Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Dental health education for students of SDN 09 Air Pacah Kota Padang through audiovisual kinesthetic media in the form of singing and simulation of how to brush teeth: Dental health education pada siswa SDN 09 Air Pacah Kota Padang melalui media audiovisual kinestetik berupa menyanyi dan simulasi cara menyikat gigi Aisyah, Siti; Sativa, Puti; Ayu, Suci Lia; Fhadhila, Tiara; Surya, Leny Sang; Zia, Hanim Khalida; Pertiwi, Oniel Syukma; Pujiyati, Alfiyah; Andriansyah
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i2.1251

Abstract

Oral health knowledge should be given to school-age children. Elementary school is a very strategic group for oral health mana-gement. Audiovisual kinesthetic media is included in multimedia which contains three elements, namely visual elements (ima-ges), audio elements (sound) and motion elements at the same time. The purpose of this counseling is to change children's beha-viour in maintaining oral health. This activity was carried out in August 2024 with 35 students attending. This counselling activity for children at SDN 09 Air Pacah has gone well. The method of counselling by means of practice or demonstration was able to improve children's understanding, especially in practicing how to brush their teeth properly; even counselling by singing songs also had an effect on changes in knowledge, attitudes and application of toothbrushing actions in school-age children.
Implementasi Permainan Ular Tangga Terhadap Pengetahuan Menyikat Gigi pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Darmawan, Winda Sari; Yandi, Satria; Surya, Leny Sang
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i02.198

Abstract

Pendahuluan: Setiap tahun, jumlah masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia meningkat, terutama karena praktik kebersihan gigi yang buruk. Menggunakan teknik yang tepat saat menyikat gigi adalah cara yang baik untuk meningkatkan kebersihan gigi. Tujuan Penelitian: Melalui penggunaan permainan ular tangga yang dimodifikasi, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN 10 Sungai Sapih Padang tentang teknik menyikat gigi yang benar. Bahan dan Metode: Purposive sampling digunakan untuk memilih 21 siswa sebagai sampel dalam penelitian ini, dengan desain pre-test post-test satu kelompok. Kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media yang melibatkan permainan ular tangga digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil: Berdasarkan temuan, sebagian besar siswa (71,4%) memiliki pengetahuan yang cukup sebelum intervensi, tetapi jumlah ini meningkat secara signifikan setelah intervensi, dengan 85,7% siswa memiliki pemahaman yang baik. Peningkatan pengetahuan yang signifikan ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) yang diperoleh dari analisis statistik dengan menggunakan uji Marginal Homogeneity. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa permainan ular tangga merupakan cara yang baik untuk membantu anak-anak belajar cara mencuci gigi dengan benar.
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA 3 PERMUKAAN DENTAL UNIT (BOWL RINSE, DENTAL CHAIR, INSTRUMENT TABLE) DI RSGM UNIVERSITAS BAITURRAHMAH TAHUN 2018 Sachwiver, Bilham; Surya, Leny Sang; Elianora, Dewi
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.311 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.140

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satu jenis infeksi adalah infeksi nosokomial. Infeksi ini menyebabkan 1,4  juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Infeksi nosokomial itu sendiri dapat diartikan sebagai  infeksi yang diperoleh seseorang selama berada di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang terdapat pada permukaan dental unit yang diduga sering berkontaminasi dengan pasien di RSGM Baiturrahmah. Penelitian ini dilakukan di RSGM Baiturrahmah yang kemudian diidentifikasi di Laboratorium Mikrobiologi RSI Siti Rahmah dengan melakukan tiga usapan pada permukaan dental unit yang sering berkontak dengan pasien dan operator yaitu bowl rinse, instrumen table dan dental chair. Sampel di dapatkan sebanyak 17, pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhana. Hasil penelitian ditemukan  bahwa terdapat 4 jenis bakteri Gram positif yaitu Staphylococcus epidermidis Sp, Staphylococcus aureus Sp, Bacillus Sp, Dipteroid basil Sp dan 1 Bakteri Gram negatif yaitu Pseudomonas Sp. Kesimpulan penelitian, bakteri yang paling banyak ditemukan pada permukaan dental unit yaitu bakteri Gram positif.
MIKROORGANISME PADA SALIVA ANAK NORMAL DAN ANAK AUTISME Salsabila, Nadhifah; Ningrum, Valendriyani; Surya, Leny Sang
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.778 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.136

