Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Profesional Fisioterapi

PENGARUH TRUNK BALANCE EXERCISE DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN KINERJA OTOT ERECTOR SPINE PADA PENGHOBI FUTSAL Nasirudin, Yusuf; Yudistira, Efraldo; Khasanah, Al Um Aniswatun
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 1 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.953 KB) | DOI: 10.24127/fisioterapi.v1i1.1715

Abstract

Di dalam permainan futsal, keseimbangan kinerja otot postural dibutuhkan untuk menjaga kestabilan tubuh untuk menerima operan dan memasukkan bola ke gawang tim lain pada saat menyerang, mengubah arah gerakan dengan cepat ketika kembali ke posisi masing–masing serta menghindari gangguan pada punggung..Penelitian ini adalah bentuk penelitian eksperimental yang akan menguji efektifitas dari pemberian trunk balance exercise dalam meningkatkan keseimbangan kinerja otot erector spine pada pemain futsal pemula, pada penelitian ini sampel akan diberikan trunk balance exercise untuk meningkatkan keseimbangan kinerja otot erector spine pada pemain futsal pemula. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dan intervensi dilakukan sebanyak 18 kali selama periode penelitian. Sampel diukur dengan surface electromyography dengan mengukur kerja dari otot erector spine kanan dan kiri dengan menghitung proporsi kerja pada otot tersebut , di ukur pada sebelum intervensi kemudian dilakukan intervensi kemudian setelah dilakukan intervensi, sampel di ukur kembali untuk mendapatkan nilai hasil intervensi.Hasil dari pemberian trunk balance exercise menunjukkan nilai rerata pada sebelum perlakuan dengan nilai (83,82±2,94) % dan nilai rerata pada setelah perlakuan sebesar (96,74 ±2,39) %, dengan nilai probailitas pada sampel adalah 0,000 (p<0,05) dan dinyatakan ada perbedaan yang signifikan pada penelitian tersebut. dan dapat dinyatakan secara analisis statistik ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan yang dilakukan dan artinya pemberian trunk balance exercise dapat meningkatkan keseimbangan kinerja otot erector spine pada pengghobi futsal.
HUBUNGAN ALIGNMENT KNEE JOINT TERHADAP AGILITY PADA PEMAIN SEPAK BOLA AMATIR SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) USIA 11-14 TAHUN Rakhel Artania, Corry; Nasirudin, Yusuf; Sudarsono, Ari
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 2 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v2i1.3289

Abstract

Latar Belakang: Alignment knee joint (bentuk sendi lutut) mempunyai hubungan yang negatif dengan tingkat kelincahan. Yang artinya semakin tinggi jarak bentuk sendi lutut maka akan semakin rendah skor dari kemampuan kelincahan. Dan kemampuan kelincahan merupakan salah satu keterampilan paling penting yang harus dimiliki oleh seorang pemain sepak bola sedari usia dini. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian “cross sectional” yang dilakukan sekali dalam satu waktu untuk mencari hubungan alignment knee joint terhadap agility pada pemain sepakbola amatir sekolah sepak bola (ssb) usia 11-14 tahun yang berlokasi di jakarta dan depok.Hasil : uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji spearman dengan hasil nilai sig(2-tailed) untuk hubungan antara alignment knee joint dengan agility T test P=0,044 untuk hubungan antara alignment knee joint dengan pengukuran shuttle run test terdapat nilai sig(2-tailed) sebesar P=0,035. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara alignment knee joint terhadap agility pada pemain sepakbola amatir sekolah sepak bola (ssb) usia 11-14 tahun.
PERBEDAAN PENGARUH CONTINUOUS RUNNING DAN HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN CARDIORESPIRATORY FITNESS PADA SISWA SMAN 83 JAKARTA DENGAN AKTIVITAS FISIK RENDAH Nasirudin, Yusuf; Humaira, Inayah; Abida, Liza Laela
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 2 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v2i2.4261

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan yang dihasilkan oleh otot rangka serta memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas fisik rendah akan mengakibatkan cardiorespiratory fitness yang buruk sehingga mudah lelah saat menjalankan aktivitas. Aktivitas fisik yang rendah yaitu ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi pedoman aktivitas fisik perminggu. Cardiorespiratory fitness adalah kemampuan tubuh melakukan tugas dan pekerjaan sehari hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Cardiorespiratoy Fitness dapat berperan dalam menunjang prestasi siswa di sekolah. Latihan yang dapat meningkatkan Cardiorespiratory fitness adalah Continuous running dan High intensity interval training. Metode: Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre dan post test. Sampel terdiri dari 21 orang siswa di SMAN 83 Jakarta yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil: Uji statistik dengan menggunakan program SPSS pada uji Paired sample t-test pada kelompok continuous running dengan p value sebesar 0,001 yang dimana p<0,05 dan pada kelompok High intensity interval training dengan p value sebesar 0,000 yang dimana p<0,05. Hasil uji Independent sample t-test diperoleh nilai p value sebesar 0,011 yang dimana p<0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan pengaruh continuous running dan high intensity interval training terhadap cardiorespiratory fitness dimana high intensity interval training lebih dapat meningkatkan cardiorespiratory fitness pada siswa SMAN 83 Jakarta dengan aktivitas fisik rendah.
PERBANDINGAN PENGARUH ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE DAN ISOMETRIC EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA DISMENORE PRIMER Pratiwi, Aurizha Rahma; Nasirudin, Yusuf; Trioclarise, Rovika
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i1.5354

