Claim Missing Document
Check
Articles

PENGANTAR AKUNTANSI BAGI SISWA TARSISIUS 1 JAKARTA Lukman, Hendro; Lie, Irene Kim
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31944

Abstract

Accounting is a social science that requires mathematical skills, logic and understanding of rules. Presenting basic accounting principles is the foundation for understanding accounting as a whole. This was conveyed to Tarsisius 1 High School students to gain a comprehensive basic understanding of accounting which includes understanding accounting, accounting processes, accounting for service and trade companies, and design of estimate lists. With a teaching method by providing brief theory, discussion, and discussing cases. The results of this training were quite successful as measured by quiz answers and evaluation results. The implication of this activity is that the school gets added value by providing a comprehensive understanding of the basics of accounting and as a medium for enriching the final exam. ABSTRAK Akuntansi merupakan ilmu sosial yang memerlukan kemampuan matematika, logika dan pemahaman kaidah. Penyampaian prinsip dasar akuntansi merupakan fondasi untuk memahami akuntansi secara menyeluruh. Hal ini disampaikan ke siswa SMA Tarsisius 1 untuk mendapatkan pemahaman dasar akuntansi secara komprehensif yang meliputi pengertian akuntansi, proses akuntansi, akuntansi perusahaan jasa dan perdagangan, dan desain daftar perkiraan. Dengan metode pengjaran dengan memberikan teori secara singkat, diskusi, dan membahas kasus. Hasil pelatihan ini cukup berhasil yang diukur dari jawaban kuis dan hasil evaluasi. Implikasi dari kegiatan ini adalah bagi pihak sekolah mendapat nilai tambah diberikan pemahaman dasar akuntansi secaca komprehesif dan sebagai media pengayaan ujian akhir.
LITERASI PEMBUKUAN USAHA MIKRO DAN KECIL BATIK CIREBON DESA KALITENGAH KECAMATAN TENGAH TANI KABUPATEN CIREBON Lukman, Hendro; Patricia, Virginia
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31984

Abstract

Every business needs accounting records and reports. This also applies to Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). If you look at the applicable provisions, the meaning of MSMEs is measured by the size of the business's net assets and its circulation or gross sales. With applicable regulations, businesses entering MSMEs must be measured by financial reports. The problem with Cirebon Batik UKM in "KALITENGAH" Village, "TENGAH TANI" District, CIREBON Regency which has not recorded its finances through accounting records. The DKI Higher Education Accounting Lecturers Forum coordinates Community Service (PKM) activities in the village to carry out accounting recording literacy. Counseling and training on accounting records for Cirebon Batik SMEs is carried out using a simple method, namely using the "Taberlaris" model. By carrying out simple accounting counseling and training, it is hoped that SMEs will begin to carry out accounting records for their financial transaction. ABSTRAK Setiap usaha membutuhkan catatan dan laporan akuntansi. Hal ini juga berlaku bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Jika melihat ketentuan yang berlaku, pengertian UMKM diukur dari besar kecilnya kekayaan bersih usaha dan peredaran atau penjualan kotornya. Dengan aturan yang berlaku, usaha yang masuk ke UMKM harus diukur dengan laporan keuangan. Permasalah pada UKM Batik Cirebon Desa "KALITENGAH" Kecamatan "TENGAH TANI" Kabupaten CIREBON yang belum mengadakan pencatatan keuangan nya melalui catatan akuntansi. Forum Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi DKI mengkoordinir kegiatan Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) di desa tersebut untuk melakukan literasi pencatatan akuntansi. Penyuluhan dan latihan catatan akuntansi bagi UKM Batik Cirebon dilaksanakan dengan metode yang sederhana, yaitu menggunakan model "Taberlaris". Dengan dilakukan penyuluhan dan pelatihan akuntansi sederhana ini diharapkan para UKM mulai melakukan pencatatan akuntansi bagi transaksi keungan mereka.
MENINGKATKAN LITERASI PAJAK WPOP MELALUI ASISTENSI PENGISIAN SPT E-FILING Fenny, Tara Aurellia; Lukman, Hendro
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32077

