Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

INTENSITASインテンシティーDILIHAT DARI KONTEKS EMOTIF DAN TUJUAN KOMUNIKASI DALAM TINDAK KOMUNIKASI PADA DRAMA GREAT TEACHER ONIZUKA REMAKE KARYA IMAI KAZUHISA Mael, Masilva Raynox
Paramasastra Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Intensitas atau penekanan ujaran  sering digunakan manusia dalam tindak komunikasi, tetapi hal itu sering tidak disadari. Intensitas biasa digunakan untuk lebih menarik perhatian lawan tutur. Penutur menggunakan intensitas dengan harapan lawan tutur dapat lebih memahami maksud dari yang disampaikan.  Oleh karena itu, penggunaan intensitas dalam sebuah tindak komunikasi pun tidak akan lepas dari konteks emotif yang melatarbelakangi terjadinya tindak komunikasi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) bagaimana fungsi konteks emotif intensitas sebagai strategi komunikasi yang dilakukan dalam bahasa Jepang, dan (2) bagaimana kaitan penggunaan intensitas terhadap tujuan strategi komunikasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, karena penganalisisan dilakukan secara pendeskripsian dari temuan data-data. Sumber data penelitian ini diambil dari drama Jepang Great Teacher Onizuka Remake karyaImai Kazuhisa, karena ditemukan banyak data mengenai penggunaan intensitas yang dianggap dapat mewakili cara tindak komunikasi masyarakat Jepang. Data dari penelitian ini diperoleh dari menyimak drama, dan mentranskripsikan dialog-dialog yang menggunakan intensitas, kemudian proses analisis dan membuat simpulan. Hasil penelitian  adalah (1) penggunaan intensitas dalam tindak komunikasi bergantung dengan konteks emotif yang berlaku. Dalam penggunaan intensitas ditemukan seluruh konteks emotif yaitu, konteks kejutan, konteks takut, konteks marah, konteks sedih, konteks keinginan, konteks kebahagiaan, konteks kebosanan. Dari seluruh konteks emotif yang ada, penggunaan intensitas paling banyak muncul pada konteks kejutan, (2) penggunaan intensitas sangat berpengaruh dalam tujuan komunikasi yang diharapkan yaitu untuk memberitahu, memotivasi, mendidik, menyebarkan informasi, mendukung perbuatan keputusan. Dengan menggunakan intensitas lawan tutur berhasil mendapatkan apa yang diharapkan dari tindak komunikasi tersebut.
KONSEP SOSIAL BUDAYA HUBUNGAN MANUSIA DALAM PEMBENTUKAN KATA MAJEMUK BAHASA JEPANG Cahyo, Rizky Dwi; Mael, Masilva Raynox
Paramasastra Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n2.p%p

Abstract

Terdapat berbagai faktor yang mendasari pembentukan dan pemakaian bahasa oleh masyarakat penuturnya. Hal ini dikarenakan hubungan erat yang tak bisa dipisahkan antara bahasa dan masyarakat. Hubungan tersebut adalah (1) Bahasa mempengaruhi masyarakat, (2) Masyarakat mempengaruhi bahasa, dan (3) Saling berpengaruhnya bahasa dan masyarakat. Pengaruh tersebut satu diantaranya tampak pada pembentukan fukugougo atau komposisi kata majemuk Bahasa Jepang yang tidak semena-mena terbentuk begitu saja namun terdapat pengaruh dari konsep sosial budaya masyarakat Jepang dalam pembentukannya. Konsep masyarakat yang mempengaruhi tersebut adalah sistem stratifikasi, sistem keluarga, dan sistem jenis kelamin (gender). Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan fukugougo yang terpengaruh oleh konsep sosial budaya di atas yang terdapat pada buku minna no nihongo Shokyuu I dan II, dan juga akan memaparkan bentuk variasi komposisi pemajemukannya.
NEUROLINGUISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM TEKNOLOGI Mael, Masilva Raynox
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v7n1.p59

Abstract

Neurolinguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari proses otak dalam merekam dan membentuk bahasa. Otak kita terbagi dalam dua bagian besar kanan dan kiri. Otak ini yang menciptakan konsep berbahasa dan daya nalar untuk apa yang manusia akan ucapkan. Pada artikel ini dibahas kaitan antara neurolinguistik dan penerapannya dalam teknologi. Ada suatu penelitian dan percobaan di mana otak diberi sebuah chip untuk membantu penderita syaraf untuk menyampaikan bahasa melalui kemampuan otak sehingga apa yang ingin disampaikan dapat dipahami oleh lawan bicara walaupun sang penderita tidak dapat menggunakan indra bicaranya.
KONSEP SOSIAL BUDAYA HUBUNGAN MANUSIA DALAM PEMBENTUKAN KATA MAJEMUK BAHASA JEPANG Cahyo, Rizky Dwi; Mael, Masilva Raynox
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n2.p%p

