Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Transformation of Generation Z's consumption behavior in the digital ecosystem: A theoretical review of social media-based marketing strategies Dewantoro, Riy; Sariani, Sariani; Suriono, Hadi
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 5 (2025): May 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i5.619

Abstract

This study aims to examine the transformation of consumption behavior among Generation Z in Indonesia within the context of the digital ecosystem, focusing on how social media shapes consumption patterns and influences marketing strategies adopted by businesses. This transformation reflects a shift from conventional consumption patterns rooted in functional needs toward more emotional, symbolic, and digitally-driven behaviors. Employing a qualitative descriptive approach through literature review, data were collected from various secondary sources, including scholarly journals, books, and recent research reports. The findings indicate that social media particularly influencer content and visual trends on platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube plays a dominant role in shaping self-image and consumption preferences among Generation Z. Impulsive buying behavior is driven by e-commerce promotions, fear of missing out (FOMO), and peer pressure within digital communities. The ease of transactions via digital wallets, instant promotions, and seamless access to diverse products further reinforces a fast and instant consumption pattern. Unfortunately, this trend is not yet balanced by adequate financial literacy. These findings provide a crucial foundation for developing more personalized, interactive, and educational social media marketing strategies, while also supporting the enhancement of financial literacy among Generation Z, who are navigating an ever-evolving digital era.
Penguatan SDM melalui Penyuluhan Gizi Seimbang untuk Pencegahan Stunting di Desa Mangkai Lama Rosnaida, Rosnaida; Suriono, Hadi; Amalia, Ade; Japina, Henky
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7317

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu muda, dalam menerapkan pola makan bergizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan pada 26 September 2025 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas perangkat desa, kader posyandu, dan masyarakat yang memiliki balita atau sedang hamil. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan inti, dan evaluasi-tindak lanjut. Kegiatan utama berupa penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta demonstrasi penyusunan menu bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya gizi seimbang dan perubahan sikap dalam pengelolaan konsumsi keluarga berdasarkan pedoman Isi Piringku dan Tumpeng Gizi Seimbang. Keterlibatan kader posyandu juga memperkuat keberlanjutan edukasi gizi di tingkat desa. Kesimpulannya, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan keluarga dan dapat menjadi model replikasi edukasi gizi di wilayah pedesaan lain dengan karakteristik serupa.
Community Empowerment through Participatory Training for Sustainable Nile Tilapia Farming in Tanjung Alam, Asahan Regency Rumondang, Rumondang; Suriono, Hadi; Ramadhan, Muhammad Sabir; Fransiska, Adelia; Fitri, Kurnia Aidila; Putri, Zeini Ardianti; Ningrum, Hesti Sulistia; Tambunan, Syafrida Br; Nurhadi, Nurhadi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.608

Abstract

The cultivation of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is a strategic initiative to promote aquaculture development in Indonesia and to enhance economic welfare by providing sustainable income opportunities. This community empowerment program was implemented with the Sudo Mina Jaya Fish Farmers Group in Tanjung Alam Village, Asahan Regency, aiming to strengthen farmers’ capacity and technical skills through a participatory approach. Key challenges identified included inadequate water quality management, limited knowledge of breeding techniques, and issues affecting fish health and productivity. The program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, comprising an initial survey, training on sustainable tilapia breeding, pond management, and probiotic production, as well as technical assistance and interactive guidance sessions. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments. Results showed a significant increase in participants’ knowledge scores from a mean pre-test score of 54 to a post-test mean of 92 (n = 13), confirmed by a Wilcoxon signed-rank test (Z = 3.209, p = 0.001). Continued technical assistance and regular monitoring further supported the practical application of the knowledge gained. This program successfully provided practical solutions to local challenges, enhanced participants’ aquaculture skills, and opened opportunities for sustainable fish farming businesses
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA KREATIF MELALUI PENDAMPINGAN IZIN USAHA NIB UNTUK MENDORONG PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA AIR JOMAN KECAMATAN AIR JOMAN Wahyuni, Dian; Suriono, Hadi; Rumondang, Rumondang; Harianja, Meyliyani Hissania Br; Satria, Muhammad; Lubis, Alweni Khoiriyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24307

