Lalamentik, Lucia G. J.
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISA NILAI EKUIVALENSI MOBIL PENUMPANG (emp) DENGAN METODE TIME HEADWAY DAN REGRESI LINEAR BERGANDA (STUDI KASUS: JALAN RAYA TOMOHON) Lendeng, Lucia Emmanuella; Lalamentik, Lucia G. J.; Pandey, Sisca V.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi kinerja jalan memerlukan informasi terbaru mengenai kondisi dan karakteristik lalu lintas suatu jalan. Selama ini dalam perhitungan kinerja jalan menggunakan arus lalu lintas dari berbagai tipe kendaraan yang dikonversikan ke satuan mobil penumpang menggunakan nilai ekuivalen mobil penumpang (emp) berdasarkan MKJI 1997. Tiap-tiap jalan memiliki kondisi lalu lintas dan geomerik yang berbeda-beda yang membuat nilai emp menurut MKJI tidak lagi sesuai dengan karakteristik lalu lintas jalan tersebut. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai nilai emp untuk mendapatkan hasil evaluasi kinerja jalan yang benar-benar sesuai dengan karakteristik lalu lintas di jalan Raya Tomohon.Penelitian dilaksanakan pada dua titik lokasi di ruas jalan Raya Tomohon yang dibagi menjadi dua segmen. Nilai emp dihitung dengan menggunakan dua metode yaitu metode regresi linear dan metode Time Headway. Metode regresi linear akan mendapatkan nilai emp dari hasil analisis dan perhitungan data arus kendaraan bermotor dengan menggunakan pendekatan matematik dan statistic, sedang metode time headway akan mendapatkan nilai emp dengan cara melakukan perhitungan waktu antara bumper depan kendaraan di depan dengan bumper depan kendaraan dibelakangnya pada saat melewati batas headway. Nilai emp yang didapatkan melalui perhitungan dengan kedua metode ini kemudian digunakan dalam perhitungan kinerja ruas jalan.Dari hasil perhitungan diperoleh nilai emp dengan menggunakan metode time headway di segmen satu untuk untuk arah ke Manado dan sebaliknya nilai emp MC sebesar 0,98 dan 0,9 dan HV sebesar 0,0. Dan 0,53. Dan untuk segmen dua arah ke Kawangkoan dan sebaliknya nilai emp MC sebesar 0,86 dan 1,11 dan HV 0,38 dan 0,24. Untuk nilai emp hasil perhitungan dengan menggunakan metode regresi linear berganda di segmen satu arah ke manado dan sebaliknya untuk MC sebesar 0.6 dan 0,4 dan HV 1,4 dan 1,2. Untuk segmen dua arah ke Kawangkoan dan sebaliknya nilai emp MC adalah 0,2 dan 0,5 dan HV 1,4 dan 1,2. Kemudian dilakukan perhitungan untuk menganalisis kinerja ruas jalan dan didapatkan nilai DS dengan menggunakan nilai emp hasil perhitungan metode time headway di segmen satu DS sebesar 0,58 dan segmen dua DS sebesar 0,72. Sedangkan nilai DS menggunakan emp yang dihitung dengan metode regresi linear berganda di segmen satu adalah DS sebesar 0,5 dan segmen dua DS sebesar 0,53. Perbedaan nilai emp antara beberapa metode diatas disebabkan oleh perbedaan dalam pengumpulan data dan metode perhitungan. Nilai DS yang disarankan oleh MKJI 1997 adalah <0,75. Didapatkan untuk hasil DS menggunakan metode time headway dan metode regresi linear berganda untuk kedua segmen di jalan Raya Tomohon cukup layak untuk melayani arus lalu lintas di jam sibuk. Kata Kunci: emp, Time Headway, Regresi Linear, Kinerja Jalan
Studi Pengaruh Beban Gandar Dan Drainase Terhadap Indeks Kondisi Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Manado-Amurang Sanggor, Priscilia Ester; Waani, Joice E.