Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABRA L.) TERHADAP PROFIL LIPID MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) JANTAN YANG DIINDUKSI MINYAK JELANTAH Puspasari, Anita Fitri; Agustini, Sulistyo Mulyo; Illahika, Anung Putri
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1972.554 KB) | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5260

Abstract

ABSTRAK Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner dan stroke. Hal tersebut dapat diketahui dengan hasil profil lipid. Saat ini, pencegahan hiperlipidemia dapat dilakukan dengan cara alami yang disebut fitofarmaka. Salah satunya yaitu ekstrak daun kersen mengandung flavonoid, saponin, dan tannin yang dapat memperbaiki profil lipid dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah pengaruh ekstrak daun kersen (Muntinga calabura l.) terhadap perbaikan kadar profil lipid mencit hyperlipidemia. Metode penelitian adalah True experimental dengan post test only control group design dengan kontrol negatif, kontrol positif, 3 perlakuan yang diinduksi minyak jelantah sebagai hiperlipidemia dan ekstrak daun kersen untuk perbaikan profil lipid dosis 1.5,3,6 (mg/200gBB/hari). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA, uji post hoc, uji regresi yang pengolahannya menggunakan SPSS 19.Hasil Uji One Way Anova pada variabel p=0,000 (p<0,05) terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji post hoc didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) antar kelompok. Pada Uji regresi linier didapatkan dosis terbaik pada dosis 6 (mg/200gBB/hari) dengan presentaseperbaikan kolesterol total 65%, TG 79%, LDL 79%, dan HDL 75%. Flavonoid menghambat sintesis kolesterol dengan menghambat HMG-KoA reduktase. Saponin dan Tannin bekerja dengan menghambat penyerapan kolesterol dan trigliserida di usus. Kesimpulannya adalah ekstrak daun kersen berpengaruh terhadap perbaikan kadar profil lipid mencit putih hiperlipidemiaKata kunci : Hiperlipidemia, ekstrak daun kersen
PENGARUH EKSTRAK BIJI COKELAT (THEOBROMA CACAO L) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR) DENGAN INDUKSI HIPERKOLESTEROL Zulkifli, Faiz; Agustini, Sulistyo Mulyo; Hasanah, Annisa’
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.224 KB) | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5262

Abstract

Hiperkolesterol menyebabkan peningkatan peroksidasi lipid dan menghasilkan Malondialdehid (MDA) sebagai indikator stres oksidatif. Ekstrak biji cokelat mengandung flavonoid sebagai antioksidan untuk menurunankan kadar MDA plasma tikus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji cokelat (Theobroma Cacao L) terhadap kadar (MDA) tikus putih jantan (Rattus novergicus strain wistar) dengan  induksi hiperkolesterol. Metode yang digunakan Penelitian ini true experimental dengan menggunaka post test only control group design. menggunakan 25 ekor tikus putih jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, diberi ekstrak biji cokelat 1,8 mg, 3,6 mg dan 5,4 mg p.o selama 37 hari) dengan Parameter MDA plasma tikus metode spektofometri dan dianalisis menggunakan uji ANOVA, Post Hoc Benferoni, Korelasi serta Regresi. Hasil Uji ANOVA menghasilkan pengaruh yang signifikan dengan Sig = 0,000 < p (0,05). Uji Post hoc Benferoni menunjukkan pengaruh yang berbeda diantara masing-masing kelompok perlakukan kecuali antara perlakuan 1 dan perlakuan 2 yang tidak berbeda signifikan. Hasil uji korelasi menunjukkan pearson correlation = -0,961 yang berarti hubungan korelasi sangat kuat. Hasil uji regresi menunjukkan pengaruh yang signifikan (R² = 0,919; Sig 0,000 < p(0,05)). Kesimpulan penelitian ini Ekstrak biji cokelat dapat menurunkan kadar MDA tikus putih jantan dengan induksi hiperkolesterol.Kata kunci: Ekstrak biji cokelat, hiperkolesterol, MDA.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIACALABURA L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK Fadil, Muchamad; Agustini, Sulistyo Mulyo; Sidharta, Bragastio
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 12, No 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.229 KB) | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5270

