Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STUDY KASUS PENDEKATAN INOVATIF FISIOTERAPI PEDIATRI: MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK AUTISME MELALUI INTERVENSI MIRROR GAMES Utami, Inggrid Regita; Khasanah, Al Um Aniswatun; Sri Yuliana; Afifah, Zulaika Nur; Al Hazmi, Dhofirul Fadhil Dzil Ikrom; Yudistira, Efraldo; Yudistira, Bota Muhammad Akbar; Yudistira, Toumi Shiddiqi; Siamy, Hapy Ardiaviandaru; A.Zain, Afif Fairuz Fajri
Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service Vol. 2 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Autism or Autism Spectrum Disorder (ASD) is a neurodevelopmental condition characterized by two main symptoms: difficulties in social communication and interaction, as well as restricted and repetitive patterns of interests, activities, and behaviors. Children with autism often struggle to maintain concentration, which affects their ability to engage in learning and social activities. One therapeutic approach that can be used to improve concentration is mirror games, a mimicry-based activity involving both visual and motor interaction.Objective: To determine whether the mirror games method can improve concentration in children with autism.Research Method: This research used a single case study design, aimed at evaluating the effectiveness of physiotherapy management using the mirror games method to enhance concentration in a child with autism.Results: The results showed an increase in sustained attention duration and the ability to follow sequential instructions. The subject was able to maintain focus for a longer period and follow more instructions in sequence compared to before the intervention. This indicates that mirror games positively contribute to improving a child's concentration.Conclusion: The mirror games method can enhance concentration in children with autism and may serve as an enjoyable and practical alternative therapy that can also be applied at home.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA MELALUI PEMERIKSAAN FUNGSIONAL DI TINGKAT DESA: STUDI DESKRIPTIF DI PURWODADI 13A METRO Khasanah, Al Um Aniswatun; Siamy, Hapy Ardiaviandaru; Yuliana, Sri; A Zain, Afif Fairuz; Akbar, Bota Muhammad; Alhazmi, Dhofirul Fadhil Dzil Ikrom; Yudistira, Efraldo
Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service Vol. 3 No. No, 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menuntut penguatan sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Salah satu bentuk implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia berbasis komunitas adalah pemeriksaan fungsional di tingkat desa untuk mendeteksi dini risiko penurunan fungsi fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia melalui pemeriksaan fungsional menggunakan Sit and Reach Test di Balai Desa Purwodadi 13A Metro. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 14 lansia yang mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan. Variabel yang diamati meliputi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, berat badan) serta hasil fleksibilitas otot hamstring dan punggung bawah melalui Sit and Reach Test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai minimum, maksimum, dan rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (78,6%) dengan rentang usia 51–77 tahun dan berat badan 48–75 kg. Pemeriksaan Sit and Reach Test memperoleh nilai terendah 9 cm dan tertinggi 20 cm, dengan rerata 14,07 cm. Sebagian besar lansia berada pada kategori fleksibilitas cukup hingga baik, serta lansia perempuan cenderung memiliki nilai fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Temuan ini menegaskan bahwa pemeriksaan fungsional lansia telah terlaksana sebagai bagian dari implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia di tingkat desa. Pemeriksaan sederhana seperti Sit and Reach Test dapat menjadi indikator penting dalam pelayanan preventif serta dasar perencanaan program lanjutan, seperti senam lansia dan pemantauan kesehatan berkala.