Penelitian ini mengkaji pengaruh fintech hijau dan kesadaran lingkungan terhadap akuntabilitas karbon dan citra korporat di kalangan perusahaan Indonesia. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dari 185 responden korporat melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Model penelitian yang diusulkan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS 3) untuk mengeksplorasi hubungan langsung dan tidak langsung antarkonstruk. Hasil menunjukkan bahwa fintech hijau dan kesadaran lingkungan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akuntabilitas karbon, menyoroti peran teknologi keuangan digital dan komitmen organisasi dalam meningkatkan pengelolaan karbon yang bertanggung jawab. Selain itu, fintech hijau, kesadaran lingkungan, dan akuntabilitas karbon masing-masing memiliki pengaruh positif terhadap citra korporat, dengan akuntabilitas karbon muncul sebagai prediktor terkuat. Analisis mediasi menunjukkan bahwa akuntabilitas karbon secara parsial memediasi hubungan antara fintech hijau dan citra korporat, serta antara kesadaran lingkungan dan citra korporat. Temuan ini menyarankan bahwa teknologi dan inisiatif kesadaran yang berorientasi pada keberlanjutan berkontribusi paling efektif terhadap reputasi korporat ketika diimplementasikan dalam praktik akuntabilitas karbon yang dapat diukur dan transparan. Studi ini berkontribusi pada literatur yang berkembang tentang fintech hijau dan keberlanjutan korporat dengan menyediakan bukti empiris dari konteks ekonomi berkembang dan menawarkan wawasan praktis bagi perusahaan yang ingin memperkuat akuntabilitas dan reputasi melalui inovasi digital berkelanjutan.