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor yang paling sering menyebabkan penyakit perlemakan hepar non alkoholik. Daun kersen (Muntingia calabura l.) mengandung antioksidan berupa flavonoid, saponin dan tannin yang dapat menghambat stres oksidatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kersen (Muntingia calabura l.) terhadap gambaran histopatologi hepar pada mencit yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode yang digunakan adalah True experimental denganpost test only control group design. Sampel dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kersen (Muntingia calabura l.)dengan dosis 1,5mg/20gBB/hari (K3), 3mg/20gBB/hari (K4), 6mg/20gBB/hari (K5). Data dianalisis menggunakan uji oneway anova, uji post hocbonferroni, dan uji regresi linier...Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji one way anova didapatkan pengaruh yang bermakna (p<0,05). Hasil uji one way anovadidapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (p<0,05). Hasil uji posthoc bonferroni didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) antara masing-masing perlakuan dengan kelompok kontrol. Hasil ujiregresi linier didapatkan adjusted R2=0,511 yang menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen memberikan pengaruh sebesar 51%. Pada penelitian ini kelompok perlakuan ekstrak daun kersen dosis 6mg/20gBB/hari memberikan efek perbaikan gambaran histopatologi yang paling baik. Pada penelitian ini disimpulkan pemberian ekstrak daun kersen berpengaruh terhadap perbaikan gambaran histopatologi hepar pada mencit yang diinduksi diet tinggi lemak
PENGARUH EKSTRAK BUAH TERONG BELANDA (SOLANUM BETACEUM) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHIDA PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINDUKSI CCL4 Masbintoro, Aji; Agustini, Sulistyo Mulyo; NS, Thontowi Djauhari
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 12, No 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.048 KB) | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5258

Abstract

ABSTRAK Keadaan stres oksidatif dapat memicu peroksidasi lipid yang menghasilkan MDA sebagai indikator. Ekstrak terong belanda sebagai antioksidan dapat meredam dampak radikal bebas dan menurunkan kadar MDA. Metode Penelitian True Experiment dengan post test only group design yang terdiri 5 kelompok secara acak, masing-masing kelompok terdiri dari 5 hewan coba dan diberikan perlakuan selama 9 hari. Kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, perlakuan 1 (100 mg/kg/BB), 2 (200 mg/kg/BB) dan 3 (300 mg/kg/BB). Kelompok perlakuan 1,2 dan 3 diberi induksi CCl4 pada hari ke 9. Hasil uji One Way Anova didapatkan nilai signifikansi (0,002) kurang dari p (0,05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hal ini dikarenakan terong belanda memiliki kandungan fenol, flavonoid, antosianin dan karotenoidyang cukup tinggi yang dapat menghambat proses stres oksidatif. Ekstrak terong belanda sebagai antioksidan dapat menurunkan kadar MDA darah tikus yang diinduksi CCl4 Kata kunci: Stres oksidatif, ekstrak terong belanda, MDA darah
Difference in DNA Methylation between Cleft Lip and Cleft Lip and Palate Ruby Riana Asparini; David S. Perdanakusuma; Retno Handajani; Henydhar Bramastivira Mahdani; Sulistyo Mulyo Agustini
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 16 No. 1 (2022): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v16i1.17630

Abstract

It is suspected that environmental exposure to non-syndromic oral clefts, which includes cleft lip (CL), cleft lip and palate (CLP) has an effect on epigenetic mechanisms, particularly deoxyribonucleic acid (DNA) methylation. DNA methylation will be expressed during facial morphogenesis and have an impact on facial development. This study aimed to observe differences in DNA methylation between CL and CLP, between CL mothers and CLP mothers, and correlation between CL and CL mothers, CLP and CLP mothers.This observational study used a sample of 13 patients diagnosed with CL and 14 patients diagnosed with CLP and their respective mothers. The test was performed using ELISA MethylFlashTM Global DNA Methylation (5-mC) ELISA Easy Kit (Colorimetric).The median DNA methylation at CLP was 1.92 (0.23 - 14.07) and CL was 1.71 (0.08 - 8.47) (p 0.752 > 0.05)). Median DNA methylation in CLP mothers was 0.997 (0.03 - 6.14) and in CL mothers 0.72 (0.23 - 6.16) (p 0.798 (p> 0.05). Correlation test for DNA methylation of CLP with CLP mother r = -0.259 and (p = 0.394 >0.05). Correlation test for DNA methylation of CL patients with CL mothers revealed r = -0.492 and (p = 0.087 > 0.05).The results of this study showed no difference in methylation between CL and CLP. This study found that DNA methylation between CL mothers and CLP mothers was relatively the same. This study also found no correlation between DNA methylation of CL and CL mothers, and between CLP and CLP mothers.
PENGARUH EKSTRAK BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHIDA PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) YANG DIINDUKSI CCl4 Aji Masbintoro; Sulistyo Mulyo Agustini; Thontowi Djauhari NS
Saintika Medika Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5258