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana penting dalam kegiatan transportasi karena sebagian besar pergerakan barang maupun jasa di Indonesia menggunakan moda angkutan darat. Ruas Jalan Manado -Amurang merupakan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten/Kota sehingga banyak dilewati oleh berbagai jenis kendaraan, dan 36,84% merupakan kendaraan berdimensi besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan nilai indeks kondisi perkerasan jalan pada Titik Pengamatan I STA 16+400 s/d 17+400 (Desa Ranowangko) dan Titik Pengamatan II STA 34+500 s/d 35+500 (Desa Popontolen), dengan kumulatif beban sumbu standar yang sama namun kondisi sistem drainase yang berbeda pada kedua titik pengamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini guna menilai kondisi perkerasan jalan yaitu dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). PCI ini merupakan indeks numerik yang nilainya berkisar diantara 0 sampai 100. Nilai 0 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sangat rusak dan nilai 100 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sempurna, sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara visual dengan panjang pengamatan 1.0 km untuk setiap titik pengamatan, yang kemudian dibagi menjadi beberapa segmen dengan ukuran 50 x 6 m per segmen untuk titik pengamatan I, dan 50 x 6,5 m per segmen untuk titik pengamatan II. Untuk Analisa data beban gandar berdasarkan metode Bina Marga 2013. Ruas jalan Manado -Amurang terakhir dioverlay pada tahun 2008, setelah 10 tahun ruas jalan dioverlay dihitung kumulatif beban sumbu standar dan diperoleh 25.706.604 ESAL.Untuk kondisi sistem drainase titik pengamatan I tidak meiliki sistem drainase, dan untuk titik pengamatan II memilki sistem drainase yang baik. Hasil analisa menunjukkan kerusakan yang terjadi pada kedua titik pengamatan antara lain Lubang (potholes), Retak Buaya (alligator cracking), Tambalan Galian Utilitas (utility cut patching), Pelapukan dan Pelepasan Butir (weathering and raveling), Retak Tepi (edge cracking), Penurunan Bahu Jalan (lane/shoulder drop off), Alur (rutting) , dan Amblas (depressions). Nilai PCI rata-rata untuk ruas jalan desa Ranowangko adalah 64,26 dikategorikan dalam kondisi Baik(Good), namun pada beberapa segmen yaitu segmen 1,8,10,18, dan 20 mengalami kerusakan yang perlu suatu penanganan serius. Sedangkan untuk ruas jalan desa Popontolen diperoleh nilai PCI rata-rata adalah 73,08 yang dikategorikan dalam kondisi Sangat Baik (Very Good), dan setiap segmen dalam kondisi baik sampai sempurna. Untuk rekomendasi penangananan perbaikan kerusakan jalan yang sesuai untuk kedua titik pengamatan adalah program tambalan (patching), dilapisi ulang (overlay) dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin.
EVALUASI GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN TRANS SULAWESI MANADO-GORONTALO DI DESA BOTUMOPUTI SEPANJANG 3 km Kaharu, Fitriyanti; Lalamentik, Lucia G. J.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu akses transportasi darat yang menghubungkan wilayah yang satu ke wilayah yang lain. Pada Ruas Jalan Trans Manado – Gorontalo yang berada pada desa Botumoputi merupakan jalan penghubung antar kota yang ada di kepulauan Sulawesi, bila dilihat secara visual pada ruas jalan ini belum memenuhi standar geometrik jalan yang dimana pada jalan ini memiliki bentuk tikungan tajam (berjari-jari kecil), yaitu kurang dari Rmin = 110 m yang dimana disyaratkan oleh Bina Marga 1997 untuk jalan Arteri (Jalan Nasional) dengan Vr = 60 km/jam. Dengan kondisi jalan seperti ini dapat menyebabkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Tans Sulawesi Manado – Gorontalo Di Desa Botumoputi Sepanjang 3 km, dikarenakan banyak tikungan yang tidak memenuhi syarat maka dilakukan perbaikan geometrik. Untuk memperoleh data kondisi geometrik lapangan maka dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur Theodolite dan GPS, data yang diperoleh dari pengukuran yaitu data koordinat dan data elevasi, selanjutnya data hasil pengukuran tersebut diolah menggunakan Microsoft Excel dan dimasukkan ke program Autocad Civil 3D 2018, dari hasil penggambaran tersebut maka selanjutnya dilakukan analisa geometrik.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh 14 tikungan, 8 diantaranya tidak memenuhi syarat jari-jari minimum yang dianjurkan Bina Marga dengan kecepatan rencana 60 km/jam Rmin = 110 m. Berdasarkan perhitungan perencanaan ulang geometrik jalan diperoleh 8 tikungan dengan tipe tikungan Spiral Circle Spiral dengan 3 lengkung vertikal dimana didapat 2 lengkung vertikal cembung dan 1 lengkung vertikal cekung.   Kata kunci: Geometrik Jalan, Gorontalo, Civil 3D, Alinyemen, Horizontal, Vertikal,     
