlukan perhatian lebih dalam meningkatkan literasi politik dan pemahaman pengawasan partisipatif, partisipasi mahasiswa secara signifikan memperbaiki pemahaman sebagian besar peserta. Oleh karena itu, untuk meningkatkan dampak positif dan meratakan pemahaman, disarankan kepada instansi berikutnya, melanjutkan kegiatan pengabdian serupa dengan penekanan pada aspek-aspek yang memerlukan perhatian lebih, seperti pengembangan program literasi politik dan pelatihan mengenai pengawasan partisipatif. Upaya ini diharapkan memastikan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam mendukung proses demokrasi dan pemilihan umum di masa depan.