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu penunjang perekonomian yang dimiliki di berbagai negara dan termasuk Indonesia. UMKM juga bisa di bilang sebagai tulang punggung perekonomian pada suatu negara. UMKM merupakan badan usaha yang diciptakan oleh masyarakat untuk pendapatan pribadi dan menjadi sumber pertumbuhan kesempatan kerja. Dengan menciptakan UMKM pada suatu daerah dapat meningkatkan nilai pertumbuhan perekonomian negara serta dapat mengurangi nilai kemiskinan dalam suatu negara. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian ini, antara lain : Observasi, Penyuluhan Tentang Pentingnya NIB, Pelaksanaan Kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM di Desa Air Joman. Sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) ini bertujuan untuk mendukung upaya tertib administrasi terhadap peraturan pemerintah. Para UMKM juga mendapatkan bantuan untuk membuatkan akun dan mendaftarkan usaha mereka melalui Online Single Submission (OSS). Maka dengan memiliki NIB para pelaku UMKM dapat menambah kepercayaan dari pelanggan karena dianggap sebagai usaha yang legal serta sebagai langkah dasar dalam mengurus perizinan-perizinan lainnya terkait kegiatan usahanya, seperti sertifikasi halal.
DESAIN PENGEMBANGAN UMKM DI KELURAHAN BUNUT BARAT KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Normansyah, Normansyah; Suriono, Hadi; Siregar, Aris; Rosnaida, Rosnaida; Putra, Anshari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24597

Abstract

Dewasa ini, Perkembangan UMKM jumlahnya telah meningkat pesat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja rata-rata sebesar 96,66% terhadap total keseluruhan tenaga kerja nasional. Dalam rangka implementasi kebijakan Otonomi Daerah yaitu melaksanakan pembangunan ekonomi secara merata untuk semua daerah maka pembangunan di wilayah pedesaan menjadi perhatian masyarakat maupun pemerintah. Oleh sebab itu, realita perkembangan UMKM masih sangat sulit diterapkan khususnya di wilayah pedesaan. Penduduk dengan keterbatasan pengetahuan, hidup dalam kegiatan usaha kecil di sektor tradisional, infrastruktur dan akses pemerintahan yang terbatas menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Maka dari itu, kelompok wirausahawan desa (Entrepreneurs Village) melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hadir sebagai suatu solusi dari sistem perekonomian yang efektif memudahkan masyarakat untuk siap bersaing dalam pasar global. Dengan tujuan untuk memperluas kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, terciptanya wirausahawan desa (Entrepreneurs Village) sehingga mendorong kebijakan untuk melakukan perbaikan infrastruktur, teknologi, permodalan, dan kelembagaan UMKM. Manfaat gagasan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, pemerintah, peneliti maupun akademisi dalam merencanakan programprogram terbaru yang memberikan kontribusi yang besar bagi Negara. Oleh karenanya, Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian lokal daerah dalam egimenggerakkan aktivitas ekonomi ke tingkat internasional. Dalam rangka implementasi, perencanaan, pemberdayaan, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) regulasi dari pemerintah yang diperlukan untuk memberikan peluang berkembangnya UMKM di pedesaan meliputi perbaikan sarana dan prasarana, akses perbankan, pembinaan SDM, Pengembangan Jaringan Usaha, Pemasaran dan Kemitraan Usaha serta perbaikan iklim ekonomi yang lebih baik untuk mendukung eksistensi masyarakat menghadapi persaingan ekonomi di tengah pasar global.
UMKM DALAM MEMBANGUN EKONOMI DI KELURAHAN BUNUT BARAT KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Normansyah, Normansyah; Suriono, Hadi; Siregar, Aris; Rosnaida, Rosnaida; Putra, Anshari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28945