Abstract

Terdapat berbagai faktor yang mendasari pembentukan dan pemakaian bahasa oleh masyarakat penuturnya. Hal ini dikarenakan hubungan erat yang tak bisa dipisahkan antara bahasa dan masyarakat. Hubungan tersebut adalah (1) Bahasa mempengaruhi masyarakat, (2) Masyarakat mempengaruhi bahasa, dan (3) Saling berpengaruhnya bahasa dan masyarakat. Pengaruh tersebut satu diantaranya tampak pada pembentukan fukugougo atau komposisi kata majemuk Bahasa Jepang yang tidak semena-mena terbentuk begitu saja namun terdapat pengaruh dari konsep sosial budaya masyarakat Jepang dalam pembentukannya. Konsep masyarakat yang mempengaruhi tersebut adalah sistem stratifikasi, sistem keluarga, dan sistem jenis kelamin (gender). Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan fukugougo yang terpengaruh oleh konsep sosial budaya di atas yang terdapat pada buku minna no nihongo Shokyuu I dan II, dan juga akan memaparkan bentuk variasi komposisi pemajemukannya.
HANASHIKATA TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Retnani, Retnani; Nurhadi, Didik; Mael, Masilva Raynox
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v7n2.p147

Abstract

The compulsion to enter Hanashikata (speaking Japanese) class really makes it difficult for them to adjust to the learning process of Japanese speaking skills. There are many ways to improve speaking skills, but researchers prefer to develop teaching materials because they have a special attraction for students. Why is that? First, students compile a narrative first, they accidentally learn to arrange sentences according to correct Japanese grammar. If the sentences they produce are not in accordance with the correct grammar and correct vocabulary, it will make understanding difficult for the interlocutor or those who are listening. This can be used as a venue for the development of Hanashikata (Speaking Japanese) teaching materials.The objectives of this study are 1. To describe the quality of the feasibility of Hanashikata teaching materials for class B students of class B Japanese Language Education Study Program, FBS Unesa 2. To describe student responses to the development of Hanashikata teaching materials. This research is a development (R&D). The research subjects were 2018 class B students of the Japanese Language Education Study Program, FBS Unesa. The research data were in the form of the development of Hanashikata teaching materials, the quality of teaching materials and student responses to the development of Hanashikata teaching materials. Data analysis using descriptive method. The results of the first problem formulation research indicate that the average score of the validation results by experts on the feasibility of the Hanashikata teaching material used is known that the average score of the observer is 3.81. These results indicate that the development of Hanashikata teaching materials is categorized as feasible. The result of the second problem formulation research is that the student response shows higher learning outcomes after being given the development of Hanashikata teaching materials compared to learning outcomes before being given the development of Hanashikata teaching materials. Testing student responses using the Independent Sample T-Test.
Kemampuan Bahasa Jepang Dasar Mahasiswa Dalam Literasi Membaca Dengan Bacaan Menggunakan Visualisasi Gambar Mael, Masilva Raynox; Nurhadi, Didik; Kisyani, Kisyani; Mintowati, Mintowati
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v8i1.42484

Abstract

Students' reading literacy in this case understanding, reflecting, and retelling a reading is one of the factors to determine the level of language mastery for foreign language students. This study, it is discussed the basic Japanese language skills of first-year students of the Japanese Language Education study program, Surabaya State University associated with their Japanese reading literacy using Japanese reading with topics about mythical animals in Indonesia equipped with image visualization. The purpose of this study was to determine the level of basic Japanese mastery of students in terms of understanding and retelling readings based on JF Standards. The method in this research is descriptive qualitative, whose data is taken from a questionnaire on self-evaluation distributed to 25 students in the Shokyu Dokkai course. From the results of this study, it is known that the Japanese language skills of these first-year students based on the JF Standard are on average at level A2. With this result, it is hoped that it can be used as a reference for treatment in further learning
Pelatihan Membaca Huruf Hiragana Pada Siswa-Siswi Sekolah Menengah Pertama 10 Nopember Sidoarjo Nurhadi, Didik; Rusmiyati, Rusmiyati; Agustin K, Amira; S, Nise Samudra; Mael, Masilva Raynox
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 3 (2024): Renata - Desember 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.95