Abstract

Community Service through Tax Volunteer activities carried out by these students focuses on increasing knowledge through assistance to Individual Taxpayers (WPOP) in reporting Annual Tax Returns (SPT) by e-filing. This literacy activity through SPT reporting assistance aims to ensure that taxpayers report carrying out their tax obligations correctly. This activity was carried out at the Kalderes Tax Service Office during March 2024. Literacy was provided at the same time as filling in the WPOP's Annual Tax Return face to face and guiding WPOP to fill in their tax information in the e-filing system. This activity hopes that WPOP will gain knowledge and skills on how to fill out SPT by e-filing so that next year they can fill it in correctly themselves so that filling in SPT is more efficient and increases the ratio of WPOP reporting SPT. From the results of the activity, it is hoped that the activities of Tax Volunteers who carry out PKM activities through assistance in filling out SPT with e-Filing can be an effective strategy in increasing tax literacy and tax compliance in Indonesia. ABSTRAK Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan Relawan Pajak yang dilakukan oleh para mahasiswa ini berfokus untuk meningkatkan pengetahuan melalui asistensi kepada Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dengan e-filing. Kegiatan literasi melalui asistensi laporan SPT ini bertujuan agar WPOP melaporkan melakukan kewajiban perpajakannya dengan benar. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Kalideres selama bulan Maret 2024. Literasi yang diberikan bersamaan pengisian Annual Tax Return WPOP secara tatap muka dan membimbing WPOP mengisi informasi pajaknya pada sistem e-filing. Kegiatan ini diharapkan WPOP mendapat pengetahuan dan ketrampilan bagaimana mengisi SPT dengan e-filing sehingga tahun berikutnya mereka dapat mengisi sendiri dengan benar sehingga pengisian SPT lebih efisien dan meningkatkan rasio WPOP yang melaporkan SPT. Dari hasil kegiatan, diharapkan kegiatan Relawan Pajak yang melakukan kegaitan PKM melalui asistensi pengisian SPT dengan e-Filing dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi pajak dan kepatuhan pajak di Indonesia.
MENINGKATKAN KEPATUHAN PAJAK WPOP MELALUI ASISTENSI PELAPORAN SPT E-FILING Selvia; Lukman, Hendro
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32104

Abstract

The Annual Tax Return is one of the taxpayers' obligations to fulfill their tax obligations in the self-assessment system. Annual Tax Returns are reported using the e-filing system no later than March 31 of the following tax year. Awareness of reporting tax obligations is an indication of tax compliance. Understanding the obligations of Individual Taxpayers (WPOP), as well as the problems and difficulties that arise in the process of reporting Annual Tax Returns via e-filing. Many WPOP do not understand or have difficulty using the e-filing system, and the available tax personnel are not commensurate with the growth in the number of WPOP to provide assistance in filling out reports using the e-filing system. Therefore, the Directorate General of Taxes formed Tax Volunteers from students to help tax officers assist WPOP in filling out Tax Returns by e-filing. Apart from that, helping and encouraging increased tax compliance through socializing the obligation to report annual taxes. Tax volunteers helping WPOP at the Cengkareng Tax Service Office is one of the Community Service activities that has been carried out during March 2024. ABSTRAK Surat Pemberitahuan Tahunan merupakan salah satu kewajiban wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya dalam sistem selfassement. Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan dilaporan dengan sistem e-filing paling lambat pada tanggal 31 Maret tahun pajak berikutanya. Kesadaran melaporkan kewajiban perpajakan merupakan indikasi pada kepatuhan pajak. Pemahaman kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP), serta permasalahan dan kesulitan yang timbul dalam proses pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan melalui e-filing. Banyak WPOP yang belum memahami atau mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem e-filing, dan tenaga perpajakan yang tersedia tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah WPOP untuk melakukan asistensi pengisian pelaporan dengan sistem e-filing. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pajak membentuk Relawan Pajak dari mahasiswa untuk membantu petugas pajak mengasistensikan WPOP mengisi Tax Return dengan e-filing. Selain itu, membantu dan mendorong peningkatan kepatuhan pajak melalui sosialisasi kewajiban melaporkan pajak tahunan. Relawan pajak membantu WPOP di Kantor Pelayanan Pajak Cengkareng merupaakan salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan selama bulan Maret 2024.
MENINGKATKAN KESADARAN KEWAJIBAN MELAPORKAN SPT TAHUNAN MELALUI ASISTESI PENGISIAN SPT E-FILING Susanto, Troy Washington; Lukman, Hendro
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32327

