Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kecerdasan Emosi Dengan Derajat Depresi Pada Mahasiswa Kedokteran Ramdhani, Sindy Fajriyatul; Fanani, Mohammad; Nugroho, Dian
Wacana Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i1.171

Abstract

Abstrak. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dan merespon emosi seseorang dan orang lain serta menggunakan pemahaman ini untuk memandu pikiran dan tindakannya. Orang-orang dengan kecerdasan emosi yang lebih tinggi ini pun dapat mengatur emosi yang lebih baik di lingkungan akademik, tempat kerja dan lebih banyak lagi, sehingga mereka sering mencapai kesuksesan yang maksimal. Rendahnya kecerdasan emosi terlihat berkorelasi dengan beberapa gangguan kejiwaan seperti depresi, kecanduan, dan kegagalan pendidikan. Depresi sendiri adalah perasaan sedih, pesimis dan merasa sendirian serta masalah mood lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat tingkat kecerdasan emosi dan derajat depresi pada mahasiswa kedokteran tahun pertama.Kata Kunci: [depresi, kecerdasan emosi]
Hubungan Beban Kerja Fisik dan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Operator Packing di PT So Good Food-Unit UHT Boyolali Sumardiyono; Pertiwi, Mutiara Putri; Nugroho, Dian
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 2 No. 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v2i2.868

Abstract

Work fatigue is still a major occupational safety and health issue for packing operators at PT. So Good Food-Unit UHT Boyolali. This is in line with data showing that 32.8% of 58,115 workers in Indonesia suffer from work fatigue. In 2021, there were 262 occupational accidents in Central Java, of which 50% were caused by work fatigue. This study aimed to analyze the relationship between physical workload and shift work with work fatigue. This study is an observational analytic study with a cross-sectional design. The respondents were taken from 55 packing operator employees of PT. So Good Food-Unit UHT Boyolali from a total of 121 employees. The sampling technique used was Disproportionate Stratified Random Sampling. This study used a finger pulse oximeter to measure the level of physical workload and a reaction timer to measure the level of work fatigue, while shift work data was obtained through the company's shift work schedule. Data analysis techniques used were the Somers’d Test and the Multiple Ordinal Logistic Regression Test. The results of the Somers’d Test showed that there was a relationship between physical workload and work fatigue (d = 0.783; p = 0.001), and there was a relationship between shift work and work fatigue (d = 0.783; p = 0.001). The results of a multiple ordinal logistic regression test proved that shift work was the most influential variable on work fatigue with an OR = 7.205. There was a significant relationship between physical workload and shift work with work fatigue in packing operator employees at PT. So Good Food-Unit UHT Boyolali.
Maa Ledungga Expression of Social Resistance Through the Preservation of Intangible Cultural Heritage in Gorontalo Province Hamzah, Dwi Anggelita; Nugroho, Dian; Susanto, Mikke; Rochiyardi, Agus
TUMATA: Journal of Cultural and Arts Management Vol 3, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tumata.v3i1.15807

Abstract

This paper examines the masterplan planning of Maa Ledungga Rice Harvest Art Festival in South Huntu Village, Bone Bolango Regency, Gorontalo. This festival is a response to modernization and land use change that threatens local agrarian traditions. Through revitalization by the Huntu Art District community, the festival functions as a harvest gratitude ritual and a space for cultural expression and strengthening of community identity. The research used literature study, participatory observation, and narrative analysis to understand the role of cultural narratives and community participation as a strategy of social resistance and culture-based creative economic development. The results show that the festival strengthens social solidarity, builds networks between farmers, artists, MSMEs and youth, and creates new economic opportunities. The festival is also a model of cultural heritage management that is relevant to contemporary needs and strengthens food security and green open spaces through the creative economy. The findings contribute to the study of culture-based creative economy and recommendations for the government and creative industry players in cultural preservation and sustainable local economic development.
Hubungan Persepsi Lingkungan Belajar dan Empati pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Sebelas Maret Lazuardi, Firdaus; Nugroho, Dian; Hermasari, Bulan Kakanita
Health and Medical Journal Vol 5, No 2 (2023): HEME May 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i2.1079

Abstract

Pendahuluan: Empati merupakan sesuatu yang sangat penting dimiliki oleh seorang dokter karena dapat membantu dalam membangun komunikasi dengan pasien. Empati dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya lingkungan belajar. Beberapa penelitian telah menunjukkan terdapat hubungan antara empati dan lingkungan belajar. Akan tetapi, belum ada penelitian serupa yang dilakukan di Fakultas Kedokteran UNS.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui adanya hubungan antara persepsi lingkungan belajar dan empati yang dimiliki mahasiswa kedokteran UNS. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dimana sampel terdiri dari mahasiswa kedokteran FK UNS angkatan 2018, 2019, dan 2020 yang diperoleh dengan cara stratified random sampling dan dihitung dengan Rumus Slovin pada bulan Agustus hingga November 2021. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner DREEM dan JSPE-S. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi lingkungan belajar dan empati pada mahasiswa kedokteran FK UNS dengan kekuatan korelasi lemah. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank didapatkan nilai korelasi (p) sebesar 0,001 (α = 0,05). Selain itu, aspek lingkungan belajar yang memiliki hubungan signifikan dengan empati mahasiswa adalah Learning, Teachers, Academic, dan Atmosphere. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi lingkungan belajar dan empati mahasiswa kedokteran FK UNS.
Pengelolaan Sampah Daun Menjadi Kompos sebagai Solusi Kreatif Pengendali Limbah di Kampus UMS Setyaningsih, Endang; Astuti, Dwi Setyo; Astuti, Rina; Nugroho, Dian
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.406 KB)