ANALISA KERUSAKAN JALAN DAN PENANGANANNYA DENGAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) (Studi Kasus: Ruas Jalan Kauditan (by pass) – Airmadidi ; STA 0+770 – STA 3+770 ) Lasarus, Reiman; Lalamentik, Lucia G. J.; Waani, Joice E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggaran perbaikan kerusakan jalan yang dikeluarkan pemerintah pada tahun 2018 telah mencapai Rp 23,7 triliun untuk merehabilitasi jalan sepanjang 154.576 km untuk Sulawesi Utara Sendiri dialokasikan Rp. 651 miliar dengan jalan sepanjang 4.254 km. Jumlah ini menunjukkan banyaknya pengeluaran negara untuk menangani kerusakan jalan, oleh karena itu diperlukannya pemeriksaan kondisi kerusakan jalan untuk menentukan penanganan yang tepat di waktu yang tepat.Analisa kerusakan jalan sangat penting dilakukan demi tercapainya penanganan yang tepat, sehingga penggunaan anggaran dapat digunakan dengan efektif dan efisien. Metode Pavement Condition Index (PCI) di pilih untuk menjadi pedoman/acuan dalam menentukan kondisi perkerasan serta menentukan metode perbaikan tindakan yang akan di ambil pada jalan yang di tinjau. PCI adalah sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan luas kerusakan yang terjadi dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan. Nilai PCI ini memiliki rentang 0 sampai 100 dengan kriteria sempurna (excellent), sangat baik (very good), baik (good), sedang (fair), jelek (poor), sangat jelek (very poor) dan gagal (failed).Dalam penelitian ini ruas jalan yang akan di tinjau yaitu Ruas Jalan Kauditan (by pass) – Airmadidi ; STA 0+770 – STA 3+770, ruas jalan ini merupakan penghubung antara 2 kota besar yaitu Manado dan Bitung, dimana kota Bitung merupakan kota industri dan pelabuhan terbesar yang ada di Sulawesi Utara. Hal ini menjadikan ruas jalan Manado – Bitung harus memikul beban lalulintas yang besar.Penelitian ini dilakukan langsung secara visual dengan panjang ruas jalan yang diamati sepanjang 3km dan dibagi menjadi 60 segmen dengan ukuran persegmen 50 x 6. Untuk analisa beban yang diterima di ruas jalan yang diteliti, dilakukan survey lalulintas 12 jam selama 3 hari didapat 3.645.267,17 ESAL. Dari hasil penelitian didapat Nilai Index kondisi Perkerasan dengan menggunakan metode PCI pada tahun 2020 sebesar 76,7 (Sangat Baik) dengan beban ESA/Tahun kumulatif dari tahun terakhir dilakukan Overlay sebesar 22.155.288,47 ESAL. Kata kunci: Pavement Condition Index (PCI), beban lalulintas
PERBANDINGAN DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR LAPIS TAMBAH (OVERLAY) DENGAN METODE BINA MARGA REVISI JUNI 2017 MENGGUNAKAN DATA LENDUTAN BB DAN AASHTO 1993 MENGGUNAKAN DATA LENDUTAN FWD (STUDI KASUS: RUAS JALAN NASIONAL JENDERAL SUDIRMAN – MANADO, NOMOR RUAS JALAN 5000413) Toding, Risman Bismar; Sendow, Theo K.; Lalamentik, Lucia G. