Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE MEANING OF A HEALTHY LIFESTYLE FOR GENERATION Z IN BANDUNG CITY Rostika Yuliani Tika; Lu'lu Mutia
Komunika Vol. 22 No. 01 (2026): Interpersonal Communication, Disaster Mitigation Communication and Mass Commu
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/komunika.v22i01.24635

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin berkembang membuat orang-orang berlomba-lomba untuk menerapkan gaya hidup sehat pasca pandemi. Gaya hidup sehat ini memiliki makna yang berbeda bergantung kepada kebiasaan dan keseharian orang-orang dalam melakukan aktivitas,saat ini banyak cara yang dilakukan untuk menerapkan gaya hidup sehat khususnya kepada generasi Z. Mengingat generasi Z ini merupakan generasi penerus bangsa yang menunjukkan hal yang unik untuk mengadaptasi gaya hidup sehat khususnya pada generasi Z di Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi makna gaya hidup sehat khususnya pada generasi Z di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan mengambil informan sebanyak 14 orang dengan usia 18-22 tahun dan teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna gaya hidup sehat itu dimaknai sebagai tidak ada keluhan tentang kondisi kesehatannya dan merasa aktif untuk melakukan aktivitas. Namun sering kali gaya hidup sehat ini banyak dilupakan diantaranya adalah kurang istirahat, muncul berbagai macam penyakit seperti maag, darah rendah, usus buntu, tipes, asam lambung, hipertensi dll. Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat orang-orang khususnya para generasi Z berupaya untuk melakukan gaya hidup sehat diantaranya rajin berolahraga, memenuhi gizi seimbang, pentingnya istirahat yang cukup serta mencari informasi melalui media social dan aplikasi kesehatan
SOSIALISASI CUCI TANGAN MELALUI BUKU SAKU “SEHAT CERIA SETELAH PANDEMI” DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT JATINANGOR Dewi, Retasari; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani; Yuliani, Rostika
Midang Vol 2 No 1 (2024): Midang, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52307

Abstract

Pemerintah menyatakan pandemi telah berakhir, namun beberapa kebiasaan baik yang telah dipelajari anak-anak saat pandemi harus dipertahankan agar tetap sehat. Buku komik seri Jojo Anak Jatinangor dari Pusat Studi Komunikasi Kesehatan Universitas Padjadjaran kembali hadir di tahun 2023 dengan format yang berbeda, yaitu buku saku kebiasaan baik. Buku ini menjadi media promosi kesehatan dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM). Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan tata cara mencuci tangan melalui media buku saku “Sehat Ceria Setelah Pandemi” pada anak-anak di empat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kecamatan Jatinangor. Kegiatan ini menggunakan metode storytelling dan observasi pada perilaku peserta sebelum dan setelah dibacakan buku. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa terdapat perubahan cara mencuci tangan para peserta yang telah dibacakan buku oleh storyteller.
PENGUATAN DUKUNGAN SOSIAL INTERGENERASI MELALUI PROGRAM VOLUNTEER MAHASISWA DI PANTI WHERDA BUMI PERTIWI BANDUNG UNTUK MENCAPAI SDG 10 (REDUCED INEQUALITIES) Afipah, Septianis; Rizki, Diyah Pitaloka; Yuliani, Rostika
Midang Vol 3 No 3 (2025): Midang, Oktober 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i3.63899

Abstract

. Nursing homes' older occupants often experience a lack of interaction and a disconnect from younger people, which reinforces their feelings of loneliness and social isolation. The International Relations Study Program of Universitas Al Ghifari addressed this issue by organizing a community service activity at Panti Wredha Budi Pertiwi. The purpose of this activity was to strengthen intergenerational social support by students volunteering to partake in various activities with the elderly, in line with SDG 10 (Reduced Inequalities). The approach was community education in the form of light counselling and participatory activities. The elderly participants felt more enthusiastic and active in the social atmosphere while students gained useful experience, understanding the need for intergenerational social support. The program was able to create positive change and improve social engagement, although the discussion suggested the activities were relatively brief. Strengthening social ties was achieved with this day's activities.
SIPANDAI : PROGRAM EDUKASI TANGGAP GEMPA BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR MELALUI SOSIALISASI MAHASISWA PEDULI BENCANA DAN LINGKUNGAN Yuliani, Rostika
Midang Vol 4 No 1 (2026): Midang, Februari 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i1.63979

Abstract

Indonesia is a country prone to natural disasters, particularly earthquakes, which can cause loss of life. Improving elementary school students' knowledge is a crucial step in promoting the importance of disaster mitigation literacy, pre-disaster, disaster-related, and safe emergency evacuation procedures at school. Disaster mitigation literacy activities were conducted using animated videos, games, and live simulations at Rancakasumba Private Elementary School. The goal of this activity was to improve elementary school students' disaster mitigation literacy regarding disaster preparedness bags, earthquake awareness, and evacuation routes at school. This activity involved 23 Al-Ghifari University students as facilitators and 28 fourth-grade students from Rancakasumba Private Elementary School. The methods used were game-based learning, animated videos, and live simulations of earthquakes. The study found a significant increase in student knowledge, indicating that games, animated videos, and live simulations can improve disaster mitigation literacy skills. The conclusion from this activity is that ongoing earthquake mitigation literacy socialization activities are necessary to build a culture of disaster awareness.