Abstract

Submitting an Annual Tax Return (SPT) is an obligation for every taxpayer, however compliance is still a big challenge for taxpayers, especially individual taxpayers (WPOP). Factors that influence taxpayer awareness include the level of education, understanding of tax regulations, and the taxpayer's experience in carrying out their obligations. The aim of this Community Service Activity (PKM) is to increase tax awareness, especially reporting obligations through assistance in filling out SPT on the e-filing system. Activities carried out at the Tambora Tax Service Office. The service provided is to provide assistance to Individual Taxpayers (WPOP) along with providing awareness of the importance of tax reporting for individual and state WPOP. With this activity, it is hoped that the WPOP served will be aware of filling in the correct SPT report to be able to safeguard the interests of the WPOP themselves, and for the state in planning economy. This activity should be carried out every year to increase the level of WPOP awareness regarding tax obligations for the benefit of WPOP itself and the country ABSTRAK Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahuanan (SPT) merupakan kewajiban bagi setiap wajib pajak, namun kepatuhannya masih menjadi tantangan besar bagi Wajib pajak, khususnya Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP). Faktor yang mempengaruhi kesadaran wajib pajak antara lain tingkat pendidikan, pemahaman peraturan perpajakan, dan pengalaman wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya. Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan kesadaran pajak khususnya kewajiban pelaporan melalui asistensi pengisian SPT pada sistem e-filing. Kegiatan yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Tambora. Pelayanan diberikan adalah memberikan asistensi Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) bersamaan dengan memberikan kesadaran pentingnya palaporan pajak bagi WPOP pribadi dan negara.Dengan kegiatan ini diharapkan WPOP yang dilayani menyadari megisi laporan SPT yang benar untuk dapat mengamankan kepentingan WPOP sendiri, dan bagi negara dalam perencanaan perekonomian. Kegiatan ini sebaiknya dapat dilaksanakan setiap tahunnya agar meningkatnya tingkat kesadaran WPOP mengenai kewajiban perpajakan untuk kepentingan WPOP sendiri dan negara.
PENGENALAN PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BAGI SISWA SMA RICI Lukman, Hendro; Darwis, Andrea Stephanie
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32336

Abstract

Cost of Goods Manufatured is an important part of a manufacturing or producer business. Calculating the Cost of Goods Production using the wrong method will have an impact on determining the selling price of the product, which will ultimately affect the profit of the company or business. The topic "Community Service (PKM)" Calculating the Cost of Goods Production is part of cost accounting which is a branch of accounting science. Giving this topic to class This PKM activity is carried out offline at the partner school. The activity will take place in March 2024. As a result of the evaluation, this topic can be followed and understood by participating students. This activity provides benefits for students, schools and Tarumangara University, so that this activity can be continued in other periods. ABSTRAK Harga Pokok Produksi menjadi bagian penting dalam usaha manufaktur atau produsenb. Penghitungan Harga Pokok Produksi dengan metode yang salah akan berdampak pada penentuan harga jual produk, yang pada akhirnya akan mempengaruh laba perusahaan atau usaha. Topik "Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)" Penghitungan Harga Pokok Produksi merupakan bagian dari ilmu akuntansi biaya yang merupakan cabang dari ilmu akuntansi. Pemberian topik ini kepada siswa kelas X SMA Rici Jakarta adalah memberikan pengenalan akuntansi dari praktis dan masalah yang dihadapi sehari-hari, terutama bagi mereka yang mulai melakukan usaha kecil-kecilan secara online. Kegiatan PKM ini dilakukan secara offline di sekolah mitra. Kegiatan berlangsung pada bulan Maret 2024. Hasil evaluasi, topik ini dapat diikuti dan dipahami oleh siswa perserta. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa, sekolah, dan Universitas Tarumangara, sehingga kegiatan ini dapat dilanjutkan pada periode lain.
MENGHITUNG DAN MENGELOLA FOOD COST: KUNCI MENINGKATKAN PROFITABILITAS MEREK USAHA “SQUIRICE” Andjelia; Lukman, Hendro
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33308

