Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Keefektifan Sistem Pembayaran Cash on Delivery (COD) di E-commerce Indonesia Nia, Nia
Jurnal Al-fatih Global Mulia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Al Fatih Global Mulia
Publisher : STEBI Global Mulia Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59729/alfatih.v5i2.41

Abstract

The system of Cash on Delivery (COD) has becoming one of payment method that is favored by Indonesian citizen. The aim of this research is to analyse the effectiveness of COD payment system in Indonesian e-commerce. This research used descriptive qualitative method. The result of this research showed that this system was effective for both seller and buyer, but it was not effective for courier. It was caused the lack of deep information about this system. Thus, it was suggested to give an extra education such as in TV advertisement.
KORELASI ANTARA MINAT DAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH MEMBACA DENGAN MENERAPKAN MEDIA PEMBELAJARAN KUIS INTERAKTIF BERBASIS WEB PADA MAHASISWA SEMESTER II PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS WIDYA KARTIKA SURABAYA Nia, Nia
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 2 No 1 (2018): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2018
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.197 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi minat belajar terhadap penerapan media pembelajaran kuis interaktif berbasis web dan juga untuk mengetahui hasil belajar dengan menggunakan media pembelajaran kuis interaktif berbasis web dan yang tidak menggunakan. Penelitian dilaksanakan pada mata kuliah membaca dengan subjek penelitian mahasiswa semester II Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Widya Kartika Surabaya yang berjumlah 24 orang. Penelitian berlangsung pada bulan Maret sampai bulan Juni 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Minat belajar mahasiswa dianalisis dengan menggunakan Skala Likert dan memperoleh hasil dalam kategori baik. Uji reliabilitas dan validitas pada kuesioner menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan penulis sudah reliabel dan valid. Data hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan media pembelajaran kuis interaktif berbasis web dan yang tidak menggunakan media tersebut dianalisis menggunakan uji analisis statistik t-test. Berdasarkan analisis data tes, diperoleh bahwa t hitung > t tabel. Artinya, terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah menggunakan media pembelajaran kuis interaktif berbasis web. Untuk menguji korelasi antara minat belajar dengan hasil belajar digunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Uji korelasi dilakukan 2 kali yaitu antara minat belajar dengan hasil belajar tanpa menggunakan media kuis interaktif berbasi web, dan antara minat belajar dengan hasil belajar yang menggunakan media kuis interaktif berbasis web. Dari kedua uji korelasi tersebut sama-sama mendapatkan hasil korelasi dalam kategori sangat rendah yang artinya tidak terdapat korelasi antara minat belajar dan hasil belajar. Namun, korelasi antara minat belajar dengan hasil belajar yang menggunakan media kuis interaktif berbasis web lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media tersebut.
Menguak Kemerosotan Moral Gen Z Dalam Film Sajen: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Sihombing, M. Sholeh; Mawarni, Cantika; Nia, Nia; Sitompul, Monalisa Senada; Hadawiyah, Andina; Anggreini, Heny
eScience Humanity Journal Vol 5 No 1 (2024): eScience Humanity Journal Volume 5 Number 1 November 2024
Publisher : Asosiasi Ide Bahasa Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/esci.v5i1.145

Abstract

The film Sajen shows a form of moral decandant in Gen Z that still often occurs in their social lives. The acts of bullying, juvenile delinquency, and cyberbullying shown in this film are examples of moral decline that has followed the current young generation. The purpose of this study is to see the implications of bullying on Alanda's personality and mentality as a victim, as well as to see the personality that encourages Bianca to be aggressive as shown in the Sajen film through the analysis of Sigmund Freud's Psychology. The research method used is a qualitative method using several stages, including literature study, data analysis, and data validity. The results of this study found that the conception of id and ego has an effect on the emergence of Alanda's intention to commit suicide while the superego is related to the ego in showing morality to Alanda. Meanwhile, Bianca's id and ego play a role in showing Bianca's personality which encourages her to be aggressive. One of Bianca's aggressive actions encountered in Sajen's film is in the form of bullying several students at school.
Readiness And Self-Efficacy Of Health Study Program Students In Facing Digital Transformation In The Society 5.0 Era At Jakarta In 2024 Harahap, Sarah Geltri; Nia, Nia; Veronica, Veronica; Ellynia, Ellynia; Yurrita Mailintina; Keysha Amelia Citra; Arum Nadya Octania; Azizah Az'zahra; Rabecca Christin Chandra; Aurelia, Aurelia
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Society 5.0 era is an advancement that will connect technology with prospective health workers. The digital transformation of health that is developing in Indonesia requires the readiness of health students and self-efficacy to face the digital transformation of health as a form of change in the Socity 5.0 era. This study aims to determine the readiness of students of the health and self-efficacy study program in facing the Society 5.0 Era. This study is a descriptive research with a crossectional study design using primary data on 361 students from all study programs in educational institutions in Jakarta. The results of this study show that students have intellectual skills, interpersonal skills, and communication, personal skills, organizational skills in the medium range, while career readiness is at a high level. Student Work Readiness has a relationship with students' Self-Efficacy with a p value of 0.001. Students must be able to develop themselves in order to be able to adapt to the rapid development of the technological era. The participation of educators, and other factors are needed to support and create prospective graduates who have good job readiness and good self-efficacy.
Sosialisasi Speech Delay yang dihadapi Anak-anak Balita di PAUD Kabupaten Seluma Rullyanti, Merry; Diana, Eli; Sembiring, Lina; Nia, Nia; Bernando, Jezen
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keterlambatan bicara pada anak merupakan masalah serius yang harus segera diatasi karena merupakan salah satu penyebab tersering gangguan perkembangan pada anak. Beberapa penelitian di beberapa negara menyatakan bahwa sekitar 6 hingga 8% anak prasekolah mengalami masalah keterlambatan bicara. Keterlambatan bicara dapat dilihat dari ketepatan penggunaan kata-kata yang ditandai dengan pengucapan yang tidak jelas dan dalam berkomunikasi hanya dapat menggunakan bahasa isyarat, sehingga orang tua dan orang-orang disekitarnya kurang dapat memahami anak, padahal sebenarnya anak tersebut dapat mengerti apa yang dibicarakan orang. Keterlambatan bicara ini tidak hanya akan mempengaruhi penyesuaian sosial dan pribadi anak, tetapi juga dapat mempengaruhi penyesuaian akademik anak. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melalui metode sosialisasi dan pendekatan simulasi berupa ceramah dan demonstrasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan bicara pada anak dan juga perlakuan yang diberikan oleh orang tua, guru dan lingkungan dalam menanggapi masalah tersebut. memiliki pemahaman tersendiri dalam menghadapi anak yang terlambat berbicara dan merancang model konsep pengembangan kemampuan berbahasa bagi anak yang terlambat berbicara. Pada akhirnya tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan ini berharap para guru PAUD di Kabupaten Seluma dapat meningkatkan perkembangan bahasa, pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menyajikan pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa dalam belajar. Kata kunci: sosialisasi, keterlambatan bicara, PAUD
MINDSET GROWTH SEBAGAI SOLUSI TEACHING PHOBIA DALAM PERSIAPAN MICROTEACHING MAHASISWA Larasati, Dini Mutia; Saputri, Nadila Dwi; Anjani, Iva; Nia, Nia; Netriwati, Netriwati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10482

