Stone Matrix Asphalt (SMA) merupakan campuran beraspal bergradasi kasar yang membentuk struktur kontak batu-ke-batu sehingga memiliki ketahanan tinggi terhadap deformasi. Kinerja campuran SMA dipengaruhi oleh suhu pemadatan, ksrena suhu yang tidak sesuai standar dapat mengubah karakteristik mekanisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pemadatan ekstrem terhadap karakteristik Marshall campuran SMA. Pengujian dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi menggunakan metode Marshall berdasarkan spesifikasi umum Bina Marga 2018 Revisi 2 dan standar SNI. Setelah diperoleh Kadar Aspal optimum (KAO), benda uji dipadatkan pada suhu 110°C, 115°C, 120°C, 160°C, 165°C, dan 170°C dengan kadar aspal tetap. Parameter yang dianalisis meliputi Stabilitas, Flow, Density, VIM, VMA, VFB, Draindown, VCAmic/VCAdrc. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu pemadatan berpengaruh signifikan terhadap karakteristik Marshall. Suhu tinggi meningkatkan stabilitas dan kepadatan, namun berpotensi menimbulkan draindown, sedangkan suhu rendah meningkatkan VIM dan VMA serta menurunkan stabilitas. Suhu pemadatan optimum berada pada kisaran 145–155°C sesuai spesifikasi yang berlaku. Kata kunci: SMA, suhu pemadatan, Marshall, karakteristik Marshall