Abstract

Culinary business has a very promising profit prospect. In running the business, it is necessary to calculate and manage food costs which are the key to increasing the company's profitability. This article discusses the importance of calculating and managing food costs in the culinary business brand, namely Squirice, which focuses on the squid chili sauce menu. In the midst of tight competition in the culinary business industry, business owners need to have an understanding of how to calculate production costs in the production process to set selling prices that can attract customers and compete in the market. Through cost analysis and sales data from the information that has been obtained, this article explains the components of raw material costs, labor costs, and factory overhead costs related to the Squirice business brand menu, namely squid chili sauce. With effective and efficient calculations, business profitability will increase significantly. The results of the research from the business carried out in this article show that the calculations and management carried out by the Squirice business brand are quite high because they are closer to the value of 40%. The value of 40% is the highest limit in the percentage of food costs. In addition, this article provides recommendations regarding the management and calculations that can be carried out by culinary business owners to achieve better results. Thus, this article not only provides insight for Squirice customers, but can also contribute to the culinary business sector in general. ABSTRAK Usaha kuliner memiliki prospek keuntungan yang sangat menjanjikan. Dalam menjalankan usaha tersebut, diperlukan perhitungan dan pengelolaan food cost yang menjadi kunci meningkatnya profitabilitas perusahaan. Artikel ini membahas mengenai pentingnya melakukan perhitungan dan pengelolaan food cost pada merek usaha kuliner yaitu Squirice yang berfokus pada menu sambal cumi. Di tengah persaingan yang ketat dalam industri usaha kuliner, pemilik usaha perlu memiliki pemahaman mengenai bagaimana perhitungan biaya produksi pada proses produksi untuk menetapkan harga jual yang dapat menarik pelanggan dan dapat bersaing di pasar. Melalui analisis biaya dan data penjualan dari informasi yang telah diperoleh, artikel ini menjelaskan komponen biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik yang berhubungan dengan menu merek usaha Squirice yaitu sambal cumi. Dengan perhitungan yang efektif dan efisien, profitabilitas usaha akan meningkat secara signifikan. Hasil penelitian dari usaha yang dilakukan pada artikel ini menunjukkan bahwa perhitungan dan pengelolaan yang dilakukan merek usaha Squirice cukup tinggi karena lebih mendekati nilai 40%. Nilai 40% menjadi batas tertinggi dalam persentase food cost. Selain itu, artikel ini memberikan rekomendasi mengenai pengelolaan dan perhitungan yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha kuliner untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dengan demikian, artikel ini tidak hanya memberikan wawasan bagi para pelanggan Squirice saja, namun juga dapat berkontribusi pada sektor usaha kuliner secara umum.
MENGEMBANGKAN INOVASI PRODUK SEBAGAI STRATEGI AWAL BAGI PEMULA USAHA DALAM BIDANG KULINER Carolline, Stevanny; Lukman, Hendro
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33387

