Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMANFAATAN CANGKANG TELUR SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK Ilhamiyah, Ilhamiyah; Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Gunawan, Aam; Gazali, Akhmad
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.14757

Abstract

Permasalahan yang sering kali muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya limbah rumah tangga berupa cangkang telur yang tidak termanfaatkan.  Apabila permasalahan tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah yang lain lagi yaitu tercemarnya lingkungan dan juga lingkungan menjadi tidak bersih.  Oleh karenanya perlu dilakukan pemanfaatan cangkang telur tersebut sebagai pestisida dan pupuk organik, karena Mitra adalah rata-rata petani sayur.Prioritas permasalah mitra adalah termanfaatkannya limbah cangkang telur menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi yaitu dengan memanfaatkan cangkang telur sebagai pestisida dan pupuk organik.Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru. Solusi dari permasalah mitra tersebut adalah 1) Pemanfaatan cangkang telur sebagai pestisida,   Mitra akan diberikan pengetahuan tentang manfaat cangkang telur sebagai pestisida yang ramah lingkungan dan murah; Mitra akan diberikan pengetahuan tentang cara pembuatan pestisida dan cara aplikasinya dilapangan dan penentuan dosisnya.  2) Pemanfaatan  cangkang telur sebagai pupuk organik, Mitra akan diberi pengetahuan dan teknologi pembuatan pupuk organik,  Mitra juga akan diberikan pengetahuan dan demontrasi cara perhitungan dosis serta cara aplikasinya pada tanaman sayuran milik mitra.
ANALYSIS OF THE RAW NOODLE BUSINESS IN LOKTABAT UTARA VILLAGE, NORTH BANJARBARU DISTRICT Amalia, Wina; Hasiani, Yarna; Zuraida, Ana
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v10i3.16770

Abstract

This study aims to examine the process of making raw noodles, analyze costs, revenues, profits, business feasibility, and the challenges faced during production. The research uses a case study method focused on the home industry business Widodo Food. Data collected includes both primary and secondary sources. The noodle-making process involves ingredient preparation, mixing, sheet formation, noodle cutting, rolling, and packaging. The results show the total cost of the raw noodle business is IDR 158,510,329 per month, with a production volume of 20,020 kg per month and a selling price of IDR 13,000 per kg. Consequently, the business generates a monthly revenue of IDR 260,260,000 and a profit of IDR 101,749,671. With an R/C Ratio of 1.64, the business is considered feasible. Challenges include damage to the roll press machine, power outages, and the lack of complete personal protective equipment (PPE) for employees.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HERBISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN Ilhamiyah, Ilhamiyah; Zuraida, Ana; Ash'ari, Fuzi Maulana; Gazali, Akhmad
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17109

Abstract

Permasalahan yang sering  muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya  gulma.  Gulma pada  pertanaman budidaya dapat menyebabkan terjadinya persaingan antara tanaman budidaya dengan gulma dalam penyerapan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman serta menurunkan  produksi tanaman.  Petani dalam mengendalikan gulma selalu menggunakan herbisida kimia sintetik yang  menyebabkan residu yang dapat mencemari lingkungan dan meracuni manusia atau hewan ternak. Selain itu, banyak petani yang mengeluh  mahalnya harga herbisida sintetis ini, sehingga perlu dilakukan pembuatan herbisida yang ramah lingkungan     terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan seperti air kelapa, bawang putih, ragi tape, dan EM4.  Prioritas permasalah mitra adalah  petani diberdayakan untuk dapat membuat herbisida yang ramah lingkungan dan harganya lebih murah karena herbisida  terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.  Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skim Program Pemberdayaan Masyarakat  bertempat di Kelurahan Ulu Benteng Marabahan Kabupaten Barito Kuala.   Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan ada 21 orang petani. Pelaksanaannya berjalan lancar dan kehadiran khalayak sasaran mencapai 100 % pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua kehadiran menjadi 90.5 %  Setelah kegiatan dilaksanakan ada peningkatan pengetahuan seputar pembuatan herbisida ramah lingkungan.  Sebanyak 19  peserta  sudah mampu membuat sendiri herbisida ramah lingkungan dan cara pengaplikasiannya.
KOMPATIBILITAS PERBANYAKAN SECARA OKULASI BIBIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) YANG DIBERI AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Ilhamiyah, Ilhamiyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.16590

