Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Kinerja Mesin Pengupas Kulit Kopi Kering Novita, Sri Aulia; Herdian, Fithra; Ernita, Yuni; Zulnadi, Zulnadi; Hasman, Elvin; Allen, Rio Valery; Djinis, Musdar Effy; Yudistira, Yudistira
Technologica Vol. 3 No. 1 (2024): Technologica
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/technologica.v3i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja, mengetahui kualitas kopi yang dikupas dan melakukan analisis ekonomi mesin pengupas kulit kopi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan rancangan fungsional, rancangan struktural, pembuatan komponen alat, perangkaian komponen alat, perhitungan kinerja mesin dan analisis ekonomi. Spesifikasi mesin pengupas kulit kopi panjang 100 cm, lebar 35 cm dan tinggi 79 cm. Tenaga penggerak menggunakan motor bensin 5,5 Hp dengan kecepatan putaran pada roller 1080 Rpm. Hasil uji kinerja mesin, laju pengumpanan 80,65 kg/jam, kapasitas 53,4 kg/jam dan rendemen hasil 66%. Kualias hasil kopi yang diperoleh biji pecah 11,5%, biji utuh 82,3% dan kulit yang terbawa dengan hasil 6,2%. Analisis ekonomi mesin pengupas kulit kopi denngan biaya pembuatan mesin Rp. 5867500 dan harga jual Rp. 7050000, biaya tetap pembuatan alat Rp. 1844742/tahun, biaya tidak tetap Rp. 20180/jam, biaya pokok Rp. 329,30/kg dan BEP 2965.36 kg/tahun.
Mesin Penyangrai Biji Kopi Portabel dengan Tuas Pengaduk Vertikal Malrianti, Yefsi; Zulnadi, Zulnadi; Yudistira, Yudistira; Djinis, Musdar Effy; Batubara, Fanny Yuliana; Defrian, Angga; Akbar, Fauzia; Sinurat, Frisella Br
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.444

Abstract

Pengolahan biji kopi perlu memperhatikan berbagai aspek yang dapat menjaga kualitas biji kopi, seperti penyangraian. Aroma dan citarasa kopi yang baik dapat dihasilkan melalui tahapan penyangraian dengan menggunakan suhu yang tepat pada setiap tingkat penyangraian. Pengendalian suhu yang presisi dan konsistensi dalam proses penyangraian menjadi kunci untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang sesuai dengan preferensi konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen design. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mesin sangrai kopi portabel yang mudah digunakan dan dibawa ke berbagai tempat. Mesin sangrai kopi portable memiliki dimensi yang meliputi panjang mesin 88 cm, lebar mesin 70 cm, dan tinggi mesin 146 cm. Uji kinerja yang dilakukan meliputi kapasitas mesin, kecepatan putar alat, kadar air, dan laju pengeringan. Kapasitas untuk produk light, medium, dan dark secara berturut-turut adalah sebesar 2 kg/jam, 1,33 kg/jam, dan 1 kg/jam. Mesin penyangrai kopi digerakkan oleh motor listrik berkekuatan 1 HP dengan putaran 1.400 RPM. Tuas pengaduk memiliki kecepatan putar 17,5 RPM, yang diperoleh dari pengurangan putaran dari motor listrik, dengan perbandingan pulley 4:8, dan peredam kecepatan 1:40. Kadar air untuk produk light, medium dan dark diperoleh sebesar 7%, 5%, dan 2%. Laju pengeringan produk light, medium dan dark diperoleh sebesar 1 %, 4 % dan 6 %. Hasil analisis ekonomi mesin sangrai kopi menunjukkan biaya tetap sebesar Rp. 1.502.989,2/tahun. Terdapat tiga biaya tidak tetap pada mesin ini yaitu produk light, produk medium, dan produk dark sebesar Rp. 17.297,5. Biaya pokok untuk produk light sebesar Rp. 25.118,43/jam, produk medium sebesar Rp. 27.839,6/jam, dan produk dark sebesar Rp. 32.434,48/jam. Sementara itu, BEP untuk produk light sebesar 336,8 kg/tahun, produk medium sebesar 245,30 kg/tahun, dan produk dark sebesar 208,56 kg/tahun.
Welding Training for Assisted Communities at Tanjungpati Children's Special Correctional Institution Allen, Rio Valery; Ernita, Yuni; Novita, Sri Aulia; Djinis, Musdar Effy; Herdian, Fithra; Zulnadi, Zulnadi; Batubara, Fanny Yuliana
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Reka Elkomika
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v7i1.1-9

