Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Study of Electrical System Analysis of the Cadet Dorm Building of the West Sumatra Snailing Polytechnic Muchtar, Niko Zainudin; Rauf, Rosnita; Anshar, Chairul Nazalul
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 6 No. 5 (2025): Dinasti International Journal of Digital Business Management (August - Septembe
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijdbm.v6i5.5238

Abstract

The quality of electrical installations is highly dependent on the implementation and application of electrical installation standards, namely PUIL 2011 (General Requirements for Electrical Installations) and other supporting regulations. The implementation is to ensure the safety of humans, tools, and buildings, as well as the main requirement for electrical installations to be carried out safely, reliably, and environmentally friendly. So it is necessary to conduct an evaluation of the electrical system to ensure the safety, reliability, and efficiency of the system are in accordance with electrical installation standards. In the cadet dormitory building, there are several rooms that function as bedrooms, living rooms, pantries, warehouses, and toilets with an electrical system consisting of power outlets, lighting installations, and air conditioning. Based on the results of the study, the total installed load of LVMDP is 104,134 Watts using a 3-phase 250A MCCB with a cable size of 4x240 mm2 NYFGbY. The 1st floor AC panel has a total load of 27,360 Watts using a 3-phase 80A MCCB using a cable of 4x35 mm2 NYY. Lighting Panel & Socket on the 1st floor total load of 9,762 Watts using 3 phase 40A MCB using 4x16 mm2 NYY cable. AC Panel on the 2nd floor total load of 27,360 Watts using 3 phase 80A MCCB using 4x35 mm2 NYY cable. Lighting Panel & Socket on the 2nd floor total load of 5,473 Watts using 3 phase 20A MCB using 4x4 mm2 NYY cable. AC Panel on the 3rd floor total load of 27,360 Watts using 3 phase 80A MCCB using 4x35 mm2 NYY cable. Lighting Panel & Socket on the 3rd floor total load of 6,819 Watts using 3 phase 32A MCB using 4x6 mm2 NYY cable
Analisa Perbandingan Performa Lampu LED Merek Philips Eyecomfort Untuk Beberapa Tingkat Daya Dalam Upaya Efisiensi Penggunaan Energi Listrik Aulia, T; Rauf, R; Anshar, C N
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i2.1363

Abstract

Penghematan penggunaan energi listrik salah satunya yaitu dengan cara mengurangi konsumsi energi listrik yang digunakan untuk penerangan tanpa mengurangi intensitas cahaya yang diperlukan, sebab sebagaian besar dari total beban listrik di Indonesia adalah untuk lampu penerangan. Pada penelitian ini merek lampu LED yang digunakan adalah merek Philips. Salah satu pengembangan produk merek Philips yaitu Philips EyeComfort. Pada penelitian ini juga melakukan perbandingan efisiensi lampu LED dengan lampu TL merek Philips pada lumen yang sama, sehingga hal ini juga menjadi pertimbangan masyarakat dalam melakukan pemilihan penggunaan lampu untuk membantu penerangan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian bahwa lampu LED Philips Eyecomfort yang di uji memiliki kecenderungan nilai efisiensi nya meningkat seiring dengan naik nya daya lampu. Nilai efisiensi terbesar adalah lampu LED Philips EyeComfort 12w dengan nilai efisiensi sebesar 109,1 lm/watt dan lampu dengan nilai efisiensi terkecil adalah lampu LED Philips EyeComfort 3w dengan nilai efisiensi sebesar 83,54 lm/watt. Nilai perbandingan efisiensi lampu LED merek Philips sebesar 124,13 lm/watt dengan daya sebesar 14,5watt dan lumen sebesar 1800 lm sedangkan nilai efisiensi lampu TL merek Philips sebesar 100 lm/watt dengan daya sebesar 18watt dan lumen sebesar 1800 lm. Hal ini terlihat bahwa nilai perbandingan efisiensi lampu LED (124,13 lm/watt) lebih besar dibandingkan dengan nilai efisiensi lampu TL merek Philips (100 lm/watt).
Studi Analisa Kelayakan Sistem Grounding Tower BTS (Base Transceiver Station) Tower Bersama Group di Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padang Panjang Timur Sumatera Barat Aprillian, R; Rauf, R; Anshar, C N
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i2.1365

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) merupakan sebuah instrumen dalam jaringan telekomunikasi seluler yang berbentuk tower yang memiliki antena pemancar dan berfungsi sebagai penguat sinyal daya yang dapat menghubungkan antara jaringan sebuah operator telekomunikasi seluler dengan pelanggannya. BTS pada umumnya mempunyai ketinggian 40 hingga 75 meter. Tower adalah sebuah struktur buatan manusia dan tingginya lebih dari lebarnya. Grounding adalah sistem pentanahan yang berfungsi untuk meniadakan beda potensial sehingga jika ada kebocoran tegangan atau arus akan langsung dibuang kebumi. Penangkal petir jenis spitzen merupakan jenis penangkal petir yang memiliki sistem kerja proteksi pasif, air terminal tidak menarik sambaran petir tetapi menunggu kilat petir mengenai ujung tombak splitzen. Nilai tahanan jenis tanah pada tower 1,37, nilai tahanan jenis tanah pada panel 1,37, nilai tahanan jenis tanah pada pagar 1,37, nilai tahanan jenis tanah pada penangkal petir 1,38 nilai ini sudah memenuhi standar PUIL 2011 dengan nilai dibawah 5 Tegangan sentuh dan tegangan langkah berat badan 50 kg dengan waktu 0,1 detik sampai 0,3 detik dengan masing-masing nilai masih dalam batas yang diizinkan dan dikategorikan aman bagi peralatan dan manusia yang berada disekitar tower. Sedangkan tegangan sentuh dan tegangan langkah berat badan 70 kg dengan waktu 0,1 detik sampai 0,3 detik juga masih dalam batas yang diizinkan dan dikategorikan aman bagi peralatan dan manusia yang berada disekitar tower. Kata Kunci: BTS, Grounding, Tower, Penangkal Petir Splitzen