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan raya merupakan bagian dari sarana transportasi darat yang sangat penting dalam menunjang akses mobalitas bagi masyarakat, sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan untuk meningkatan nilai dari fungsi jalan. Pada ruas jalan Nasional Jenderal Sudirman-Manado yang adalah jalan lama dengan tipe jalan arteri 1 arah 4 lajur diamati secara visual di beberapa segmen jalan terdapat kerusakan fungsional dan telah mengarah pada kerusakan struktural. Kondisi ruas jalan pada lokasi penelitian akibat kerusakan struktural dilakukan pemeriksaan non- destruktif dengan pengujian menggunakan alat Falling Weight Deflectometer (FWD) dan Benkelman Beam (BB) yang menghasilkan data lendutan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan membandingkan hasil tebal lapis tambah (overlay) berdasarkan metode Bina Marga Revisi Juni 2017 dengan AASHTO 1993. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari BPJN Sulawesi Utara yaitu Volume Lalu Lintas (LHR), data Struktur Lapisan Tebal Perkerasan Jalan Eksisting, Data Lendutan FWD dan Data Lendutan BB. Untuk data lendutan Benkelman Beam (BB) tidak tersedia dari Balai Jalan, sehingga dilakukan perhitungan dengan model menggunakan data lendutan FWD.Perhitungan CESA (Cumulative Equivalent Single Axle) berdasarkan metode Bina Marga 2017 diperoleh nilai CESA4 = 1.226.974 dan CESA5 = 1.307.388 menurut metode AASHTO 1993 W18 = 6.159.474,28. Dari hasil perhitungan pada Metode Bina Marga 2017 diperoleh overlay untuk CESA4 sebesar 2 cm dan untuk CESA5 sebesar 10 cm, sementara itu pada metode AASHTO 1993 dengan CESA (W18) mendapatkan overlay sebesar 5 cm. Perbandingan dari hasil perhitungan desain tebal lapis tambah (overlay) dengan metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993 ditinjau berdasarkan parameter dari masing-masing metode. Dalam penelitian ini dilakukan juga simulasi dengan variasi beban lalu lintas (CESA) terhadap tebal lapis tambah (overlay) dimana model Polynomial Orde 6 menghasilkan nilai r2 paling besar dan menjadi pemilihan model terbaik. Kata Kunci: Bina Marga Revisi Juni 2017; AASHTO 1993; VDF; CESA; Benkelman Beam; Falling Weight Deflectometer; Overlay.
PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR LAPIS TAMBAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2013 DAN AASHTO 1993 (STUDI KASUS: JALAN NASIONAL KAIRAGI-MAPANGET DENGAN NOMOR RUAS 5000500) Hasibuan, Lamrumenta Marianti; Sendow, Theo K.; Lalamentik, Lucia G. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang berperan dalam peningkatan kebutuhan masyarakat. Peningkatan volume lalu lintas pada ruas jalan kairagi-mapanget diasumsikan berkisar sebesar 442.777 kendaraan menurut rpjim yang mengakibatkan tidak stabilnya tingkat pelayanan jalan, guna mengatasi masalah tersebut maka upaya yang dilakukan ialah melakukan tebal lapis tambah (overlay).Overlay merupakan tebal yang dibutuhkan suatu permukaan perkerasan dengan pengujian lendutan FWD dan BB. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana menganalisis hingga membandingkan hasil tebal lapis tambah menggunakan metode AASHTO 1993 dan Bina Marga 2013 pada perkerasan lentur menggunakan data lendutan FWD dan BB.Pada ruas jalan kairagi-mapanget dengan nomor ruas 5000500 memiliki lalu lintas harian sebesar 13825 kend/hari dengan hasil CESA metode AASHTO 1993 sebesar 429670, CESA Bina Marga 2013 sebesar 697803 CESA4, 1256046 CESA5. Data lendutan BB dan FWD yang diperoleh metode Bina Marga 2013 sebesar 0,73 dan 0,44. Modulus efektif (Ep) lapisan struktur diatas tanah dasar mempengaruhi nilai struktural efektif eksisting (SNeff)yang berhubungan dengan data FWD sedangkan pada Bina Marga 2013 data lendutan sebelum overlay mempengaruhi nilai tebal lapis tambah. Tebal overlay yang diperoleh pada perkerasan permukaan (AC-WC dan AC-BC) sebesar 12 cm pada AASHTO 1993 dan 10,9 cm pada Bina Marga 2013. Sehingga pada penelitian ini pengaruh lalu lintas memiliki persentase yang besar dalam perencanaan tebal lapis tambah. Kata Kunci: Tebal lapis tambah, Perkerasan Lentur, CESA, AASHTO 1993, Bina Marga 2013.
