MAFTUHAH, ATIK
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM SURVEILANS TB DI UPTD PUSKESMAS SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI Hasya, Muhammad Hilal; Nuraini Hidayati, Cynthia; Kevin Adrizal Kamirudin, Muhammad; Robbany, Muhammad Ghazy; Yudhistira, Muhammad Yurizar; Kristianta Nugraha, Pitut; Maftuhah, Atik; Apriliawati, Anita; Sularti, Sri; ., Endang; Tri Wijayanti, Maria
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Saat ini, TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Pentingnya penemuan kasus TB di masyarakat melalui sistem surveilans sebagai upaya pengendalian penyakit infeksi TB ini menjadi fokus dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan deskripsi mengenai sistem surveilans TB di UPTD Puskesmas Selogiri, Kabupaten Wonogiri.Metode: Metode penelitian dilakukan dengan observasi deskriptif yaitu dengan menguraikan dan menjelaskan pelaksanaan sistem surveilans TB di UPTD Puskesmas Selogiri Kabupaten Wonogiri, dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, hingga diseminasi data penderita TB pada tahun 2019. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder berupa hasil pencatatan dan pelaporan, serta data primer yang didapatkan dari wawancara, observasi, dan data riwayat pengobatan pasien. Hasil: Sistem surveilans TB di UPTD Puskesmas Selogiri telah mengacu kepada peraturan menteri kesehatan RI no 45 tahun 2014 yang berisi mengenai arahan mengenai sistem surveilans. Namun ada beberapa hal yang masih belum dilakukan oleh UPTD Puskesmas Selogiri dalam arahan sistem surveilans dari kementrian kesehatan RI.Kesimpulan: UPTD Puskesmas Selogiri sudah menerapkan sistem surveilans dalam penanganan kasus Tuberculosis sejak tahun 2008 hingga kini. Namun pada pelaksanaannya ada beberapa hal yang perlu dievaluasi seperti penyelarasan antar beberagai fasilitas kesehatan di daerah Selogiri.
Hubungan Antara Efektivitas Pelatihan Klinik dan Motivasi Mahasiswa Terhadap Nilai OSCE Skill Lab Komunikasi Firmansyah; Budiastuti , Veronika Ika; Maftuhah, Atik; Hastami, Yunia
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.950

Abstract

Pendahuluan: Keterampilan komunikasi adalah aspek penting dalam praktik klinis dokter dan merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan kedokteran. Penilaian efektivitas Skills Lab merupakan faktor penting dalam penilaian hasil belajar mahasiswa, yang sering kali diukur melalui Objective Structured Clinical Examinations (OSCE). Motivasi belajar juga menjadi fokus penelitian, karena dapat memengaruhi partisipasi dalam pembelajaran keterampilan komunikasi. Meskipun banyak penelitian terpisah mengenai efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar, dan OSCE, penelitian ini membahas hubungan antara keduanya dalam konteks nilai OSCE Skills Lab Komunikasi di Fakultas Kedokteran UNS. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait topik efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar dan nilai OSCE keterampilan komunikasi mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan analisis deskriptif yang mengukur hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan dan motivasi belajar dengan nilai OSCE topik Komunikasi pada mahasiswa Prodi Kedokteran FK UNS. Sampel diambil dari angkatan 2022, 2021, dan 2019 dengan metode Probability Sampling menggunakan kuesioner Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI) dan Academic Motivation Scale (AMS). Data nilai OSCE Komunikasi diperoleh dari data sekunder Skills lab FK UNS. Hasil: Dari hasil penelitian yang dianalisis menggunakan SPSS 25 for Windows pada 300 sampel terdapat hasil tidak hubungan secara signifikan pada efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan nilai OSCE Komunikasi menggunakan uji korelasi spearman rho dengan nilai signifikan 0.228 dan tidak terdapat hubungan secara signifikan pada motivasi belajar dan nilai OSCE Komunikasi dengan spearman rho nilai signifikan pada motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan amotivasi masing - masing sebesar 0.974, 0.533 dan 0.465. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan motivasi belajar terhadap nilai OSCE topik Komunikasi.
EXPLORING THE RESEARCH OF INTERPROFESSIONAL EDUCATION AND COLLABORATION FOR PATIENT SAFETY: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS Hastami, Yunia; Pamungkasari, Eti Poncorini; Munawaroh, Siti; Hermasari, Bulan Kakanita; Randhita, Amandha Boy Timor; Maftuhah, Atik; Nugroho, Dian; Budiastuti, Veronika Ika
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 14, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.99859

Abstract

Background: Patient safety is a critical priority in healthcare, aiming to prevent harm and ensure optimal care delivery. Despite the inherent risks in health services, the 'to err is human' paradigm suggests that errors often stem from systemic issues rather than individual failings. Effective patient safety relies heavily on improved system design and the education of healthcare professionals with a focus on safety readiness. Integrating patient safety education into interprofessional education (IPE) frameworks is essential for fostering effective communication and teamwork, which are crucial for reducing structural system errors and enhancing care quality.Aims: To map the research landscape on patient safety and IPE, examining trends, countries, and thematic relationships within the field specifically focusing on how IPE addresses structural system errors in patient safetyMethods: This study conducts a bibliometric analysis using VOS viewer software, the analysis covers publications from January 2000 to July 2024, focusing on data from SCOPUS.Results: Results reveal a growing body of research on patient safety with IPE, highlighting notable simulation-based training and interprofessional collaboration trends. The analysis demonstrates an evolution from individual-focused approaches to system-based interventions. However, there is a clear need for more systematic and culturally nuanced studies, particularly in Southeast Asia, where research is limited.Conclusion: The findings underscore the importance of incorporating patient safety principles within IPE curricula and highlight research gaps, especially in contexts such as Indonesia and other Southeast Asian countries. Future research should address these gaps, explore the impact of IPE on structural system errors across diverse settings, and foster international collaboration to standardize and enhance educational practices in healthcare.