Abstract

This study was motivated by the presence of anxiety or teaching phobia among students in facing microteaching activities, despite having adequate academic understanding. One of the factors assumed to influence this condition is growth mindset, which refers to the belief that abilities can be developed through effort and learning experiences. This study aims to examine the relationship between growth mindset and teaching phobia among students in preparation for microteaching. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 39 students, and data were collected using questionnaires that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using Pearson correlation with the assistance of SPSS. The results showed a significant relationship between growth mindset and teaching phobia, with a correlation coefficient of 0.515 and a significance value of 0.001. These findings indicate that growth mindset plays a role in shaping students’ emotional responses in teaching activities. Although theoretically expected to have a negative relationship, the results revealed a positive tendency, which can be interpreted as increased reflective awareness among students toward the learning and self-evaluation process, leading to higher sensitivity to mistakes and evaluation in the early stages of microteaching. Therefore, growth mindset has the potential to be developed as an approach to reduce teaching phobia, supported by appropriate learning strategies. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kecemasan atau teaching phobia pada mahasiswa dalam menghadapi kegiatan microteaching, meskipun mereka telah memiliki pemahaman akademik yang memadai. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah growth mindset, yaitu pola pikir yang memandang kemampuan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan melalui usaha dan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara growth mindset dengan teaching phobia pada mahasiswa dalam persiapan microteaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 39 mahasiswa, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara growth mindset dengan teaching phobia dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,515 dan nilai signifikansi sebesar 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa growth mindset berperan dalam membentuk respons emosional mahasiswa dalam kegiatan mengajar. Meskipun secara teoritis diharapkan berkorelasi negatif, hasil penelitian menunjukkan kecenderungan hubungan positif yang dapat diinterpretasikan sebagai meningkatnya kesadaran reflektif mahasiswa terhadap proses belajar dan evaluasi diri, sehingga pada tahap awal pembelajaran dapat memunculkan kecemasan. Dengan demikian, growth mindset tetap berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan dalam mengurangi teaching phobia dengan dukungan strategi pembelajaran yang tepat.  
Implementation of Police Professional Code of Ethics Sanctions for Serious Violations Ramlah, Ramlah; Basrawi, Basrawi; Rika, Rika; Sukma, Sukma; Fatima, Fatima; Nia, Nia
Sangia Nibandera Law Research Vol. 1 No. 2 (2024): Sangia Nibandera Law Research, December 2024
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19645863

Abstract

The police code of ethics is regulated in the Chief of Police Regulation (Perkap) No. 14 of 2011, namely Personality Ethics; is the moral attitude of Polri members towards their profession based on the call of worship as religious people, State Ethics; is the moral attitude of Polri members who uphold the ideological and constitutional foundations of the Republic of Indonesia, namely Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and Institutional Ethics; is the moral attitude of Polri members towards the institution which is a place of devotion and should be upheld as a physical and spiritual bond of all Bhayangkara people with all their dignity and honor. But in reality, many police officers commit violations, especially serious violations, such as domestic violence, LGBT, sexual harassment, violence and other criminal acts. Therefore, this encourages the author to analyzethe sanctions for violators of the serious code of ethics in the Police. The research method used is empirical normative, namely juxtaposing the rules with the facts in the field, and the normative juridical method, namely the library approach method by studying statutory books and other legal scientific works. This legal research found that the application of sanctions for serious violators of the code of ethics must go through procedures that have been determined in the code of ethics regulations.