Abstract

This research was aimed at finding out the effect of soaking time for natural growth regulators in coconut water on the success of grafting (compatibility) in durian grafting techniques and how long the soaking time for buds is best for successful durian grafting. This research used an experimental method: a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatment tried was soaking time in coconut water with a concentration of 100%, for 0 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The research results showed that the length of soaking of durian shoots in coconut water as a naturally growing substance had no significant effect on both the success of grafting and the rupture of shoots in Durian plant grafting. The percentage of grafting success for each treatment ranged from 20% - 40%.  Long ago the buds broke.  The average length (days) of bud break between treatments ranged from 35 days to 48.5 days after attachment of the bud.
KOMPATIBILITAS PERBANYAKAN SECARA OKULASI BIBIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) YANG DIBERI AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Ilhamiyah, Ilhamiyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.16590

Abstract

This research was aimed at finding out the effect of soaking time for natural growth regulators in coconut water on the success of grafting (compatibility) in durian grafting techniques and how long the soaking time for buds is best for successful durian grafting. This research used an experimental method: a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatment tried was soaking time in coconut water with a concentration of 100%, for 0 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The research results showed that the length of soaking of durian shoots in coconut water as a naturally growing substance had no significant effect on both the success of grafting and the rupture of shoots in Durian plant grafting. The percentage of grafting success for each treatment ranged from 20% - 40%.  Long ago the buds broke.  The average length (days) of bud break between treatments ranged from 35 days to 48.5 days after attachment of the bud.
Kontribusi Pendapatan Usaha Sarang Burung Walet (Collocalia Spp) Di Desa Namun Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong Rajani, Ahmad; Zuraida, Ana; Ilma Ifada, Inda
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 11 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v11i2.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis usaha sarang burung walet, biaya, penerimaan, pendapatan dan kontribusi usaha sarang burung walet serta permasalahan yang di hadapi peternak sarang burung walet di Desa Namun Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.Waktu penelitian dimulai dari bulan April sampai dengan Juni Tahun 2021.Penelitian ini menggunakan metode survey dan metode pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan kriteria usaha sarang burung walet aktif berjalan dan usaha sudah menghasilkan. Tahap-tahapan / teknik dalam usaha sarang burung walet meliputi menyiapkan gedung buat burung walet, membunyikan suara speker buat mengundang burung walet, pemeliharaan seperti penyemprotan dan mengisi air di baskom-baskom, melakukan pemanenan dan pengendalian hama dengan cara menyemprot dengan obat hama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata untuk biaya total sebesar Rp. 5.443.350,- per tahun. Total rata-rata penerimaan sebesar Rp. 36.000.000,- per tahun. Pendapatan untuk usaha sarang burung walet per tahun adalah Rp. 33.412.650,- per responden, untuk usaha diluar sarang burung walet sebesar Rp. 68.400.000,- per tahun. Rata-rata kontribusi pendapatan sebesar 52% termasuk kriteria sangat baik. Permasalahan yang di hadapi oleh peternak sarang burung walet dalam melakukan usahanya adalah kurangnya pengetahuan tentang usahanya tersebut, dan dari usaha nya sendiri permasalahan yang sering di hadapi yaitu hama seperti kelelawar, tikus, kecoa, dan burung burung gereja.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KAWASAN RAWA MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN Widaningsih, Neni; Zuraida, Ana; Erlina, Siti; Abdurrahim, Abdurrahim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35207

Abstract

Desa Sapala terletak di kawasan rawa yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah terutama ikan haruan dan ikan sepat. Salah satu pola kehidupan masyarakatnya adalah “meiwak” (sebutan bagi nelayan yang mencari ikan). Pada musim kemarau produktivitas ikan melimpah, sehingga pendapatan masyarakatnya meningkat, namun ketika musim hujan, produktivitasnya menurun yang berdampak pada menurunnya pendapatan sehingga biasanya “Paiwakan “(sebutan untuk para nelayan) mencari pekerjaan serabutan yang tidak menentu. Peranan para perempuan rawa (isteri Paiwakan) menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup rumah tangganya. Kedudukan sosial perempuan rawa bukan karena kesetaraan gender, namun lebih pada tuntutan alamiah dalam menjaga kelangsungan hidup mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan perempuan rawa dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial melalui implementasi teknologi pengolahan ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan, pelatihan dan praktik pengolahan ikan, bimbingan teknis dan pendampingan usaha serta evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa semua tahapan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang belum pernah ada sebelumnya. Peserta ikut terlibat aktif dalam pelatihan dan praktik pengolahan ikan dan diantara peserta ada yang menindaklanjuti usaha pengolahan ikan dalam bentuk abon ikan haruan dan ikan sepat kering.