Abstract

Food is one of the most important basic needs for humans. Humans often ignore food intake because of daily activities, so the need for healthy food cannot be met by the body. With the high need for food and the use of healthy ingredients. Therefore, as a beginner in entrepreneurship, see a business opportunity in building a business in the culinary field. The way of cooking is greatly influenced by culture and environmental conditions in society. Great opportunities are also in line with high competition so that the amount of competition becomes an obstacle for beginners. One strategy that can be done to be able to compete is to create a competitive advantage in the product. Entrepreneurial activities are very close to the creation of competitive advantages through product innovation. Innovation reflects an entrepreneur who has unique ideas for a product so that the business he owns is different from the products that already exist on the market. An entrepreneur must be able to develop his ability to innovate a product. The way to get information on needs or things that can satisfy customers is to conduct market research in order to understand consumer needs for a product. In addition to being able to find out the needs or desires of customers, you can also find out what is currently in demand by the community. The results of market research are the basis for innovation to create or develop products that are made or developed. ABSTRAK Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok paling penting bagi manusia. Manusia seringkali mengabaikan asupan makanan karena kegiatan yang dilakukan setiap hari, jadi kebutuhan makanan sehat tidak dapat dipenuhi oleh tubuh. Dengan adanya kebutuhan makanan yang tinggi dan penggunaan bahan-bahan pilihan yang sehat. Oleh karena itu, sebagai pemula awal dalam berwirausaha melihat adanya peluang bisnis dalam membangun usaha di bidang kuliner. Cara memasak yang banyak dipengaruhi oleh budaya dan kondisi lingkungan pada masyarakat. Peluang yang besar juga sejalan dengan persaingan yang tinggi sehingga besarnya persaingan menjadi hambatan bagi pemula. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk dapat bersaing yaitu dengan menciptakan keunggulan kompetitif dalam produk. Kegiatan kewirausahaan sangat erat dengan penciptaan keunggulan kompetitif melalui inovasi produk. Inovasi mencerminkan seorang wirausaha yang memiliki ide-ide unik terhadap sebuah produk agar usaha yang dimilikinya berbeda dengan produk yang telah ada di pasar. Seorang wirausaha harus mampu mengembangkan kemampuannya dalam menginovasi sebuah produk. Cara untuk mendapatkan informasi kebutuhan atau hal yang dapat memuaskan pelanggan adalah dengan melakukan riset pasar agar dapat memahami kebutuhan konsumen akan suatu produk. Selain dapat mengetahui kebutuhan atau keinginan pelanggan, juga dapat mengetahui apa yang sedang diminati oleh masyarakat saat ini. Hasil riset pasar merupakan landasan inovasi untuk membuat atau mengembangkan produk yang dibuat atau dikembangkan.
KREATIVITAS DAN INOVASI PRODUK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG VISIT INTENTION PADA USAHA KULINER Tapahing, Melia Angel; Lukman, Hendro
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33504