Abstract

Pendahuluan: Sekitar 70-90% kasus nyeri haid terjadi pada masa remaja, dan sekitar 10% remaja yang mengalami nyeri haid menganggu kemampuan akademik dan sosial mereka. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental, dengan desain penelitian Two Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilaksanakan di SMA AL Khairiyah dengan memberikan latihan Abdominal Stretching Exercise dan Isometric Exercise selama 15 menit sebanyak 3x seminggu dalam 8 minggu. Sampel adalah siswi SMA dengan keluhan dismenore primer sebanyak 32 orang yang diperoleh dengan cara purposive sampling. Analisa data menggunakan Shapiro-Wilk Test, Paired Sampel T-Test, dan Independent T-Test. Hasil: Paired Sampel T-Test pada kelompok 1 didapatkan nilai p value sebesar 0,000 (p0,05). Simpulan: Tidak ada perbedaan antara abdominal stretching exercise dan isometric exercise, sehingga kedua kelompok sama-sama berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada dismenore
The Effect Of Aerobic Exercise On Fasting Blood Sugar As A Stroke Risk Factor: Pengaruh Latihan Aerobik Terhadap Gula Darah Puasa Sebagai Faktor Risiko Stroke Indah Cahyani; Kurniawan, Ganesa Puput Dinda; Nasirudin, Yusuf
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i2.6403

Abstract

Introduction: A lifestyle that frequently consumes foods high in sugar and lack of physical activity can cause high blood sugar in the body, which can increase the risk factors for stroke. The physiotherapy intervention method that can be given to prevent the risk of stroke and reduce blood sugar is aerobic exercise. Method: This research is quasi-experimental with a two-group pretest-posttest with a control group design. The sample was selected using a purposive sampling method, and the number of samples for each group was 13 people in the aerobic exercise group and control group. The independent variable is fasting blood sugar as a risk factor for stroke, and the dependent variable is aerobic exercise. Blood sugar measurements were carried out using POCT at the beginning and end of the meeting session. Result: Testing with a paired sample t-test in the aerobic exercise group obtained a p-value of 0.000 (p<0.05), and then in the control group, a p-value of 0.537 (p>0.05) was obtained. The independent t-test showed that the p-value after the intervention was 0.000 (p<0.05). Conclusion: Providing aerobic exercise intervention is effective in reducing fasting blood sugar as a risk factor for stroke. Keyword: Aerobic exercise; Fasting blood sugar; Stroke risk factors.
PENGARUH PRESSURE BIOFEEDBACK EXERCISE TERHADAP NYERI PADA KASUS HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL DI RSUD CIBINONG Nasirudin, Yusuf; Agustina, Dwi; Hutabarat, Sospida Purnawaty
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 4 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v4i2.9636

Abstract

Pendahuluan: Hernia nukleus pulposus (HNP) lumbal adalah salah satu penyakit yang sering menyebabkan nyeri pada tulang belakang yang terjadi karena adanya nukleus pulposus yang keluar dari diskus intervertebralis. Penderita HNP perlu mendapatkan pelayanan medis yang tepat dan benar salah satunya adalah fisioterapi yang berperan dalam mengurangi rasa nyeri serta meningkatkan kekuatan otot. Tujuan: Mengetahui pengaruh pressure biofeedback exercise terhadap nyeri pada kasus hernia nukleus pulposus (HNP) lumbal di RSUD Cibinong. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan two group pre-test post-test design. Jumlah sampel sebanyak 28 orang yang dibagi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dengan intervensi TENS, IR dan kelompok perlakuan dengan intervensi pressure biofeedback exercise, TENS, IR. Intervensi dilakukan selama 12 kali pertemuan selama 6 minggu. Hasil: Hasil uji Wilcoxon rerata sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol p value 0,001 (p < 0,05). Hasil Uji Mann Whitney rerata sebelum intervensi pada dua kelompok p value 0,352 (p > 0,05) dan sesudah intervensi p value 0,004 (p < 0,05). Simpulan: Penambahan pressure biofeedback exercise pada TENS dan IR signifikan dalam menurunkan nyeri HNP lumbal.
PERBANDINGAN PENGARUH ANTARA HIGH-INTENSITY INTERMITTENT TRAINING DENGAN FARTLEX TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PELARI REKREASIONAL DI KOMUNITAS SELARI Nasirudin, Yusuf; Amri, Muh. Choirul; Sudarsono, Ari
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v5i1.11047

Abstract

Latar Belakang: Olahraga lari adalah aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan menjadi sarana rekreasi yang populer. VO2Max adalah salah satu indikator utama kebugaran tubuh. Penelitian ini membandingkan dua metode latihan interval, High-Intensity Interval Training (HIIT) dan Fartlex Training, untuk peningkatan VO2Max. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara HIIT dan Fartlex Training terhadap peningkatan VO2Max pelari di komunitas Selari Jakarta Selatan. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2025 di komunitas Selari Jakarta Selatan. Sampel penelitian terdiri dari 30 anggota komunitas yang diambil melalui purpose sampling dan setelah itu dilakukan wawancara dan pemeriksaan VO2Max. Intervensi latihan HIIT dan Fartlex Training diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu. Pengukuran VO2Max dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Queen’s College Step Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kelompok HIIT maupun Fartlex Training mengalami peningkatan VO2Max yang signifikan setelah intervensi (p = 0,001). Kelompok HIIT menunjukkan peningkatan rerata VO2Max yang lebih besar (Δ = 1,72) dibandingkan kelompok Fartlex (Δ = 1,35). Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dalam hal peningkatan VO2Max (p = 0,983). Kesimpulan: HIIT dan Fartlex Training sama-sama efektif dalam meningkatkan VO2Max untuk itu dapat disarankan agar kedua latihan ini dapat digunakan untuk pelari rekreasional. Pemilihan metode latihan dapat disesuaikan dengan preferensi dan kondisi individu.