Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Perbandingan Desain Proses Produksi Terhadap Pengaruh Kadar Nikel Di Smelter Feronikel Maluku Utara Asri, Riswan; Sinardi, Sinardi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15541

Abstract

Negara Indonesia saat ini adalah penghasil cadangan nikel terbesar didunia. Pada proses peleburan nikel dengan kategori dari bijih laterite biasanya digunakan untuk membuat nikel matte, ferronikel, atau logam nikel. Bijih nikel laterite terbagi 2 jenis yaitu jenis saprolite dan limonite. Jenis nikel laterite yang memiliki kadar Ni yang tinggi dapat diolah melalui proses pirometalurgi dan untuk kadar Ni yang rendah dapat diolah menjadi melalui proses hydrometalurgi. Pembuatan feronikel saat ini yang banyak digunakan di Indonesia yaitu menggunakan metode (RKEF) Rotary Kiln  Electric Furnace. Bijih ore nikel laterit yang diambil dari area penambangan akan dibawa dan disimpan dalam gudang bijih ore basah dengan kandungan air bebas sekitar 30-40%, lalu akan dibawa melalui proses pemanasan terlebih dahulu pada tanur pengering rotary dryer hingga kandungan air sisa berkurang minimal 20% dan maksimal 15%. Lalu dilakukan proses pemanasan lanjutan dan penambahan karbon atau semicoke di Rotary kiln. Di dalam Rotary kiln akan mengalami proses kalsinasi-reduksi, dimana proses kalsinasi merupakan proses pengeringan lanjutan pada tanur reduksi rotary kiln dengan penambahan karbon yang dimana diharapkan terjadi proses disosiasi mineral untuk menghilangkan kandungan air  dari 20 – 15% hingga menjadi yang diinginkan 0%. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan kadar Ni pada bijih ore nikel dan menghindari terjadinya ledakan – ledakan yang tidak di inginkan ketika kalsin ini akan dileburkan dalam tungku furnace. Objek yang diteliti yaitu jenis ore nikel laterite hasil tambang, ore kering yang telah melewati proses pengering di dryer kiln dan ore yang telah menjadi kalsin setelah melewati tanur reduksi rotary kiln.
Karakterisasi Senyawa Bioaktif Dari Kulit Buah Naga (Hylocereus spp). Untuk Aplikasi Masker Rambut Nurhalizah Tolla Ts, Siti; Sinardi, Sinardi
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2025.vol7(2).23084

Abstract

Hair damage is not a trivial problem, because hair health is an important issue for women because it can reduce self-confidence in appearance. The purpose of this study was to determine the composition comparison of dragon fruit skin extract and to determine the feasibility of a hair mask from dragon fruit skin extract to maintain healthy hair and maintain the scalp. The process of making the mask begins by preparing dried dragon fruit skin and extracting it using 70% ethanol as much as 750 mL. The extract results are mixed with the addition of distilled water in various ratios, namely with a volume ratio between dragon fruit skin extract and distilled water of 1: 1, 2: 1, 3: 1, and 4: 1 where 15 mL of dragon fruit skin extract and 15 mL of distilled water, 20 mL of dragon fruit skin extract and 10 mL of distilled water, 22.5 mL of dragon fruit skin extract and 7.5 mL of distilled water, and 24 mL of dragon fruit skin extract and 6 mL of distilled water. Based on the results of the research conducted, dragon fruit skin extract can be formulated as a hair mask preparation, is a homogeneous and stable preparation with an oil-in-water (M/A) emulsion type, has a pH of 6.0, has a viscosity of 2,655 - 4,507 mPa.s, through Cycling Test for 3 cycles there is no change in shape, color and odor so that it is stable for up to 6 days at room temperature, does not cause irritation to hair or scalp, and is suitable for use in the community.