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh orang perorangan atau kelompok yang bertujuan untuk membangun ekonomi. Usaha Mikro Kecil Mennegah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional dan juga dalam tumbuhnya ekonomi serta tenaga kerja dan distribusi hasil pembangunan. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dipandang memiliki prospek masa depan yang baik. Manfaat Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) bagi perekonomian nasional antara lain: membuka lapangan pekerjaan, menjadi penyumbang terbesar nilai produk domestik bruto, salah satu solusi efektif bagi permasalahan ekonomi masyarakat kelas kecil dan menengah. Sedangkan manfaat Usaha Mikro Kecil Mennegah (UMKM) dalam ekonomi adalah meningkatkan pendapatan, memberdayakan masyarakat khususnya mendapatkan pengalaman berwirausaha, memperkecil angka pengangguran, mempererat rasa kebersamaan, mengembangkan potensi masyarakat, mengembangkan usaha yang telah ada sebelumnya, serta menumbuhkan rasa ingin maju dan tujuan paling utama adalah untuk membangun ekonomi. Dengan tujuan utama membangun ekonomi untuk mendorong kebijakan untuk melakukan perbaikan infrastruktur, teknologi, permodalan, dan kelembagaan UMKM. Manfaat gagasan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, pemerintah, peneliti maupun akademisi dalam merencanakan programprogram terbaru yang memberikan kontribusi yang besar bagi Negara. Oleh karenanya, Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam membangun ekonomi dalam menggerakkan aktivitas ekonomi sampai ke tingkat nasional.
PENGARUH KECERDASAN INTELEKTUAL, DESKRIPSI KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BATU BARA Normansyah, Normansyah; Suriono, Hadi; Siregar, Aris; Rosnaida, Rosnaida; Putra, Anshari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.24656

Abstract

Teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori manajemen organisasi dan sumber daya manusia dengan lebih berfokus pada faktor kecerdasan intelektual, , deskripsi kerja, pengembangan karir dan prestasi yang menjadi variabel-variabel dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survey. jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan sifat penelitian adalah penjelasan. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Populasi adalah seluruh pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara yaitu 55 pegawai dan ditetapkan jumlah sampel dari seluruh populasi yang ada yaitu sebanyak 55 pegawai. Berdasarkan persamaan linier berganda yang diperoleh sebagai berikut bahwa ? = 1,015 + 0,406 X1 + 0,239 X2 + 0,509 X3 + e. Pada persamaan tersebut dapat dilihat bahwa kecerdasan intelektual (X1), deskripsi kerja (X2) dan pengembangan karir (X3) mempunyai koefisien regresi positif yang membuktikan kontribusinya terhadap prestasi kerja (Y) pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara. Pengujian secara serempak menunjukkan bahwa nilai Fhitung (53,875) lebih besar dibandingkan dengan nilai Ftabel (2,79), dan sig. ? (0,000a) lebih kecil dari alpha 5% (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel kecerdasan intelektual, deskripsi kerja dan pengembangan karir secara serempak berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara. Pengujian secara parsial diperoleh hasil untuk kecerdasan intelektual (3,696), deskripsi kerja (2,352) dan pengembangan karir (4,428). Dengan demikian secara parsial pengaruh yang dominan terhadap prestasi kerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara adalah variabel pengembangan karir.
PENGARUH IKLIM ORGANISASI, KEPUASAN KERJA DAN MUTASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN ASAHAN Normansyah, Normansyah; Suriono, Hadi; Siregar, Aris; Rosnaida, Rosnaida; Putra, Anshari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.28928

Abstract

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL, PENGALAMAN KERJA DAN FASILITAS KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN BATU BARA Normansyah, Normansyah; Suriono, Hadi; Siregar, Aris; Rosnaida, Rosnaida; Putra, Anshari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37892