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema Pelatihan Membaca huruf Hiragana untuk pembelajar di sekolah menengah ditujukan sebagai usaha peningkatan kompetensi membaca huruf Hiragana serta minat Belajar Bahasa Jepang pada siswa-siswi pembelajar pemula menjadi lebih tinggi. Pemilihan tema pengabdian dilatarbelakangi atas keadaan pembelajaran huruf bahasa Jepang yang belum menampakkan hasil maksimal, kesesuaian antara beban materi yang banyak dengan waktu pembelajaran yang belum seimbang, serta ketersediaan waktu untuk memantapkan penerapan kompetensi bahasa Jepang siswa pembelajar pemula. Akar masalah ini menjadi peluang dosen di perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam bentuk penelitian maupun pengabdian dalam usaha memberikan satu pemikiran dan solusi praktis khususnya menyangkut peningkatan kemampuan membaca huruf bahasa Jepang, terutama huruf Hiragana. Metode pelaksanan PKM menggunakan cara pelatihan/workshop, presentasi hasil perlatihan atas kompetensi membaca huruf Hiragana, kata dan kalimat dalam karangan pendek. Hasil pelatihan pada seluruh proses kegiatan dalam pencapaian ketiga kemampuan ini dilaksanakan dengan lancar dan memperoleh hasil yang baik khususnya adanya peningkatan keterampilan membaca huruf Hiragana dilihat pada aspek kelancaran dan kebenaran pelafalannya. Pendampingan oleh tim, pemecahan kasus dengan kolaborasi/Kerjasama dengan teman, mampu meningkatkan kepercayaan diri melalui kegiatan mandiri terbimbing menjadi kebaikan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.  Selain itu, hasil wawancara kepada peserta didik pelatihan memperoleh informasi bahwa materi ajar menarik, variasi metode, dan pelibatan aktif siswa dalam memperoleh pengalaman belajar secara mandiri mendapatkan kesan positif dari siswa. Bahkan hasil praktik PKM ini mampu membuktikan pembelajaran bahasa melalui analisis kesalahan berbahasa dengan praktik langsung di kelas menjadi salah satu rekomendasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing.
Strengthening of Indonesian Cultural Literacy for Students of Osaka University of Japan through Traditional Arts and Sports Based on Local Wisdom Andriyanto, Octo Dendy; Nurhadi, Didik; Arief, Nur Ahmad; Wijaya, Andhega; Sukarman; Mael, Masilva Raynox; Vientiani, Cynthia

Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/js.v7i1.5786

Abstract

This study aims to introduce and promote Indonesian arts and culture at the Graduate School of Humanities, Indonesian Foreign Studies, Osaka University, Japan. The high interest in learning the Indonesian language at Osaka University requires strong support in the aspects of arts, culture, and even traditional sports to enrich knowledge of Indonesian local wisdom. Strengthening cultural literacy through traditional arts and sports emphasizes the values of local wisdom, particularly solidarity, mutual cooperation (gotong royong), honesty, as well as mental and physical health for Osaka University students through Indonesian cultural learning. This activity employs the Empowerment-Based Research (EBR) method, starting from identifying problems, designing activities, evaluation, and dissemination. As a result, students and lecturers from the Graduate School of Humanities, Indonesian Foreign Studies at Osaka University actively participated in the designed training sessions. These trainings focused on introducing dining etiquette, traditional herbal drinks (jamu), traditional music with angklung, and traditional sports such as Patil Lele and Gobag Sodor. Through this training, the aim is not only to teach the materials but also to highlight cultural values and local wisdom as part of cultural diplomacy.
Strengthening of Indonesian Cultural Literacy for Students of Osaka University of Japan through Traditional Arts and Sports Based on Local Wisdom Andriyanto, Octo Dendy; Nurhadi, Didik; Arief, Nur Ahmad; Wijaya, Andhega; Sukarman; Mael, Masilva Raynox; Vientiani, Cynthia
Jurnal Soeropati Vol 7 No 1: November 2024
Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/js.v7i1.5786

Abstract

This study aims to introduce and promote Indonesian arts and culture at the Graduate School of Humanities, Indonesian Foreign Studies, Osaka University, Japan. The high interest in learning the Indonesian language at Osaka University requires strong support in the aspects of arts, culture, and even traditional sports to enrich knowledge of Indonesian local wisdom. Strengthening cultural literacy through traditional arts and sports emphasizes the values of local wisdom, particularly solidarity, mutual cooperation (gotong royong), honesty, as well as mental and physical health for Osaka University students through Indonesian cultural learning. This activity employs the Empowerment-Based Research (EBR) method, starting from identifying problems, designing activities, evaluation, and dissemination. As a result, students and lecturers from the Graduate School of Humanities, Indonesian Foreign Studies at Osaka University actively participated in the designed training sessions. These trainings focused on introducing dining etiquette, traditional herbal drinks (jamu), traditional music with angklung, and traditional sports such as Patil Lele and Gobag Sodor. Through this training, the aim is not only to teach the materials but also to highlight cultural values and local wisdom as part of cultural diplomacy.
The Success of Communication Goals among Indonesian Learners of Japanese through Communication Strategies Mael, Masilva Raynox
Studies in Learning and Teaching Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : CV Sinergi Ilmu dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/silet.v6i3.705

Abstract

The use of communication strategies (CS) is crucial when speakers encounter linguistic difficulties in conveying their ideas or intentions to their interlocutors. This study serves as a pilot investigation that lays the foundation for designing instructional approaches to communication strategies. The novelty of this research lies in its focus on integrating CS-based instruction into Japanese conversation teaching for Indonesian learners, an area that has not been previously explored. The types of communication strategies were classified based on the degree of communicative success observed in conversations involving Indonesian learners of Japanese at the basic and intermediate levels. The study employed a cross-case study method, allowing for a systematic comparison between learners at different proficiency levels. Data were collected from one basic-level and one intermediate-level learner, each engaging in a free-topic conversation with a native Japanese speaker for approximately one hour. The findings indicate that the most frequently used communication strategy at the basic level was literal translation, whereas at the intermediate level, the use of fillers was most common. This study represents an initial step toward the development of pedagogical approaches for teaching Japanese communication strategies.