Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Efektivitas Pelatihan Klinik dan Motivasi Mahasiswa Terhadap Nilai OSCE Skill Lab Komunikasi Firmansyah; Budiastuti , Veronika Ika; Maftuhah, Atik; Hastami, Yunia
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.950

Abstract

Pendahuluan: Keterampilan komunikasi adalah aspek penting dalam praktik klinis dokter dan merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan kedokteran. Penilaian efektivitas Skills Lab merupakan faktor penting dalam penilaian hasil belajar mahasiswa, yang sering kali diukur melalui Objective Structured Clinical Examinations (OSCE). Motivasi belajar juga menjadi fokus penelitian, karena dapat memengaruhi partisipasi dalam pembelajaran keterampilan komunikasi. Meskipun banyak penelitian terpisah mengenai efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar, dan OSCE, penelitian ini membahas hubungan antara keduanya dalam konteks nilai OSCE Skills Lab Komunikasi di Fakultas Kedokteran UNS. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait topik efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar dan nilai OSCE keterampilan komunikasi mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan analisis deskriptif yang mengukur hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan dan motivasi belajar dengan nilai OSCE topik Komunikasi pada mahasiswa Prodi Kedokteran FK UNS. Sampel diambil dari angkatan 2022, 2021, dan 2019 dengan metode Probability Sampling menggunakan kuesioner Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI) dan Academic Motivation Scale (AMS). Data nilai OSCE Komunikasi diperoleh dari data sekunder Skills lab FK UNS. Hasil: Dari hasil penelitian yang dianalisis menggunakan SPSS 25 for Windows pada 300 sampel terdapat hasil tidak hubungan secara signifikan pada efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan nilai OSCE Komunikasi menggunakan uji korelasi spearman rho dengan nilai signifikan 0.228 dan tidak terdapat hubungan secara signifikan pada motivasi belajar dan nilai OSCE Komunikasi dengan spearman rho nilai signifikan pada motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan amotivasi masing - masing sebesar 0.974, 0.533 dan 0.465. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan motivasi belajar terhadap nilai OSCE topik Komunikasi.
EXPLORING THE RESEARCH OF INTERPROFESSIONAL EDUCATION AND COLLABORATION FOR PATIENT SAFETY: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS Hastami, Yunia; Pamungkasari, Eti Poncorini; Munawaroh, Siti; Hermasari, Bulan Kakanita; Randhita, Amandha Boy Timor; Maftuhah, Atik; Nugroho, Dian; Budiastuti, Veronika Ika
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 14, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.99859

Abstract

Background: Patient safety is a critical priority in healthcare, aiming to prevent harm and ensure optimal care delivery. Despite the inherent risks in health services, the 'to err is human' paradigm suggests that errors often stem from systemic issues rather than individual failings. Effective patient safety relies heavily on improved system design and the education of healthcare professionals with a focus on safety readiness. Integrating patient safety education into interprofessional education (IPE) frameworks is essential for fostering effective communication and teamwork, which are crucial for reducing structural system errors and enhancing care quality.Aims: To map the research landscape on patient safety and IPE, examining trends, countries, and thematic relationships within the field specifically focusing on how IPE addresses structural system errors in patient safetyMethods: This study conducts a bibliometric analysis using VOS viewer software, the analysis covers publications from January 2000 to July 2024, focusing on data from SCOPUS.Results: Results reveal a growing body of research on patient safety with IPE, highlighting notable simulation-based training and interprofessional collaboration trends. The analysis demonstrates an evolution from individual-focused approaches to system-based interventions. However, there is a clear need for more systematic and culturally nuanced studies, particularly in Southeast Asia, where research is limited.Conclusion: The findings underscore the importance of incorporating patient safety principles within IPE curricula and highlight research gaps, especially in contexts such as Indonesia and other Southeast Asian countries. Future research should address these gaps, explore the impact of IPE on structural system errors across diverse settings, and foster international collaboration to standardize and enhance educational practices in healthcare.
Skrining Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Lansia di Desa Karang Setyawan, Sigit; Maftuhah, Atik; Putranto, R Prihandjojo Andri; Ayusari, Amelya Augusthina
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.79857

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi sindrom metabolik di Indonesia masih tinggi mencapai  23%. Sindrom ini masih menjadi faktor risiko terbesar terjadinya penyakit pada pembuluh darah. Pencegahan sindrom ini sangat penting diakukan untuk menekan angka kejadiannya. Skrining faktor risiko sindrom metabolik pada lansia yang menjadi kelompok rentan sangat diperlukan.Metode:.Pengabdian ini dilaksanakan kepada lansia pada hari Minggu, tanggal 7 Mei di Balai Desa Karang, Kecamatan. Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dilakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu dan pemeriksaan antropometri berupa tinggi badan dan berat badan untuk menentukan indeks massa tubuh. Pengabdi memberikan intervensi terapi farmakologi dan edukasi pada lansia yang teridentifikasi memiliki faktor risiko terjadi sindrom metabolik.Hasil dan pembahasan: Skrining didahului dengan pelaksanaan senam bersama lansia. Dari 48 peserta posyandu lansia, didapatkan angka kejadian hipertensi sebesar 38 peserta lansia (79,17%) yang terbagi menjadi hipertensi tingkat 1 dan 2. Hasil pengukuran gula darah sewaktu menunjukkan 20,83% peserta lansia memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg yang bisa didiagnosis sebagai penderita diabetes mellitus. Indeks massa tubuh dari lansia didapatkan 72,92% lansia mengalami kegemukan (gemuk ringan dan gemuk berat).Kesimpulan: Skrining sindrom metabolik pada lansia menemukan >70% lansia menderita hipertensi dan mengalami kegemukan serta 20.83% mengalami diabetes mellitus. Pengabdi melakukan edukasi dan memberikan pengobatan yang dibutuhkan sesuai tanda dan gejala yang dialami oleh lansia yeng mengalami sindrom metabolikKata Kunci: sindrom metabolik; hipertensi; diabetes mellitus; obesitas; lansia