Abstract

Teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori manajemen organisasi dan sumber daya manusia dengan lebih berfokus pada faktor komunikasi interpersonal, pengalaman kerja, fasilitas kerja dan prestasi kerja yang menjadi variabel-variabel dalam penelitian ini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survey. jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan sifat penelitian adalah penjelasan. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Populasi adalah seluruh pegawai pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara yaitu 58 pegawai dan ditetapkan jumlah sampel dari seluruh populasi yang ada yaitu sebanyak 58 pegawai. Berdasarkan persamaan linier berganda yang diperoleh sebagai berikut bahwa ? = 1,259+ 0,591 X1 + 0,317 X2 + 0,214 X3 + e. Pada persamaan tersebut dapat dilihat bahwa komunikasi interpersonal (X1), pengalaman kerja (X2) dan fasilitas kerja (X3) mempunyai koefisien regresi positif yang membuktikan kontribusinya terhadap prestasi kerja (Y) pegawai pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara dalam model regresi ini. Pengujian secara serempak menunjukkan bahwa nilai Fhitung (235,834) lebih besar dibandingkan dengan nilai Ftabel (2,78), dan sig. ? (0,000a) lebih kecil dari alpha 5% (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi interpersonal, pengalaman kerja dan fasilitas kerja secara serempak berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara. Pengujian secara parsial diperoleh hasil untuk komunikasi interpersonal (5,470), pengalaman kerja (3,162) dan fasilitas kerja (2,280). Dengan demikian secara parsial pengaruh yang dominan terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara adalah variabel komunikasi interpersonal.
PENGARUH LITERASI DIGITAL PELAKU USAHA DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP DAYA SAING EKONOMI KREATIF DAERAH SUMATERA UTARA Suriono, Hadi; Dewantoro, Riy; Optari, Leni Kurnia
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5779

Abstract

Abstract : The creative economy has become a strategic sector in regional economic development in Indonesia, particularly in North Sumatra, which possesses abundant cultural wealth and creative potential. This study aims to analyze the influence of digital literacy of business actors and service quality on the competitiveness of the regional creative economy in North Sumatra. The research employs a quantitative approach using multiple regression analysis on 250 creative economy business actors in North Sumatra across 16 subsectors. Data were collected through surveys using structured questionnaires and analyzed using SPSS version 26. The results show that digital literacy of business actors has a positive and significant effect on creative economy competitiveness (β = 0.456, p < 0.01), contributing 45.6% to competitiveness improvement. Service quality also has a positive and significant effect on creative economy competitiveness (β = 0.389, p < 0.01), contributing 38.9%. Simultaneously, digital literacy and service quality influence 72.3% of creative economy competitiveness in North Sumatra (R² = 0.723). These findings confirm that improving digital literacy through training programs and digital transformation, along with enhancing service quality of business actors, are key factors in increasing regional creative economy competitiveness. The practical implications of this research highlight the need for integrated policies among local government, educational institutions, and business actors in developing a competitive creative economy ecosystem through strengthening digital capacity and quality service standards. Keywords: Digital Literacy, Service Quality, Competitiveness, Creative Economy, North Sumatra, MSMEs Abstrak : Ekonomi kreatif telah menjadi sektor strategis dalam pembangunan ekonomi daerah di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara yang memiliki kekayaan budaya dan potensi kreatif yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital pelaku usaha dan kualitas layanan terhadap daya saing ekonomi kreatif daerah Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda terhadap 250 pelaku usaha ekonomi kreatif di Sumatera Utara yang tersebar di 16 subsektor. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital pelaku usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing ekonomi kreatif (β = 0,456, p < 0,01), dengan kontribusi sebesar 45,6% terhadap peningkatan daya saing. Kualitas layanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing ekonomi kreatif (β = 0,389, p < 0,01), dengan kontribusi sebesar 38,9%. Secara simultan, literasi digital dan kualitas layanan berpengaruh sebesar 72,3% terhadap daya saing ekonomi kreatif di Sumatera Utara (R² = 0,723). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa peningkatan literasi digital melalui program pelatihan dan transformasi digital, serta peningkatan kualitas layanan pelaku usaha merupakan faktor kunci dalam meningkatkan daya saing ekonomi kreatif daerah. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan terintegrasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing melalui penguatan kapasitas digital dan standar layanan yang berkualitas. Kata Kunci: Literasi Digital, Kualitas Layanan, Daya Saing, Ekonomi Kreatif, Sumatera Utara, UMKM