Abstract

The juvenile correctional system (LPKA) in Indonesia carries out a fundamental mandate to rehabilitate correctional students (Andikpas) and prevent the recurrence of criminal acts (recidivism). A crucial instrument in correctional rehabilitation is competency-based vocational training. This study aims to analyze the theoretical relevance of the Shielded Metal Arc Welding (SMAW) welding training program based on the Indonesian National Work Competency Standard (SKKNI) at LPKA, identify existing structural implementation challenges, and formulate optimization strategies through a collaborative model. The results of the analysis show that welding training is a very effective strategic program. The industrial sector in Indonesia needs at least 45,000 welding experts, proving the high demand for the job market. These skills serve as a powerful catalyst to achieve desistance by providing the human capital needed to get a stable job, thus overcoming the job instability associated with the risk of repeat crime. Despite having great potential, the implementation of coaching programs at LPKA is hampered by limited funds, inadequate facilities, and a lack of expert instructor Human Resources (HR). To overcome this obstacle, it is recommended to adopt a Mutualistic Partnership model with external parties, which aims to ensure the standardization of the 320 Hours of Training (JP) curriculum in accordance with SKKNI, competency certification, and integration of vocational work readiness measurements. This partnership creates mutual benefits and strengthens LPKA's capacity on an ongoing basis.
Analisis Kinerja pada Modifikasi Alat Pengering Ikan Nila Tipe Kerucut serta Pengaruhnya terhadap Kadar Air dan Mutu Organoleptik Novita, Sri Aulia; Ernita, Yuni; Djinis, Musdar Effy; Zulnadi, Zulnadi; Batubara, Fanny Yuliana; Allen, Rio Valery; Herdian, Fithra
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.639

Abstract

Proses pengeringan ikan merupakan proses dalam menjaga mutu ikan sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga aman dikonsumsi oleh konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan laju kecepatan udara pengering terhadap ikan nila yang dikeringkan, melakukan uji kinerja alat, serta melakukan uji organoleptik ikan nila kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi modifikasi alat, persiapan bahan, pengujian kinerja, dan uji organoleptik ikan kering. Peralatan yang digunakan terdiri atas ruang pengering, rak pengering, exhaust fan, termokopel tipe K, Arduino Uno, data logger, anemometer, ruang pemanas, dan kompor listrik 2000 W. Pada penelitian ini suhu pada setiap rak berbeda berdasarkan data yang diperoleh. Suhu pengeringan berfluktuasi dari 42 °C hingga 71 °C selama 7 jam proses pengeringan. Pengurangan jumlah air pada jam pertama berkisar antara 26–40 gram/jam, sedangkan pada jam kedua sebesar 10–15 gram/jam dan menurun secara bertahap pada jam berikutnya. Semakin lama proses pengeringan berlangsung, semakin sedikit jumlah air yang diuapkan. Laju kecepatan aliran udara dalam ruang pengering tergolong tinggi, yaitu 3–3,6 m/s. Kadar air akhir ikan adalah 15,14%, sehingga produk ikan nila kering telah memenuhi standar SNI, termasuk kategori ikan kering berkualitas baik dan memiliki daya simpan lebih lama. Laju pengurangan air pada ikan berada pada kisaran 9,85–11,85 gram air/jam. Total energi pengeringan adalah 0,9278 kWh dengan efisiensi energi pengeringan sebesar 46,4%. Berdasarkan uji organoleptik, ikan nila kering memiliki warna cerah serta tekstur dan aroma yang baik.