Perbedaan Penggunaan Campuran Fly Ash Dan Bottom Ash Batu Bara Sebagai Filler Pada Campuran Beraspal Panas Jenis Lapis Tipis Aspal Beton – Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) Kalangie, Bryant V. J.; Palenewen, Steve Ch. N.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.58939

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan subtitusi filler fly ash dan bottom ash pada campuran HRS-WC melalui pengujian Marshall. Penambahan fly ash dan bottom ash sebagai filler pada penelitian ini menggunakan kadar variasi 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap berat filler dengan menggunakan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 7.45%. Hasil dari pengujian karakteristik Marshall pada campuran lataston HRS-WC didapatkan nilai stabilitas untuk kadar fly ash 25% 1065.59 kg; 50% 812.33 kg; 75% 784.48 kg; 100% 716.14 kg. Nilai Flow untuk kadar fly ash 25% 4.48 mm; 50% 4.33 mm; 75% 4.16 mm; 100% 3.95 mm. Nilai VMA untuk kadar fly ash 25% 20.105%; 50% 22.43%; 75% 21.687%; 100% 23.650%. Nilai VIM untuk kadar fly ash 25% 6.348%; 50% 9.077%; 75% 8.203%; 100% 10.503%. Nilai VFB untuk kadar fly ash 25% 68.440%; 50% 59.682%; 75% 62.197%; 100% 55.590. Sedangkan untuk Bottom ash didapatkan Nilai Stabilitas untuk kadar Bottom Ash 25% 973.05kg; 50% 800.50kg; 75% 930.57kg; 100% 912.34kg. Nilai flow untuk kadar bottom ash 25% 3.86mm; 50% 3.49mm; 75% 3.19mm; 100% 3.89mm. Nilai VMA untuk kadar bottom ash 25% 18.736%; 50% 17.579%; 75% 16.239%; 100% 16.345%. Nilai VIM untuk kadar bottom ash 25% 4.743%; 50% 6.629%; 75% 1.816%; 100%1.940%. Nilai VFB untuk kadar bottom ash 25% 75.097%; 50% 80.927%; 75% 88.879%; 100% 88.132%. Dari hasil pengujian terdapat nilai karakteristik yang berbeda sehingga dapat di bandingan kualitasnya mana yang lebih baik. Kata kunci: filler, fly ash, bottom ash, HRS-WC, uji Marshall
Dampak Substitusi Limbah Plastik LDPE (Low Density Polyethylene) Terhadap Aspal Pada Campuran AC-WC Nio, Aditya L.; Palenewen, Steve Ch. N.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60251

Abstract

Tumpukan limbah plastik yang tidak terpakai dapat menimbulkan masalah lingkungan, karena sebagian besar tidak bisa didaur ulang. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini digunakan limbah plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene) yang banyak dipakai oleh masyarakat, sebagai bahan substitusi sebagian aspal. Lapisan aspal yang digunakan merupakan Laston Lapis Aus AC-WC, yang menggunakan material dari kakaskasen dan menggunakan aspla pertemina penetrasi 60/70. Digunakan variasi kadar limbah plastik yaitu 2%, 4%, 6%, dan 8% dari total berat aspal rencana. Kemudian digunakan 2 cara untuk melakukan perbandingan yaitu analisa saringan dan fuller, serta pencampuran yang dilakukan adalah cara basah (Wet Process) sebagai metode pencampuran limbah plastik terhadap aspal. Hasil dari pengujian karakteristik marshall setelah disubstitusi limbah plastik dengan cara Analisa Saringan didapatkan nilai tertinggi dan masuk dalam spesifikasi yaitu, Stabilitas pada kadar 4% 1546,00 Kg, Flow pada kadar 8% 3,58 mm, VMA pada kadar 8% 17,731%, VIM pada kadar 4% 4,941%, VFB pada kadar 4% 69,878%, Kepadatan pada kadar 4% 2,134 gr/cc, MQ 444,68. Sedangkan pada cara Fuller didapatkan nilai Stabilitas pada kadar 8% 1838,98 Kg, Flow pada kadar 2% 3,70 mm, VMA pada kadar 14,167% namun tidak masuk dalam spesifikasi, VIM pada kadar 2% 4,768%, VFB pada kadar 68,539%, Kepadatan 8% 2,126 gr/cc, MQ 547,15. Pada 2 cara ini, dapat disimpulkan bahwa substitusi limbah plastik LDPE ini mempengaruhi setiap nilai parameter yang ada. Terlihat pada Stabilitas, Flow, Marshall Quotient yang mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak stabil, begitu pula dengan VMA, VIM dan VFB. Cara analisa saringan pada penelitian ini lebih memiliki nilai karakteristik marshall yang baik dibandingkan dengan cara fuller, dan diidentifikasi campuran yang baik pada kadar plastik 4% - 4,4. Kata kunci: Low Density Polyethylene (LDPE), cara basah (Wet Process), AC-WC