Abstract

Kelengkapan sarana prasarana di kampus swasta ternama Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu kunci keberhasilan UMS untuk menjadi peringkat ke-8 kampus swasta terbaik Indonesia. Banyaknya area hijau menjadikan kampus UMS menjadi tempat yang sangat nyaman dalam proses pembelajaran. Seiring dengan luasnya lahan hijau dikampus ini muncul masalah sampah daun yang tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Sampah daun yang dihasilkan dari setiap kampus sangat banyak untuk setiap harinya sekitar 250 kg per hari. Sampah ini dikumpulkan dengan bantuan staf dari pihak maintenance UMS. Sampah daun yang begitu banyak selama ini dikumpulkan begitu saja secara tercampur dan dibuang ditempat pembuangan sampah akhir dan belum termanfaatkan. Hal ini kemudian memunculkan perlakuan khusus pada sampah daun tersebut, yaitu dengan cara dibuat kompos yang dapat dihasilkan dari sampah ada 2 macam, yaitu kompos padat dan kompos cair. Kompos yang dKompos hasil pengelolaan sampah menjadi salah solusi kreatif masalah sampah di kampus UMS. Selain itu juga dapat bermanfaat bagi lingkungan kampus sendiri yang menjadi lebih bersih dan juga bagus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kampus.
Kualitas Penyedap Rasa Alami Kombinasi Jamur Pangan (Merang, Tiram, Kuping) Dengan Variasi Suhu Dan Lama Pengeringan Asngad, Aminah; Nugroho, Dian; Khussyiria, Milla Mifta; Agustina, Lina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.18139

Abstract

Pada pembuatan penyedap rasa terdapat bahan kimia yang merupakan bahan tambahan dan memiliki dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh, hal ini dikarenakan adanya kandungan garam natrium yang tinggi dari asam glutamat. Oleh karena itu dilakukan upaya pembuatan penyedap rasa alami dengan menggunakan bahan baku jamur pangan. dimana jamur memiliki kandungan asam glutamat dan protein yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas penyedap rasa alami kombinasi jamur pangan (merang, tiram, kuping) dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Penelitian dilakukan di laboratorium Biologi dengan metode penelitian eksperimental dan rancangan penelitian rancangan acak lengkap pola  faktorial. Faktor 1 Kombinasi Jamur (J). J1 =Jamur merang dan kuping; J2 =Jamur merang dan tiram; Faktor 2 Variasi suhu dan lama pengeringan (V). V1 = suhu 500C Lama 4 jam; V2 = suhu 500C Lama 5 jam; V3 = suhu 600 C Lama 4 jam; V4 = suhu 600C Lama 5 jam. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar protein yang paling tinggi dengan nilai 12,16% pada perlakuan Kombinasi Jamur merang dan kuping dengan suhu 500 C Lama Pengeringan 5 jam. Hasil uji organoleptik yang meliputi aroma.warna dan daya terima menunjukkan bahwa pada perlakuan  yang sangat disukai panelis yaitu pada kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa ada perbedaan kualitas penyedap rasa alami pada masing-masing perlakuan kombinasi jamur merang dengan jamur kuping dan jamur  tiram dengan variasi suhu dan lama pengeringan. Kandungan protein dan daya terima yang terbaik pada perlakuan kombinasi jamur merang dan jamur kuping dengan lama pengeringan 5 jam dan suhu 500C.
EXPLORING THE RESEARCH OF INTERPROFESSIONAL EDUCATION AND COLLABORATION FOR PATIENT SAFETY: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS Hastami, Yunia; Pamungkasari, Eti Poncorini; Munawaroh, Siti; Hermasari, Bulan Kakanita; Randhita, Amandha Boy Timor; Maftuhah, Atik; Nugroho, Dian; Budiastuti, Veronika Ika
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 14, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.99859

Abstract

Background: Patient safety is a critical priority in healthcare, aiming to prevent harm and ensure optimal care delivery. Despite the inherent risks in health services, the 'to err is human' paradigm suggests that errors often stem from systemic issues rather than individual failings. Effective patient safety relies heavily on improved system design and the education of healthcare professionals with a focus on safety readiness. Integrating patient safety education into interprofessional education (IPE) frameworks is essential for fostering effective communication and teamwork, which are crucial for reducing structural system errors and enhancing care quality.Aims: To map the research landscape on patient safety and IPE, examining trends, countries, and thematic relationships within the field specifically focusing on how IPE addresses structural system errors in patient safetyMethods: This study conducts a bibliometric analysis using VOS viewer software, the analysis covers publications from January 2000 to July 2024, focusing on data from SCOPUS.Results: Results reveal a growing body of research on patient safety with IPE, highlighting notable simulation-based training and interprofessional collaboration trends. The analysis demonstrates an evolution from individual-focused approaches to system-based interventions. However, there is a clear need for more systematic and culturally nuanced studies, particularly in Southeast Asia, where research is limited.Conclusion: The findings underscore the importance of incorporating patient safety principles within IPE curricula and highlight research gaps, especially in contexts such as Indonesia and other Southeast Asian countries. Future research should address these gaps, explore the impact of IPE on structural system errors across diverse settings, and foster international collaboration to standardize and enhance educational practices in healthcare.