Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Analysis of the Empowerment Level of Smoked Fish Processors Tandipang (Dussumieria acuta) Sondakh, Srie J.; Suhaeni, Siti; Rantung, Steelma
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60676

Abstract

The method used in this study is the case study method. Data were collected from two sources, namely primary data and secondary data. The population in this study consists of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict. Data collection was done using the census method, where the entire population was selected as respondents, with 14 smoked Tandipang fish processors chosen as the sample. The data collected include primary and secondary data. Primary data was gathered through observations and interviews guided by a questionnaire, while the data obtained were analyzed using both quantitative and qualitative descriptive analysis. Family welfare was measured based on objective and subjective welfare. The analysis concluded that the average annual income of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict is IDR 88,168,000, earned from working as fish processors and side jobs. The fishermen’s family expenditures consist of food and non-food expenses, with 85.68% of their total income spent solely on food. The empowerment level of traditional fishermen in Belang Subdistrict is still considered low from both economic and non-economic aspects. Economically, more than 50% of fishermen’s income is used to meet food needs only. From all non-economic aspects, the community of smoked Tandipang fish processors in the Tumpaan Subdistrict is also still categorized as lacking empowerment. Keywords: Hygienic, industry, sanitation, fiber. Abstrak Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi akan diambil sebagai responden dan dipilih sebanyak 14 responden pengolah ikan tandipang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dengan observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Kesejahteraan keluarga diukur berdasarkan kesejahteraan objektif dan kesejahteraan subjektif. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan per tahun adalah Rp.88.168.000 yang diperoleh dari bekerja sebagai pengolah ikan dan pekerjaan sampingan. Pengeluaran keluarga nelayan terdiri dari pengeluaran untuk pangan dan non pangan, 85,68% dari total pendapatan nelayan hanya untuk memenuhi kebutuhan makanan saja. Tingkat keberdayaan nelayan tradisional di Kecamatan Belang masih termasuk rendah dilihat dari aspek ekonomi maupun non ekonomi. Secara ekonomi karena sebagian besar atau lebih dari 50% pendapatan nelayan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Dilihat dari semua aspek non ekonomi masyarakat pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan juga masih dikategorikan kurang berdaya Kata kunci: Higienis, industri, sanitasi, serat.
Analysis Of Consumer Willingness to Pay (Wtp) For Processed Carp (Cyprinus Carpio) And Tilapia (Oreochromis Niloticus) Product Attributes in North Minahasa Regency Longdong, florence V.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R. R.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.64657

Abstract

North Minahasa Regency has great potential for freshwater fish aquaculture development, particularly carp (Cyprinus carpio) and tilapia (Oreochromis niloticus). This research aims to analyze consumer willingness to pay (WTP) for processed freshwater fish product attributes and influencing factors. The study was conducted on 45 respondents at nine restaurants in Airmadidi, Kalawat, and Dimembe Districts using purposive and accidental sampling methods. Data analysis employed the Contingent Valuation Method (CVM) with bidding game approach and logistic regression. Results showed average consumer WTP for large-sized fried tilapia was IDR 78,400 (20.6% above market price), while large-sized grilled spicy carp was IDR 82,200 (18.5% above market price). Fish size and freshness attributes were the most significant factors affecting consumer WTP (p<0.05). Socio-economic factors significantly influencing WTP were income (p=0.012), age (p=0.028), and visit frequency (p=0.035). Aggregate WTP value indicates potential revenue increase of 15-20% for business operators if desired consumer attributes are met. Keywords: willingness to pay, carp, tilapia, contingent valuation, North Minahasa   Abstrak Kabupaten Minahasa Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya ikan air tawar, khususnya ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesediaan konsumen membayar (Willingness to Pay/WTP) terhadap atribut produk olahan ikan air tawar serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan pada 45 responden di sembilan rumah makan di Kecamatan Airmadidi, Kalawat, dan Dimembe menggunakan metode purposive dan accidental sampling. Analisis data menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) dengan pendekatan bidding game dan regresi logistik. Hasil menunjukkan rata-rata WTP konsumen untuk ikan Nila goreng ukuran besar adalah Rp 78.400 (20,6% di atas harga pasar), sedangkan ikan Mas bakar rica ukuran besar adalah Rp 82.200 (18,5% di atas harga pasar). Atribut ukuran ikan dan kesegaran merupakan faktor paling signifikan yang mempengaruhi WTP konsumen (p<0,05). Faktor sosio-ekonomi yang berpengaruh signifikan adalah pendapatan (p=0,012), usia (p=0,028), dan frekuensi kunjungan (p=0,035). Nilai agregat WTP menunjukkan potensi peningkatan pendapatan pelaku usaha sebesar 15-20% jika dapat memenuhi atribut yang diinginkan konsumen. Kata kunci: willingness to pay, ikan mas, ikan nila, contingent valuation, Minahasa Utara.