Abstract

Pendahuluan: Autisme merupakan suatu gangguan perkembangan yang mempengaruhi fungsi normal otak, perkembangan interaksi sosial dan kemampuan berkomunikasi. Anak autisme memiliki kepedulian yang rendah terhadao diri sendiri, sensitif terhadap bulu sikat dan pasta gigi, cenderung mengkonsumsi makanan kariogenik, dan memiliki kelainan motorik lidah. Keterbatasan yang dimiliki anak autisme tersebut menyebabkan anak autisme lebih berisiko terhadap penyakit periodontal dan karies gigi. Karies merupakan penyakit jaringan keras gigi akibat aktivitas mikroorganisme dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan dan penyakit periodontal adalah penyakit pada jaringan pendukung gigi yang faktor penyebab utamanya adalah mikroorganisme, kedua penyakit tersebut erat kaitan terjadinya dengan kondisi rongga mulut salah satunya adalah saliva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis dan jumlah koloni mikroorganisme pada saliva anak autisme dan anak normal yang mengalami karies. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, subjek penelitian anak autisme yang berada di SLB Autisma YPPA Kota Padang dan anak normal yang berada di SD N 05 Sawahan Kota Padang. Sampel penelitian berupa saliva dilakukan pembiakkan mikroorganisme pada media agar darah. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan jenis mikroorganisme pada saliva anak normal dan anak autisme. jenisMikroorganisme pada saliva anak autisme yaitu Streptococcus sp, Neisseria sp, Staphylococcus aureus, dan Candida sp, sementara pada saliva anak normal jenis Streptococcus sp dan Neisseria sp. Hasil uji statistik perbedaan jumlah Streptococcus sp didapatkan nilai p=0,001, pada Neisseria sp didapatkan nilai p=0,012. Kesimpulan: Terdapat perbedaan jenis dan jumlah koloni mikroorganisme pada saliva anak normal dan anak autisme.
Correlation Between Caries Status and Quality of Life Among Elderly at Dangung-Dangung Public Health Center Kournikova, Lianka Pamelia; Elianora, Dewi; Surya, Leny Sang
Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamedika.v4i2.1749

Abstract

Global demographic changes are increasing the number of elderly people at risk of experiencing significant oral health problems. Dental caries (DMF-T) is a major issue in the elderly caused by decreased oral hygiene, which can potentially lower their quality of life. Objective This study aims to analyze the relationship between dental caries status and quality of life in the elderly at Dangung-Dangung Health Center, Payakumbuh. Method This quantitative study with a cross-sectional approach was conducted in 2018 at Dangung-Dangung Health Center, Payakumbuh. The study sample consisted of 35 elderly people selected based on inclusion and exclusion criteria. Caries status was measured using the DMF-T index, while quality of life was measured using the OHIP-14 questionnaire. Data analysis was performed using Pearson correlation test (p < 0.05). Result The study results showed an average DMF-T index of 23.20 ± 4.70 and an average OHIP-14 score of 26.57 ± 8.98. There is a significant positive relationship with a strong correlation strength between the DMF-T index and OHIP-14 scores (r = 0.637; p = 0.000). Conclusion: There is a significant positive correlation between caries status (DMF-T) and quality of life (OHIP-14) in the elderly. The higher the dental caries index, the lower the quality of life (the higher the OHIP-14 score) in this elderly population.
nalysis of patient service time in the department of pediatric dentistry of Baiturrahmah dental and oral education hospital: Study cross-sectional Oktaviani, Oktaviani; Surya, Leny Sang
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 10, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v10i1.69506

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Dental and Oral Teaching Hospitals have a dual role as healthcare providers and educational institutions, requiring efficient and high-quality services. Service time is a key indicator of service quality, particularly in pediatric dental care, which involves unique psychological and behavioral characteristics. This study aims to analyze pediatric patient service time and identify factors influencing its duration at the Department of Pediatric Dentistry, RSGMP Baiturrahmah Padang. Methods: This study employed a mixed-method design. The quantitative component used a cross-sectional approach with total sampling of 100 pediatric patients, and the data were analyzed descriptively using the variables man, method, material, machine, and money. The qualitative component was conducted through in-depth interviews with 6 key informants selected using purposive sampling, focusing on the duration of service time, and with data analyzed using thematic analysis.  Results: The average service time was 96.09 minutes per patient, with most services conducted within the 60–120 minutes range. Factors influencing service duration included human resources, methods and workflow, facilities and infrastructure, medical equipment condition, and patient related-factors, particularly children’s behavior. Conclusion: Pediatric dental service time has not yet achieved optimal efficiency. Improvements in service systems, the establishment of standardized service time benchmarks, and enhanced faciity and human resource readiness are needed to improve service efficiency and quality.KEYWORDS: service time, pediatric dentistry, service quality, service efficiencyAnalisis waktu pelayanan pasien di departemen kedokteran gigi anak rumah sakit gigi dan mulut pendidikan: Studi cross-sectionalABSTRAKPendahuluan: Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) memiliki peran ganda sebagai institusi pelayanan dan pendidikan, sehingga dituntut memberikan pelayanan yang bermutu dan efisien. Waktu pelayanan merupakan indikator penting mutu pelayanan, khususnya pada kedokteran gigi anak yang memiliki karakteristik psikologis dan perilaku khusus. Tujuan penelitian ini bertujuan menganalisis waktu pelayanan pasien anak dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi lamanya waktu pelayanan di Departemen Kedokteran Gigi Anak (KGA) Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP). Metode: Penelitian ini menggunakan desain mix method. Pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap 100 pasien anak, dianalisis secara deskriptif dengan variabel man, method, material, machine, money. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan kunci yang dipilih secara purposive sampling, dengan variabel lama waktu pelayanan, serta dengan analisis tematik. Hasil: Rerata waktu pelayanan pasien anak adalah 96,09 menit per pasien, dengan mayoritas berada pada rentang 60–120 menit. Faktor yang memengaruhi waktu pelayanan meliputi sumber daya manusia, metode dan alur kerja, ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi peralatan medis, serta karakteristik pasien anak. Simpulan: Waktu pelayanan di Departemen KGA RSGMP Baiturrahmah Padang belum sepenuhnya efisien. Diperlukan perbaikan sistem pelayanan, penetapan standar waktu pelayanan, serta peningkatan sarana dan kesiapan sumber daya manusia.KATA KUNCI: waktu pelayanan, kedokteran gigi anak, mutu pelayanan, efisiensi pelayanan.