Abstract

ABSTRAK Keadaan stres oksidatif dapat memicu peroksidasi lipid yang menghasilkan MDA sebagai indikator. Ekstrak terong belanda sebagai antioksidan dapat meredam dampak radikal bebas dan menurunkan kadar MDA. Metode Penelitian True Experiment dengan post test only group design yang terdiri 5 kelompok secara acak, masing-masing kelompok terdiri dari 5 hewan coba dan diberikan perlakuan selama 9 hari. Kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, perlakuan 1 (100 mg/kg/BB), 2 (200 mg/kg/BB) dan 3 (300 mg/kg/BB). Kelompok perlakuan 1,2 dan 3 diberi induksi CCl4 pada hari ke 9. Hasil uji One Way Anova didapatkan nilai signifikansi (0,002) kurang dari p (0,05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hal ini dikarenakan terong belanda memiliki kandungan fenol, flavonoid, antosianin dan karotenoidyang cukup tinggi yang dapat menghambat proses stres oksidatif. Ekstrak terong belanda sebagai antioksidan dapat menurunkan kadar MDA darah tikus yang diinduksi CCl4 Kata kunci: Stres oksidatif, ekstrak terong belanda, MDA darah
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABRA L.) TERHADAP PROFIL LIPID MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) JANTAN YANG DIINDUKSI MINYAK JELANTAH Anita Fitri Puspasari; Sulistyo Mulyo Agustini; Anung Putri Illahika
Saintika Medika Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5260

Abstract

ABSTRAK Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner dan stroke. Hal tersebut dapat diketahui dengan hasil profil lipid. Saat ini, pencegahan hiperlipidemia dapat dilakukan dengan cara alami yang disebut fitofarmaka. Salah satunya yaitu ekstrak daun kersen mengandung flavonoid, saponin, dan tannin yang dapat memperbaiki profil lipid dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah pengaruh ekstrak daun kersen (Muntinga calabura l.) terhadap perbaikan kadar profil lipid mencit hyperlipidemia. Metode penelitian adalah True experimental dengan post test only control group design dengan kontrol negatif, kontrol positif, 3 perlakuan yang diinduksi minyak jelantah sebagai hiperlipidemia dan ekstrak daun kersen untuk perbaikan profil lipid dosis 1.5,3,6 (mg/200gBB/hari). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA, uji post hoc, uji regresi yang pengolahannya menggunakan SPSS 19.Hasil Uji One Way Anova pada variabel p=0,000 (p<0,05) terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji post hoc didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) antar kelompok. Pada Uji regresi linier didapatkan dosis terbaik pada dosis 6 (mg/200gBB/hari) dengan presentaseperbaikan kolesterol total 65%, TG 79%, LDL 79%, dan HDL 75%. Flavonoid menghambat sintesis kolesterol dengan menghambat HMG-KoA reduktase. Saponin dan Tannin bekerja dengan menghambat penyerapan kolesterol dan trigliserida di usus. Kesimpulannya adalah ekstrak daun kersen berpengaruh terhadap perbaikan kadar profil lipid mencit putih hiperlipidemiaKata kunci : Hiperlipidemia, ekstrak daun kersen
PENGARUH EKSTRAK BIJI COKELAT (THEOBROMA CACAO L) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR) DENGAN INDUKSI HIPERKOLESTEROL Faiz Zulkifli; Sulistyo Mulyo Agustini; Annisa’ Hasanah
Saintika Medika Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5262