Abstract

In the culinary industry, innovation and creativity are the main keys to attracting consumer attention and maintaining business sustainability. The more unique a product is, the higher the interest in visits from consumers, such as One More, especially on the Churros Hotdog and Churros Chocolate menus, by introducing the Churros Hotdog and Churros Chocolate menus is a strategic step planned to attract consumer attention. Creativity in this product is also an opportunity for One More to strengthen our branding. The emphasis on innovation will not only make the product more attractive, but will also improve the brand image as a business that always adapts and follows culinary trends. By introducing unique products, One More has a great opportunity to build a loyal customer base. Continuous innovation is the key to the growth and success of culinary businesses. So far, churros have been known as long-shaped sweet foods sprinkled with sugar and cinnamon powder, while hotdogs are more identical to savory foods filled with sausages in bread. This innovation not only adds variety to the menu offered, but also provides a new attraction for consumers looking for something unique and appetizing. This PKM activity seeks to apply innovation and creativity to the products offered by the One More culinary business. Through this activity, it is hoped that One More can attract the attention of consumers and potentially increase interest in visits. ABSTRAK Dalam industri kuliner, inovasi dan kreativitas menjadi kunci utama untuk menarik perhatian konsumen dan menjaga keberlangsungan usaha. Semakin unik suatu produk, maka akan semakin tinggi minat kunjungan dari konsumen, seperti halnya One More khususnya pada menu Churros Hotdog dan Churros Chocolate, dengan memperkenalkan menu Churros Hotdog dan Churros Chocolate merupakan langkah strategis yang direncanakan untuk menarik perhatian konsumen. Kreativitas dalam produk ini juga menjadi peluang bagi One More untuk memperkuat branding kami. Penekanan pada inovasi bukan hanya akan membuat produk lebih menarik, tetapi juga akan meningkatkan citra merek sebagai usaha yang selalu beradaptasi dan mengikuti tren kuliner. Dengan memperkenalkan produk yang unik, One More memiliki peluang besar untuk membangun basis pelanggan yang loyal. Inovasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk pertumbuhan dan keberhasilan usaha kuliner. Selama ini churros dikenal sebagai makanan manis berbentuk panjang yang ditaburi gula dan bubuk kayu manis, sedangkan hotdog lebih identik sebagai makanan gurih yang diisi sosis dalam roti. Inovasi ini tidak hanya menambah variasi pada menu yang ditawarkan, tetapi juga memberikan daya tarik baru bagi konsumen yang mencari sesuatu yang unik dan menggugah selera. Kegiatan PKM ini berusaha untuk menerapkan inovasi dan kreativitas terhadap produk yang ditawarkan oleh usaha kuliner One More. Melalui kegiatan ini diharapkan One More dapat menarik perhatian konsumen, dan berpotensi meningkatkan minat kunjungan.
MENETAPKAN HARGA JUAL MAKANAN DENGAN STRATEGI FOOD COST PADA USAHA KULINER ONE MORE Natasya , Friscylla; Lukman, Hendro
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33542

Abstract

The challenge often faced by business operators in running their enterprises is how to manage production costs effectively to achieve optimal profitability. Production costs are one of the crucial factors that can affect the profits generated and the quality of the products offered. A way to control production costs is by detailing every expense incurred during the production process. One of the methods that culinary entrepreneurs can use to calculate their production costs is the food cost method. In the food cost approach, cost components are identified based on expenses directly related to production, necessitating accurate calculations of raw material usage. This is done to avoid errors in calculating production costs that could affect the profit margins of the business. By accurately calculating production costs, business operators can determine the appropriate selling price for each product they sell. In addition to ensuring they cover production costs while also achieving the desired profit margin by business actors. This PKM activity aims to implement production cost calculations for the culinary business One More, which sells and produces churros snacks using the food cost method, with the hope of assisting One More in improving its management of production costs and achieving optimal sales profits. ABSTRAK Tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha dalam menjalankan usahanya adalah cara mengelola biaya produksi yang efektif untuk mencapai profitabilitas yang optimal. Biaya produksi merupakan salah satu hal krusial yang dapat berpengaruh pada laba yang dihasilkan dan kualitas dari produk yang ditawarkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengontrol biaya produksi adalah dengan merincikan setiap biaya yang dikeluarkan dalam produksi. Salah satu metode yang dapat dipakai pelaku usaha kuliner dalam memperhitungkan biaya produksinya adalah menggunakan metode food cost. Dalam pendekatan food cost, komponen biaya diidentifikasi berdasarkan biaya yang terkait langsung dengan produksi, maka dari itu juga diperlukan perhitungan atas penggunaan bahan baku dengan benar dan akurat. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam perhitungan biaya produksi yang dapat berpengaruh terhadap tingkat laba yang dihasilkan oleh usaha. Dengan melakukan perhitungan yang akurat dalam biaya produksi, pelaku usaha dapat menentukan harga jual untuk setiap produk yang dijual dengan tepat. Sehingga, selain dapat menutupi biaya produksi, pelaku usaha juga memperoleh margin keuntungan yang diharapkan. Kegiatan PKM ini berusaha untuk menerapkan perhitungan biaya produksi pada usaha kuliner One More yang menjual dan memproduksi makanan ringan churros menggunakan metode food cost, yang diharapkan dapat membantu One More dalam meningkatkan pengelolaan dalam biaya produksi dan mencapai laba penjualan yang optimal.