Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

d Perbandingan Konstruksi Beton Risha dan Konvensional: Tinjauan Biaya dan Waktu Sulistiana, Putu Didik; Agustini, Ni Komang Ayu; Setiawan, I Made Edi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v19i2.47849

Abstract

The RISHA innovation (Simple Healthy Instant House) is a variation of precast concrete created by the Center for Research and Development (Puslitbang) for Settlements, Ministry of Public Works and Public Housing, which was released on December 20 2004. The aim of this research is to determine the comparison of building construction with technology. RISHA concrete and conventional concrete from the aspect of calculating project costs and calculating project duration. The approach in this research uses a type of research in the form of a literature study or literature study. The results of research comparing building construction using RISHA concrete technology and conventional concrete showed that the average cost difference was 7.96%, and the average difference in duration was 30.10%, superior to RISHA concrete technology.
Efektivitas Sistem Prefabrikasi RISHA dan RUSPIN dalam Pembangunan Perumahan Berkelanjutan: Studi Komparatif Sulistiana, Putu Didik; Bili, Herman Tadu; Dewi, Dewa Ayu Rai Silvia
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.49430

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan potensi strategis yang besar, menghadapi tantangan serius dalam penyediaan perumahan yang terjangkau dan layak huni. Penelitian ini mengeksplorasi inovasi dalam metode konstruksi melalui dua produk unggulan: Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN). Kedua metode ini mengadopsi teknologi prefabrikasi dan modular, yang terbukti mampu mempercepat waktu pembangunan—dengan RISHA yang dapat diselesaikan dalam waktu hanya 5 hari untuk tipe 36 m²—serta mengurangi biaya konstruksi hingga 10% dibandingkan dengan metode konvensional. Pendekatan studi literatur digunakan untuk menganalisis keunggulan dan kelemahan masing-masing metode, serta memberikan wawasan mendalam mengenai komponen struktural dan non-struktural yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi modern dalam konstruksi tidak hanya meningkatkan kualitas dan ketahanan bangunan, tetapi juga memberikan solusi efektif untuk daerah rawan bencana yang memerlukan respons cepat. Lebih jauh, perbandingan ini merekomendasikan pengembangan fleksibilitas desain dan ukuran komponen pracetak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam. Temuan ini menegaskan bahwa RISHA dan RUSPIN merupakan solusi inovatif yang dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mencapai pembangunan perumahan yang efisien, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan sosial-ekonomi di Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam sektor perumahan.
Pendampingan Pembuatan Video Promosi Paket Wisata Desa Nyambu Kabupaten Tabanan Bali agustini, komang ayu; Sulistiana, Putu Didik; Kumara, I Made Surya; Ratmaja, I Gede Sadia Dwi
Jurnal ABDIRAJA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v8i2.4552

Abstract

Desa Nyambu memiliki potensi pariwisata berbasis masyarakat dengan menawarkan paket wisata berupa susur sawah dan susur budaya yang di lakukan oleh Pokdarwis Desa Nyambu. Susur sawah yang ditawarkan berupa tracking dan cycling di sepanjang jalur persawahan yang telah disiapkan. Alih fungsi lahan persawahan menjadi permukiman terus mengalami peningkatan seiring perkembangan pembangunan di Desa Nyambu. Hal ini berdampak pada perubahan jalur susur sawah yang disiapkan oleh Pokdarwis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dibuatkan paket wisata terbaru menyesuaikan dengan kondisi jalur susur sawah serta kesiapan masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara diskusi dan survei langsung ke lapangan. Diskusi dihadiri oleh seluruh anggota tim pengabdian dan Pokdarwis Desa Nyambu. Survei langsung lokasi wisata meliputi jalur susur sawah serta susur budaya dari masyarakat sekitar. Kegiatan pengambilan video diikuti oleh tim videografi, tim pengabdian, pokdarwis serta beberapa talent internasional. Hasil diskusi dan survei kegiatan. Hasil pengabdian berupa video promosi yang akan dipublikasikan oleh anggota Pokdarwis sehingga mampu meningkatkan antusiasme dan kunjungan wisatawan ke Desa Nyambu.
Peran Sambungan Dalam Mekanisme Transfer Beban Sistem Panel Beton Pracetak Pada Bangunan Sulistiana, Putu Didik; Dewi, Putu Ayu Priska
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7398

Abstract

Perkembangan konstruksi panel beton pracetak menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan efisiensi waktu, mutu, dan keberlanjutan pembangunan. Namun, kinerja struktural sistem ini sangat dipengaruhi oleh perilaku panel dan terutama oleh sistem sambungan yang menghubungkan antar panel menjadi satu kesatuan bangunan. Penelitian ini mengkaji perilaku struktural panel beton pracetak dan mengevaluasi kinerja berbagai tipe sambungan berdasarkan hasil kajian eksperimental dan numerik. Metode yang digunakan berupa analisis konseptual terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu yang mengkaji respons panel dan sambungan beton pracetak terhadap beban lateral dan seismik. Pembahasan difokuskan pada karakteristik perilaku panel, klasifikasi sambungan, serta perbandingan kinerja sambungan berdasarkan hasil pengujian laboratorium dan pemodelan numerik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem sambungan berperan dominan dalam menentukan kapasitas, daktilitas, dan kemampuan disipasi energi struktur. Sambungan berbasis gesekan dengan mekanisme disipasi energi menunjukkan kinerja unggul dalam mereduksi respons seismik, sedangkan sambungan basah cenderung mendekati perilaku monolit.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN MANJEMEN BUMDA DAN PENYUSUNAN DED (DETAIL ENGINEERING DRAWING) KANTOR PERBEKEL DESA SANUR KAJA BALI: Assistance In Improving BUMDA Management And Preparation Of DED (Detail Engineering Drawing) For The Village Perbekel Office Sanur Kaja Bali Putra, Ida Bagus Udayana; Putra, Ida Bagus Gede Parama; Sulistiana, Putu Didik
Al-Amal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Al-Amin Qalbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59896/amal.v3i2.537

Abstract

This Community Service (PkM) activity aims to strengthen the institutional capacity of the Galang Kangin Traditional Village through two focus activities, namely mentoring the management of the Regional Owned Enterprise (BUMDA) and the preparation of the Detail Engineering Design (DED) for the construction of the Sanur Kaja Traditional Village Head Office. The main problems of the partners include limited institutional infrastructure, the absence of technical development documents, and weak organizational governance of the BUMDA. The implementation method includes field surveys, technical design, Focus Group Discussions (FGD), organizational management training, and simulation of office construction financing. The results of the activity show the preparation of a complete DED document and increased competence of BUMDA administrators in organizational and financial governance based on local potential. This program is an example of collaboration between academics and indigenous communities in realizing adaptive, professional, and sustainable institutional governance.