Abstract

Hiperkolesterol menyebabkan peningkatan peroksidasi lipid dan menghasilkan Malondialdehid (MDA) sebagai indikator stres oksidatif. Ekstrak biji cokelat mengandung flavonoid sebagai antioksidan untuk menurunankan kadar MDA plasma tikus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji cokelat (Theobroma Cacao L) terhadap kadar (MDA) tikus putih jantan (Rattus novergicus strain wistar) dengan  induksi hiperkolesterol. Metode yang digunakan Penelitian ini true experimental dengan menggunaka post test only control group design. menggunakan 25 ekor tikus putih jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, diberi ekstrak biji cokelat 1,8 mg, 3,6 mg dan 5,4 mg p.o selama 37 hari) dengan Parameter MDA plasma tikus metode spektofometri dan dianalisis menggunakan uji ANOVA, Post Hoc Benferoni, Korelasi serta Regresi. Hasil Uji ANOVA menghasilkan pengaruh yang signifikan dengan Sig = 0,000 < p (0,05). Uji Post hoc Benferoni menunjukkan pengaruh yang berbeda diantara masing-masing kelompok perlakukan kecuali antara perlakuan 1 dan perlakuan 2 yang tidak berbeda signifikan. Hasil uji korelasi menunjukkan pearson correlation = -0,961 yang berarti hubungan korelasi sangat kuat. Hasil uji regresi menunjukkan pengaruh yang signifikan (R² = 0,919; Sig 0,000 < p(0,05)). Kesimpulan penelitian ini Ekstrak biji cokelat dapat menurunkan kadar MDA tikus putih jantan dengan induksi hiperkolesterol.Kata kunci: Ekstrak biji cokelat, hiperkolesterol, MDA.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingiacalabura l.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK Muchamad Fadil; Sulistyo Mulyo Agustini; Bragastio Sidharta
Saintika Medika Vol. 12 No. 2 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i2.5270

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor yang paling sering menyebabkan penyakit perlemakan hepar non alkoholik. Daun kersen (Muntingia calabura l.) mengandung antioksidan berupa flavonoid, saponin dan tannin yang dapat menghambat stres oksidatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kersen (Muntingia calabura l.) terhadap gambaran histopatologi hepar pada mencit yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode yang digunakan adalah True experimental denganpost test only control group design. Sampel dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kersen (Muntingia calabura l.)dengan dosis 1,5mg/20gBB/hari (K3), 3mg/20gBB/hari (K4), 6mg/20gBB/hari (K5). Data dianalisis menggunakan uji oneway anova, uji post hocbonferroni, dan uji regresi linier...Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji one way anova didapatkan pengaruh yang bermakna (p<0,05). Hasil uji one way anovadidapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan (p<0,05). Hasil uji posthoc bonferroni didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) antara masing-masing perlakuan dengan kelompok kontrol. Hasil ujiregresi linier didapatkan adjusted R2=0,511 yang menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen memberikan pengaruh sebesar 51%. Pada penelitian ini kelompok perlakuan ekstrak daun kersen dosis 6mg/20gBB/hari memberikan efek perbaikan gambaran histopatologi yang paling baik. Pada penelitian ini disimpulkan pemberian ekstrak daun kersen berpengaruh terhadap perbaikan gambaran histopatologi hepar pada mencit yang diinduksi diet tinggi lemak
Identification of Potential Diagnostic Markers for Depressive Disorders using Urinary Biomarkers of N-Methylnicotinamide and Hippuric Acid Susanto, Nadila Apriola; Hasanah, Uswatun; Sutrisno, AL-Bidarri Tsamira Annafila; Hani, Handini Risma; Asih, Sekar; Agustini, Sulistyo Mulyo
Jurnal Psikiatri Surabaya Vol. 13 No. 2 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jps.v13i2.47986

Abstract

Introduction: The diagnostic methodology for depressive disorders, relying on symptom clusters, has inherent limitations in ensuring heterogeneity levels. Consequently, this presents a notable risk of inevitable diagnostic errors in mental health assessments. Therefore, advocating for objective diagnostic approaches through empirical testing in clinical settings becomes crucial for individuals dealing with depressive disorders. This study aims to identify the effectiveness of urine as a diagnostic support for depressive disorders using the N-Methylnicotinamide and Hippuric Acid biomarkers. Methods: This study used 13 urine samples from patients with depressive disorders and 13 normal urine samples. It used ELISA methods with observational analytic and cross-sectional designs. Results: The results showed that the N-methylnicotinamide biomarker had a relationship with depressive disorders with a correlation value of 0.867, while hippuric acid obtained a correlation value of 0.692. Besides, the N-Methylnicotinamide and Hippuric Acid biomarkers showed differences in the urine of depressive disorder and normal patients with significance values of 0.000 and 0.001 for the N-Methylnicotinamide and Hippuric Acid biomarkers, respectively. In addition, the Relative Operating Characteristics curve analysis showed that these two biomarkers had good sensitivity and specificity values in assisting the diagnosis of depressive disorders. N-methylnicotinamide has a sensitivity of 92.3% and a specificity of 100%, while hippuric acid has a sensitivity of 76.9% and a specificity of 84.6%. Conclusions: Significant differences in the biomarkers of N-methylnicotinamide and hippuric acid in the urine of depressed patients compared to normal patients. Therefore, these biomarkers can be the empirical laboratory methods to support the diagnosis of depressive.